Jumat, 02 Oktober 2009

Amaliah Pascaramadhan



Oleh KH Didin Hafidhuddin

Ramadhan yang penuh dengan keberkahan, rahmat, dan ampunan dari Allah SWT telah berlalu. Amaliah ritual dan sosial yang penuh dengan megabonus, yang merupakan khususiyyah Ramadhan, telah selesai pula dilakukan shaimin dan shaimat.

Mudah-mudahan semuanya berbekas dan berkesan dalam lubuk hati orang-orang beriman yang melakukannya, sehingga mampu meningkatkan kualitas ketakwaannya, baik dalam dataran individual-sosial, maupun dataran vertikal dengan Allah SWT dan horizontal dengan sesama manusia.

Tentu saja dengan berakhirnya Ramadhan, bukan berarti berakhir pula amaliahnya. Ramadhan merupakan bulan latihan dan pendidikan (syahriyyah tarbiyyah) yang hasilnya diaplikasikan pada 11 bulan berikutnya.

Qiyamullail, seperti shalat tahajud, seyogianya berlangsung sepanjang malam, karena shalat ini akan mengantarkan kemuliaan bagi yang melakukannya.
Dalam sebuah hadis riwayat Imam Ahmad, Rasulullah SAW bersabda, ''Hendaknya kalian bangun malam (melakukan qiyamullail/tahajud), karena sesungguhnya hal itu sudah menjadi kebiasaan dan kelaziman orang-orang saleh sebelum kalian, sebagai pendekatan diri kepada Allah, dapat mencegah diri dari dosa, dapat melebur kesalahan, dan dapat mengusir penyakit yang ada pada tubuh kita.''

Kesungguhan memakmurkan masjid seperti dengan meramaikan shalat berjamaah dan kegiatan-kegiatan sosial lainnya harus pula menjadi agenda utama kaum Muslimin. Karena, dengan seringnya kaum Muslimin ruku dan sujud bersama-sama akan menumbuhkan izzah/kekuatan kaum Muslim (QS Alfath [48]: 29).

Orang yang suka memakmurkan masjid, baik dengan kegiatan ibadah mahdlah maupun kegiatan muamalah adalah orang-orang yang akan selalu dibimbing hidayah Allah SWT dalam kehidupannya. Firman Allah dalam QS Attaubah [9] ayat 18, ''Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan tidak takut (kepada siapa pun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.''

Demikian pula semangat berbagi dan memberi kepada orang lain yang membutuhkan, terutama kaum dhuafa, hendaknya dijadikan perilaku keseharian orang-orang beriman. Kecintaan dan kepedulian kepada fakir-miskin, sesungguhnya akan mengundang rezeki dan pertolongan dari Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda, ''Sesungguhnya kalian akan mendapatkan rezeki dan pertolongan dari Allah SWT, jika kalian punya kepedulian yang tinggi kepada kaum dhuafa.''

(-)

Tidak ada komentar:

Al Quran On Line