Kamis, 29 Oktober 2009

Indahnya Haji



Oleh Muhammad Said

Prosesi ibadah haji, menurut Dr Ali Syariati, adalah gladi resik kehidupan negeri akhirat. Sedangkan puncak prosesinya adalah wukuf di Arafah, yang menurutnya, merupakan miniatur Padang Mahsyar, di mana manusia berkumpul dengan menanggalkan embel-embel kekayaan, jabatan, dan kedudukan. Seluruh manusia seakan digiring untuk menghadapi Mahkamah Ilahi, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya selama hidup di dunia. Maka itu, wukuf di Arafah adalah saat tepat berkontemplasi (zikir dan munajat).

Kini, musim haji telah tiba. Berbondong-bondong kaum Muslim dari segala penjuru dunia menuju Tanah Suci. Mereka membelanjakan rezeki yang dianugerahkan Allah SWT untuk menyempurnakan rukun Islam yang kelima.

Untuk sementara waktu mereka meninggalkan kesibukan dunia, keluarga, dan sanak saudara. Semua itu merupakan wujud kecintaan dan ketaatan kepada Allah. Yang demikian itu merupakan ketentuan Allah hingga datangnya hari kiamat. Allah telah mengabadikan seruan untuk menunaikan haji kepada seluruh manusia melalui Nabi Ibrahim AS.

Allah SWT berfirman, ''Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh.'' (QS Al-Hajj [22] : 27). Dr Ali Asshabuny dalam kitab tafsirnya Shafwatuttafaasir mengutip riwayat Ibnu Abbas RA, ''Tatkala Nabi Ibrahim AS selesai membangun Ka'bah, Allah SWT berfirman kepadanya, ''Serulah manusia untuk berhaji.''

Nabi Ibrahim menjawab, ''Ya Rabbi, suaraku tidak akan sampai!'' Allah SWT berfirman, ''Serukan saja olehmu Aku yang menyampaikan.'' Maka, ia pun naik ke bukit Abi Qubais (bersebelahan dengan Safa dan Marwa, sekarang dibangun istana raja di atasnya) seraya berseru, ''Wahai manusia, sesungguhnya Allah SWT telah memerintahkan kalian menziarahi dan mengunjungi Ka'bah ini, agar kalian mendapat balasan surga dan dijauhkan dari api neraka, maka berhajilah kalian!''

Maka menjawablah ruh-ruh yang masih bersemayam di tulang sulbi laki-laki dan rahim wanita, '' Labbaikallahumma Labbaik! '' (Aku penuhi panggilanmu Ya Allah!). Hanya keimanan, niat, tekad, dan kemauan serta kemampuannyalah yang akan memberangkatkan seseorang untuk berhaji. Semoga kita termasuk orang yang akan mendapatkan undangan dari Allah SWT untuk menunaikannya.

Tidak ada komentar:

Al Quran On Line