<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725</id><updated>2011-10-04T22:25:16.624+07:00</updated><title type='text'>Kultum</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>515</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-4118610674745010578</id><published>2011-01-07T07:00:00.001+07:00</published><updated>2011-01-07T07:00:36.029+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Oleh KH Didin Hafidhuddin***&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Sebagaimana telah sama sama kita yakini bahwa orang-orang yang beriman adalah orang-orang yang didorong untuk selalu sukses di dalam kehidupannya (kesuksesan yang hakiki), baik di dunia maupun di akhirat nanti, apa pun posisi, kedudukan, dan profesinya. Seruan untuk menggapai kemenangan dan kesuksesan ini dikumandangkan pada setiap azan maupun ikamah ketika hendak melaksanakan shalat, yaitu kalimat hayya 'alal-falaah (mari kita raih kesuksesan dan keberhasilan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang perlu kita sadari bersama bahwa indikator kesukesan dalam pandangan ajaran Islam bukan semata-mata pada aspek materi dan bukan pula sebaliknya hanya pada aspek rohani. Bukan pula pada aspek hablumminallah saja dengan mengabaikan hablumminannas atau sebaliknya, tetapi keseimbangan antara keduanya (tawazun) saling melengkapi dan saling mengisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indikator kesuksesan yang bersifat tawazun ini, antara lain, seperti diungkapkan dalam QS Al-Mukminun (23): 1-11 (yang sering dijadikan contoh pribadi Rasulullah SAW yang sukses), yaitu: pertama, selalu berusaha untuk menegakkan shalat dengan penuh kekhusyukan dengan cara menjadikan shalat sebagai sebuah kebutuhan utama di samping kewajiban. Shalat dijadikan sebagai medium utama untuk meraih pertolongan dan ridha Allah SWT. Apalagi jika ditambah dengan shalat berjamaah yang dijadikannya untuk membangun silaturahim dan menguatkan ukhuwah Islamiyah di antara sesama orang yang rukuk dan sujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, mampu menghindarkan diri dari ucapan dan tindakan yang tidak ada manfaatnya. Artinya, berusaha memiliki etos kerja dan produktivitas yang tinggi serta mempersembahkan yang terbaik dalam bidang dan keahliannya sehingga betul-betul menjadi orang yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, selalu berusaha mengeluarkan sebagian hartanya untuk diberikan kepada yang membutuhkan, terutama kaum dhuafa dalam bentuk zakat, infak, dan bentukbentuk kedermawanan lainnya.&lt;br /&gt;Sikap ini akan melahirkan kekuatan etika dan moral di dalam mencari rezeki. Hanya rezeki yang halal-lah yang ingin ia dapatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, mampu menjaga akhlak dan kehormatannya dalam pergaulan dengan lawan jenis sehingga selalu terjaga kejernihan hati, pikiran, dan juga raganya. Dalam situasi apa pun tidak pernah melakukan kegiatan hura-hura yang penuh dengan kebebasan dan permisif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, selalu ber usaha menjaga amanah dan janjinya. Disadari betul bahwa segala potensi yang ada pada dirinya se-perti ilmu pengetahuan dan harta meru pakan amanah dan titipan dari Allah SWT yang kemudian akan dipertangungjawabkan di hadapanNya. Persepsi dan pandangan seperti ini akan menyebabkan seseorang tidak akan pernah menghalalkan segala macam cara untuk meraih kenikmatan dunia yang sifatnya sesaat dan sementara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah beberapa indikator kesuksesan hidup seorang Muslim kapan dan di mana pun, yang mudah-mudahan menjadi guideline dalam mengaplikasikan dan mengimplementasikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Niat yang ikhlas dan kerja keras yang dilandasi dengan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT merupakan bingkai utamanya. Wallahu a'lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-4118610674745010578?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/4118610674745010578/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=4118610674745010578' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/4118610674745010578'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/4118610674745010578'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2011/01/oleh-kh-didin-hafidhuddin-sebagaimana.html' title=''/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-6709527135314018047</id><published>2011-01-07T06:59:00.000+07:00</published><updated>2011-01-07T07:00:03.561+07:00</updated><title type='text'>Hikmah dari KH Didin Hafidhuddin: Indikator Kesuksesan Hidup</title><content type='html'>Oleh KH Didin Hafidhuddin***&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Sebagaimana telah sama sama kita yakini bahwa orang-orang yang beriman adalah orang-orang yang didorong untuk selalu sukses di dalam kehidupannya (kesuksesan yang hakiki), baik di dunia maupun di akhirat nanti, apa pun posisi, kedudukan, dan profesinya. Seruan untuk menggapai kemenangan dan kesuksesan ini dikumandangkan pada setiap azan maupun ikamah ketika hendak melaksanakan shalat, yaitu kalimat hayya 'alal-falaah (mari kita raih kesuksesan dan keberhasilan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang perlu kita sadari bersama bahwa indikator kesukesan dalam pandangan ajaran Islam bukan semata-mata pada aspek materi dan bukan pula sebaliknya hanya pada aspek rohani. Bukan pula pada aspek hablumminallah saja dengan mengabaikan hablumminannas atau sebaliknya, tetapi keseimbangan antara keduanya (tawazun) saling melengkapi dan saling mengisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indikator kesuksesan yang bersifat tawazun ini, antara lain, seperti diungkapkan dalam QS Al-Mukminun (23): 1-11 (yang sering dijadikan contoh pribadi Rasulullah SAW yang sukses), yaitu: pertama, selalu berusaha untuk menegakkan shalat dengan penuh kekhusyukan dengan cara menjadikan shalat sebagai sebuah kebutuhan utama di samping kewajiban. Shalat dijadikan sebagai medium utama untuk meraih pertolongan dan ridha Allah SWT. Apalagi jika ditambah dengan shalat berjamaah yang dijadikannya untuk membangun silaturahim dan menguatkan ukhuwah Islamiyah di antara sesama orang yang rukuk dan sujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, mampu menghindarkan diri dari ucapan dan tindakan yang tidak ada manfaatnya. Artinya, berusaha memiliki etos kerja dan produktivitas yang tinggi serta mempersembahkan yang terbaik dalam bidang dan keahliannya sehingga betul-betul menjadi orang yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, selalu berusaha mengeluarkan sebagian hartanya untuk diberikan kepada yang membutuhkan, terutama kaum dhuafa dalam bentuk zakat, infak, dan bentukbentuk kedermawanan lainnya.&lt;br /&gt;Sikap ini akan melahirkan kekuatan etika dan moral di dalam mencari rezeki. Hanya rezeki yang halal-lah yang ingin ia dapatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, mampu menjaga akhlak dan kehormatannya dalam pergaulan dengan lawan jenis sehingga selalu terjaga kejernihan hati, pikiran, dan juga raganya. Dalam situasi apa pun tidak pernah melakukan kegiatan hura-hura yang penuh dengan kebebasan dan permisif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, selalu ber usaha menjaga amanah dan janjinya. Disadari betul bahwa segala potensi yang ada pada dirinya se-perti ilmu pengetahuan dan harta meru pakan amanah dan titipan dari Allah SWT yang kemudian akan dipertangungjawabkan di hadapanNya. Persepsi dan pandangan seperti ini akan menyebabkan seseorang tidak akan pernah menghalalkan segala macam cara untuk meraih kenikmatan dunia yang sifatnya sesaat dan sementara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah beberapa indikator kesuksesan hidup seorang Muslim kapan dan di mana pun, yang mudah-mudahan menjadi guideline dalam mengaplikasikan dan mengimplementasikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Niat yang ikhlas dan kerja keras yang dilandasi dengan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT merupakan bingkai utamanya. Wallahu a'lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-6709527135314018047?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/6709527135314018047/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=6709527135314018047' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/6709527135314018047'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/6709527135314018047'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2011/01/hikmah-dari-kh-didin-hafidhuddin.html' title='Hikmah dari KH Didin Hafidhuddin: Indikator Kesuksesan Hidup'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-5464627141538748156</id><published>2010-12-10T13:16:00.001+07:00</published><updated>2010-12-10T13:16:41.672+07:00</updated><title type='text'>Hijrah Aktual</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Fajar Kurnianto&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Peneliti pada Institut Studi  Agama Sosial &amp;amp; Politik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun baru Islam 1 Muharram 1432 H  jatuh pada 7 Desember ini. Bagi umat Islam, ini momen penting  mengingatkan pada sejarah hijrahnya Rasulullah dari Makkah ke Madinah.  Husein Haikal dalam bukunya, Hayat Muhammad (1972), menyebut hijrah  sebagai kisah yang paling cemerlang dan indah yang pernah dikenal  manusia dalam sejarah pengejaran yang penuh bahaya demi kebenaran,  keyakinan, dan iman.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Hijrah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Menurut kamus  bahasa Arab, Lisanul 'Arab, karya Ibnu Manzhur, kata 'hijrah' memiliki  beberapa arti, di antaranya: meninggalkan, memisahkan, dan menjauhi.  Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), hijrah memiliki dua  pengertian. Pertama, perpindahan Nabi Muhammad bersama sebagian  pengikutnya dari Makkah ke Madinah untuk menyelamatkan diri dan  sebagainya dari tekanan kaum kafir Quraisy Makkah. Kedua, berpindah atau  menyingkir untuk sementara waktu dari suatu tempat ke tempat lain yang  lebih baik dengan alasan tertentu (keselamatan, kebaikan, dan  sebagainya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian hijrah secara detail dikemukakan oleh  Ibnul Arabi (468-543 H), seorang ahli hadis terkemuka Mazhab Maliki.  Menurutnya, ada enam pengertian hijrah. Pertama, berpindah dari satu  negeri yang sedang berperang ke negeri yang aman dan damai. Kedua,  menyingkirkan diri dari tempat yang penuh dengan bidah. Ketiga, keluar  dari negeri yang dikuasai oleh perbuatan maksiat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat,  menyingkirkan diri dari tindakan-tindakan teror yang bersifat fisik.  Kelima, keluar dari negeri yang dijangkiti wabah penyakit. Keenam,  menyingkirkan diri karena khawatir atau merasa tidak ada jaminan  keselamatan harta benda, jiwa, dan keluarga. Dari pengertian tersebut di  atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa hijrah itu memiliki&lt;br /&gt;dua bentuk.  Pertama, hijrah yang berbentuk fisik. Kedua, hijrah berbentuk nonfisik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hijrah fisik berkaitan dengan aktivitas fisik, yakni  berpindahnya orang dari satu tempat ke tempat lain karena alasan  tertentu. Sementara hijrah nonfisik berkaitan dengan aspek sikap dan  paradigma berpikir yang berubah dari hal buruk pada hal yang baik.  Inilah misalnya yang diisyaratkan oleh Rasulullah dalam hadisnya, "Orang  yang berhijrah itu adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang  oleh Allah." (HR Bukhari dari Abdullah bin Amr).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada hal menarik  terkait dengan hijrah ini. Ketika Rasulullah dan kaum Muslimin berhasil  menaklukkan Makkah (Fathu Makkah) pada 8 H, Rasulullah mengatakan,  "Setelah penaklukan Makkah ini, tidak ada lagi hijrah, tapi yang ada  adalah jihad dan niat." (HR Bukhari dari Abdullah bin Amr). Hijrah yang  beliau maksud adalah hijrah fisik, yakni perpindahan dari satu tempat ke  tempat lain. Dengan demikian, secara tegas Rasul menyatakan bahwa  hijrah seperti yang beliau dan para sahabat lakukan dari Makkah ke  Madinah demi mempertahankan keyakinan dan kebenaran sudah tidak ada  lagi. Yang ada adalah jihad dan niat. Inilah hijrah aktual yang lebih  orientatif dan prospektif.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Hijrah aktual&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jihad  secara bahasa artinya upaya sungguh-sungguh dan keras untuk mencapai  yang diharapkan atau tujuan tertentu. Yusuf Qardhawi dalam bukunya,  Fiqih Jihad, menyebutkan bahwa jihad memiliki pengertian mencurahkan  segala usaha, kemampuan, dan tenaga. Menurutnya, ada empat pemahaman  jihad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, jihad militer. Kedua, jihad spiritual. Ketiga,  jihad dakwah. Keempat, jihad madani, yakni jihad masyarakat sipil. Inti  dari jihad ini adalah untuk memberdayakan umat. Di dalam Alquran, kata  'jihad' biasanya digandengkan dengan kata 'fi sabilillah', yakni di  jalan Allah. Artinya, jihad itu mesti pada hal-hal yang sifatnya selaras  dengan ajaran Allah dan demi mendapatkan keridaan Allah. Salah satu  derivasi dari kata 'jihad' adalah 'ijtihad', yakni upaya sungguh-sungguh  dan keras untuk mendalami dan menggali apa yang ada di dalam  sumber-sumber ajaran Islam, yakni Alquran dan hadis, kemudian dari situ  dikeluarkan sebuah hukum Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, 'niat' artinya  'qashd', yakni keinginan, harapan, dan cita-cita yang ingin diraih.  Dalam sebuah hadisnya, Rasulullah mengatakan bahwa orang akan  mendapatkan sesuai yang ia niatkan, "Segala sesuatu itu tergantung  niatnya. Setiap orang akan mendapatkan sesuai yang ia niatkan. Siapa  yang niat hijrahnya adalah untuk mendapatkan keridaan Allah dan  Rasul-Nya, maka ia akan mendapatkannya. Siapa yang niat hijrahnya untuk  mendapatkan dunia, maka ia akan mendapatkannya." (HR Bukhari-Muslim dari  Umar bin Khaththab).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jihad dan niat hijrah inilah yang selalu  aktual. Manusia dituntut untuk bersungguh- sungguh dalam segala hal dan  aktivitas, yang positif tentu saja, disertai dengan niat  orientatif-prospektif yang diciptakan terus-menerus. Inilah yang  mengkreasi perubahan masif-revolusioner secara radikal. Dalam kaitannya  dengan konteks kehidupan berbangsa, hijrah aktual bermakna bahwa semua  elemen bangsa, dari para penggawa pemerintahan, para pejabat publik,  hingga masyarakat akar rumput, perlu memperbarui niatnya kembali. Tentu  saja, niat untuk membawa bangsa ini ke arah yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak  hanya niat, tetapi juga benar-benar dibuktikan melalui upaya keras dan  sungguh-sungguh untuk mewujudkan hal itu. Tanpa kedua hal itu, bangsa  ini akan terus jalan di tempat tanpa orientasi masa depan yang jelas.  Ini tanggung jawab kita bersama, terutama dari para pemimpin yang  bertugas memimpin bangsa ini untuk berhijrah ke arah yang lebih baik.  Ali bin Abu Thalib mengatakan, "Jika hari ini sama dengan hari kemarin,  maka itu adalah kerugian." &lt;em&gt;Wallahu a'lam.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-5464627141538748156?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/5464627141538748156/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=5464627141538748156' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/5464627141538748156'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/5464627141538748156'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2010/12/hijrah-aktual.html' title='Hijrah Aktual'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-4718761548380711933</id><published>2010-12-10T13:14:00.000+07:00</published><updated>2010-12-10T13:15:08.809+07:00</updated><title type='text'>Spirit Muharam</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Muhbib Abdul Wahab&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kalender  Hijriah terdapat empat bulan haram, yakni Dzulqaidah, Dzulhijah,  Muharam, dan Rajab. Disebut haram karena keempat bulan itu sangat  dihormati, dan umat Islam dilarang berperang di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muharam  yang berarti diharamkan atau yang sangat dihormati, memang merupakan  bulan gencatan senjata atau bulan perdamaian. Hal ini menunjukkan bahwa  umat Islam di manapun harus selalu bersikap damai, tidak boleh  mengobarkan api peperangan jika tidak diperangi terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seyogianya,  umat Islam menghormati dan memaknai Muharam dengan spirit penuh  perdamaian dan kerukunan. Sebab, Nabi Muhammad SAW pada khutbah haji  wada-yang juga di bulan haram-mewanti-wanti umatnya agar tidak saling  bermusuhan, bertindak kekerasan, atau berperang satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esensi  dari spirit Muharam adalah pengendalian diri demi terciptanya kedamaian  dan ketenteraman hidup, baik secara fisik, sosial, maupun spiritual.   Karena itu, di bulan Muharam Nabi Muhammad SAW menganjurkan umatnya  untuk berpuasa sunah: Asyura (puasa pada hari kesepuluh di bulan ini).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari  Abu Hurairah, Nabi SAW bersabda, “Puasa yang paling utama setelah  Ramadhan adalah puasa di bulan Muharam. Dan, shalat yang paling utama  setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu  Abbas berkata, “Aku tak melihat Rasulullah SAW mengintensifkan puasanya  selain Ramadhan, kecuali puasa Asyura.” (HR Bukhari). Dalam hadis lain  yang diriwayatkan dari Abi Qatadah, Nabi SAW bersabda, “Puasa Asyura itu  dapat menghapus dosa tahun sebelumnya.” (HR Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui  puasa sunah itulah, umat Islam dilatih dan dibiasakan untuk dapat  menahan diri agar tidak mudah dijajah oleh hawa nafsu, termasuk nafsu  dendam dan amarah, sehingga perdamaian dan ketenteraman hidup dapat  diwujudkan dalam pluralitas berbangsa dan bernegara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa sunah  di bulan Muharam agaknya juga harus menjadi momentum islah bagi semua  pihak. Agar perdamaian dan ketentramaan terwujud, Muharam juga harus  dimaknai sebagai bulan antimaksiat, yakni dengan menjauhi  larangan-larangan Allah SWT, seperti fitnah, pornoaksi, pornografi,  judi, korupsi, teror, dan narkoba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muharram juga penting  dijadikan sebagai bulan keselamatan bersama dengan menghindarkan diri  dari kemungkinan terjadinya kecelakaan yang dapat menyengsarakan  manusia, baik di darat, laut, maupun di udara.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-4718761548380711933?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/4718761548380711933/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=4718761548380711933' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/4718761548380711933'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/4718761548380711933'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2010/12/spirit-muharam.html' title='Spirit Muharam'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-8409315790882230503</id><published>2010-12-10T13:12:00.000+07:00</published><updated>2010-12-10T13:13:01.341+07:00</updated><title type='text'>nilah Keutamaan Bulan Muharam</title><content type='html'>&lt;div class="arial13"&gt;                   &lt;div class="img-detail-berita"&gt;              &lt;img src="http://static.republika.co.id/images/ilustrasi_101205184450.jpg" alt="Inilah Keutamaan Bulan Muharam" title="Ilustrasi" height="260" width="360" /&gt;&lt;br /&gt;      &lt;div class="img-title"&gt;Ilustrasi&lt;/div&gt;            &lt;/div&gt;         &lt;div id="newstext"&gt;&lt;p&gt;REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Dalam kalender  Hijriah terdapat empat bulan haram, yakni Dzulqaidah, Dzulhijah,  Muharam, dan Rajab. Disebut haram karena keempat bulan itu sangat  dihormati, dan umat Islam dilarang berperang di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muharam  yang berarti diharamkan atau yang sangat dihormati, memang merupakan  bulan gencatan senjata atau bulan perdamaian. Hal ini menunjukkan bahwa  umat Islam di manapun harus selalu bersikap damai, tidak boleh  mengobarkan api peperangan jika tidak diperangi terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seyogianya,  umat Islam menghormati dan memaknai Muharam dengan spirit penuh  perdamaian dan kerukunan. Sebab, Nabi Muhammad SAW pada khutbah haji  wada-yang juga di bulan haram, mewanti-wanti umatnya agar tidak saling  bermusuhan, bertindak kekerasan, atau berperang satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esensi  dari spirit Muharam adalah pengendalian diri demi terciptanya kedamaian  dan ketenteraman hidup, baik secara fisik, sosial, maupun spiritual.  Karena itu, di bulan Muharam Nabi Muhammad SAW menganjurkan umatnya  untuk berpuasa sunah: Asyura (puasa pada hari kesepuluh di bulan ini).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari  Abu Hurairah, Nabi SAW bersabda, “Puasa yang paling utama setelah  Ramadhan adalah puasa di bulan Muharam. Dan, shalat yang paling utama  setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu  Abbas berkata, “Aku tak melihat Rasulullah SAW mengintensifkan puasanya  selain Ramadhan, kecuali puasa Asyura.” (HR Bukhari). Dalam hadis lain  yang diriwayatkan dari Abi Qatadah, Nabi SAW bersabda, “Puasa Asyura itu  dapat menghapus dosa tahun sebelumnya.” (HR Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui  puasa sunah itulah, umat Islam dilatih dan dibiasakan untuk dapat  menahan diri agar tidak mudah dijajah oleh hawa nafsu, termasuk nafsu  dendam dan amarah, sehingga perdamaian dan ketenteraman hidup dapat  diwujudkan dalam pluralitas berbangsa dan bernegara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa sunah  di bulan Muharam agaknya juga harus menjadi momentum islah bagi semua  pihak. Agar perdamaian dan ketentramaan terwujud, Muharam juga harus  dimaknai sebagai bulan antimaksiat, yakni dengan menjauhi  larangan-larangan Allah SWT, seperti fitnah, pornoaksi, pornografi,  judi, korupsi, teror, dan narkoba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muharram juga penting  dijadikan sebagai bulan keselamatan bersama dengan menghindarkan diri  dari kemungkinan terjadinya kecelakaan yang dapat menyengsarakan  manusia, baik di darat, laut, maupun di udara.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-8409315790882230503?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/8409315790882230503/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=8409315790882230503' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/8409315790882230503'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/8409315790882230503'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2010/12/nilah-keutamaan-bulan-muharam.html' title='nilah Keutamaan Bulan Muharam'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-8925465148079643746</id><published>2010-12-10T13:10:00.000+07:00</published><updated>2010-12-10T13:11:25.747+07:00</updated><title type='text'>Esensi Hijrah</title><content type='html'>&lt;div class="arial13"&gt;                   &lt;div class="img-detail-berita"&gt;              &lt;img src="http://static.republika.co.id/images/ilustrasi_101207094901.jpg" alt="Esensi Hijrah" title="Ilustrasi" height="260" width="360" /&gt;&lt;br /&gt;      &lt;div class="img-title"&gt;Ilustrasi&lt;/div&gt;            &lt;/div&gt;         &lt;div id="newstext"&gt;&lt;p&gt;REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Momentum  pergantian tahun Hijriah selalu mengingatkan umat Islam pada peristiwa  hijrah Rasulullah SAW dan para sahabat dari Makkah ke Madinah. Peristiwa  maha penting dalam sirah Rasulullah itulah yang menjadi dasar pijakan  di balik pemilihan nama kalender Islam tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu bukan  tanpa alasan Amirul Mukminin Umar bin Al-Khathab menetapkan peristiwa  hijrah sebagai dasar perhitungan tahun dalam kalender kaum Muslimin.  Hijrah berarti berpindah dengan meninggalkan suatu tempat menuju tempat  yang lain, atau berubah dengan meninggalkan suatu kondisi untuk menuju  kondisi yang lain. Dalam Islam, hijrah memang ada dua macam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama,  hijrah hissiyyah (hijrah fisik dengan berpindah tempat), dari darul  khauf (negeri yang tidak aman dan tidak kondusif) menuju darul amn  (negeri yang relatif aman dan kondusif), seperti hijrah dari Kota Makkah  ke Habasyah (Ethiopia) dan dari Makkah ke Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, hijrah  ma'nawiyyah (hijrah nilai). Yakni, dengan meninggalkan nilai-nilai atau  kondisi-kondisi jahiliah untuk berubah menuju nilai-nilai atau  kondisi-kondisi Islami,  seperti dalam aspek akidah, ibadah, akhlak,  pemikiran dan pola pikir, muamalah, pergaulan, cara hidup, kehidupan  berkeluarga, etos kerja, manajemen diri, manajemen waktu, manajemen  dakwah, perjuangan, pengorbanan, serta aspek-aspek diri dan kehidupan  lainnya sesuai dengan tuntutan keimanan dan konsekuensi keislaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika  hijrah hissiyyah bersifat kondisional dan situasional serta harus  sesuai dengan syarat-syarat tertentu, hijrah ma'nawiyyah bersifat mutlak  dan permanen, serta sekaligus merupakan syarat dan landasan bagi  pelaksanaan hijrah hissiyyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hijrah ma'nawiyyah inilah yang  sebenarnya merupakan hakikat dan esensi dari perintah hijrah itu.  Kuncinya ada pada kata perubahan! Ya, ketika seseorang telah berikrar  syahadat dan menyatakan diri telah beriman dan berislam, ia harus  langsung ber-hijrah ma'nawiyyah ke arah perubahan total--tentu tetap  mengikuti prinsip tadarruj (pentahapan)--sesuai shibghah rabbaniyah  (lihat QS Al-Baqarah [2]: 138) dan memenuhi tuntutan berislam secara  kaffah (lihat QS Al-Baqarah [2]: 208).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guna menyambut--dan bukan  memperingati--tahun baru 1432 Hijriah, kita harus melakukan muhasabah  dan introspeksi diri dengan bertanya, sejauh mana perubahan, peningkatan  dan perbaikan Islami telah terjadi dalam diri dan kehidupan kita, baik  dalam skala individu, kelompok, jamaah, masyarakat, bangsa, maupun dalam  skala umat Islam secara keseluruhan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita jadikan  momentum pergantian tahun Hijriah ini sebagai faktor pemotivasi semangat  dan pembaru tekad untuk senantiasa menghijrahkan diri dan kehidupan  menuju totalitas Islam sebagai syarat dan dasar dalam mengemban amanah  dakwah dan menegakkan kewajiban jihad fi sabilillah untuk memenangkan  dinullah dan menggapai surga serta ridha Allah.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-8925465148079643746?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/8925465148079643746/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=8925465148079643746' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/8925465148079643746'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/8925465148079643746'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2010/12/esensi-hijrah.html' title='Esensi Hijrah'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-756039401088299272</id><published>2010-12-10T13:08:00.000+07:00</published><updated>2010-12-10T13:09:37.947+07:00</updated><title type='text'>Kemiskinan Bukan Takdir Allah yang tak Dapat Diubah</title><content type='html'>&lt;div class="img-detail-berita"&gt;       &lt;img src="http://static.republika.co.id/images/ilustrasi_101208100850.jpg" alt="Kemiskinan Bukan Takdir Allah yang tak Dapat Diubah" title="Ilustrasi" height="260" width="360" /&gt;&lt;br /&gt;      &lt;div class="img-title"&gt;Ilustrasi&lt;/div&gt;            &lt;/div&gt;         REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--"Allah telah  menganugerahkan kepadamu segala apa yang kamu minta (butuhkan dan  inginkan). Jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak  akan mampu menghitungnya. Sesungguhnya manusia sangat aniaya lagi sangat  kufur." (QS Ibrahim [14]: 13).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemiskinan senantiasa menjadi isu  sentral di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara. Negara-negara lain  pun, termasuk negara adidaya, tak luput dari kemiskinan. Pun begitu  dengan Indonesia. Negara kita setelah kemerdekaan hingga sekarang  memiliki problem kemiskinan. Sebagai salah satu negara dengan jumlah  Muslim terbesar, hendaknya kita berpikir untuk menyelesaikan kemiskinan  dengan landasan nilai-nilai luhur keislaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara hakikat,  seluruh manusia tak berada pada kemiskinan. Ayat yang dikutip di atas  mengindikasikan semiskin dan sefakir apa pun seseorang, ia masih  diberikan nikmat tak terhingga oleh Allah. Kendati mendapatkan kesulitan  dalam memperoleh keamanan finansial, kita masih diberi nikmat-nikmat  dalam bentuk lain. Kenikmatan tersebut dapat berupa kesehatan, umur  panjang, dan memperoleh tempat teduh meskipun seadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah  'miskin' diambil dari bahasa Arab. Merujuk pada kamus Al-Munawwir (1997:  649), kata 'miskin' berasal dari sakana yang berarti diam, tidak  bergerak, atau tenang.   Faidhullah Al-Hisn menulis, kata 'miskin' dalam  bentuk mufrad disebutkan Alquran sekitar 12 kali, kemudian dalam bentuk  jamak (masaakin) disebut juga sekitar 12 kali. Dari sekian ayat itu,  seluruhnya menempatkan posisi si miskin sebagai orang yang perlu  dibantu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bahasa lain, si miskin dan si fakir memiliki  ketidakberdayaan akibat berbagai hal. Dua di antaranya ialah akibat  penindasan struktural dan kemalasan mental berusaha (kultural).  Misalnya, secara struktural kemiskinan diakibatkan rakyat tidak  diperhatikan dengan adanya kebijakan prorakyat, yang berdampak pada  aspek kultural sehingga mereka putus asa karena kesulitan mencari  penghasilan guna memenuhi kebutuhan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya, kemiskinan  bukan takdir dari Allah yang tak dapat diubah. Apabila setiap individu  memiliki semangat dalam mencari penghasilan, kemiskinan dapat diberantas  dari muka bumi. Kolektivitas dan kepedulian sejatinya dimanifestasikan  dalam keseharian saat negeri ini dipenuhi kemiskinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT  berfirman, "Apabila telah selesai shalat (Jumat), bertebaranlah di bumi  dan carilah fadl (kelebihan) dari Allah." (QS Al-Jumu'ah [62]: 10). Ayat  ini mengindikasikan bahwa kerja keras mencari nafkah sebagai tahap  mencari fadhilah-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa mengabaikan kerja keras orang miskin,  tugas individu yang bernasib baik (baca: kaya dan mampu) ialah  memberikan sebagian hartanya. Pelaksanaan zakat, infak, dan sedekah  menuntut pengelolaan profesional agar kemiskinan dapat diminimalisasi.   Wallahua'lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-756039401088299272?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/756039401088299272/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=756039401088299272' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/756039401088299272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/756039401088299272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2010/12/kemiskinan-bukan-takdir-allah-yang-tak.html' title='Kemiskinan Bukan Takdir Allah yang tak Dapat Diubah'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-1018345742102071776</id><published>2010-12-07T04:39:00.000+07:00</published><updated>2010-12-07T04:39:45.219+07:00</updated><title type='text'>Rumah Istana</title><content type='html'>&lt;a href="http://goo.gl/photos/qBceH8y4E1" imageanchor="1" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img src="http://lh6.ggpht.com/_dSisR5s97NA/TPtpPyGgnXE/AAAAAAAADMk/78EOhEob6IE/s160-c/RumahIstana.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-1018345742102071776?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/1018345742102071776/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=1018345742102071776' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/1018345742102071776'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/1018345742102071776'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2010/12/rumah-istana.html' title='Rumah Istana'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh6.ggpht.com/_dSisR5s97NA/TPtpPyGgnXE/AAAAAAAADMk/78EOhEob6IE/s72-c/RumahIstana.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-823250985660086974</id><published>2010-12-02T14:59:00.000+07:00</published><updated>2010-12-02T15:00:14.395+07:00</updated><title type='text'>Keadilan Sebagai Sunatullah</title><content type='html'>&lt;div id="submenu"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;     &lt;div class="changefont" align="right"&gt;      &lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;    &lt;/div&gt;    &lt;div class="arial13"&gt;                   &lt;div class="img-detail-berita"&gt;              &lt;img src="http://static.republika.co.id/images/ilustrasi_101202095811.jpg" alt="Keadilan Sebagai Sunatullah" title="Ilustrasi" height="260" width="360" /&gt;&lt;br /&gt;      &lt;div class="img-title"&gt;Ilustrasi&lt;/div&gt;            &lt;/div&gt;         &lt;div id="newstext"&gt;&lt;p&gt;REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Konsep tentang  adil dan keadilan dalam agama Islam mendapatkan porsi yang begitu  penting. Dalam Alquran, tercatat sekitar 56 ayat yang berbicara soal  keadilan. Dalam bahasa Arab, keadilan disebut sebagai al-'Adalah.  Pengertiannya adalah keadilan dalam semua cakupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat-ayat  Alquran yang menyerukan pentingnya adil dan keadilan antara lain adalah  “haruslah berlaku adil” (QS An-Nisa [4]: 135, Al-Maidah [5]: 8, Al-An'am  [6]: 152, An-Nahl [16]:90); “wajib berlaku adil dalam perniagaan” (QS  Al-Isra [17]: 35); “adil terhadap lawan” (An-Nisa [4]: 105, Al-Maidah  [5]: 8); dan “pernyataan Allah tentang keadilan-Nya” (Ali Imran [3]:  18).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam etika pergaulan manusia, tiada prinsip yang didambakan  umat sepanjang sejarah, seperti keadilan. Istilah adil berasal dari  bahasa Arab yang berarti tengah atau seimbang. Keadilan artinya mizan  (kesimbangan), yakni suatu sikap tak berlebih-lebihan yang terkait  dengan sifat kearifan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prof Muhammad Abu Zahrah membagi keadilan  dalam tiga bagian, yakni keadilan hukum, keadilan sosial, dan keadilan  global. Keadilan hukum adalah diberlakukannya hukum secara merata kepada  semua strata sosial yang ada. Tidak membedakan yang kaya ataupun yang  papa, yang mulia ataupun yang hina. Semua orang di depan hukum dan  perundangan adalah sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadilan sosial adalah sesuatu yang  menuntut setiap individu dalam suatu kelompok agar dapat hidup secara  terhormat tanpa ada tekanan dan halangan serta mampu memanfaatkan  kemampuan sesuai dengan apa yang berfaedah bagi diri dan orang lain  sehingga bisa berkembang secara kolektif. Keadilan global ialah prinsip  utama sebagai landasan ditegakkannya hubungan antara kaum Muslim dan  non-Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama Islam menempatkan aspek keadilan pada posisi  yang sangat tinggi dalam sistem perundang-undangannya. Tiada bukti  keadilan yang begitu komplet, kecuali dalam ayat Alquran. Dari situ,  jelas kiranya kedudukan prinsip keadilan dalam Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kasus  keluarga, misalnya, Alquran menyebutkan, “Jika kamu sekalian takut  berlaku tidak adil, ambillah seorang istri saja.” (QS An-Nisa [4]:3).  Dalam skala kecil, yakni unit keluarga saja, kita diperintahkan untuk  adil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadilan itu harus menjadi pertimbangan seseorang dalam  mengambil keputusan untuk poligami atau tidak. Maka itu, adanya sikap  seperti itu sebenarnya dimaksudkan agar tindakan seseorang tidak  berakibat merugikan orang lain. Bukankah adil itu berarti meletakkan  sesuatu secara proporsional pada tempatnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kewajiban berlaku  adil dalam penulisan kontrak kerja sama bidang niaga (mu'amalah) juga  secara tegas dijelaskan dalam Alquran. Kontrak perjanjian kerja,  sewa-menyewa, atau utang-piutang itu harus ditulis secara jelas dan adil  demi melindungi hak masing-masing pihak yang terkait. Keadilan  merupakan sunatullah yang tidak dapat diganti. &lt;/p&gt;&lt;/div&gt;    &lt;/div&gt;         &lt;span class="abu-tebal"&gt;Red:&lt;/span&gt; &lt;span class="abu-tipis"&gt;Budi  Raharjo&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-823250985660086974?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/823250985660086974/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=823250985660086974' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/823250985660086974'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/823250985660086974'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2010/12/keadilan-sebagai-sunatullah.html' title='Keadilan Sebagai Sunatullah'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-2996984458170594560</id><published>2010-12-01T16:09:00.000+07:00</published><updated>2010-12-01T16:10:34.537+07:00</updated><title type='text'>Mari Kita Mewariskan Kebaikan</title><content type='html'>&lt;div class="arial13"&gt;                   &lt;div class="img-detail-berita"&gt;              &lt;img src="http://static.republika.co.id/images/ilustrasi_101201100932.jpg" alt="Mari Kita Mewariskan Kebaikan" title="Ilustrasi" height="260" width="360" /&gt;&lt;br /&gt;      &lt;div class="img-title"&gt;Ilustrasi&lt;/div&gt;            &lt;/div&gt;         &lt;div id="newstext"&gt;&lt;p&gt;REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Sebagai makhluk  tertinggi ciptaan Allah, manusia harus menjalankan tugas dan amanat  kekhalifahannya di muka bumi dengan baik. Hidup tak boleh dimaknai hanya  sebagai anugerah (kenikmatan), tetapi juga amanah yang menuntut tugas  dan tanggung jawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia harus bekerja keras agar mampu  mewariskan kebaikan yang besar (leaving a legacy) bagi umat manusia.  Kalau bisa, itu lebih besar ketimbang usia yang diberikan Tuhan  kepadanya. Dalam memaknai pekerjaan yang dilakukan, manusia memiliki  pemahaman yang beragam dan berbeda-beda. Sekurang-kurangnya, ada empat  tingkatan dalam soal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, orang yang bekerja untuk hidup  (to live), bukan hidup untuk bekerja. Ia memaknai pekerjaannya sekadar  mencari sesuap nasi. Motif utama pekerjaannya adalah fisik-material. Ini  merupakan fenomena kebanyakan orang ('ammat al-nas).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua,  orang yang bekerja untuk memperkaya perkawanan (to love). Ia memaknai  pekerjaannya tak hanya mencari harta, tetapi memperbanyak pergaulan dan  pertemanan. Motif utama pekerjaannya adalah relasi-sosial, silaturahim,  atau komunikasi antarsesama manusia (interhuman relations). &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Ketiga,  orang yang bekerja untuk belajar (to learn). Ia memaknai pekerjaannya  sebagai wahana mencari ilmu, menambah pengalaman, dan menguji kemampuan.  Jadi, berbeda dengan kedua orang sebelumnya, motif utama kerja orang  ketiga ini adalah intelektual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, keempat, orang yang bekerja  untuk berbagi kenikmatan dan mewariskan kebaikan sebesar-besarnya kepada  orang lain (to leave a legacy). Ia memaknai pekerjaannya sebagai ibadah  kepada Allah SWT. Motif utama pekerjaannya adalah rohani (spiritual).  Firman Allah, "Dan, aku tidak menciptakan jin dan manusia, melainkan  supaya mereka mengabdi kepada-Ku." (QS Al-Dzariyat [51]: 56).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang  keempat inilah orang terbaik seperti ditunjuk oleh sabda Nabi SAW,  "Khair-u al-nas anfa'uhum li al-nas (sebaik-baik manusia adalah orang  yang paling besar mendatangkan manfaat bagi orang lain)." (HR Thabrani  dari Jabir).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pengarang kitab Faydh al-Qadir, al-Manawi,  manfaat itu bisa diberikan melalui ihsan, yakni kemampuan kita berbagi  kebaikan kepada orang lain, baik melalui harta (bi al-mal) maupun kuasa  (bi al-jah) yang kita miliki. Warisan kebaikan itu, menurut al-Manawi,  bisa berupa sesuatu yang manfaatnya duniawi, seperti donasi dan bantuan  material, atau bisa juga berupa sesuatu yang bernilai agama (ukhrawi),  seperti ilmu, pemikiran, dan ajaran yang mencerahkan dan membawa manusia  kepada kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malahan, menurut al-Manawi, warisan dalam wujud  yang kedua ini dianggap lebih mulia dibanding yang pertama. Mengapa?  Sebab, yang kedua ini mendatangkan manfaat lebih besar bagi manusia, tak  hanya di dunia, tetapi juga di akhirat kelak. Wallahu a'lam.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-2996984458170594560?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/2996984458170594560/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=2996984458170594560' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/2996984458170594560'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/2996984458170594560'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2010/12/mari-kita-mewariskan-kebaikan.html' title='Mari Kita Mewariskan Kebaikan'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-6270522205384901882</id><published>2010-11-24T08:16:00.001+07:00</published><updated>2010-11-24T08:16:38.203+07:00</updated><title type='text'>Belajar Melawan Korupsi dari Khalifah Harun Ar Rasyid Sabtu, 20 November 2010, 0</title><content type='html'>&lt;img src="http://static.republika.co.id/images/korupsi_101029195628.jpg" alt="Belajar Melawan Korupsi dari Khalifah Harun Ar Rasyid" title="Korupsi" height="260" width="360" /&gt;&lt;br /&gt;      &lt;div class="arial13"&gt;&lt;div class="img-detail-berita"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="img-title"&gt;Korupsi&lt;/div&gt;            &lt;/div&gt;         &lt;div id="newstext"&gt;&lt;p&gt;REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Dalam  menjalankan roda pemerintahan, Khalifah Harus Ar Rasyid tak mengenal  kompromi dengan korupsi yang merugikan rakyat. Sekalipun yang berlaku  korup itu adalah orang yang dekat dan banyak berpengaruh dalam hidupnya.  Tanpa ragu-ragu, ia memecat dan memenjarakan Yahya bin Khalid yang  diangkatnya sebagai perdana menteri (wazir).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harun pun menyita  dan mengembalikan harta Yahya senilai 30,676 juta dinar hasil korupsi ke  kas negara. Dengan begitu, pemerintahan yang dipimpinnya bisa terbebas  dari korupsi yang bisa menyengsarakan rakyatnya. Pemerintahan yang  bersih dari korupsi menjadi komitmennya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang khalifah  benar-benar memperhatikan dan mengutamakan kesejahteraan rakyatnya. Guna  meningkatkan kesejahteraan negara dan rakyat, Harun ArRasyid memajukan  ekonomi, perdagangan, dan pertanian dengan sistem irigasi. Kemajuan  dalam sektor-sektor ini menjadikan Baghdad, ibu kota pemerintahan Bani  Abbas, sebagai pusat perdagangan terbesar dan teramai di dunia saat itu.  Karenanya, negara memperoleh pemasukan yang besar dari kegiatan dagang  tersebut, disamping perolehan dari pajak perdagangan dan pajak  penghasilan bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemasukan kas negara yang begitu besar itu tak  dikorup sang khalifah. Harun Ar-Rasyid menggunakan dana itu untuk  membiayai pembangunan sektor-sektor lain, seperti pembangunan Kota  Baghdad dengan gedung-gedungnya yang megah, pembangunan sarana-sarana  peribadatan, pendidikan, kesehatan, perdagangan, serta membiayai  pengembangan ilmu pengetahuan di bidang penerjemahan dan penelitian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari  uang kas tersebut, negara juga mampu memberi gaji yang tinggi kepada  para ulama dan ilmuwan. Mereka ditempatkan pada kedudukan status sosial  yang tinggi. Setiap tulisan dan penemuan yang dihasilkan ulama dan  ilmuwan dibayar mahal oleh negara. Dengan pendapatan negara yang  melimpah ini, Khalifah Harun Ar-Rasyid dan para pejabat negara juga  dapat memperoleh dan menikmati segala kemewahan menurut ukuran zaman  itu. Sebab, kehidupan rakyatnya juga berada dalam kemakmuran dan  kesejahteraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemakmuran dan kesejahteraan yang dicapai pada  masa Khalifah Harun Ar-Rasyid tidak terlepas dari kemampuannya dalam  menjaga keutuhan wilayah yang dikuasainya. Di masa kepemimpinannya,  Abbasiyah menguasai wilayah kekuasaan yang terbentang luas dari  daerah-daerah di Laut Tengah di sebelah Barat hingga ke India di sebelah  Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai pemberontakan pun tercatat sempat terjadi di era  kepemimpinannya. Pemberontakan yang sempat terjadi pada masa  kekuasaannya, antara lain, pemberontakan Khawarij yang dipimpin Walid  bin Tahrif (794 M), pemberontakan Musa Al-Kazim (799 M), serta  pemberontakan Yahya bin Abdullah bin Abi Taglib (792 M).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah  satu puncak pencapaian yang membuat namanya melegenda adalah  perhatiannya dalam bidang ilmu pengetahuan dan peradaban. Pada masa  kepemimpinannya, terjadi penerjemahan karya-karya dari berbagai bahasa.  Inilah yang menjadi awal kemajuan yang dicapai Islam. Menggenggam dunia  dengan ilmu pengetahuan dan peradaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada era itu pula  berkembang beragam disiplin ilmu pengetahuan dan peradaban yang ditandai  dengan berdirinya Baitul Hikmah--perpustakaan raksasa sekaligus pusat  kajian ilmu pengetahuan dan peradaban terbesar pada masanya. Harun pun  menaruh perhatian yang besar terhadap pengembangan ilmu keagamaan.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-6270522205384901882?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/6270522205384901882/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=6270522205384901882' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/6270522205384901882'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/6270522205384901882'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2010/11/belajar-melawan-korupsi-dari-khalifah.html' title='Belajar Melawan Korupsi dari Khalifah Harun Ar Rasyid Sabtu, 20 November 2010, 0'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-1697552333000130046</id><published>2010-11-24T08:12:00.001+07:00</published><updated>2010-11-24T08:12:34.590+07:00</updated><title type='text'>Jejak Sosial Ibadah Kurban</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Prof Asep S Muhtadi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Seperti dikisahkan  Alquran, peristiwa kurban bermula dari drama kenabian yang sangat tak  masuk akal. Seorang Ibrahim diminta menyembelih anaknya sendiri, Ismail.  Sebuah dialog yang sangat humanis-edukatif pun berlangsung antara ayah  dan anak untuk memastikan kebenaran perintah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah  diyakini bahwa itu merupakan perintah Tuhan, meskipun sangat irasional,  Ibrahim pun melakukannya dengan diiringi sikap pasrah Ismail. Inilah  jejak kenabian yang terus kita warisi dengan kesanggupan yang tulus  untuk bekurban dengan melepaskan semua yang kita cintai sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah  yang sarat hikmah itu terus dilakukan setiap kali datang Idul Adha.  Setiap Muslim ikut merayakannya. Di tengah gemuruh takbir menjelang Idul  Adha itu tumbuh rasa keadilan untuk saling menyapa kebersamaan sambil  menelusuri jejak hikmah dari perjalanan sejarah Ibrahim dan Ismail.  Takbir inilah yang kemudian membuka pintu kurban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks  pelaksanaan rukun Islam yang kelima, Idul Adha merupakan haflah umat  untuk mengapresiasi saudara-saudaranya yang tengah berkumpul di Arafah,  Muzdalifah, dan Mina. Pertemuan raksasa di Padang Arafah itu memancarkan  semangat kebersamaan yang hakiki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu kebersamaan yang  senantiasa dirindukan. Wujud kebersamaan yang mungkin sudah sangat sulit  ditemukan dalam perjalanan hidup sehari-hari. Kebersamaan yang kini  telah terikat pada ukuran-ukuran pragmatisme dalam kalkulasi untung dan  rugi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mewujudkan spirit Idul Adha, hal terpenting adalah  menumbuhkan kembali semangat Arafah. Semangat itu hendaknya tetap  mengikat kebersamaan umat. Di tengah cobaan kebersamaan yang saat ini  tengah melilit bangsa, pada momentum Idul Kurban kali ini kita berharap  dapat jujur mengakui kekeliruan serta mengikatkan kembali tali  solidaritas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlebih, saat ini saudara kita tengah menangis di  bawah guyuran debu Merapi, sisa guncangan gempa dan tsunami Mentawai,  atau kelelahan menghadapi banjir bandang. Karena itu, pada Idul Kurban  ini kita perlu bermuhasabah dengan tulus dan penuh kejujuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa  kepekaan dan kesantunan sikap terasa semakin pudar, padahal kita telah  merintis dan membinanya selama berabad-abad. Dan, mengapa jarak antara  kaum kaya dan kaum papa kian lebar menganga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah pernah  bersabda, "Bila masyarakat sudah membenci orang-orang miskin dan  menonjol-nonjolkan kehidupan dunia, serta rakus dalam menimbun harta,  sungguh mereka akan ditimpa empat bencana: zaman yang berat, pemimpin  yang lalim, penegak hukum yang khianat, dan musuh yang mengancam," (HR  Al-Dailami).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sesungguhnya hendak menjawab, "Tidak!" Tapi,  sudahkah perjalanan ibadah kurban itu berdampak dalam membentuk karakter  pribadi dan masyarakat? Jika bekurban mengisyaratkan sikap peduli  melalui simbolisasi pembagian daging hewan, apakah kepedulian itu juga  telah menjadi watak yang berperan fungsional, bukan saja pada saat  kurban dilaksanakan, tapi juga dalam keseluruhan perjalanan hidup?&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-1697552333000130046?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/1697552333000130046/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=1697552333000130046' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/1697552333000130046'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/1697552333000130046'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2010/11/jejak-sosial-ibadah-kurban.html' title='Jejak Sosial Ibadah Kurban'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-7690982576535082216</id><published>2010-11-24T08:08:00.000+07:00</published><updated>2010-11-24T08:09:55.820+07:00</updated><title type='text'>Memahami Makna Idul Kurban</title><content type='html'>Antara&lt;div class="img-detail-berita"&gt;       &lt;img src="http://static.republika.co.id/images/ilustrasi_101117082030.jpg" alt="Memahami Makna Idul Kurban" title="Ilustrasi" height="260" width="360" /&gt;&lt;br /&gt;      &lt;div class="img-title"&gt;Ilustrasi&lt;/div&gt;            &lt;/div&gt;         &lt;p&gt;REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Merupakan  kehendak Allah SWT, semua bentuk ibadah dalam Islam memiliki hikmah dan  landasan filosofis. Hari raya senantiasa tiba seusai umat Islam  melaksanakan ibadah  cukup berat.&lt;/p&gt; Idul Fitri datang setelah ibadah puasa Ramadhan. Idul Kurban tiba  setelah umat Islam beramal saleh selama 10 pertama Dzulhijjah dan puasa  Arafah. Esensi hari raya hanyalah peristirahatan sebentar setelah  perjalanan ibadah yang berat atau hadiah kemenangan dari Allah untuk  kaum Mukminin yang telah sukses melawan godaan setan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari raya  bukanlah peristiwa tahunan untuk melepaskan diri dari ikatan-ikatan  ketaatan sebagaimana yang sering disalahpahami sejumlah orang. Setiap  insan hanyalah sebagai hamba Allah dalam segala ucapan dan perbuatannya.  Agama tidak menginginkan seorang hamba kehilangan hubungannya dengan  Allah walau sekejap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan Muslim bagaikan perjalanan  panjang yang ditempuhnya, sekali-sekali istirahat sebentar untuk  kemudian melanjutkan perjalanan perjuangan spiritual dan kehidupannya  yang lurus dan bersih. Istirahat sebentar itu adalah hari raya, yang di  dalamnya diperbolehkan bergembira ria dengan berbagai hiburan yang mubah  (dibolehkan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebabnya, dalam bahasa Arab disebut dengan  'id' yang artinya senantiasa kembali dengan membawa kebahagiaan,  kegembiraan, dan kelapangan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari raya dalam perspektif Islam  harus diisi dengan berbagai nasihat, syiar, dan ibadah yang mengandung  nilai-nilai sosial, di samping merupakan kesempatan untuk membahagiakan   setiap insan di muka bumi. Allah SWT telah mengaitkan Idul Adha ini  dengan nilai sosial yang abadi dalam bentuk pengorbanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengorbanan  artinya menyerahkan sesuatu yang dimilikinya kepada orang yang  membutuhkannya. Pada hari raya ini dan hari-hari tasyrik, Allah  mensyariatkan bagi yang mampu untuk menyembelih hewan kurban yang  dibagikan kepada fakir miskin, karib kerabat, dan sebagian untuk  keluarganya sebagai upaya menebar kebahagiaan di muka bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam  syariat kurban terkandung makna pengokohan ikatan sosial yang dilandasi  kasih sayang, pengorbanan untuk kebahagiaan orang lain,  ketulusikhlasan, dan amalan baik lainnya yang mencerminkan ketakwaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kilasan  esensi ini diungkap Allah dalam surah al-Hajj ayat 37, "Daging-daging  unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai keridhaan Allah,  tetapi ketakwaan daripada kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah  Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah  terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada  orang-orang yang berbuat baik."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara nilai sosial yang harus  menghiasi setiap Muslim pada hari raya adalah menghilangkan berbagai  bentuk kedengkian dan iri hati dalam diri, melupakan macam-macam  permusuhan dan pertentangan, serta kita tingkatkan kepedulian kepada  saudara-saudara kita yang tertimpa musibah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari bersama  mengorbankan hawa nafsu, membuang sikap individualistis dan fanatis  mekelompok, demi ukhuwah insaniyah. Dengan Idul Kurban, kita teladani  Ibrahim dan Ismail AS, serta bersama menebar kasih sayang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-7690982576535082216?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/7690982576535082216/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=7690982576535082216' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/7690982576535082216'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/7690982576535082216'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2010/11/memahami-makna-idul-kurban.html' title='Memahami Makna Idul Kurban'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-6435491193729145428</id><published>2010-11-24T08:03:00.000+07:00</published><updated>2010-11-24T08:04:17.890+07:00</updated><title type='text'>Haji, Perjalanan Keimanan Seorang Muslim</title><content type='html'>Antara&lt;div class="arial13"&gt;&lt;div class="img-detail-berita"&gt;       &lt;img src="http://static.republika.co.id/images/masjidil_haram_101028103355.jpg" alt="Haji, Perjalanan Keimanan Seorang Muslim" title="Masjidil Haram" height="260" width="360" /&gt;&lt;br /&gt;      &lt;div class="img-title"&gt;Masjidil Haram&lt;/div&gt;            &lt;/div&gt;         &lt;div id="newstext"&gt;&lt;p&gt;REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Berabad-abad  sebelum Rasulullah diutus, Allah memerintahkan Nabi Ibrahim menyeru  manusia untuk berhaji (QS Al-Hajj (22): 27-28). Beliau melaksanakannya  dan berdoa agar semua hati manusia cenderung dan rindu ke Tanah Haram  (QS Ibrahim (14): 37).  Maka itu, berbondong-bondonglah umat Islam ke  Tanah Suci untuk memenuhi seruan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali dari asal-usul  panggilan inilah banyak umat Islam meminta dipanggil di Makkah,  khususnya di Jabal Qubeis. Padahal panggilannya sudah lama, tapi  sebagian umat tidak memenuhi seruan ini karena tidak mampu atau lalai  atau bahkan tuli disihir gemerlapnya dunia. Sejak seseorang mendaftar  haji, yang ada dalam niatnya adalah keikhlasan dan kesiapan berkorban  demi mencari ridha Ilahi. Ketika kuota diperolehnya, ia mempersiapkan  semua kebutuhan selama ibadah haji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia membekali dirinya dengan  ketakwaan. Belajar manasik dan ilmu yang berkaitan dengan ibadah harian  yang wajib selama di perjalanan. Dia korbankan waktu, harta, dan  kepentingan dunianya untuk menggapai haji mabrur. Perjalanan haji adalah  rihlah (tour) keimanan. Saat keluar rumah menuju ke Tanah Haram, calon  haji ini  membaca, "bismillahi tawakkaltu 'ala Allah wa laa haula wa laa  quwwata illa billah."  Ketika duduk di kendaraan pun berdoa safar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam  segala situasi dan kondisi ia pun senantiasa doa, zikir, dan beribadah.  Sungguh hebat jamaah haji ini. Dia menjadi hamba Allah yang terbaik.  Semua aspek hidupnya dijadikan ibadah seperti yang diperintah Allah. (QS  Az-Zariyat (51):56).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kala sampai miqat, semua tamu Allah   berniat ihram dan membaca talbiyah, yang artinya, "Aku memenuhi  panggilan-Mu ya Allah, aku memenuhi panggilan-Mu dan tiada sekutu  bagi-Mu, aku memenuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, kenikmatan  dan kerajaan hanyalah bagi-Mu, dan tiada sekutu bagi-Mu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jamaah  yang mengumandangkannya berderai air mata kekhusyukan dan kebahagiaan  sambil mengharap ampunan. Ia sedang menjadi hamba Allah yang utuh karena  sedang memenuhi panggilan-Nya dan menjadi tamu-Nya. Diriwayatkan dari  Abu Hurairah RA, Rasulullah bersabda, "Orang-orang yang sedang  menunaikan haji dan orang yang sedang mengerjakan umrah merupakan  duta-duta/tamu-tamu Allah. Maka itu, jika mereka memohon kepada-Nya,  pastilah dikabulkan, dan jika mereka meminta ampun pastilah  diampuni-Nya." (HR Ibnu Majah hadis No 2883).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai tamu,  seorang hamba harus tahu diri terhadap yang dikunjungi. Kita wajib  mengikuti semua peraturan Allah yang mengundang kita. Kita harus tahu  tatakrama sebagai tamu undangan-Nya. Selama dalam perjalanan haji tidak  boleh ada kesyirikan, tidak melakukan rafats, fusuq, dan jidal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagai imbalannya, kita diistimewakan sebagai tamu-Nya. Sudah pasti  Allah Yang Maharahman dan Maharahim akan mengampuni dosa-dosa kita,  mengabulkan semua doa dan permohonan kita. Berapa pun biaya dan  pengorbanan yang kita berikan untuk ibadah haji, tidaklah seberapa bila  dibandingkan dengan keutamaan haji, ampunan, dan anugerah-Nya.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-6435491193729145428?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/6435491193729145428/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=6435491193729145428' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/6435491193729145428'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/6435491193729145428'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2010/11/haji-perjalanan-keimanan-seorang-muslim_24.html' title='Haji, Perjalanan Keimanan Seorang Muslim'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-1470025426181944376</id><published>2010-11-24T08:02:00.001+07:00</published><updated>2010-11-24T08:02:59.788+07:00</updated><title type='text'>Sosok Pemuda Ideal di Mata Allah</title><content type='html'>&lt;img src="http://static.republika.co.id/images/ilustrasi_101029104953.jpg" alt="Sosok Pemuda Ideal di Mata Allah" title="Ilustrasi" height="260" width="360" /&gt;&lt;br /&gt;      &lt;div class="img-detail-berita"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="img-title"&gt;Ilustrasi&lt;/div&gt;            &lt;/div&gt;         REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Kata-kata pemuda  dalam Alquran diistilahkan dengan fatan, seperti firman Allah SWT pada  surah al-Anbiya [21] ayat 60 tentang pemuda Ibrahim. "Mereka berkata,  'Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini yang  bernama Ibrahim'."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk jamak dari fatan adalah fityah  (pemuda-pemuda), seperti kisah pemuda-pemuda Ashabul Kahfi pada surah  al-Kahfi [18] ayat 13. "Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita ini  dengan benar. Sesungguhnya, mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman  kepada Tuhan mereka dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam  hadis, pemuda sering diistilahkan dengan kata-kata syaabun. Dalam  sebuah hadis riwayat Imam Bukhari, disebutkan bahwa di antara tujuh  kelompok yang akan mendapatkan naungan Allah SWT pada hari ketika tak  ada naungan, selain naungan-Nya, adalah syaabun nasya'a fii  'ibaadatillaah (pemuda yang tumbuh berkembang dalam pengabdian kepada  Allah SWT).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eksistensi dan peranan pemuda sangat penting. Dalam  Alquran ataupun hadis, banyak diungkapkan karakteristik sosok pemuda  ideal yang harus dijadikan teladan oleh pemuda yang bercita-cita sebagai  orang atau pemimpin sukses. Pertama, memiliki keberanian (syaja'ah)  dalam menyatakan yang hak (benar) itu hak (benar) dan yang batil (salah)  itu batil (salah). Lalu, siap bertanggung jawab serta menanggung risiko  ketika mempertahankan keyakinannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya adalah pemuda  Ibrahim yang menghancurkan berhala-berhala kecil, lalu menggantungkan  kapaknya di leher berhala yang paling besar untuk memberikan pelajaran  kepada kaumnya bahwa menyembah berhala itu (tuhan selain Allah SWT) sama  sekali tidak ada manfaatnya. Kisah keberaniannya dikisahkan dalam surah  al-Anbiya [21]  ayat 56-70.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, memiliki rasa ingin tahu  yang tinggi (curiosity) untuk mencari dan menemukan kebenaran atas dasar  ilmu pengetahuan dan keyakinan. Artinya, tidak pernah berhenti dari  belajar dan menuntut ilmu pengetahuan (QS al-Baqarah [2]: 260). Ketiga,  selalu berusaha dan berupaya untuk berkelompok dalam bingkai keyakinan  dan kekuatan akidah yang lurus, seperti pemuda-pemuda Ashabul-Kahfi yang  dikisahkan Allah SWT pada surah al-Kahfi [18] ayat 13-25. Jadi,  berkelompok bukan untuk hura-hura atau sesuatu yang tidak ada  manfaatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, selalu berusaha untuk menjaga akhlak dan  kepribadian sehingga tidak terjerumus pada perbuatan asusila. Hal ini  seperti kisah Nabi Yusuf dalam surah Yusuf [12] ayat 22-24. Kelima,  memiliki etos kerja dan etos usaha yang tinggi serta tidak pernah  menyerah pada rintangan dan hambatan. Hal itu dicontohkah pemuda  Muhammad yang menjadikan tantangan sebagai peluang hingga ia menjadi  pemuda yang  bergelar al-amin (tepercaya) dari masyarakatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam  memperingati Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober, sosok pemuda ideal yang  dicontohkan dalam Alquran dan hadis diharapkan bisa menjadi sumber  inspirasi bagi para pemuda Indonesia masa kini. Wallahu a'lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-1470025426181944376?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/1470025426181944376/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=1470025426181944376' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/1470025426181944376'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/1470025426181944376'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2010/11/sosok-pemuda-ideal-di-mata-allah.html' title='Sosok Pemuda Ideal di Mata Allah'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-3975812953380793119</id><published>2010-11-24T08:01:00.001+07:00</published><updated>2010-11-24T08:01:47.114+07:00</updated><title type='text'>Ingatlah Saat Kematian Mu!</title><content type='html'>&lt;div id="submenu"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;span class="date"&gt;&lt;/span&gt;&lt;img src="http://static.republika.co.id/images/ilustrasi_101111105327.jpg" alt="Ingatlah Saat Kematian Mu!" title="Ilustrasi" height="260" width="360" /&gt;&lt;br /&gt;      &lt;div class="arial13"&gt;&lt;div class="img-detail-berita"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="img-title"&gt;Ilustrasi&lt;/div&gt;            &lt;/div&gt;         &lt;div id="newstext"&gt;&lt;p&gt;REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Di dunia ini,  menurut al-Ghazali, tak ada yang pasti, kecuali kematian. Hanya kematian  yang pasti, lainnya tak ada yang pasti. Namun, manusia tak pernah siap  menghadapi maut dan cenderung lari darinya. "Sesungguhnya, kematian yang  kamu lari daripadanya, sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu."  (QS Al-Jumu'ah [62]: 8).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi al-Ghazali, kematian tidak bermakna  tiadanya hidup (nafi al-hayah), tetapi perubahan keadaan (taghayyur  hal). Dengan kematian, hidup bukan tidak ada, melainkan bertransformasi  dalam bentuknya yang lebih sempurna. Diakui, banyak orang semasa hidup  mereka tertidur (tak memiliki kesadaran), tetapi justru setelah  kematian, meraka bangun (hidup). "Al-Nas niyam, fa idza matu intabihu,"  demikian kata Imam Ali.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Dalam Alquran, ada beberapa istilah  yang dipergunakan Allah SWT untuk mengartikan kematian. Pertama, kata  al-maut  (kematian) itu sendiri. Kata ini dalam bentuk kata benda  diulang sebanyak 35 kali. Al-maut menunjuk pada terlepasnya (berpisah)  ruh dari jasad manusia. Kepergian ruh membuat badan tak berdaya dan  kemudian hancur-lebur menjadi tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman,  "Darinya (tanah) itulah Kami menciptakan kamu dan kepadanyalah Kami akan  mengembalikan kamu, dan dari sanalah Kami akan mengeluarkan kamu pada  waktu yang lain." (QS Thaha [20]: 55).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, kata al-wafah  (wafat). Kata ini dalam bentuk fi`il diulang sebanyak 19 kali. Al-Wafah  memiliki beberapa makna, antara lain sempurna atau membayar secara  tunai. Jadi, orang mati dinamakan wafat karena ia sesungguhnya sudah  sempurna dalam menjalani hidup di dunia ini. Oleh sebab itu, kita tak  perlu berkata, sekiranya tak ada bencana alam si fulan tidak akan mati.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Ketiga, kata al-ajal. Kata ini dalam Alquran diulang sebanyak 21  kali. Kata ajal sering disamakan secara salah kaprah dengan umur.  Sesungguhnya, ajal berbeda dengan umur. Umur adalah usia yang kita  lalui, sedangkan ajal adalah batas akhir dari usia (perjalanan hidup  manusia) di dunia. Usia bertambah setiap hari; ajal tidak. (QS Al-A'raf  [7]: 34).&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Keempat, kata al-ruju' (raji'). Kata ini dalam  bentuk subjek diulang sebanyak empat kali, dan mengandung makna kembali  atau pulang. Kematian berarti perjalanan pulang atau kembali kepada  asal, yaitu Allah SWT. Karena itu, kalau ada berita kematian, kita  baiknya membaca istirja', Inna Lillah wa Inna Ilaihi Raji'un  (QS  Al-Baqarah [2]: 156).&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Sesungguhnya, kematian itu sama dengan  mudik, yaitu perjalanan pulang ke kampung kita yang sebenarnya, yaitu  negeri akhirat. Mudik itu menyenangkan. Dengan satu syarat, yakni  membawa bekal yang cukup, berupa iman dan amal saleh. "Barang siapa  mengharap perjumpaan dengan Tuhannya (dalam perkenan dan rida-Nya),  hendaklah ia mengerjakan amal saleh." (QS Al-Kahfi [18]: 110). Wallahu  a'lam.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-3975812953380793119?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/3975812953380793119/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=3975812953380793119' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/3975812953380793119'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/3975812953380793119'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2010/11/ingatlah-saat-kematian-mu.html' title='Ingatlah Saat Kematian Mu!'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-7483451128325592006</id><published>2010-11-24T07:59:00.000+07:00</published><updated>2010-11-24T08:00:34.536+07:00</updated><title type='text'>Ibrahim, Bapak Monoteisme</title><content type='html'>&lt;span class="date"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="arial13"&gt;                   &lt;div class="img-detail-berita"&gt;              &lt;img src="http://static.republika.co.id/images/ilustrasi_101118110048.jpg" alt="Ibrahim, Bapak Monoteisme" title="Ilustrasi" height="260" width="360" /&gt;&lt;br /&gt;      &lt;div class="img-title"&gt;Ilustrasi&lt;/div&gt;            &lt;/div&gt;         &lt;div id="newstext"&gt;&lt;p&gt;REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Nabi Ibrahim AS,  selain dikenal sebagai bapak nabi-nabi, ia juga dikenal sebagai bapak  monoteisme. Keagamaan Ibrahim dicapai tak melulu melalui iman, tetapi  juga melalui penyelidikan ilmiah terhadap fenomena alam yang  mengantarnya sampai kepada kesimpulan tauhid (QS al-An'am [6]: 79).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkali-kali  Allah SWT menguji Ibrahim dengan cobaan yang berat. Hebatnya, ia selalu  lulus dan mampu melewati berbagai ujian itu dengan sukses. Karena itu,  ia layak dan pantas dinobatkan sebagai imam dan pemimpin umat. "Dan  (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat, lalu  Ibrahim menunaikan dengan sebaik-baiknya." (QS al-Baqarah [2]: 124).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada  banyak tafsir tentang makna pada ayat di atas. Pakar tafsir Ibnu Katsir  memahaminya sebagai syariat dari Allah berupa sejumlah perintah  (al-awamir) dan sejumlah  larangan (al-nawahi). Selain bermakna syariat,  kalimat itu, menurut al-Alusi, juga bermakna ujian dan cobaan. Al-Alusi  mengungkapkan, ada tujuh macam cobaan yang dihadapi Ibrahim. Namun, ada  yang menyebut 13 hingga 30 cobaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari semua ujian dan cobaan  yang dihadapinya, ada empat ujian yang sungguh berat. Pertama, ia pernah  dibakar hidup-hidup oleh Raja Namrud. Kedua, ia diminta melakukan  khitan pada usia tua. Ketiga, ia tidak diberi keturunan sampai usia  senja, tetapi ia tidak berhenti berdoa. "Ya, Tuhanku, anugerahkanlah  kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang yang saleh." (QS al-Shaffat  [37]: 100).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, setelah mendapat anak (Ismail), ia diminta  menyembelihnya. Ujian yang mahaberat itu pun ditunaikan Ibrahim dengan  penuh ketaatan. Ia memenuhi semua perintah Allah (QS al-Najm [53]: 37)  dan membuktikan kebenaran mimpinya. "Sungguh, engkau telah membenarkan  mimpi itu. Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang  yang berbuat baik." (QS al-Shaffat [37]: 105).&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Sebagai muwahid  sejati dan bapak monoteisme, Ibrahim memberikan apa saja yang diminta  oleh Allah, termasuk Ismail, "aset" paling berharga yang dimilikinya.  Menurut Doktor Ali Syari'ati, Ismail adalah simbol dari sesuatu yang  paling dicintai oleh manusia. Setiap orang tentu memiliki "Ismail"-nya  dalam bentuk dan rupa yang berbeda-beda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tauhid pada hakikatnya  mengandung makna ketundukan manusia secara total kepada Allah SWT. Hal  ini dilakukan dengan menunjukkan cintanya hanya kepada Allah SWT. Nabi  Ibrahim adalah contoh par-excellent dalam soal ini. Itu sebabnya namanya  disebut dan diabadikan oleh Allah dalam semua kitab suci dan terutama  dalam kitab suci Alquran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad SAW dan seluruh kaum  beriman disuruh mengikuti agama (millah) Ibrahim. Dikatakan, hanya  orang-orang "dungu" yang membenci dan menolak agama bapak monoteisme  ini. "Dan, tidak ada yang benci kepada agama Ibrahim, melainkan orang  yang memperbodoh dirinya sendiri."(QS al-Baqarah [2]: 130). Wallahu  a'lam.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-7483451128325592006?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/7483451128325592006/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=7483451128325592006' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/7483451128325592006'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/7483451128325592006'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2010/11/ibrahim-bapak-monoteisme.html' title='Ibrahim, Bapak Monoteisme'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-5834345898075636490</id><published>2010-11-24T07:58:00.000+07:00</published><updated>2010-11-24T07:59:21.654+07:00</updated><title type='text'>Pemimpin yang Dicintai Rakyatnya</title><content type='html'>&lt;div class="img-detail-berita"&gt;              &lt;img src="http://static.republika.co.id/images/ilustrasi_101123094838.jpg" alt="Pemimpin yang Dicintai Rakyatnya" title="Ilustrasi" height="260" width="360" /&gt;&lt;br /&gt;      &lt;div class="img-title"&gt;Ilustrasi&lt;/div&gt;            &lt;/div&gt;         REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Sepulang dari  pembebasan Yaman, tentara Muslim membawa sejumlah ghanimah (rampasan  perang) ke Madinah dan langsung menyerahkannya kepada Khalifah Umar bin  al-Khattab. Umar lalu membagikan sehelai pakaian hasil rampasan perang  itu kepada setiap penduduk Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dibagi rata, Umar  kebagian sehelai pakaian. Karena kekecilan, pakaian itu hanya sampai  menutupi pahanya. Ia kemudian meminta putranya, Abdullah, untuk  memberikan pakaian jatahnya. Umar pun memermak kedua pakaian itu, hingga  menutup di atas mata kakinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia lalu naik mimbar, "Wahai kalian  semua, dengarlah apa yang akan kusampaikan .…" Tiba-tiba, Salman  al-Farisi menginterupsi, "Wahai Amirul Mukminin, aku tidak akan  mendengar dan mematuhi kata-katamu!" Umar bertanya, "Mengapa begitu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Engkau  mengenakan dua helai pakaian, sementara kami hanya satu pakaian; di  mana letak keadilan? Anda telah berlaku zalim kepada rakyatmu?" ujar  Salman protes. Mendengar kritik Salman, Umar tak marah. Ia hanya  tersenyum simpul. "Hai Abdullah, berdirilah dan jelaskan duduk  persoalannya kepada mereka," ungkap Umar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah lalu berkata,  "Postur tubuh ayahku itu tinggi. Pakaian jatahnya tidak cukup, lalu  jatahku kuberikan kepadanya. Ia lalu menyambungkannya agar bisa menutupi  auratnya." Semua sahabat terdiam. Salman kembali berkata, "Kalau  begitu, sampaikanlah pesan-pesanmu wahai Amirul Mukminin, kami akan  mendengarnya. Instruksimu akan kami laksanakan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah tentang  keteladanan seorang pemimpin juga pernah dicontohkan Khalifah Umar bin  Abdul Aziz. Suatu ketika, Umar bin Abdul Aziz berada di suatu majelis.  Ketika tiba siang hari, ia gelisah dan merasa bosan. Ia lalu berkata  kepada yang hadir, "Kalian tetap di tempat sampai saya kembali."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia  lantas masuk ke peraduannya untuk beristirahat. Tiba-tiba anaknya,  Abdul Malik, mengingatkannya, "Wahai Amirul Mukminin, apa yang  menyebabkan engkau masuk kamar?" Khalifah menjawab, "Saya ingin  beristirahat sejenak."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putranya kemudian bertanya lagi,  "Yakinkah engkau bahwa setiap kematian akan datang, sedangkan rakyatmu  menunggu di depan pintumu, sementara engkau tidak melayani mereka?" Sang  Khalifah pun terkejut. "Engkau benar, wahai anakku." Ia lalu bangun dan  menemui rakyat yang sedang menunggunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah kepemimpinan dua  Umar di atas telah membuktikan kepada sejarah bahwa pemimpin yang  dicintai rakyatnya adalah yang mampu mengesampingkan egoisme pribadi  serta kelompoknya. Hati nurani rakyat dan nurani dirilah yang menjadi  "pengawal" kepemimpinannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya pemimpin berhati nurani yang  mau "mewakafkan" jiwa dan raganya untuk berdedikasi demi kemajuan,  keadilan, dan kesejahteraan umat serta bangsanya. Pemimpin berhati  nurani dan tulus akan selalu memberi layanan prima bagi rakyatnya. Nabi  SAW pernah bersabda, "Mintalah fatwa kepada hati nuranimu." (HR Muslim).  Termasuk, dalam memimpin dan mengambil kebijakan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-5834345898075636490?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/5834345898075636490/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=5834345898075636490' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/5834345898075636490'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/5834345898075636490'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2010/11/pemimpin-yang-dicintai-rakyatnya.html' title='Pemimpin yang Dicintai Rakyatnya'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-8789439581480778581</id><published>2010-11-08T07:13:00.001+07:00</published><updated>2010-11-08T07:13:27.273+07:00</updated><title type='text'>Manusia Penyebab Bencana?</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Agus Salim Mansyur&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;(Dekan Fakultas Adab dan  Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air mata warga  Mentawai, Sumatra Barat, pun belum kering. Gempa bumi terus menerjang  mereka. Bencana itu menewaskan ratusan warga dan memorak-porandakan  berbagai fasilitas dan infrastruktur penting. Ibu Pertiwi pun berlanjut  menangis menyaksikan nasib sedih warga Sleman, Malang, dan Yogyakarta.  Merapi kembali meletus menghancurkan lahan warga. Puluhan orang tewas  mengenaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bencana alam yang mendera, berbagai peristiwa yang  memorak-porandakan umat manusia, makin membuka mata bahwa manusia tidak  punya kuasa apa pun. Namun, harus kita yakini bahwa Tuhan pun tidak  mungkin menjatuhkan bencana sekecil atau sedahsyat apa pun jika manusia  tidak "meminta". Sebenarnya, manusialah yang menjadi penyebab terjadinya  berbagai bencana di muka bumi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak umat manusia yang  memiliki frame bahwa hasil pemikiran umat manusia di bumi ini telah  mendekati kebenaran. Manusia begitu bangga dengan berbagai keberhasilan  di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Bahkan, tak sedikit di antara  manusia yang mulai angkuh, sombong, dan takabur karena merasa telah  berhasil menemukan kebenaran yang padahal semu, menggali potensi alam,  sekaligus memanfaatkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak sadar dan tidak tahu bahwa  ranjau-ranjau kehidupan telah menghadang. Kita buta sehingga apa yang  tadi kita anggap benar dan bermanfaat ternyata malah dapat  menyengsarakan umat manusia. Bagaimana bangganya para penemu gas freon  lima puluh tahun yang lalu. Penemuan mereka dapat diaplikasikan bagi  kehidupan manusia lewat pembuatan lemari pendingin (kulkas), AC, dan  sejenisnya. Namun, kini kita baru menyadari bahwa uap gas freon tersebut  mengakibatkan bolongnya lapisan ozon yang kini besarnya nyaris seukuran  Benua Australia. Kita baru sadar bahwa penemuan itu dapat mengakibatkan  wabah bencana bagi umat manusia. Berbagai penyakit kulit sulit  disembuhkan, tekstur tanah mulai hilang kesuburannya, musim yang tidak  menentu, hujan besar yang tidak diharapkan, dan banjir serta longsor pun  terjadi di mana-mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa bangganya para penemu pupuk kimia  karena dapat meningkatkan hasil panen di seluruh tanah pertanian di  dunia. Indonesia pun sempat dapat swasembada pangan karena menggunakan  pupuk kimia. Namun, setelah puluhan tahun pemakaian pupuk itu, kita baru  sadar bahwa pupuk tersebut telah mengekploitasi kesuburan tanah yang  lama-kelamaan dapat habis. Kini, banyak lahan pertanian mulai kehilangan  kesuburan dan sulit dicari obatnya. Akhirnya, ratusan lahan pertanian  mati dan sulit ditanami. Maka, terjadilah longsor. Tanah serapan pun  mulai habis. Banjir pun menggelombang menyeret permukiman, kemudian  memakan kerugian ratusan miliar rupiah dan ratusan jiwa jadi korban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gedung-gedung  berbeton mencakar langit: hotel, bank, rumah sakit, vila, dermaga, dan  gedung lainnya berdiri di pusat kota serta di sudut kota, mengalahkan  pepohonan yang telah setia menunggu puluhan, bahkan mungkin ratusan  tahun. Pohon-pohon itu dibantai dalam keangkuhan bapak-bapak pembangunan  dan ilmuwan-ilmuwan pembangunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini, muncul pandangan  bahwa otak manusia itu cemerlang sehingga dikategorikan dapat menembus  kebenaran. Penelitian muktahir menunjukkan bahwa otak manusia  terdiri  atas bermiliar-miliar sel aktif; minimal ada 100 miliar sel otak aktif  sejak lahir. Masing-masing sel dapat membuat jaringan sampai 20.000  sambungan tiap detik. Yang menakjubkan, saat awal kehidupan manusia,  otak berkembang melalui proses belajar-alamiah-dengan kecepatan tiga  miliar sambungan per detik. Sambungan-sambungan itu adalah kunci  kekuatan otak sehingga Gordon Dryden menyatakan, "Manusia adalah pemilik  komputer paling hebat, yakni otak."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, pada kenyataannya  tidak. Otak manusia itu ternyata memiliki cacat. Otak manusia ini tidak  dapat menembus akibat-akibat sequential, yakni akibat-akibat yang bakal  terjadi pada masa mendatang, tentu berbeda dengan masa sekarang atau  masa lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah yang menuntun penemuan gas freon begitu  membanggakan sembari tidak tahu esok lusa akan membolongi lapisan ozon.  Inilah yang mendorong pemakaian pupuk kimia berlebihan, tapi tidak tahu  puluhan tahun ke depan akan mematikan kesuburan tanah. Inilah yang  mendorong pembangunan menjadi program utama pemerintah, sedangkan  pelestarian hanya program sampingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya bermuara pada  ketidaktahuan hari esok dan hari lusa. Inilah kelemahan otak manusia  yang tidak dapat menangkap akibat sequential ini. Inilah yang dalam  analogi Emha Ainun Najib disebutkan bahwa manusia itu buta, manusia  tidak tahu apa yang bakal terjadi esok lusa, bahkan dalam sedetik ke  depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecacatan otak manusia tersebut diperparah lagi karena  hanya dipandu oleh kekuatan indrawi yang ternyata banyak kelemahan.  Dalam pandangan para filsuf dulu, pancaindra manusia ini dapat menangkap  seluruh fenomena alam dengan tepat dan akurat. Namun, dalam pandangan  filsuf masa kini, pancaindra manusia ini hanya dapat menangkap bagian  luaran. Pancaindra ini hanya dapat menangkap fenomena suatu benda (dunia  luar), tetapi tidak dapat menangkap apa di balik benda tersebut yang  menurut para filsuf noumena. Kendati para ilmuwan eksakta berusaha  mempertajam kemampuan indrawi dengan berbagai alat, misalnya mikroskop,  itu hanya berfungsi memperbesar dan tidak dapat membantu untuk menemukan  noumena.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmuwan Islam, Mohammad Arkoun, memberi saran agar  hasil-hasil mutakhir ilmuwan Barat tersebut tetap digunakan, tetapi  melengkapinya dengan wacana Islami yang selama ini mengalami kebekuan.  Herman Soewardi (1991) menyodorkan sebuah wacana Islami yang dapat  melanjutkan wacana Barat yang disebut naqliah memandu aqliah. Dalam  pandangan ini, akal manusia (fitrah)-yang dalam analogi ilmuwan Barat  adalah otak-bukan harus dipandu oleh pancaindra, tetapi oleh wahyu  (petunjuk Allah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegagalan alur Barat sekuler telah menunjukkan  bahwa ilmu itu harus diungkapkan berdasarkan petunjuk dari Penciptanya.  Ilmu Barat yang beroperasi tanpa petunjuk Penciptanya akhirnya  mengalami kegagalan. Ilmuwan Islam, Ismail Faruqi, juga menganjurkan  Islamization of Knowledge. Wacana Islami adalah implikasi tauhid pada  thought atau nalar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunci utama nalar Islami adalah petunjuk  Allah yang terkumpul dalam Alquran dan sunah berupa nash-nash  (teks-teks). Oleh karena itu, Alquran dan sunahlah yang harus dijadikan  panduan atau pedoman dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,  termasuk aplikasinya dalam masyarakat, bukan sains Barat. Inilah yang  akan membawa keselamatan dan terhindar dari berbagai bencana.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-8789439581480778581?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/8789439581480778581/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=8789439581480778581' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/8789439581480778581'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/8789439581480778581'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2010/11/manusia-penyebab-bencana.html' title='Manusia Penyebab Bencana?'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-6176313463970097612</id><published>2010-11-08T07:12:00.001+07:00</published><updated>2010-11-08T07:12:36.564+07:00</updated><title type='text'>Bencana dan Teologi</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Ismatillah A Nu'ad&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;(Peneliti Pusat Studi  Islam dan Kenegaraan Universitas Paramadina)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bencana silih  berganti menimpa negeri ini: erupsi Gunung Merapi Yogya, gempa dan  tsunami Mentawai, serta banjir bandang Wasior. Ratusan nyawa manusia  telah melayang akibat bencana. Temuan investigasi Komnas HAM  menyebutkan, banjir bandang Wasior, misalnya, akibat human error karena  telah terjadi eksploitasi besar-besaran atas tanah di daerah tersebut.  Misalnya, aktivitas penambangan yang tak memandang persoalan ekologis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anehnya,  masih ada pihak-pihak yang menganggap hal itu hanya sebatas bencana  alam biasa atau faktor alam an sich. Misalnya, Presiden SBY  menganggapnya begitu, entah karena alasan politis atau apa pun, seakan  menutup mata atas keadaan di tanah Papua yang benar-benar telah  dieksploitasi secara hebat karena terjadi penambangan yang cukup masif  dan destruktif oleh korporasi asing atau manusia-manusia tak bertanggung  jawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat pun kadang melihat hal itu sebatas bencana.  Dalam pengertian, tidak dilihat sebagai konsekuensi dari perbuatan  manusia, melainkan atas kehendak Tuhan. Dalam istilah teologis,  keyakinan semacam itu disebut sebagai masyarakat agamis yang  menggariskan sesuatu berdasarkan paksaan Tuhan (jabariah). Mereka  meyakini bahwa Tuhan murka kepada penduduk sebuah negeri yang di  dalamnya terdapat orang-orang yang sangat rajin dan pandai membuat serta  memelihara dosa-dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keyakinan semacam itu jelas berbahaya  karena Tuhan akan dipersalahkan sebagai biang dari segala bencana di  dunia. Dalam bahasa Gottfried Leibniz (Roth, 2003: 151), Tuhan di situ  seakan-akan menjadi terdakwa (blaming the God) karena terjadinya  bencana. Padahal, menurut Leibniz, Tuhan tak patut dipersalahkan, bahkan  kemuliaan dalam eksistensi-Nya tak terpengaruh dengan adanya dosa-dosa  atau kebaikan-kebaikan di dunia. Manusialah yang bertanggung jawab atas  apa yang terjadi di dunia (blaming the men).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pergeseran  teologi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pandangan teologi yang memasrahkan segalanya pada  kehendak Tuhan mestinya diubah atau teologi yang lebih menekankan pada  kehendak bebas manusia (qadariah) sebetulnya lebih relevan untuk  menjelaskan fenomena, seperti bencana alam. Relevan bukan sebatas  penjelasannya yang adil dan bijaksana dalam menempatkan kodrat manusia  (theodice) yang dihubungkan dengan alam atau lingkungannya, tetapi  dengan keberadaan musibah itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teologi semacam ini juga  relevan sebab dapat menghindarkan manusia dari mitologi-mitologi sosial  yang biasanya merebak dan akhirnya membawa pada kesesatan dan kegelapan  alam pikiran manusia. Teologi itu pada prinsipnya ingin menegaskan bahwa  manusia memiliki kehendak untuk berbuat sebebas-bebasnya. Dia juga  harus bertanggung jawab atas segala tindakan yang sudah diperbuatnya.  Maka itu, jika ada fenomena bencana alam, sebetulnya itu merupakan  cermin seakan-akan mempertanyakan sudah berbuat dan bertindak apa saja  manusia di bumi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbuat dan bertindak bukan dalam  pengertian manusia telah melakukan dosa-dosa, kemudian Tuhan murka dan  menimpakan bencana itu. Tapi, lebih karena tindakan dan perbuatan  manusia yang dilakukan atas alam dan lingkungan, seperti aktivitas  penambangan yang eksploitatif, pengeboran atas kekayaan perut bumi yang  semena-mena, pengerukan pasir laut dalam skala yang cukup masif,  penggundulan hutan, dan sebagainya. Segala tindakan dan perbuatan itulah  yang kemudian lambat laun akan membuat alam menjadi murka sehingga  fenomena bencana alam tak bisa terhindarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu sesungguhnya  sesuai dalam kitab suci yang secara bebas berbunyi, "Kerusakan di darat  dan di laut yang tampak disebabkan oleh perbuatan tangan manusia. Maka,  sebagai akibat dari perbuatannya (datanglah bencana) supaya manusia  merasakan sebagian dari ulah dan perbuatannya agar mereka kembali ke  jalan yang benar." (Alquran 30: 41).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelaslah bahwa fenomena  bencana alam tak lain dan tak bukan karena diakibatkan oleh kita sebagai  manusia. Banyak dari kita yang tidak bertanggung jawab terhadap  pengelolaan alam dan lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhentilah kita menyalahkan  sesuatu yang ada di luar kita, seperti Tuhan. Bahkan, menurut Ignaz  Goldziher (1991), karena ulah tangan manusia, manusia pun sesungguhnya  dilarang untuk menyalahkan setan sekalipun. Setan menolak dimintai  pertanggungjawabannya pada hari akhir nanti karena kesalahan dan dosa  perbuatan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Membangun teologi bencana&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Hassan  Hanafi dalam karyanya Religion, Ideology, and Developmentalism (1990)  menawarkan apa yang dikenal sebagai teologi untuk memperlakukan bumi.  Bagaimana semestinya bumi ini diperlakukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Hanafi, bumi  merupakan ciptaan Tuhan yang harus dikelola manusia secara baik dan  benar. Tak ada satu pun manusia yang sesungguhnya berhak mengklaim  memiliki barang sejengkal pun terhadap bumi karena bumi ini adalah  milik-Nya. Oleh karena itu, tak dibenarkan jika manusia menjadi arogan  ketika merasa memiliki tanah di bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arogansi dalam pengertian,  misalnya, ketika manusia merasa memiliki jengkal tanah di bumi, lalu dia  berbuat seenaknya: mengebor, mengeruk, mengeksploitasi, dan tanpa  memikirkan akibatnya. Arogansi lain adalah manusia hidup dengan  seenaknya mengotori dan mencemari alam serta lingkungan dengan polusi  dan berbagai perbuatan lainnya yang sesungguhnya akan merusak bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teologi  selama ini sangat jarang diperkenalkan oleh para penceramah keagamaan  melalui pendekatan yang direlevansikan dengan alam dan lingkungan.  Seakan-akan tak ada kaitan antara teologi keagamaan dan alam serta  lingkungan. Jarang umat beragama menyentuh persoalan itu. Sesungguhnya,  sebagai konsekuensi dari teologi itu, umat beragama semestinya  mengimplementasikannya ke seluruh aspek dalam kehidupan, tak terkecuali  dengan masalah-masalah alam dan lingkungannya (environmentalism).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika  selama ini kita menganggap diri sebagai kaum beragama, sudah semestinya  teologi agama kita tak hanya cukup sampai pada keyakinan. Namun, tak  ada aktualisasinya dalam kehidupan. Misalnya, kita mengaku bahwa kita  orang beragama, tapi perbuatan kita masih mencemari polusi udara,  membuang sampah sembarangan, mengeksploitasi bumi secara semena-mena,  dan sebagainya. Perbuatan dan tindakan itu tidak pantas dilakukan oleh  orang beragama. Saatnya kita membumikan teologi agama ini dalam realitas  dan praksis kehidupan. Agama yang mengajarkan kebaikan-kebaikan harus  diaktualisasikan dalam kehidupan sehingga pada akhirnya kita akan dapat  terhindar dari segala marabahaya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-6176313463970097612?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/6176313463970097612/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=6176313463970097612' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/6176313463970097612'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/6176313463970097612'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2010/11/bencana-dan-teologi.html' title='Bencana dan Teologi'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-4845980876563856014</id><published>2010-11-08T07:10:00.000+07:00</published><updated>2010-11-08T07:11:06.144+07:00</updated><title type='text'>Perjalanan Rohani</title><content type='html'>&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;Prof Asep S Muhtadi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW  bersabda, "Haji itu adalah Arafah." Maka, di Arafahlah seluruh jamaah  haji menuntaskan harapannya menunaikan rukun Islam yang kelima. Karena  itu, sehari sebelum pelaksanaan wukuf pada 9 Zulhijah, seluruh jamaah  haji mulai mengalir menuju Padang Arafah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam suasana riuh  pada hari yang dikenal dengan tarwiyah itu, suara suci berbisik di  setiap telinga jamaah, "Berzikirlah, wahai hamba-hamba Allah. Siapkan  segala perlengkapan lahir ataupun batin, karena esok kita akan berwukuf  untuk menumpahkan segala pinta pada Yang Mahakuasa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bawah  terik matahari Padang Arafah, jamaah bersimpuh menelanjangi segala  khilafnya. Khutbah Arafah pun terasa membakar segala dosa yang pernah  menjadi pakaian kehidupan yang sulit dihindari. Lewat khutbah itulah,  jamaah menelanjangi diri sendiri dan berusaha meluluhlunakkan segala  egoisme insani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika haji itu adalah Arafah, haji merupakan  lambang kesederhanaan dan kesetaraan. Perkumpulan raksasa itu menjadi  simbol kesatuan umat yang dalam kehidupan sehari-hari masih saja sering  dipersoalkan. Dalam perkumpulan ini, semuanya menjadi sederhana dan  setara. Sebuah perjalanan rohani yang selalu menyisakan pengalaman batin  yang sangat mendalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tuntas melewati padang  spiritualitas Arafah, jamaah kembali mengalir menuju Mina via  Muzdalifah. Di sinilah jamaah melaksanakan jumrah, melempar pilar  sebagai simbol pertentangan atas sifat-sifat setan yang mungkin telah  menjadi pakaiannya sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka bergantian dan saling  melindungi untuk mendekati pilar demi pilar: Jumratul Ula, Jumratul  Wustha, dan Jumratul Aqabah. Tujuh buah kerikil kecil dilemparkan satu  per satu. Inilah gambaran perjalanan yang bagi kebanyakan jamaah mungkin  tidak pernah terbayangkan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibadah haji, yang dalam  bayangan sebelumnya lebih menyiratkan kesan ritual dalam rangkaian  doa-doa, ternyata juga menawarkan pengalaman batin yang dapat  mengantarkan seseorang pada satu kesadaran luhur layaknya seorang hamba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman  batin itu diperoleh begitu manusiawi. Padahal, doa menyiratkan  transenden yang sulit dipahami oleh kepala telanjang. Ada yang  menyebutnya sebagai puncak kepasrahan sikap keberagamaan seseorang untuk  memenuhi perintah ajaran, seperti diisyaratkan rukun Islam secara  keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah, barangkali, hikmah mengapa haji ditempatkan  pada posisi rukun yang kelima. Haji memang mensyaratkan berbagai  kesiapan, bukan saja fisik material, tapi juga mental spiritual. Haji  juga dapat berubah menjadi kekuatan raksasa yang dapat melunakkan hawa  nafsu yang sebelumnya begitu keras membatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, dapatkah  rangkaian ritual itu terlalui sempurna seperti apa yang pernah dilakukan  Rasulullah? Tidak mudah memang. Tentu, fasilitas utamanya adalah sikap  yang tulus dalam mengikuti setiap tahapan meski terasa berat.  Sesungguhnya, bekal utama ibadah haji adalah takwa (QS al-Baqarah [2]:  197). Dalam bingkai takwa inilah, potret perjalanan rohani itu tampak  semakin bercahaya.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-4845980876563856014?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/4845980876563856014/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=4845980876563856014' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/4845980876563856014'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/4845980876563856014'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2010/11/perjalanan-rohani_08.html' title='Perjalanan Rohani'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-3496208623213977416</id><published>2010-11-08T07:09:00.000+07:00</published><updated>2010-11-08T07:10:04.439+07:00</updated><title type='text'>Haji dan Ukhuwah Islamiah</title><content type='html'>&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;Prof HM Baharun&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Salah satu hikmah yang  mendasar dari ibadah haji adalah persaudaraan atau ukhuwah. Ketika semua  umat Islam berkumpul di Padang Arafah, jamaah yang datang dari segala  penjuru dunia itu terdiri atas berbagai bangsa, warna kulit, dan status  yang berbeda-beda. Namun, mereka melebur di satu tempat dengan kain yang  rata-rata berwarna sama-ihram putih-untuk merenungi diri dengan doa-doa  dalam kebersamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berinteraksi satu dengan lainnya sembari  bertukar informasi, saling berkomunikasi, dan bersilaturahim. Pada  saat-saat tertentu, saling tolong-menolong menyelesaikan masalah untuk  kepentingan bersama: melaksanakan manasik bersama, shalat berjamaah,  makan dan minum bersama, dengan tujuan yang sama pula. Labbaik Allahumma  Labbaik¸ memenuhi undangan Allah sebagai tamu-Nya yang istimewa  (Dhuyufurrahman).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam suka dan duka perjalanan haji, beragam  rintangan dan onak duri mungkin dialami setiap jamaah, yang dalam  kebersamaan dan saling tolong-menolong sesamanya itu direspons dengan  kesabaran. Suatu pemandangan alam mahsyar yang divisualisasikan dalam  drama kolosal wukuf (berhenti sejenak untuk merefleksikan diri bersama  jamaah haji yang lain) terasa pada puncak ritual haji (hajju Arafah)  ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebersamaan dalam haji inilah momentum yang tepat untuk  merajut persaudaraan universal (ukhuwah Islamiah). Ukhuwah berasal dari  kosakata akha - ya'khu - ukhuwwah. Kata ini dengan berbagai derivasinya  banyak sekali terdapat di dalam Alquran, baik dalam arti saudara kandung  maupun dalam arti saudara lain. Yang berkaitan dengan ukhuwah ini  terdapat sekitar 80 ayat dalam berbagai surah. Pada Alquran surah  Al-Hujurat [49] ayat 10, misalnya, dinyatakan bahwa antara sesama mukmin  adalah saudara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna ukhuwah kemudian dijelaskan oleh Rasul  SAW dalam beberapa sabdanya, di antaranya dengan menggunakan analogi  yang mudah dipahami, "Al-Mukmin li al-Mukmin ka al-Bunyan yasyuddu  ba'dhuhu ba'dlan" (Seorang mukmin terhadap mukmin lainnya itu bagaikan  beton bangunan yang saling menguatkan satu dengan lainnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah  SAW telah meletakkan batu-bata ukhuwah ini dengan susah payah sejak  pascahijrah ke Madinah. Para sahabat dipersaudarakan, antara Muhajirun  dan Anshar. Di tengah Muhajirun dan Anshar sendiri, kemudian di antara  individual para sahabat. Untuk mempererat persaudaraan yang hakiki, Nabi  mengawini putri sahabat dan beliau pun mengawinkan putri-putrinya  dengan para sahabat dekat, baik dari Bani Hasyim (suku Nabi sendiri)  maupun dari Bani Umayah. Begitulah persaudaran ini terpelihara sampai  pada masa berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spirit ukhuwah yang hakiki yang telah  diteladankan Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya pada 622 Hijriah ini  merupakan fenomena luhur yang diabadikan oleh Alquran, misalnya, dalam  surah Al-Hasyr [59] ayat 9. Dengan haji ini mestinya kita konkretkan  ukhuwah yang sejati. Boleh jadi dalam kebersamaan itu ada perbedaan,  tetapi kita sebagai umat yang satu harus satu dalam keyakinan akidah.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-3496208623213977416?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/3496208623213977416/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=3496208623213977416' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/3496208623213977416'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/3496208623213977416'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2010/11/haji-dan-ukhuwah-islamiah.html' title='Haji dan Ukhuwah Islamiah'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-4595977801048559193</id><published>2010-11-08T07:07:00.001+07:00</published><updated>2010-11-08T07:07:51.092+07:00</updated><title type='text'>Menjauhi Kekufuran Sosial</title><content type='html'>&lt;div&gt;     &lt;div class="changefont" align="right"&gt;      &lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;    &lt;/div&gt;    &lt;div class="arial13"&gt;                   &lt;div class="img-detail-berita"&gt;              &lt;img src="http://static.republika.co.id/images/ilustrasi_101013092729.jpg" alt="Menjauhi Kekufuran Sosial" title="Ilustrasi" height="260" width="360" /&gt;&lt;br /&gt;      &lt;div class="img-title"&gt;Ilustrasi&lt;/div&gt;            &lt;/div&gt;         &lt;div id="newstext"&gt;&lt;p&gt;REPUBLIKA.CO.ID,"Kefakiran dapat  berpotensi pada kekufuran." Demikian di antara pesan moral yang sering  kita dengar atau bahkan kita ucapkan. Meskipun diyakini para ahli hadis  bahwa kalimat itu tidak termasuk qaul Nabi SAW, ia memiliki substansi  pesan yang baik, paling tidak untuk direnungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekufuran kini  telah mengambil tempat yang semakin membahayakan. Ia merupakan satu dari  sekian banyak penyakit sosial yang sering mengganggu kehidupan, merusak  kebersamaan, dan bahkan tidak jarang muncul dalam wujud tindak  kekerasan. Kekerasan pun pecah di banyak tempat. Secara sosial ataupun  material, kekerasan kini telah melewati batas toleransi. Padahal, jika  ditelusuri, sumber penyebabnya sangat sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Potret  kesederhanaan yang menjadi sumber kekerasan itu dapat kita lihat dalam  sejumlah tragedi sosial, seperti tawuran antarwarga, bentrok  antarpemuda, atau saling lempar antarmahasiswa, yang kesemuanya hanya  berakar pada persoalan yang tidak seberapa. Tragedi berdarah itu lalu  pecah hanya karena masing-masing pihak tidak sanggup menahan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekerasan  yang akhir-akhir ini banyak terjadi di negeri yang mayoritas Muslim  ini, seperti diyakini banyak pakar, salah satunya merupakan akibat  langsung dari semakin lebarnya jarak sosial antara yang punya dan yang  tak punya. Ketidakadilan ekonomi merupakan sumber semakin rentannya  ketahanan psikis yang dalam perspektif pesan di atas dapat berpotensi  merebaknya kekufuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, dalam logika Alquran, kekerasan  bisa saja terjadi sebagai bentuk peringatan keras Allah atas  ketidakadilan ekonomi yang hingga saat ini belum sanggup menurunkan  angka kemiskinan secara signifikan. Masih tingginya angka pengangguran  menjadi sumber ketidaksanggupan manusia menerima kenyataan.  Ketidakmampuan menghadapi kenyataan ini pula yang pada gilirannya telah  menggeser ketulusan untuk bersedia menerima perbedaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal,  seperti diisyaratkan Nabi SAW, perbedaan adalah rahmat. Perbedaan dalam  hal apa pun. Perbedaan pendapat dapat memperkaya wawasan. Sementara itu,  perbedaan pendapatan pun dapat menjadi lahan beramal dalam berbagi rasa  dengan sesama. Tapi, mengapa kenyataan mengungkap pemandangan  sebaliknya. Perbedaan kini justru banyak menuai laknat. Mungkin,  kenyataan inilah yang digambarkan Allah dalam Alquran surah Ibrahim (14)  ayat 7, "Jika kalian bersyukur, akan Aku tambah nikmat-Ku kepadamu;  tapi sebaliknya, jika kalian mengingkari atas nikmat-nikmat yang telah  Aku berikan, azab-Ku sangat pedih."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan Alquran yang sarat  muatan pesan persuasi ini seolah tengah menampar bangsa kita yang  akhir-akhir ini sering menuai derita. Pesannya tegas bahwa manusia wajib  bersyukur, yang salah satu ekspresinya adalah sikap tulus menerima  kenyataan sambil tetap berikhtiar memperbaiki kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi,  untuk menghindari semakin suburnya kekerasan di negeri ini, perlu  diperkuat agenda meringankan beban kekufuran sosial melalui usaha  mewujudkan pesan Alquran. "Memberi makanan kepada mereka untuk  menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan." (QS Quraisy:  4).&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-4595977801048559193?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/4595977801048559193/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=4595977801048559193' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/4595977801048559193'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/4595977801048559193'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2010/11/menjauhi-kekufuran-sosial.html' title='Menjauhi Kekufuran Sosial'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-6086947103953033893</id><published>2010-11-08T07:05:00.000+07:00</published><updated>2010-11-08T07:06:01.390+07:00</updated><title type='text'>Merenungi Bencana yang Datang</title><content type='html'>&lt;div&gt;     &lt;div class="changefont" align="right"&gt;      &lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;    &lt;/div&gt;                       &lt;div class="img-detail-berita"&gt;              &lt;img src="http://static.republika.co.id/images/bencana_alam_di_wasior_101015095229.jpg" alt="Merenungi Bencana yang Datang " title="Bencana alam di Wasior" height="260" width="360" /&gt;&lt;br /&gt;      &lt;div class="img-title"&gt;Bencana alam di Wasior&lt;/div&gt;            &lt;/div&gt;         &lt;p&gt;REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Berbagai musibah  dan bencana kembali menimpa saudara-saudara kita di sejumlah daerah.  Salah satunya bencana banjir bandang yang melanda Kota Wasior, Papua  Barat. Sekitar 147 orang meninggal dunia, 103 orang masih hilang, dan  ribuan orang mengalami luka-luka akibat bencana itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ditambah lagi kerugian material yang cukup besar. Bencana ini telah  menambah panjang daftar musibah yang telah menimpa bangsa kita. Tidak  ada suatu bencana dan kejadian apa pun di dunia ini, kecuali memang atas  kehendak dan izin Allah SWT, sebagaimana firman-Nya dalam surah  Al-Hadid [57]: 22-23.&lt;/p&gt; "Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada  dirimu sendiri, melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh)  sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah  bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan  berdukacita terhadap apa yang luput dari kamu dan supaya kamu jangan  terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan, Allah  tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya,  ada dua pesan penting dari ayat tersebut yang harus terus-menerus kita  tadabburi (direnungkan). Pertama, menambah serta memperkuat keimanan dan  keyakinan kepada Allah SWT. Dialah satu-satunya Zat yang mengendalikan  dan mengurus alam semesta ini, termasuk manusia di dalamnya. Sebagai  contoh, kita diperintahkan untuk berikhtiar atau berusaha dengan  semaksimal mungkin (misalnya dalam membangun sarana dan prasarana serta  infrastruktur dalam konteks membangun bangsa), tetapi hasil akhirnya  kita serahkan sepenuhnya kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketundukan hati dan  pikiran terhadap segala aturan-Nya merupakan sebuah keniscayaan. Kita  tidak boleh sombong dan arogan menolak aturan dan ketentuan-Nya,  termasuk tidak boleh mengeksploitasi alam ciptaan-Nya tanpa kendali  hanya untuk memuaskan keserakahan hawa nafsu serta memperkaya diri dan  kelompok. Kerusakan alam semesta ini sebagian besar diakibatkan oleh  ulah manusia yang tidak bertanggung jawab, sebagaimana firman-Nya dalam  QS Ar-Ruum [30]: 41.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, memperkuat kembali semangat  solidaritas dan kesetiakawanan sosial di antara sesama komponen bangsa.  Musibah sejatinya sering serta dapat merekatkan dan mendekatkan hati di  antara sesama umat manusia. Rasa empati dan simpati serta keinginan  untuk membantu sesama biasanya terbangun dengan baik. Penderitaan dan  musibah mereka adalah musibah kita semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, marilah  berdoa dan memohon kepada Allah SWT agar semua musibah yang telah  menimpa ini membuat kita menjadi bangsa yang kuat imannya dan baik  pertahanan dirinya, sekaligus memperkuat solidaritas dan keseti&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-6086947103953033893?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/6086947103953033893/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=6086947103953033893' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/6086947103953033893'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/6086947103953033893'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2010/11/merenungi-bencana-yang-datang.html' title='Merenungi Bencana yang Datang'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-9007687900659886609</id><published>2010-11-08T07:03:00.000+07:00</published><updated>2010-11-08T07:04:24.844+07:00</updated><title type='text'>Haji, Perjalanan Keimanan Seorang Muslim</title><content type='html'>&lt;div class="arial13"&gt;&lt;div class="img-detail-berita"&gt;       &lt;img src="http://static.republika.co.id/images/masjidil_haram_101028103355.jpg" alt="Haji, Perjalanan Keimanan Seorang Muslim" title="Masjidil Haram" height="260" width="360" /&gt;&lt;br /&gt;      &lt;div class="img-title"&gt;Masjidil Haram&lt;/div&gt;            &lt;/div&gt;         &lt;div id="newstext"&gt;&lt;p&gt;REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Berabad-abad  sebelum Rasulullah diutus, Allah memerintahkan Nabi Ibrahim menyeru  manusia untuk berhaji (QS Al-Hajj (22): 27-28). Beliau melaksanakannya  dan berdoa agar semua hati manusia cenderung dan rindu ke Tanah Haram  (QS Ibrahim (14): 37).  Maka itu, berbondong-bondonglah umat Islam ke  Tanah Suci untuk memenuhi seruan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali dari asal-usul  panggilan inilah banyak umat Islam meminta dipanggil di Makkah,  khususnya di Jabal Qubeis. Padahal panggilannya sudah lama, tapi  sebagian umat tidak memenuhi seruan ini karena tidak mampu atau lalai  atau bahkan tuli disihir gemerlapnya dunia. Sejak seseorang mendaftar  haji, yang ada dalam niatnya adalah keikhlasan dan kesiapan berkorban  demi mencari ridha Ilahi. Ketika kuota diperolehnya, ia mempersiapkan  semua kebutuhan selama ibadah haji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia membekali dirinya dengan  ketakwaan. Belajar manasik dan ilmu yang berkaitan dengan ibadah harian  yang wajib selama di perjalanan. Dia korbankan waktu, harta, dan  kepentingan dunianya untuk menggapai haji mabrur. Perjalanan haji adalah  rihlah (tour) keimanan. Saat keluar rumah menuju ke Tanah Haram, calon  haji ini  membaca, "bismillahi tawakkaltu 'ala Allah wa laa haula wa laa  quwwata illa billah."  Ketika duduk di kendaraan pun berdoa safar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam  segala situasi dan kondisi ia pun senantiasa doa, zikir, dan beribadah.  Sungguh hebat jamaah haji ini. Dia menjadi hamba Allah yang terbaik.  Semua aspek hidupnya dijadikan ibadah seperti yang diperintah Allah. (QS  Az-Zariyat (51):56).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kala sampai miqat, semua tamu Allah   berniat ihram dan membaca talbiyah, yang artinya, "Aku memenuhi  panggilan-Mu ya Allah, aku memenuhi panggilan-Mu dan tiada sekutu  bagi-Mu, aku memenuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, kenikmatan  dan kerajaan hanyalah bagi-Mu, dan tiada sekutu bagi-Mu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jamaah  yang mengumandangkannya berderai air mata kekhusyukan dan kebahagiaan  sambil mengharap ampunan. Ia sedang menjadi hamba Allah yang utuh karena  sedang memenuhi panggilan-Nya dan menjadi tamu-Nya. Diriwayatkan dari  Abu Hurairah RA, Rasulullah bersabda, "Orang-orang yang sedang  menunaikan haji dan orang yang sedang mengerjakan umrah merupakan  duta-duta/tamu-tamu Allah. Maka itu, jika mereka memohon kepada-Nya,  pastilah dikabulkan, dan jika mereka meminta ampun pastilah  diampuni-Nya." (HR Ibnu Majah hadis No 2883).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai tamu,  seorang hamba harus tahu diri terhadap yang dikunjungi. Kita wajib  mengikuti semua peraturan Allah yang mengundang kita. Kita harus tahu  tatakrama sebagai tamu undangan-Nya. Selama dalam perjalanan haji tidak  boleh ada kesyirikan, tidak melakukan rafats, fusuq, dan jidal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagai imbalannya, kita diistimewakan sebagai tamu-Nya. Sudah pasti  Allah Yang Maharahman dan Maharahim akan mengampuni dosa-dosa kita,  mengabulkan semua doa dan permohonan kita. Berapa pun biaya dan  pengorbanan yang kita berikan untuk ibadah haji, tidaklah seberapa bila  dibandingkan dengan keutamaan haji, ampunan, dan anugerah-Nya.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-9007687900659886609?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/9007687900659886609/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=9007687900659886609' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/9007687900659886609'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/9007687900659886609'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2010/11/haji-perjalanan-keimanan-seorang-muslim.html' title='Haji, Perjalanan Keimanan Seorang Muslim'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-6161391348163884063</id><published>2010-11-07T06:59:00.001+07:00</published><updated>2010-11-07T06:59:37.968+07:00</updated><title type='text'>Haji yang Membebaskan</title><content type='html'>&lt;em&gt;&lt;/em&gt;   &lt;br /&gt;     &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Muhbib Abdul Wahab&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika,  Ibrahim bin Adham menunaikan haji ke Baitullah dengan berjalan kaki.  Dalam perjalanan, ia bertemu dengan seorang Arab Badui yang menaiki  unta. Orang Badui itu bertanya, "Wahai kakek, mau kemanakah Engkau?"  Kemudian, Ibrahim menjawab, "Ke Baitullah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana bisa  sampai ke sana, padahal Anda berjalan kaki dan tidak punya kendaraan?"  tanya si Badui. "Saya punya banyak kendaraan," jawab Ibrahim.   "Kendaraan apa sajakah itu?" tanya si Badui lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibrahim  menjawab, "Jika ada kesialan menimpaku, aku mengendarai 'sabar'. Jika  kenikmatan diberikan kepadaku, aku mengendarai 'syukur'. Jika ada yang  ditakdirkan untukku, aku kendarai 'kerelaan'. Dan, jika nafsuku mengajak  untuk melakukan sesuatu, aku kendarai 'pengetahuanku', bahwa apa yang  tersisa dari umurku tak lebih banyak dari yang telah kugunakan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepenggal  kisah di atas sarat pelajaran moral. Sejatinya, ibadah haji merupakan  perjalanan demi pembebasan diri dari penjara dunia (status sosial,  ekonomi, dan politik), penjara nafsu, dan penjara masa lalu (sejarah)  menuju orbit spiritualitas dan otentisitas sebagai hamba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haji  bukan semata ritualitas fisik yang menguras tenaga, tapi otentisitas  cinta Ilahi yang melejitkan kedalaman spiritual dan keluhuran moral.  Sebagai pembebas dari penjara dunia, haji harus dimulai, dikawal, dan  diparipurnakan dengan kendaraan keikhlasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan, hanya karena  Allahlah mengerjakan haji itu adalah kewajiban manusia, yaitu bagi yang  mampu mengadakan perjalanan ke Baitullah..." (QS Ali Imran [3]: 97).  "Dan, sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah... " (QS  Al-Baqarah [2]: 196).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haji yang ikhlas karena Allah semata adalah  kunci pembebasan diri dari segala aksesori duniawi. Dalam Alquran,  hanya ibadah haji yang redaksi pengwajibannya diawali dan diakhiri  dengan kata Lillahi. Jika tidak Lillahi, boleh jadi haji tak berpengaruh  apa-apa terhadap kualitas hidup seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pembebas  nafsu, haji ibarat proses pembelajaran dan pembekalan hidup bermakna,  yakni hidup yang terbebas dari penjajahan nafsu, syahwat, angkara murka,  serakah, egoisme, dan sebagainya. Karena itulah, modal pembelajaran  yang terbaik untuk perjalanan haji adalah takwa. "Dan, bawalah bekal,  karena sebaik-baik bekal adalah takwa..." (QS Al-Baqarah [2]: 197).  Takwa adalah pakaian integritas moral yang membentengi dari segala  godaan hawa nafsu, baik selama berhaji maupun sepulang haji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibadah  haji juga harus didesain untuk membebaskan diri dari masa lalu yang tak  baik dan sarat dengan dosa personal serta sosial. Karena itu, ketika  memenuhi panggilan-Nya, hamba harus melakukan taubatan nashuha dan  berkomitmen tak kembali ke masa silam yang kelam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia harus  mereformasi iman, ilmu, dan amal demi masa depan yang lebih bermakna.  Sepulang haji, moralitasnya wajib menjadi lebih terpuji, etos belajarnya  dan kinerjanya semakin meningkat. Kemabruran haji tak bisa dibeli, tapi  harus diniati, diperjuangkan, dan dimanifestasikan dalam kehidupan  sehari-hari.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-6161391348163884063?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/6161391348163884063/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=6161391348163884063' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/6161391348163884063'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/6161391348163884063'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2010/11/haji-yang-membebaskan.html' title='Haji yang Membebaskan'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-7713909637168630746</id><published>2010-11-07T06:55:00.000+07:00</published><updated>2010-11-07T06:56:36.800+07:00</updated><title type='text'>Perjalanan Rohani</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Prof Asep S Muhtadi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW  bersabda, "Haji itu adalah Arafah." Maka, di Arafahlah seluruh jamaah  haji menuntaskan harapannya menunaikan rukun Islam yang kelima. Karena  itu, sehari sebelum pelaksanaan wukuf pada 9 Zulhijah, seluruh jamaah  haji mulai mengalir menuju Padang Arafah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam suasana riuh  pada hari yang dikenal dengan tarwiyah itu, suara suci berbisik di  setiap telinga jamaah, "Berzikirlah, wahai hamba-hamba Allah. Siapkan  segala perlengkapan lahir ataupun batin, karena esok kita akan berwukuf  untuk menumpahkan segala pinta pada Yang Mahakuasa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bawah  terik matahari Padang Arafah, jamaah bersimpuh menelanjangi segala  khilafnya. Khutbah Arafah pun terasa membakar segala dosa yang pernah  menjadi pakaian kehidupan yang sulit dihindari. Lewat khutbah itulah,  jamaah menelanjangi diri sendiri dan berusaha meluluhlunakkan segala  egoisme insani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika haji itu adalah Arafah, haji merupakan  lambang kesederhanaan dan kesetaraan. Perkumpulan raksasa itu menjadi  simbol kesatuan umat yang dalam kehidupan sehari-hari masih saja sering  dipersoalkan. Dalam perkumpulan ini, semuanya menjadi sederhana dan  setara. Sebuah perjalanan rohani yang selalu menyisakan pengalaman batin  yang sangat mendalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tuntas melewati padang  spiritualitas Arafah, jamaah kembali mengalir menuju Mina via  Muzdalifah. Di sinilah jamaah melaksanakan jumrah, melempar pilar  sebagai simbol pertentangan atas sifat-sifat setan yang mungkin telah  menjadi pakaiannya sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka bergantian dan saling  melindungi untuk mendekati pilar demi pilar: Jumratul Ula, Jumratul  Wustha, dan Jumratul Aqabah. Tujuh buah kerikil kecil dilemparkan satu  per satu. Inilah gambaran perjalanan yang bagi kebanyakan jamaah mungkin  tidak pernah terbayangkan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibadah haji, yang dalam  bayangan sebelumnya lebih menyiratkan kesan ritual dalam rangkaian  doa-doa, ternyata juga menawarkan pengalaman batin yang dapat  mengantarkan seseorang pada satu kesadaran luhur layaknya seorang hamba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman  batin itu diperoleh begitu manusiawi. Padahal, doa menyiratkan  transenden yang sulit dipahami oleh kepala telanjang. Ada yang  menyebutnya sebagai puncak kepasrahan sikap keberagamaan seseorang untuk  memenuhi perintah ajaran, seperti diisyaratkan rukun Islam secara  keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah, barangkali, hikmah mengapa haji ditempatkan  pada posisi rukun yang kelima. Haji memang mensyaratkan berbagai  kesiapan, bukan saja fisik material, tapi juga mental spiritual. Haji  juga dapat berubah menjadi kekuatan raksasa yang dapat melunakkan hawa  nafsu yang sebelumnya begitu keras membatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, dapatkah  rangkaian ritual itu terlalui sempurna seperti apa yang pernah dilakukan  Rasulullah? Tidak mudah memang. Tentu, fasilitas utamanya adalah sikap  yang tulus dalam mengikuti setiap tahapan meski terasa berat.  Sesungguhnya, bekal utama ibadah haji adalah takwa (QS al-Baqarah [2]:  197). Dalam bingkai takwa inilah, potret perjalanan rohani itu tampak  semakin bercahaya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-7713909637168630746?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/7713909637168630746/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=7713909637168630746' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/7713909637168630746'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/7713909637168630746'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2010/11/perjalanan-rohani.html' title='Perjalanan Rohani'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-7046726303226396797</id><published>2010-10-22T15:45:00.000+07:00</published><updated>2010-10-22T15:46:04.864+07:00</updated><title type='text'>Khadijah Tak Berpuasa Ramadan</title><content type='html'>&lt;h5 class="author"&gt;Oleh Abdul Moqsith Ghazali&lt;/h5&gt; &lt;div class="article_content"&gt;   &lt;div class="summary"&gt;&lt;p&gt;Dari kupasan itu kita tahu bahwa sejumlah  Sahabat Nabi banyak yang meninggal dunia tanpa menjalankan puasa  Ramadan. Khadijah binti Khuwailid, isteri Nabi Muhammad, pun tak pernah  menjalankan puasa Ramadan. Bahkan, Khadijah juga tak sempat menjalankan  shalat lima waktu, juga zakat, karena semuanya disyariatkan ketika yang  bersangkutan sudah meninggal dunia.  &lt;/p&gt;&lt;/div&gt;   &lt;p&gt;Sebagian besar agama mengenal tradisi puasa atau pantang. Ada  banyak ragam puasa yang diperkenalkan agama-agama. Dalam al-Qur’an  (Mariam [19]: 26) disebut bahwa Bunda Maria (Siti Mariam) bernazar puasa  untuk tak bicara dengan manusia manapun. “Inni nadzartu li al-rahman  shawma fa lan ukallima al-yawma insiya” (Sesungguhnya aku telah bernazar  berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara  dengan seorang manusiapun pada hari ini).   &lt;/p&gt; &lt;p&gt; Puasa juga bisa dalam bentuk tak melakukan hubungan seksual. Jika umat  Islam pantang melakukan kontak seksual pada siang bulan Ramadan, maka  para Romo dan Pastur Katolik berpuasa dari hubungan seksual sepanjang  hayat atau selama yang bersangkutan masih menjadi pastur. Bentuk-bentuk  puasa kian banyak dijumpai jika kita memperhatikan adat dan tradisi. Ada  puasa dengan tidak makan dan minum selama tiga hari tiga malam.  Sebagian masyarakat juga mengenal tradisi pantang memakan “yang  bernyawa”, seperti hewan, ikan, dan lainnya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt; Sebagaimana agama lain, Islam pun mensyariatkan puasa. Bentuknya adalah  dengan tak makan-minum dan menahan hubungan seksual di siang hari. Dalam  periode Mekah, umat Islam menjalankan puasa tiga hari dalam setiap  bulan plus puasa Asyura. Dalam Shahih Bukhari (hadits ke-1893)  disebutkan bahwa masyarakat Arab pra-Islam sudah biasa melakukan puasa  Asyura. Orang-orang Yahudi saat itu juga berpuasa pada hari Asyura,  karena hari itu diyakini sebagai hari diselamatkannya Nabi Musa dari  kejaran dan ancaman bunuh Fir’aun. Begitu Islam datang, Nabi Muhammad  memerintahkan umat Islam untuk puasa Asyura. (Al-Qurthubi, &lt;i&gt;al-Jami’  li Ahkam al-Qur’an&lt;/i&gt;, Jilid I, hlm. 660). &lt;/p&gt; &lt;p&gt; Dengan demikian, ibadah puasa sebetulnya didasarkan pada syari’at  sebelum Islam (&lt;i&gt;syar’u man qablana&lt;/i&gt;). Al-Qur’an (al-Baqarah [2]:  183) menyebutkan, “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian  berpuasa sebagaimana diwajibkan atas umat sebelum kalian, supaya kalian  bertakwa”. &lt;/p&gt; &lt;p&gt; Sejumlah referensi menjelaskan bahwa Islam dalam fase Mekah tak mengenal  puasa Ramadan. Puasa baru disyariatkan dalam periode Madinah. Menurut  al-Juzairi, puasa Ramadan diundangkan tanggal 10 Sya’ban tahun kedua  Hijriyah, atau 1,5 tahun setelah hijrah (Abdurrahman al-Juzairi, &lt;i&gt;al-Fiqh  ‘ala al-Madzahib al-Arba’ah, &lt;/i&gt;Juz I, hlm. 416). Menurut Syatha  al-Dimyathi dalam&lt;i&gt; I’anah al-Thalibin &lt;/i&gt;(Juz II, hlm. 215), selama  10 tahun tinggal di Madinah, Rasulullah SAW menjalankan puasa Ramadan  hanya sembilan kali. Satu tahun pertama di Madinah, puasa Ramadan belum  disyariatkan. Pada tahun itu, Nabi Muhammad dan umat Islam masih  menjalankan puasa Asyura, melanjutkan kebiasaan puasa Asyura selama 13  tahun di Mekah. Dengan demikian, selama 14 tahun, Islam berjalan tanpa  puasa Ramadan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt; Dari kupasan itu kita tahu bahwa sejumlah Sahabat Nabi banyak yang  meninggal dunia tanpa menjalankan puasa Ramadan. Khadijah binti  Khuwailid, isteri Nabi Muhammad, pun tak pernah menjalankan puasa  Ramadan. Bahkan, Khadijah juga tak sempat menjalankan shalat lima waktu,  juga zakat, karena semuanya disyariatkan ketika yang bersangkutan sudah  meninggal dunia. Namun, kita tak perlu panik dan masygul. Khadijah  tetap akan masuk surga walau tanpa shalat, tanpa zakat, dan tanpa puasa  Ramadan. Tuhan Khadijah (tentu Tuhan kita semua) adalah Tuhan inklusif  yang akan memasukkan hamba-hamba-Nya yang beriman dan beramal saleh  seperti Khadijah ke dalam surga. &lt;i&gt;Wallahu A’lam bi al-Shawab&lt;/i&gt;.  &lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-7046726303226396797?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/7046726303226396797/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=7046726303226396797' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/7046726303226396797'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/7046726303226396797'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2010/10/khadijah-tak-berpuasa-ramadan.html' title='Khadijah Tak Berpuasa Ramadan'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-1990530037678963035</id><published>2010-10-18T08:02:00.000+07:00</published><updated>2010-10-18T08:03:31.770+07:00</updated><title type='text'>Hamba yang Taat Beribadah</title><content type='html'>&lt;div class="arial13"&gt;                   &lt;div class="img-detail-berita"&gt;              &lt;img src="http://static.republika.co.id/images/ilustrasi_101017193518.jpg" alt="Dunia Diperintahkan Melayani Hamba yang Taat Beribadah" title="Ilustrasi" width="360" height="260" /&gt;&lt;br /&gt;      &lt;div class="img-title"&gt;Ilustrasi&lt;/div&gt;            &lt;/div&gt;         &lt;div id="newstext"&gt;&lt;p&gt;REPUBLIKA.CO.ID JAKARTA--Setiap kejadian di atas muka bumi selalu diputuskan dengan rahmat-Nya, serta kudrat dan iradat-Nya. Seluruh ciptaan tak ada yang luput dari pengawasan-Nya, termasuk aktivitas manusia. Allah jua yang telah menuliskannya dalam lauh mahfuzh-Nya (QS Al-Hadid [57]: 22).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski semua telah tertulis di zaman azali, manusia tetap diperintahkan untuk berikhtiar menjemput kebaikan. Tak ada satu kebaikan pun yang diraih dengan berpangku tangan. Semua itu meniscayakan adanya sebuah gerak, usaha, dan akselarasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diam hanya akan membuat seseorang berkubang dalam penderitaan dan kegagalan. Jika kita adalah seorang pedagang atau pebisnis, mutlak untuk melakukan sesuatu. Sebaik-baik ikhtiar manusia adalah merujuk pada syariat-Nya, sebagai Zat yang mengatur kehidupan. Ikhtiar berikut boleh disebut sebagai kunci pelaris bagi usaha perniagaan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, bertobat dan beristighfar. "Dan, hendaklah kamu memohon ampunan kepada Tuhanmu dan bertaubatlah kepada-Nya. Niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik kepadamu sampai waktu yang telah ditentukan. Dan, Dia akan memberikan karunia-Nya kepada setiap orang yang berbuat baik." (QS Hud [11]: 3). Baca juga ayat ke-15 dan QS Nuh ayat 10-12.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang telah bertobat dan terus-menerus beristighfar berada dalam pengampunan Zat yang Maha Menggerakkan. Dan, itu artinya, doa dan harapannya bisa segera dikabulkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, sungguh-sungguh bertakwa. "Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya. Dan, Dia memberinya rezeki dari arah yang tak terduga." (QS At-Thalaq [65]: 2-3). Di saat-saat sulit, gagal, pailit, dan sepi pembeli, haqul yaqin akan ada saja jalan kemudahan jika selalu bertakwa kepada-Nya. Dengan bertakwa, pintu kemudahan akan terbuka. Ia adalah bekal terbaik dalam menjalani hidup (QS Al-Baqarah [2]: 197), serta pengait untuk memintal setiap urusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, tawakal. "Barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan cukupkan (keperluannya)." (QS At-Thalaq [65]: 3). Setelah berusaha dengan kerja keras dan ikhtiar, serahkan sepenuhnya kepada Allah. Seseorang tetap harus melibatkan dan memasrahkan usahanya itu kepada Zat yang Maha Menentukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, silaturahim dan sedekah. "Sungguh, Tuhanku melapangkan rezeki dan membatasinya bagi siapa saja di antara hamba-hamba-Nya yang dikehendaki. Dan, apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya. Dialah Pemberi rezeki yang terbaik." (QS Saba [34]: 39).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjalin tali silaturahim lebih dari sekedar saling mengunjungi. Ia sangat efektif untuk menjaring relasi dan perkongsian yang positif. Apalagi, jika saling memberi kail sedekah, bisa dipastikan semakin terbukalah pintu-pintu kemudahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, beribadah sepenuh hati hanya mencari rida Allah SWT. Di antaranya adalah mengerjakan yang wajib dan menghidupkan yang sunah. "Barang siapa yang beribadah kepada-Ku dengan sepenuh hati, aku perintahkan dunia untuk melayaninya." (Hadis Qudsi).  Walahu a'lam.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-1990530037678963035?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/1990530037678963035/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=1990530037678963035' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/1990530037678963035'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/1990530037678963035'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2010/10/hamba-yang-taat-beribadah.html' title='Hamba yang Taat Beribadah'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-4562708617229884815</id><published>2010-10-17T19:24:00.000+07:00</published><updated>2010-10-17T19:25:17.369+07:00</updated><title type='text'>Dakwahtainment</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Abdi Kurnia Djohan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ketua Lembaga Dakwah Al-Azhar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata dakwah di Indonesia dipahami sebatas aktivitas menyampaikan ceramah agama. Demikian pula dengan istilah dai, yang selalu diartikan dengan sebutan penceramah. Istilah-istilah lain dalam agama yang di Indonesia maknanya menjadi sempit adalah ulama dan ustaz. Di dalam kamus al-Wasith, kata dakwah dimaknakan sebagai mengajak kepada sesuatu dengan argumentasi yang kuat. Terminologi dakwah di dalam Alquran dijumpai sebanyak 10 kali dalam bentuk isim (kata benda), 10 kali dalam bentuk amr (kata kerja perintah), dan 49 kali dalam bentuk mudhari' (kata kerja present). Dari ke-69 kali penyebutan itu, dua penyebutan mengarah pada makna seruan atau ajakan agar orang melakukan kebaikan, yaitu di dalam surah Ali Imran ayat 104 dan surah Al-Nahl ayat 125.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, makna dakwah di dalam Alquran tidak hanya dibatasi pada pengertian menyeru atau mengajak. Bunyi teks surah Ali Imran ayat 104 secara jelas menyebutkan definisi kerja dakwah, sebagaimana dapat dipahami berikut; "Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung." Dari uraian itu, dapat dipahami bahwa dakwah memainkan fungsi kontrol terhadap perilaku umat atau manusia secara keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luasnya jangkauan kerja dakwah, bukan berarti bahwa kerja tidak membutuhkan ilmu. Kerja dakwah membutuhkan ilmu agar seorang dai dapat dengan sukses menjalankan tugasnya, yaitu sampainya pesan-pesan dakwah kepada objek dakwah (mad'u). Alquran menjelaskan prinsip-prinsip penting dalam dakwah yang seyogianya diperhatikan seorang dai, yaitu bersikap lemah lembut (QS 3: 159), mengedepankan hikmah dan nasihat yang baik (QS 16: 125), memelihara kehormatan diri (iffah) (QS 2: 273), menyampaikan pesan dengan kasih sayang (QS 90: 17), mengutamakan sikap sabar dengan keteguhan berpegang kepada kebenaran (QS 103: 3), dan bersikap konsisten dengan tidak memedulikan celaan orang lain (QS 5: 54). Pemahaman seorang dai terhadap prinsip-prinsip di atas bersifat urgen karena perilaku seorang dai menggambarkan karakter nilai yang akan disampaikannya. Luas jangkauan kerja, pentingnya penguasaan ilmu dakwah, dan kemampuan penguasaan dai terhadap ilmu akan menempatkan dakwah dalam posisinya sebagai katalisator kehidupan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dakwahtainment&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dalam kurun waktu 1970-an sampai dengan 1990-an, fungsi dakwah di Indonesia dijalankan sebagaimana makna dakwah yang dimaksudkan oleh Alquran. Tumbuh suburnya halaqah-halaqah dakwah di kampus-kampus umum semakin menegaskan pengertian dakwah yang luas jangkauannya. Tayangan-tayangan dakwah di televisi, terutama di era 'Mimbar Agama Islam' TVRI pada 1980-an, menampilkan sosok-sosok dai yang memahami konsepsi dakwah yang sesungguhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun fungsi dakwah dijalankan di tengah tekanan penguasa yang represif ketika itu, pesan-pesan dakwah yang disampaikan para dai dapat ditangkap dengan baik oleh masyarakat. Geliat kerinduan akan kehidupan masyarakat yang dilandasi oleh nilai-nilai agama bertumbuhan di mana-mana. Para dai bermunculan mengampanyekan cita kehidupan yang Islami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena itu ditambah dengan keunikan latar belakang pendidikan para dai yang tidak berlatar belakang pendidikan pesantren atau perguruan tinggi Islam, tapi justru berlatar belakang pendidikan umum. Dakwah di tengah pusaran politik yang represif, dalam kenyataannya, mampu memunculkan koreksi terhadap kekuasaan dan kemudian menawarkan solusi atas persoalan bangsa yang karut-marut ketika itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasuki tahun 2000-an, dunia dakwah mengalami masa stagnasi. Krisis ekonomi yang demikian hebat menghantam sendi-sendi kehidupan bangsa dan umat pada gilirannya mendorong munculnya sikap pragmatisme masyarakat di dalam menyikapi persoalan hidup. Dakwah kehilangan semangat seiring dengan semakin menguatnya sikap pragmatis umat. Di tengah kekosongan ruhani bangsa akibat krisis, semestinya dakwah hadir memainkan fungsi tilawah (informatif) dan tazkiyah (penyucian diri).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketidakhadiran dakwah di tengah situasi itu disebabkan oleh terkurasnya energi sebagian besar aktivis dakwah pada upaya perbaikan sistem politik. Kehadiran dakwah yang berorientasi pada pengelolaan hati (qalbun salim) memang sempat menghibur kegersangan hati umat yang ditinggal oleh ruh dakwah yang penuh semangat dan heroik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, dislokasi model dakwah yang heart-oriented ini telah menggiring opini publik ke arah pembentukan idola yang silau dengan selebritas. Masyarakat tidak lagi melihat ke arah mana sesungguhnya dakwah hendak dibawa. Masyarakat lebih tertarik kepada figur sang dai yang dipandangnya mampu memberikan solusi semua masalah kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di titik ini, dakwah kemudian diasosiasikan dengan hiburan (entertainment). Bahkan, di dalam sebuah wawancara pagi di sebuah stasiun televisi tahun 2006, seorang penceramah dengan bangga menyebut bahwa esensi dakwah itu sendiri adalah hiburan atau dakwahtainment.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak saat itu, para penceramah atau dai berlomba-lomba meningkatkan kapasitas seninya agar dapat mempertahankan eksistensinya. Malah di dalam sebuah diskusi di antara para kiai, muncul informasi yang menyebutkan adanya monopoli hak siar dakwah oleh agensi penceramah tertentu agar dapat terus tayang di hadapan publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam sebuah wawancara dengan salah satu stasiun televisi, Jalaludin Rahmat pernah mengemukakan bahwa di Indonesia dakwah tidak lagi membutuhkan kapasitas intelektual karena yang diinginkan oleh publik Islam dari dakwah adalah kapasitas seni artisifial dari sang pendai itu sendiri. Secara santai, Kang Jalal menegaskan bahwa para penceramah tidak perlu memahami ilmu-ilmu agama, tapi mereka perlu mempelajari teknik bernyanyi dan berakting yang baik agar kelak diminati oleh publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, bobot muatan dakwah di Indonesia mungkin dapat disejajarkan dengan komedi slapstick yang berakibat hilangnya maruah dakwah sebagaimana diamanatkan Alquran. Keadaan yang berbeda dapat dibandingkan dengan di Malaysia, Singapura, Brunei, atau negara-negara Muslim lainnya. Demikian pula dapat dibandingkan dengan penyampaian dakwah di kalangan Katolik atau Protestan di dalam tayangan televisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dakwah disampaikan dengan penyajian yang santai, tetapi serius penekanannya karena persoalan yang dikupas di dalam dakwah adalah persoalan serius. Dakwah ditempatkan sebagai sebuah usaha untuk membangun karakter umat dan juga karakter bangsa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-4562708617229884815?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/4562708617229884815/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=4562708617229884815' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/4562708617229884815'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/4562708617229884815'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2010/10/dakwahtainment.html' title='Dakwahtainment'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-1092540515397525156</id><published>2010-10-17T19:15:00.000+07:00</published><updated>2010-10-17T19:16:22.933+07:00</updated><title type='text'>Tadabur Bencana</title><content type='html'>&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;     &lt;p&gt;Oleh &lt;strong&gt;Hilman Hakiem Hafidhuddin&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai musibah dan bencana kembali menimpa saudara-saudara kita di sejumlah daerah. Salah satunya bencana banjir bandang yang melanda Kota Wasior, Papua Barat. Sekitar 147 orang meninggal dunia, 103 orang masih hilang, dan ribuan orang mengalami luka-luka akibat bencana itu. Ditambah lagi kerugian material yang cukup besar. Bencana ini telah menambah panjang daftar musibah yang telah menimpa bangsa kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada suatu bencana dan kejadian apa pun di dunia ini, kecuali memang atas kehendak dan izin Allah SWT, sebagaimana firman-Nya dalam surah Al-Hadid [57]: 22-23. "Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri, melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berdukacita terhadap apa yang luput dari kamu dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan, Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya, ada dua pesan penting dari ayat tersebut yang harus terus-menerus kita tadabburi (direnungkan). Pertama, menambah serta memperkuat keimanan dan keyakinan kepada Allah SWT. Dialah satu-satunya Zat yang mengendalikan dan mengurus alam semesta ini, termasuk manusia di dalamnya. Sebagai contoh, kita diperintahkan untuk berikhtiar atau berusaha dengan semaksimal mungkin (misalnya dalam membangun sarana dan prasarana serta infrastruktur dalam konteks membangun bangsa), tetapi hasil akhirnya kita serahkan sepenuhnya kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketundukan hati dan pikiran terhadap segala aturan-Nya merupakan sebuah keniscayaan. Kita tidak boleh sombong dan arogan menolak aturan dan ketentuan-Nya, termasuk tidak boleh mengeksploitasi alam ciptaan-Nya tanpa kendali hanya untuk memuaskan keserakahan hawa nafsu serta memperkaya diri dan kelompok. Kerusakan alam semesta ini sebagian besar diakibatkan oleh ulah manusia yang tidak bertanggung jawab, sebagaimana firman-Nya dalam QS Ar-Ruum [30]: 41.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, memperkuat kembali semangat solidaritas dan kesetiakawanan sosial di antara sesama komponen bangsa. Musibah sejatinya sering serta dapat merekatkan dan mendekatkan hati di antara sesama umat manusia. Rasa empati dan simpati serta keinginan untuk membantu sesama biasanya terbangun dengan baik. Penderitaan dan musibah mereka adalah musibah kita semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, marilah berdoa dan memohon kepada Allah SWT agar semua musibah yang telah menimpa ini membuat kita menjadi bangsa yang kuat imannya dan baik pertahanan dirinya, sekaligus memperkuat solidaritas dan kesetiakawanan sosial antarsesama anak bangsa. Wallahu A'lam.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-1092540515397525156?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/1092540515397525156/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=1092540515397525156' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/1092540515397525156'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/1092540515397525156'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2010/10/tadabur-bencana.html' title='Tadabur Bencana'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-368401178679662270</id><published>2010-10-17T19:14:00.000+07:00</published><updated>2010-10-17T19:15:06.615+07:00</updated><title type='text'>Haji dan Ukhuwah</title><content type='html'>Oleh &lt;strong&gt;Prof Dr Achmad Satori Ismail&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Sudah merupakan ketentuan Ilahi, semua ibadah dalam Islam menyimpan berbagai hikmah nan mulia. Hikmah itu ada yang bersifat lahir, bisa diketahui setiap Mukmin, dan ada pula yang tersembunyi, hanya diketahui oleh orang-orang alim yang rasikh (mendalam ilmunya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haji termasuk ibadah yang hikmahnya bi sa dilihat secara kasat mata, seperti pengorbanan dengan harta dan jiwa, kepedulian pada sesama, dan lain sebagainya. Selain itu, haji pun memiliki banyak hikmah yang sulit kita indra, kecuali oleh para khawwas (ulama istimewa).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haji mabrur atau diterima oleh Allah SWT adalah haji yang dilaksanakan secara sempurna dengan memenuhi semua syarat, wajib, dan rukunnya. Tidak ada rafats (bersebadan, omong kotor atau jorok), fusuq (kedurhakaan atau pelanggaran terhadap ajaran agama Allah), dan tidak ada jidal (bantah-bantahan) selama ibadah tersebut. (Al-Baqarah [2]: 197).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barang siapa yang melakukan ibadah haji karena Allah kemudian tidak berkata kotor dan tidak melakukan perbuatan-perbuatan fasik atau durhaka, ia akan pulang tanpa dosa sebagaimana ketika ia dilahirkan ibunya. ( Muttafaq alaih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibadah haji bila ditunaikan dengan syarat, rukun, wajib dan sunahnya secara baik akan menghasilkan Muslim bertakwa yang mencerminkan keindahan dalam semua sepak terjangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sasaran utama haji adalah membersihkan diri dari syirik dan pera ngai tercela, menghiasi diri de ngan akhlak terpuji, serta membekalinya dengan takwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikmah lainnya adalah mempererat persaudaraan, baik dari aspek sosial, politik, eko nomi, dan agama. Islam adalah agama ukhu wah dan kesatuan: akidah, perasaan, dan pendapat. (QS Al-Anbiyaf [21]: 92)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua manasik yang disyariatkan dalam haji merealisasi ukhuwah Islamiyah. Se tiap jamaah yang berihram berpakaian sama, tidak ada perbedaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibadah haji memberikan peringatan abadi kepada setiap Muslim bahwa mereka adalah umat yang satu, dengan kiblat, kitab, dan manasik yang satu. Mereka be rtemu di Masyfaril Haram terus ke Arafah dan berkumpul di padang Arafah untuk bertaaruf, menebar kasih sayang, untuk memperkokoh ukhuwah Islamiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski ibadah haji bisa diselesaikan dalam tiga hari, Allah memberikan waktu cukup panjang, yaitu Syawal , Dzulqadah, dan Dzulhijjah. Supaya umat Islam menyaksikan berbagai hikmah dalam ibadah haji.&lt;/p&gt; (-)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-368401178679662270?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/368401178679662270/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=368401178679662270' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/368401178679662270'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/368401178679662270'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2010/10/haji-dan-ukhuwah.html' title='Haji dan Ukhuwah'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-6054776322281746532</id><published>2010-10-17T19:11:00.000+07:00</published><updated>2010-10-17T19:12:28.415+07:00</updated><title type='text'>Menjadi Manusia yang Pandai Bersyukur</title><content type='html'>&lt;div class="title-news" id="detail-berita"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="arial13"&gt;                   &lt;div class="img-detail-berita"&gt;              &lt;img src="http://static.republika.co.id/images/ilustrasi_101003184244.jpg" alt="Menjadi Manusia yang Pandai Bersyukur " title="Ilustrasi" width="360" height="260" /&gt;&lt;br /&gt;      &lt;div class="img-title"&gt;Ilustrasi&lt;/div&gt;            &lt;/div&gt;         &lt;div id="newstext"&gt;&lt;p&gt;REPUBLIKA.CO.ID,Ketika kita menggemakan takbir-terutama saat berhari raya-tersirat pemahaman bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. Allah Mahabesar, sementara kita yang diciptakannya adalah kecil. Kita hina dan tak punya daya dan kekuatan untuk berkiprah, kecuali karena kemurahan dan kebesaran Allah. Karena itu, ketika kita telah merampungkan sebuah perjuangan (baca; Ramadhan), maka perbanyaklah takbir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan hendaklah bertakbir atas anugerah yang telah Allah berikan. Semoga kalian menjadi hamba-Nya yang bersyukur." (QS al-Baqarah [2]: 185). Ayat ini merupakan satu rangkaian dengan perintah puasa (QS [2]: 183).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan mencetak kita menjadi hamba-Nya yang bertakwa. Dan orang yang bertakwa, akan senantiasa mengingat kebesaran Allah, termasuk semua nikmat yang telah diberikan kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lidah ia mengucapkan kalimat takbir, dalam amal perbuatan ia menerjemahkannya dengan rasa syukur. Karena itu, menjadi pribadi yang bertakwa belum cukup bila tidak dibarengi dengan pribadi yang bersyukur. Kenapa? Karena maqam syukur lebih tinggi dari maqam takwa. Sebab, syukur menjadi maqam-nya para nabi dan rasul. Karenanya, Allah menegaskan, hanya sedikit dari hamba-Nya yang pandai bersukur (QS Saba [34]: 13).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syukur merupakan satu stasiun hati yang akan menarik seseorang pada zona damai, tenteram, dan bahagia. Ia juga akan mendapatkan kesuksesan baik di dunia maupun di akhirat, sekaligus mendapatkan insentif pahala dan kenikmatan yang terus bertambah dari Allah SWT (QS Ibrahim [14:] 7).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasul SAW adalah manusia yang pandai bersyukur. Suatu ketika, beliau pernah ditanya Bilal, "Apakah yang menyebabkan baginda menangis, padahal Allah telah mengampuni dosa-dosa baginda, baik yang dahulu maupun yang akan datang?" Beliau menjawab, "Tidakkah engkau suka aku menjadi seorang hamba yang bersyukur?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dzunnun al-Mishri memberi tiga gambaran tentang manifestasi syukur dalam kehidupan sehari-hari. Pertama, kepada yang lebih tinggi urutan dan kedudukannya, maka ia senantiasa menaatinya (bit-tha'ah). "Hai orang-orang beriman, taatlah kalian kepada Allah dan taatlah kepada Rasul dan kepada ulil amri  di antara kalian …" (QS an-Nisa [4]: 59).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, kepada yang setara, kita mengejawantahnya dengan bil-hadiyyah. Saling tukar pemberian. Kita harus sering-sering memberi hadiah kepada istri atau suami, saudara, teman seperjuangan, sejawat dan relasi. Dengan cara itu, maka akan ada saling cinta dan kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, kepada yang lebih bawah dan rendah dari kita, rasa syukur dimanifestasikan dengan bil-ihsan. Selalu memberi dan berbuat yang terbaik. Kepada anak, adik-adik, anak didik, para pegawai, buruh, pembantu di rumah dan semua yang stratanya di bawah kita, haruslah kita beri sesuatu yang lebih baik. Jalinlah komunikasi dan berinteraksilah dengan baik, dan kalau hendak men-tasharuf-kan rezeki, berikan dengan sesuatu yang baik (QS as-Syu'ara [26]: 215 dan al-Baqarah [2]:195). Wallahu a'lam.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;    &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-6054776322281746532?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/6054776322281746532/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=6054776322281746532' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/6054776322281746532'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/6054776322281746532'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2010/10/menjadi-manusia-yang-pandai-bersyukur.html' title='Menjadi Manusia yang Pandai Bersyukur'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-2724560080532927130</id><published>2010-10-17T19:09:00.000+07:00</published><updated>2010-10-17T19:10:21.650+07:00</updated><title type='text'>Rahmatan Lil 'Alamin</title><content type='html'>&lt;div class="img-detail-berita"&gt;              &lt;img src="http://static.republika.co.id/images/ilustrasi_101007120220.jpg" alt="Rahmatan Lil 'Alamin" title="Ilustrasi" width="360" height="260" /&gt;&lt;br /&gt;      &lt;div class="img-title"&gt;Ilustrasi&lt;/div&gt;            &lt;/div&gt;         REPUBLIKA.CO.ID, Suatu hari Rasulullah SAW bertanya kepada para sahabat, "Tahukah kalian siapakah orang yang bangkrut itu?'' Para sahabat pun menjawab, "Ya, Rasulullah, orang yang bangkrut adalah mereka yang tidak lagi mempunyai uang dan harta.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bukan itu," jawab Rasulullah. "Orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang pada hari kiamat membawa pahala shalat, puasa, dan zakat. Namun, mereka suka mencuri, menjelek-jelekkan orang lain, suka memakan harta orang lain (korupsi), menumpahkan darah, dan memukul orang lain tanpa hak.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, kata Rasulullah, pahala shalat, puasa, dan zakat orang itu dialihkan oleh Allah SWT kepada si anu, si anu, dan si anu, yaitu orang yang dicaci, dicuri hartanya, dan dibunuh. "Akan tetapi, pahala kebaikan orang yang pailit itu habis sebelum tertebus semua kejahatannya, sampai-sampai ganjaran kejahatan orang lain dibebankan kepadanya, lalu ia dilemparkan ke dalam neraka.'' (HR Muslim, tercantum dalam Mukasyafah al-Qulub: al-Muqarrib ila Hadhrah 'Allam al-Ghuyub fi 'ilm at-Tashawwuf).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir-akhir ini, sebagian masyarakat Indonesia dihadapkan pada peristiwa-peristiwa kekerasan (terorisme), konflik horizontal, tawuran antarkelompok masyarakat, pencurian, korupsi, dan pembunuhan yang melanggar hukum. Semua kejadian itu tentunya mengarah pada terganggunya keselamatan dan keamanan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai agama rahmat bagi semesta alam, Islam tak membenarkan dan melarang semua tindakan tersebut.  "Wamaa arsalnaaka illaa rahmatan lil 'alamin.''  (Dan tidaklah kami mengutusmu (Muhammad), melainkan menjadi rahmat bagi semesta alam). (QS Al-Anbiya [21]: 107).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Quraish Shihab mengemukakan bahwa redaksi ayat tersebut mencakup empat hal pokok. Pertama, rasul utusan Allah itu adalah Nabi Muhammad. Kedua, yang mengutusnya adalah Allah SWT. Ketiga, rasul itu diutus kepada mereka (al-'alamin). Keempat, risalah yang disampaikan mengisyaratkan sifat-sifat kedamaian dan kasih sayang yang mencakup semua waktu dan tempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaran Islam yang rahmatan lil 'alamin itu mengandung makna bahwa kehadirannya memberikan rahmat kepada seluruh alam, termasuk di dalamnya lingkungan hidup, binatang, tumbuh-tumbuhan, dan seluruh umat manusia tanpa membedakan agama, golongan, etnis, dan peradaban. Rasulullah SAW bersabda, "Khair an-naas 'anfa'uhum li an-naas.'' (Sebaik-baik manusia adalah yang memberikan manfaat bagi manusia lainnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, sebagai umat Islam, tentu kita tidak menginginkan seluruh amal ibadah yang dikerjakan selama menjadi bangkrut (tak bersisa) karena perbuatan menjelek-jelekkan orang lain, mencuri, membunuh, korupsi, berzina, dan lainnya. Kita diajarkan untuk menyayangi dan mengasihi sesama, apa pun latar belakangnya. Wallahu A'lam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-2724560080532927130?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/2724560080532927130/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=2724560080532927130' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/2724560080532927130'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/2724560080532927130'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2010/10/rahmatan-lil-alamin.html' title='Rahmatan Lil &apos;Alamin'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-7309973111350316949</id><published>2010-10-17T19:07:00.000+07:00</published><updated>2010-10-17T19:08:02.276+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="judul-brita"&gt;     &lt;h2&gt;&lt;a href="http://www.republika.co.id/berita/ensiklopedia-islam/hikmah/10/10/13/139853-menjauhi-kekufuran-sosial"&gt;Menjauhi Kekufuran Sosial&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;     &lt;span class="date"&gt;Rabu, 13 Oktober 2010, 09:26 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/div&gt;    &lt;div&gt;     &lt;div class="changefont" align="right"&gt;      &lt;a href="http://www.republika.co.id/berita/ensiklopedia-islam/hikmah/10/10/13/139853-menjauhi-kekufuran-sosial#" rel="small"&gt;&lt;img src="http://www.republika.co.id/files/img/text01.jpg" alt="Smaller" title="Smaller" width="15" height="15" /&gt;&lt;/a&gt;       &lt;a href="http://www.republika.co.id/berita/ensiklopedia-islam/hikmah/10/10/13/139853-menjauhi-kekufuran-sosial#" rel="reset"&gt;&lt;img src="http://www.republika.co.id/files/img/text02.jpg" alt="Reset" title="Reset" width="15" height="15" /&gt;&lt;/a&gt;       &lt;a href="http://www.republika.co.id/berita/ensiklopedia-islam/hikmah/10/10/13/139853-menjauhi-kekufuran-sosial#" rel="large"&gt;&lt;img src="http://www.republika.co.id/files/img/text03.jpg" alt="Larger" width="15" height="15" /&gt;&lt;/a&gt;     &lt;/div&gt;    &lt;/div&gt;    &lt;div class="arial13"&gt;                   &lt;div class="img-detail-berita"&gt;              &lt;img src="http://static.republika.co.id/images/ilustrasi_101013092729.jpg" alt="Menjauhi Kekufuran Sosial" title="Ilustrasi" width="360" height="260" /&gt;&lt;br /&gt;      &lt;div class="img-title"&gt;Ilustrasi&lt;/div&gt;            &lt;/div&gt;         &lt;div id="newstext"&gt;&lt;p&gt;REPUBLIKA.CO.ID,"Kefakiran dapat berpotensi pada kekufuran." Demikian di antara pesan moral yang sering kita dengar atau bahkan kita ucapkan. Meskipun diyakini para ahli hadis bahwa kalimat itu tidak termasuk qaul Nabi SAW, ia memiliki substansi pesan yang baik, paling tidak untuk direnungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekufuran kini telah mengambil tempat yang semakin membahayakan. Ia merupakan satu dari sekian banyak penyakit sosial yang sering mengganggu kehidupan, merusak kebersamaan, dan bahkan tidak jarang muncul dalam wujud tindak kekerasan. Kekerasan pun pecah di banyak tempat. Secara sosial ataupun material, kekerasan kini telah melewati batas toleransi. Padahal, jika ditelusuri, sumber penyebabnya sangat sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Potret kesederhanaan yang menjadi sumber kekerasan itu dapat kita lihat dalam sejumlah tragedi sosial, seperti tawuran antarwarga, bentrok antarpemuda, atau saling lempar antarmahasiswa, yang kesemuanya hanya berakar pada persoalan yang tidak seberapa. Tragedi berdarah itu lalu pecah hanya karena masing-masing pihak tidak sanggup menahan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekerasan yang akhir-akhir ini banyak terjadi di negeri yang mayoritas Muslim ini, seperti diyakini banyak pakar, salah satunya merupakan akibat langsung dari semakin lebarnya jarak sosial antara yang punya dan yang tak punya. Ketidakadilan ekonomi merupakan sumber semakin rentannya ketahanan psikis yang dalam perspektif pesan di atas dapat berpotensi merebaknya kekufuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, dalam logika Alquran, kekerasan bisa saja terjadi sebagai bentuk peringatan keras Allah atas ketidakadilan ekonomi yang hingga saat ini belum sanggup menurunkan angka kemiskinan secara signifikan. Masih tingginya angka pengangguran menjadi sumber ketidaksanggupan manusia menerima kenyataan. Ketidakmampuan menghadapi kenyataan ini pula yang pada gilirannya telah menggeser ketulusan untuk bersedia menerima perbedaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, seperti diisyaratkan Nabi SAW, perbedaan adalah rahmat. Perbedaan dalam hal apa pun. Perbedaan pendapat dapat memperkaya wawasan. Sementara itu, perbedaan pendapatan pun dapat menjadi lahan beramal dalam berbagi rasa dengan sesama. Tapi, mengapa kenyataan mengungkap pemandangan sebaliknya. Perbedaan kini justru banyak menuai laknat. Mungkin, kenyataan inilah yang digambarkan Allah dalam Alquran surah Ibrahim (14) ayat 7, "Jika kalian bersyukur, akan Aku tambah nikmat-Ku kepadamu; tapi sebaliknya, jika kalian mengingkari atas nikmat-nikmat yang telah Aku berikan, azab-Ku sangat pedih."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan Alquran yang sarat muatan pesan persuasi ini seolah tengah menampar bangsa kita yang akhir-akhir ini sering menuai derita. Pesannya tegas bahwa manusia wajib bersyukur, yang salah satu ekspresinya adalah sikap tulus menerima kenyataan sambil tetap berikhtiar memperbaiki kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, untuk menghindari semakin suburnya kekerasan di negeri ini, perlu diperkuat agenda meringankan beban kekufuran sosial melalui usaha mewujudkan pesan Alquran. "Memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan." (QS Quraisy: 4).&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-7309973111350316949?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/7309973111350316949/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=7309973111350316949' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/7309973111350316949'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/7309973111350316949'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2010/10/menjauhi-kekufuran-sosial-rabu-13.html' title=''/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-5329740640320356545</id><published>2010-10-17T19:04:00.000+07:00</published><updated>2010-10-17T19:05:51.640+07:00</updated><title type='text'>Merenungi Bencana yang Datang</title><content type='html'>&lt;div class="img-detail-berita"&gt;              &lt;img src="http://static.republika.co.id/images/bencana_alam_di_wasior_101015095229.jpg" alt="Merenungi Bencana yang Datang " title="Bencana alam di Wasior" width="360" height="260" /&gt;&lt;br /&gt;      &lt;div class="img-title"&gt;Bencana alam di Wasior&lt;/div&gt;            &lt;/div&gt;         &lt;p&gt;REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Berbagai musibah dan bencana kembali menimpa saudara-saudara kita di sejumlah daerah. Salah satunya bencana banjir bandang yang melanda Kota Wasior, Papua Barat. Sekitar 147 orang meninggal dunia, 103 orang masih hilang, dan ribuan orang mengalami luka-luka akibat bencana itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ditambah lagi kerugian material yang cukup besar. Bencana ini telah menambah panjang daftar musibah yang telah menimpa bangsa kita. Tidak ada suatu bencana dan kejadian apa pun di dunia ini, kecuali memang atas kehendak dan izin Allah SWT, sebagaimana firman-Nya dalam surah Al-Hadid [57]: 22-23.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri, melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berdukacita terhadap apa yang luput dari kamu dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan, Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya, ada dua pesan penting dari ayat tersebut yang harus terus-menerus kita tadabburi (direnungkan). Pertama, menambah serta memperkuat keimanan dan keyakinan kepada Allah SWT. Dialah satu-satunya Zat yang mengendalikan dan mengurus alam semesta ini, termasuk manusia di dalamnya. Sebagai contoh, kita diperintahkan untuk berikhtiar atau berusaha dengan semaksimal mungkin (misalnya dalam membangun sarana dan prasarana serta infrastruktur dalam konteks membangun bangsa), tetapi hasil akhirnya kita serahkan sepenuhnya kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketundukan hati dan pikiran terhadap segala aturan-Nya merupakan sebuah keniscayaan. Kita tidak boleh sombong dan arogan menolak aturan dan ketentuan-Nya, termasuk tidak boleh mengeksploitasi alam ciptaan-Nya tanpa kendali hanya untuk memuaskan keserakahan hawa nafsu serta memperkaya diri dan kelompok. Kerusakan alam semesta ini sebagian besar diakibatkan oleh ulah manusia yang tidak bertanggung jawab, sebagaimana firman-Nya dalam QS Ar-Ruum [30]: 41.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, memperkuat kembali semangat solidaritas dan kesetiakawanan sosial di antara sesama komponen bangsa. Musibah sejatinya sering serta dapat merekatkan dan mendekatkan hati di antara sesama umat manusia. Rasa empati dan simpati serta keinginan untuk membantu sesama biasanya terbangun dengan baik. Penderitaan dan musibah mereka adalah musibah kita semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, marilah berdoa dan memohon kepada Allah SWT agar semua musibah yang telah menimpa ini membuat kita menjadi bangsa yang kuat imannya dan baik pertahanan dirinya, sekaligus memperkuat solidaritas dan kesetiakawanan sosial antarsesama anak bangsa. Wallahu A'lam.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-5329740640320356545?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/5329740640320356545/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=5329740640320356545' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/5329740640320356545'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/5329740640320356545'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2010/10/merenungi-bencana-yang-datang.html' title='Merenungi Bencana yang Datang'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-1715918747034885768</id><published>2010-10-05T15:27:00.000+07:00</published><updated>2010-10-05T15:28:49.419+07:00</updated><title type='text'>Memberikan yang Terbaik</title><content type='html'>&lt;span class="date"&gt;&lt;/span&gt;         &lt;div&gt;    &lt;/div&gt;    &lt;div class="arial13"&gt;                   &lt;div class="img-detail-berita"&gt;              &lt;img src="http://static.republika.co.id/images/ilustrasi_100930084213.jpg" alt="Memberikan yang Terbaik" title="Ilustrasi" height="260" width="360" /&gt;&lt;br /&gt;      &lt;div class="img-title"&gt;Ilustrasi&lt;/div&gt;            &lt;/div&gt;         &lt;div id="newstext"&gt;&lt;p&gt;REPUBLIKA.CO.ID,--Dalam Alquran, Allah  menegaskan bahwa baru dinamakan berbuat kebajikan bila mereka dengan  rela memberikan nafkah yang paling dicintainya kepada orang yang  membutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan  (yang sempurna) sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu  cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah  mengetahuinya." (QS Ali Imran [3]: 92).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada zaman dulu, di  Yatsrib (Madinah, sekarang), kaum Anshar telah lama menanti kedatangan  kaum Muhajirin, saudara seiman mereka yang berasal dari Makkah. Ketika  Muhajirin benar-benar tiba, kaum Anshar sangat senang. Mereka pun  menjamu saudara seiman ini dengan segenap kemampuan yang dimilikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam  sebuah riwayat disebutkan, ada seorang Anshar berkata kepada seorang  Muhajirin. "Ini adalah kekayaanku; ambillah separuh. Dan ini adalah dua  istriku; lihatlah mana yang lebih menyenangkanmu dan katakan kepadaku,  maka aku akan menceraikannya dan ia akan menjadi istrimu setelah ia  menyelesaikan idahnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Muhajirin ini membalas kebaikan  Anshar ini suatu jawaban yang lebih baik. Ia berkata: "Semoga Allah  memberi rahmat atas kekayaan dan istrimu kepadamu. Aku tidak memerlukan  mereka. Tolong, tunjukkan kepadaku di mana pasar yang aku dapat  bekerja."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat lain, seorang Anshar memberikan ucapan  selamat datang kepada orang Muhajirin dan menganggapnya sebagai tamu. Ia  pun berusaha menjamu tamunya ini dengan baik. Sayangnya, ia tidak  memiliki makanan yang cukup. Namun, sebagai rasa sayangnya, ia  memerintahkan istrinya untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada  tamunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bawa anak-anak ke tempat tidur dan matikan lampu lalu  sediakan apa yang engkau punya untuk tamu kita. Kita akan duduk  dengannya di meja dan membuatnya berpikir bahwa kita makan meskipun kita  tidak makan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, mereka duduk bersama sambil melayani  tamunya. Si tamu ini pun makan dengan lahapnya, sementara tuan rumah  terpaksa menahan lapar sepanjang malam. Pada pagi berikutnya, seorang  Anshar pergi kepada Nabi Muhammad SAW dan berkata kepada beliau atas apa  yang terjadi. Nabi Muhammad SAW bersabda: "Allah meridai atas apa yang  engkau lakukan untuk tamumu malam ini." (Muttafaqun alaih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang  Muhajirin sangat bergembira atas sambutan yang baik dari kaum Anshar.  Mereka berkata kepada Nabi Muhammad SAW. "Ya, Rasulullah, kami tidak  pernah melihat sesuatu pun seperti orang-orang ini. Jika memiliki  sedikit (harta), mereka tetap memberikan bantuan. Dan jika kaya, mereka  sangat murah hati. Mereka membantu dan membagi harta mereka dengan kami  sehingga kami khawatir bahwa mereka akan menerima semua pahala." Nabi  Muhammad SAW bersabda: "Tidak, selama engkau menghormati (menyanjung)  mereka dan berdoa kepada Allah untuk mereka." (HR Bukhari, Ahmad, Abud  Dawud, Tirmidzi, dan Nasai).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah indah dan mulianya akhlak  orang-orang Anshar. Mereka merelakan harta yang dimiliki untuk  saudara-saudaranya yang membutuhkan. Mereka rela kelaparan demi  menghormati saudaranya yang kekurangan. Semoga kita bisa mengambil  teladan dari akhlak mulia sahabat Anshar ini. Wallahu A'lam.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-1715918747034885768?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/1715918747034885768/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=1715918747034885768' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/1715918747034885768'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/1715918747034885768'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2010/10/memberikan-yang-terbaik.html' title='Memberikan yang Terbaik'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-984284549805282178</id><published>2010-10-05T15:24:00.000+07:00</published><updated>2010-10-05T15:25:12.960+07:00</updated><title type='text'>Muslim Wajib Mendamaikan Perseteruan</title><content type='html'>&lt;div&gt;     &lt;div class="changefont" align="right"&gt;      &lt;a href="http://www.republika.co.id/berita/ensiklopedia-islam/hikmah/10/10/05/138242-muslim-wajib-mendamaikan-perseteruan#" rel="large"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;         &lt;/div&gt;    &lt;/div&gt;                       &lt;div class="img-detail-berita"&gt;              &lt;img src="http://static.republika.co.id/images/ilustrasi_101005102115.jpg" alt="Muslim Wajib Mendamaikan Perseteruan" title="Ilustrasi" height="260" width="360" /&gt;&lt;br /&gt;      &lt;div class="img-title"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;            &lt;/div&gt;         REPUBLIKA.CO.ID,Belakangan ini, berbagai  konflik sosial kembali marak terjadi. Konflik yang berujung pada  jatuhnya korban jiwa ini jelas sangat merugikan kita semua, baik sebagai  umat maupun bangsa. Karena itu, pertikaian dan perseteruan semacam ini  harus segera dicegah dan diatasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Islam, usaha mendamaikan  pihak-pihak yang berseteru merupakan ajaran dasar yang bersifat sosial.  Upaya damai itu dalam Alquran dikaitkan dengan iman dan takwa sebagai  bentuk kepatuhan kepada Allah dan Rasul-Nya. "Oleh sebab itu,  bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah perhubungan di antara sesamamu.  Taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya, jika kamu adalah orang-orang yang  beriman." (QS Al-Anfal [8]: 1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya damai itu, dalam ayat di  atas, dinamakan dengan ishlah, yang secara bahasa bermakna memperbaiki  sesuatu (ja`l-u al-syay'i shalahan). Menurut Zamachsyari, ishlah itu  merupakan kelanjutan logis dari iman, dan menjadi kewajiban manusia.  Jadi, tidak ada iman dalam arti yang sebenarnya manakala kita tidak  memiliki kepedulian untuk membangun kerukunan dan keharmonisan dalam  masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasul SAW menerangkan, usaha mendamaikan kelompok  masyarakat yang bertikai itu merupakan kebaikan yang derajatnya lebih  tinggi daripada puasa, shalat, dan sedekah. Sebaliknya, rusaknya  keharmonisan dan komunikasi antarkelompok masyarakat tersebut dipandang  sebagai al-haliqah, yaitu sesuatu yang merusak dan menghancurkan  sendi-sendi kehidupan. (HR Abu Daud dan Ahmad dari Abu Darda).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk  itu, dalam jangka panjang, upaya damai ini sedikitnya memerlukan tiga  langkah. Pertama, membangun dan menciptakan keadilan di tengah  masyarakat, yakni keadilan dalam bidang ekonomi, politik, hukum,  pendidikan, dan sosial budaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, adanya kepastian dan  penegakan hukum. Semua pihak yang berseteru harus digiring untuk  mematuhi dan mengikuti hukum sebagai ketetapan dari Allah. Hukumnya  sendiri, baik material maupun formal, haruslah adil. Begitu juga dengan  aparat dan petugas penegak hukum. Mereka harus bertindak adil, tidak  memihak, dan tanpa pandang bulu, sesuai prinsip equal before the law.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga,  partisipasi dan dukungan dari semua pihak untuk membangun kehidupan  yang damai dan sejahtera. Lihat QS Al-Hujurat [49]: 10). Wallahu alam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-984284549805282178?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/984284549805282178/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=984284549805282178' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/984284549805282178'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/984284549805282178'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2010/10/muslim-wajib-mendamaikan-perseteruan.html' title='Muslim Wajib Mendamaikan Perseteruan'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-6080341667779566671</id><published>2010-09-21T15:32:00.000+07:00</published><updated>2010-09-21T15:33:01.956+07:00</updated><title type='text'>Memperbaiki Diri Setelah Idul Fitri</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Yuyu Yuhannah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Raya Idul Fitri sebagai hari kemenangan dan kebesaran umat Islam telah pergi meninggalkan kita semua. Setelah sebulan lamanya umat Islam ditempa dan diuji tingkat keimanan dan ketakwaan yang dibalas Allah SWT oleh pahala yang berlipat-lipat dan pengampunan dosa, kini bulan sejuta hikmah dan anugerah itu pun telah berlalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya, masihkah tingkat keimanan kita pada bulan-bulan berikutnya selevel dengan saat beribadah puasa pada bulan Ramadhan? Dalam tinjauan terminologi, kata "idul fitri" mengandung dua makna. Pertama, kembali kepada keadaan umat Islam dihalalkan makan dan minum pada siang hari. Kedua, kembali kepada fitrah manusia yang suci setelah sebulan lamanya diuji iman dan takwanya. Ila al-fitroti min al-a'idin wa anil hawa wa as-syayatin min al-fi'zin. Artinya, kita kembali kepada fitrah (suci) dan kita telah menang dari hawa nafsu dan setan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Raya Idul Fitri mencerminkan tiga sikap yang mesti dimiliki setiap Muslim. Pertama, mempertahankan nilai-nilai kesucian yang diraih umat Islam pada hari fitri. Berlalunya momentum puasa hendaknya tidak dijadikan sebagai kembalinya manusia ke kebiasaan dan perilaku yang jauh dari perintah Allah atau malah dekat dengan segala larangan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman dalam surah Ali Imran ayat 102, "Wahai, orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah  kamu mati, kecuali dalam keadaan Muslim."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, berharap bahwa Allah SWT akan mengampuni dosa-dosa umat Islam yang telah lalu dan meminta selalu dibimbing agar dijauhkan dari perbuatan dosa pada kemudian hari. Allah akan mengampuni segala dosa kaum Muslim yang pada bulan Ramadhan melaksanakan ibadah puasa dan derivasinya secara bersungguh-sungguh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, hendaknya melakukan evaluasi dan kontemplasi diri bahwa ibadah puasa kita sudah sesuai dengan apa yang diharapkan Allah SWT. Jangan sampai kita seperti yang disabdakan Nabi SAW, "Banyak sekali orang yang berpuasa, yang puasanya sekadar menahan lapar dan dahaga."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berakhirnya Ramadhan, bukan berarti kita mengendorkan kualitas dan kuantitas ibadah kita kepada Allah. Sebaliknya, "sekolah" Ramadhan yang telah berlalu sepatutnya dijadikan sebagai wahana pembelajaran untuk semakin meningkatkan kadar ibadah kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari, kita sama-sama meraih kemenangan Ramadhan pada Idul Fitri 1431 H. Isi lembaran baru dalam keseharian kita dengan identitas baru sebagai orang yang bertakwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bisa memulainya dengan berpuasa enam hari di bulan Syawal. Seperti diriwayatkan Abu Aiyub al-Anshari, Nabi Saw bersabda, barang siapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan diiringi dengan enam hari bulan Syawal, seolah-olah ia telah berpuasa sepanjang masa. Kita tentunya tak bisa menahan Ramadhan selalu bersama kita, tapi semangat Ramadhan sudah semestinya terus kita pelihara.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-6080341667779566671?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/6080341667779566671/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=6080341667779566671' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/6080341667779566671'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/6080341667779566671'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2010/09/memperbaiki-diri-setelah-idul-fitri.html' title='Memperbaiki Diri Setelah Idul Fitri'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-170347684014402572</id><published>2010-09-20T17:01:00.000+07:00</published><updated>2010-09-20T17:02:12.600+07:00</updated><title type='text'>Ibnu Al-Haitsam, Ilmuwan Tulen Pertama</title><content type='html'>&lt;div class="fr p20b p10d m10c"&gt;        &lt;div class="b3 bg2 p10"&gt; &lt;img src="http://ramadan.okezone.com/images-data/content/2009/08/21/333/250279/IQPZ3wowIW.jpg" alt="berita" class="br3" /&gt;         &lt;div class="p5a lh"&gt;Al-Hassan Ibnu Al-Haitsam (fotografiegeschiedenis.nl)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;        &lt;/div&gt;       &lt;/div&gt;    &lt;div class="content"&gt;       &lt;div&gt;&lt;strong&gt;ISAAC &lt;/strong&gt;Newton diyakini banyak orang sebagai fisikawan terhebat sepanjang masa. Setidaknya, dilihat sebagai Bapak Fisika Cahaya Modern, atau itulah yang dikatakan buku-buku pelajaran di sekolah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Buku tersebut membahas berbagai percobaan Isaac dengan lensa dan prisma yang terkenal, studi tentang cahaya alami dan refleksi, serta refraksi cahaya dan pemisahan cahaya dalam pelangi. Namun, menurut Profesor Jim Al-Khalili dari Universitas Surrey, kenyataannya itu adalah hal yang abu-abu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Saya merasa perlu menegaskan, khususnya dalam fisika optik bahwa Newton sendiri mengikuti jejak ilmuwan hebat lain yang hidup 700 tahun sebelumnya," ucapnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jelas, dia menyebutkan, fisikawan akbar lain yang patut disetarakan dengan Newton adalah ilmuwan yang lahir pada 965 Masehi di daerah yang sekarang dikenal sebagai negara Irak.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Dia dikenal dengan nama al-Hassan Ibnu al-Haitsam," sebutnya seraya menambahkan, kebanyakan orang di Barat mungkin belum pernah mendengar namanya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sebagai seorang fisikawan, Jim menyadari betul betapa besar kontribusi pria ini dalam bidang yang digelutinya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dalam buku-buku populer tentang sejarah ilmu alam, biasanya disebut bahwa tidak ada kemajuan penting yang dicapai antara peradaban Yunani kuno dan masa Renaisans di Eropa. Jim mengatakan karena Eropa Barat terjerumus ke dalam Masa Kegelapan, bukan berarti kemajuan tidak terjadi di belahan dunia lainnya. Kenyataannya, dia mengatakan, antara abad ke-9 dan ke-13 menandai Masa Keemasan dalam ilmu pengetahuan Arab.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Berbagai terobosan terjadi di bidang matematika, astronomi, kedokteran, fisika, kimia, dan filsafat. Dibandingkan banyak pemikir jenius yang hidup pada masa itu, prestasi Ibnu al-Haitsam adalah yang paling hebat. Dia dilihat sebagai Bapak Metode Ilmiah Modern," ucapnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Seperti yang biasa dijelaskan, Jim menuturkan, ini adalah pendekatan dalam menyelidiki sebuah fenomena ilmu alam, untuk memahami ilmu pengetahuan baru, atau untuk memperbaiki dan menggabungkan ilmu lama berdasarkan pengumpulan data melalui pemantauan dan pengukuran.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Proses ini diikuti tahap formulasi dan pengujian hipotesa guna menjelaskan data yang didapat. Inilah cara ilmu alam ditangani sekarang. Karena itu Jim percaya kemajuan yang dicapai dalam ilmu pengetahuan modern. Namun, metode ilmiah modern ini sering kali dikatakan baru ditemukan pada awal abad ke-17 oleh Francis Bacon dan Rene Descartes.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Tetapi saya yakin, Ibnu al-Haitsam sudah jauh mendului mereka. Penekanannya pada data eksperimental dan kemampuan untuk memproduksi kembali hasilnya, membuat Ibnu al-Haitsam sering disebut sebagai 'ilmuwan' sesungguhnya yang pertama di dunia," sebutnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Memahami Cahaya&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Profesor Jim Al-Khalili juga mengungkapkan bahwa ilmuwan pertama yang memberi penuturan yang tepat tentang bagaimana kita melihat sebuah objek adalah al-Hassan Ibnu al-Haitsam.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jim menyebutkan, al-Hassan Ibnu al-Haitsam membuktikan dengan melakukan percobaan, misalnya teori emisi yang menyatakan cahaya dari mata kita menyinari objek yang kita lihat. Teori ini diyakini para pemikir terkenal seperti Plato, Euclid, dan Ptolemy adalah teori yang keliru.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Ibnu al-Haitsam menginformasikan bahwa kita bisa melihat karena cahaya masuk ke mata kita, satu gagasan yang dipercaya sampai saat ini," ucapnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ibnu al-Haitsam juga merupakan ilmuwan pertama yang menggunakan matematika untuk menggambarkan dan membuktikan proses ini. Jadi, Jim menyimpulkan, dia bisa juga dianggap sebagai fisikawan teori pertama. Ibnu al-Haitsam mungkin paling dikenal dengan penemuan kamera lubang jarum yang dioperasikan tanpa lensa.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Seharusnya, dia mengatakan, Ibnu al-Haitsam diakui sebagai penemu hukum refraksi. Dia juga orang pertama yang melakukan percobaan tentang pembagian cahaya menjadi beberapa warna dan meneliti bayangan, pelangi, dan gerhana.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Dengan memantau sinar matahari masuk ke bumi dari atmosfer, dia dapat memperkirakan tinggi atmosfer yang menurutnya sekitar 100 kilometer," katanya bersemangat.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Peneliti Canggih&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sama halnya dengan banyak ilmuwan modern, Ibnu al-Haitsam sangat bergantung pada waktu dan membutuhkan kesunyian untuk menulis banyak teorinya, termasuk penelitian penting tentang lensa.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Menurut Jim, Ibnu al-Haitsam pernah diminta kalifah di Kairo untuk menyelesaikan masalah pengaturan banjir Sungai Nil. Sewaktu masih di Basrah, Ibnu al-Haitsam mengklaim bahwa banjir tahunan di Sungai Nil bisa diatur dengan jaringan kanal sehingga air dapat tersimpan sampai masa kemarau. Namun begitu, tiba di Kairo, dia menyadari bahwa rencana itu tidak praktis dari segi teknis.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Gerakan Planet&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setelah kembali ke Irak, Jim menuturkan, dia menyusun 100 penelitian lainnya dalam berbagai topik di bidang fisika dan matematika. Seorang pakar di Iskandariyah menyebutkan, Ibnu al-Haitsam mengembangkan apa yang disebut sebagai mekanisme benda angkasa.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mekanisme ini menjelaskan orbit planet yang kemudian mengilhami penelitian astronomi Eropa seperti Copernicus, Galileo, Kepler, dan Newton.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Adalah hal yang menakjubkan bahwa kita baru sekarang menyadari betapa besar utang para fisikawan modern kepada seorang ilmuwan Arab yang hidup 1.000 tahun lalu," tulisnya.&lt;/div&gt; (jri)    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-170347684014402572?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/170347684014402572/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=170347684014402572' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/170347684014402572'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/170347684014402572'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2010/09/ibnu-al-haitsam-ilmuwan-tulen-pertama.html' title='Ibnu Al-Haitsam, Ilmuwan Tulen Pertama'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-1178124851071752033</id><published>2010-09-20T17:00:00.001+07:00</published><updated>2010-09-20T17:00:54.274+07:00</updated><title type='text'>Ibnu Sina, Ilmuwan Semua Bidang dari Bukhara</title><content type='html'>&lt;div class="fr p20b p10d m10c"&gt;        &lt;div class="b3 bg2 p10"&gt; &lt;img src="http://ramadan.okezone.com/images-data/content/2009/08/24/333/250684/zFQMQ1mYuU.jpg" alt="berita" class="br3" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        &lt;div class="p5a lh"&gt;Ibnu Sina (pre-renaissance.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;        &lt;/div&gt;       &lt;/div&gt;           &lt;div&gt;Tak berlebihan jika intelektual Barat, George Sarton, menyebut Ibnu Sina sebagai "ilmuwan paling terkenal dari Islam dan salah satu yang paling terkenal pada semua bidang, tempat, dan waktu." Sebab, sebagai seorang ilmuwan, Ibnu Sina menguasai banyak cabang ilmu yang dipelajarinya dari berbagai tempat.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ibnu Sina yang memiliki nama asli Abu Ali al-Husain bin Abdullah merupakan dokter dan filsuf Islam termasyhur. Dia dilahirkan di Afsyanah, Bukhara (kini Uzbekistan) pada 370 H/980 M). Di Barat dia terkenal dengan nama Avicenna. Ayahnya seorang pegawai tinggi pada Dinasti Samaniah (204-395 H/819/1005 M).&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sejak kecil di usia 5 tahun Ibnu Sina belajar menghafal Alquran dan ilmu-ilmu agama. Kemudian mempelajari matematika, logika, fisika, geometri, astronomi, hukum Islam, teologi, kedokteran, dan metafisika. Dengan demikian, ia menguasai bermacam-macam ilmu pengetahuan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Profesinya di bidang kedokteran dimulai sejak umur 17 tahun. Kepopulerannnya sebagai dokter bermula ketika ia berhasil menyembuhkan Nuh bin Mansur (976-997 M), salah seorang penguasa Dinasti Samaniah. Banyak tabib dan ahli yang hidup pada masa itu tidak berhasil menyembuhkan penyakit sang raja.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sebagai penghargaan, Ibnu Sina diminta raja untuk menetap di istana, paling tidak untuk sementara selama sang raja dalam proses penyembuhan. Tapi Ibnu Sina menolaknya dengan halus. Dia hanya meminta izin untuk mengunjungi sebuah perpustakaan kerajaan yang kuno dan antik. Namun siapa sangka, dari sanalah ilmunya yang luas makin bertambah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ketika dia berusia 22 tahun, ayahnya meninggal. Setelah kematian ayahnya itulah dia mulai berkelana, menyebarkan ilmu dan mencari ilmu yang baru. Tempat pertama yang menjadi tujuannya adalah Jurjan, sebuah kota di Timur Tengah. Di sinilah dia bertemu dengan sastrawan dan ulama besar Abu Raihan Al-Biruni. Ia kemudian berguru kepada Al-Biruni.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dia dua kali menjabat sebagai menteri pada Dinasti Hamdani (293/394 H/905-1004 M). Karena terlibat persoalan politik, ia dipenjarakan dan dipecat dari kedudukannya sebagai menteri.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kebesaran nama Ibnu Sina terlihat dari beberapa gelar yang diberikan orang kepadanya, seperti &lt;em&gt;asy-Syaikh ar-Rais&lt;/em&gt; (Guru Para Raja) di bidang filsafat dan Pangeran Para Dokter di bidang kedokteran.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dia banyak meninggalkan karya tulis, semuanya ada kurang dari 200 buah, termasuk buku saku dan kumpulan suratnya, kebanyakan berbahasa Arab, selainnya berbahasa Persia.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bukunya yang terkenal antara lain &lt;em&gt;as-Syifa'&lt;/em&gt; (Penyembuhan), &lt;em&gt;al-Qanuun fi at-Tibb&lt;/em&gt; (Peraturan-Peraturan dalam Kedokteran) yang selama 15 abad menjadi literatur penting bagi fakultas-fakultas kedokteran di Eropa, &lt;em&gt;al-Isyaaraah wa at-Tanbihaat&lt;/em&gt; (Isyarat dan Penjelasan), &lt;em&gt;Mantiq al-Masyriqiyyiin&lt;/em&gt; (Logika Timur), dan &lt;em&gt;Uyuun al-Hikmah&lt;/em&gt; (Mata Air Hikmah).&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Perkembangan dunia kedokteran awal tidak bisa terlepas dari nama besar Ibnu Sina. Ia juga banyak menyumbangkan karya-karya asli dalam dunia kedokteran. Dalam &lt;em&gt;al-Qanuun fi at-Tibb&lt;/em&gt; misalnya, dia menulis ensiklopedia dengan jumlah jutaan item tentang pengobatan dan obat-obatan. Dia juga memperkenalkan penyembuhan secara sistematis, dan ini dijadikan rujukan selama tujuh abad lamanya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ibnu Sina memiliki pemikiran keagamaan yang mendalam. Pemahamannya mempengaruhi pandangan filsafatnya. Ketajaman pemikirannya dan kedalaman keyakinan keagamaannya secara simultan mewarnai alam pikirannya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ibnu Rusyd menyebutnya sebagai seorang yang agamis dalam filsafat, sementara al-Ghazali menjulukinya filsuf yang terlalu banyak berpikir.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mengikuti pendahulunya, al-Farabi, ia mengakui bahwa alam ini diciptakan dengan jalan emanasi (memancar dari Tuhan). Tuhan adalah wujud pertama yang immateri dan dari-Nya-lah memancar segala yang ada. Tuhan sebagai &lt;em&gt;al-wujuud al-awwal&lt;/em&gt; berpikir tentang diri-Nya, lalu dari pemikiran itu timbullah wujud kedua yang disebut akal pertama. Akal pertama ini mempunyai tiga objek pemikiran, yaitu Tuhan, dirinya sebagai &lt;em&gt;waajib al-wujuud&lt;/em&gt;, dan dirinya sebagai &lt;em&gt;mumkin al-wujuud&lt;/em&gt;. Pemikiran akal pertama tentang Tuhan melahirkan akal-akal berikutnya sampai kepada akal kesepuluh.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pemikiran akal pertama tentang dirinya sebagai &lt;em&gt;waajib al-wujuud&lt;/em&gt; memancarkan jiwa-jiwa dan pemikiran akal tentang dirinya sebagai &lt;em&gt;mumkin al-wujuud&lt;/em&gt; melahirkan semua langit. Demikianlah seterusnya, setiap akal yang jumlahnya 10 itu mempunyai tiga objek pemikiran dan dari pemikiran akal inilah kemudian memancar alam ini.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Karena itu dia tidak menerima konsep penciptaan alam dari tiada menjadi ada (&lt;em&gt;creatio ex nihilo&lt;/em&gt;) seperti yang dipahami oleh kebanyakan teolog Islam. Baginya alam ini qaadim (tidak mempunyai permulaan dari segi waktu). Antara Tuhan dan terjadinya alam tidak terdapat kesenjangan waktu. Pendapat ini mendapat tantangan keras dari al-Ghazali dalam bukunya &lt;em&gt;Tahaafut al-Falaasifah&lt;/em&gt; (Kekacauan Para Filsuf).&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;Ditulis dari Ensiklopedi Islam dan berbagai sumber lainnya.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-1178124851071752033?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/1178124851071752033/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=1178124851071752033' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/1178124851071752033'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/1178124851071752033'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2010/09/ibnu-sina-ilmuwan-semua-bidang-dari.html' title='Ibnu Sina, Ilmuwan Semua Bidang dari Bukhara'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-4025492637873367468</id><published>2010-09-20T16:59:00.001+07:00</published><updated>2010-09-20T16:59:49.399+07:00</updated><title type='text'>Abu Dzar, Pembasmi Korupsi Pecinta Kaum Papa</title><content type='html'>&lt;div class="fr p20b p10d m10c"&gt;        &lt;div class="b3 bg2 p10"&gt; &lt;img src="http://ramadan.okezone.com/images-data/content/2009/08/25/333/251224/8I2dGvMJu0.jpg" alt="berita" class="br3" /&gt;         &lt;div class="p5a lh"&gt;(Ilustrasi: ecotality.com)&lt;/div&gt;        &lt;/div&gt;       &lt;/div&gt;    &lt;div class="content"&gt;       &lt;p&gt;Di Lembah Waddan yang menghubungkan Makkah dan dunia luar, tinggallah suku Ghifar. Suku itu hidup mengandalkan sedikit pemberian kafilah perdagangan Quraisy yang melintas antara Syam (kini Suriah) dan Makkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering pula mereka hidup dengan menggerebek kafilah yang tidak memenuhi kebutuhan mereka. Jundub bin Junadah alias Abu Dzar adalah anggota suku tersebut. Dia dikenal karena keberanian, ketenangan, pemikiran yang jauh, dan juga kebenciannya pada pemujaan berhala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika, saat dia berada di gurun Waddan, kabar tentang hadirnya seorang nabi baru di Makkah sampai ke telinganya. Dia sangat berharap kehadiran sosok nabi itu akan membantu mengubah hati dan pikiran masyarakat dan membawa mereka keluar dari kegelapan takhayul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa banyak membuang waktu, dia memanggil saudara lelakinya, Anis, dan berkata kepadanya: "Pergilah ke Makkah dan carilah informasi apapun yang kamu bisa mengenai lelaki yang mengklaim dialah rasul dan wahyu datang kepadanya dari surga. Dengarkan apa yang dia katakan, dan ceritakan kembali kepadaku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anis pergi ke Makkah dan bertemu Nabi Muhammad SAW. Dia mendengarkan apa yang dikatakan, dan kembali ke gurun Waddan. Abu Dzar yang tak sabar langsung menanyakan ucapan sang nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya telah melihat seorang lelaki," lapor Anis. "Dia menyeru orang-orang untuk berbuat baik. Kata-katanya jelas, dan bukan syair."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa yang orang bilang tentang dia?" tanya Abu Dzarr.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mereka bilang dia adalah seorang penyihir, tukang ramal, dan penyair."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Keingintahuanku belum terpuaskan. Aku belum puas dengan hal ini. Maukah kau menjaga keluargaku ketika aku pergi dan menguji misi nabi ini?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, tapi hati-hati dengan penduduk Makkah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita, tibalah Abu Dzar di Makkah dan langsung jatuh cinta dengan ajaran Muhammad. Dia menjadi orang kelima (kisah lain menyebut keenam) yang pertama-tama masuk Islam. Tanpa keraguan bahkan dia berani mendeklarasikan agama barunya di keramaian Kota Makkah, hingga membuatnya sempat dipukuli warga Makkah ketika itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Dzar merupakan sahabat yang sangat dekat dengan Rasulullah. Saking cintanya, Abu Dzar menyebut Nabi Muhammad dengan panggilan "khalili", yang artinya sahabatku. Yang juga menonjol dari Abu Dzar adalah kecintaannya kepada kaum papa, hingga membuatnya dijuluki sebagai "bapak kaum fakir miskin".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Dzar juga dikenal gigih memberantas korupsi semenjak pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab hingga Khalifah Utsman bin Affan. Ketika dia tinggal di Damaskus yang dipimpin Gubernur Muawiyah yang bergelimang kemewahan, Abu Dzar pernah berfatwa bahwa orang Muslim tidak boleh menyimpan harta lebih dari tiga malam. Harus segera diserahkan kepada fakir miskin yang &lt;em&gt;mustahiq&lt;/em&gt; (yang berhak).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Dzar memegang betul wasiat Rasulullah. Dalam hadist yang diriwayatkan Anas bin Malik, suatu ketika Rasulullah menyapa Abu Dzar. Sambil memegang tangan Abu Dzar, Nabu berkata, "Wahai Abu Dzar! Sesungguhnya di antara kedua tanganmu ada bukit penghalang. Ia sukar untuk didaki, kecuali orang yang ringan bawaaannya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Dzar bertanya "Wahai Nabi, apakah aku termasuk yang ringan atau berat bawaanku?" Nabi bertanya, "Adakah kau punya makanan untuk besok pagi?" Dijawab ada. "Untuk lusa?" Abu menjawab, tidak ada! Nabi bertutur, "Andai kau punya makanan untuk lusa. Niscaya termasuk orang yang berat bawaannya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(&lt;em&gt;Diolah dari witness-pioneer.org dan sumber lainnya&lt;/em&gt;) (jri)&lt;/p&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-4025492637873367468?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/4025492637873367468/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=4025492637873367468' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/4025492637873367468'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/4025492637873367468'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2010/09/abu-dzar-pembasmi-korupsi-pecinta-kaum.html' title='Abu Dzar, Pembasmi Korupsi Pecinta Kaum Papa'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-7000960903381374622</id><published>2010-09-20T16:58:00.001+07:00</published><updated>2010-09-20T16:58:46.573+07:00</updated><title type='text'>Berziarah ke Makam Tokoh Sattariyah</title><content type='html'>&lt;img src="http://ramadan.okezone.com/images-data/content/2009/08/26/260/251564/EEhbwZSFz2.jpg" alt="berita" class="br3" /&gt;         &lt;div class="fr p20b p10d m10c"&gt;&lt;div class="b3 bg2 p10"&gt;&lt;div class="p5a lh"&gt;Peziarah di makam Syekh Burhanuddin. (Rus Akbar&lt;/div&gt;        &lt;/div&gt;       &lt;/div&gt;    &lt;div class="content"&gt;       &lt;p&gt;  &lt;strong&gt;ULAKAN - &lt;/strong&gt;Siapa yang tak kenal dengan Kecamatan Ulakan, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Ulakan merupakan pusat penyebaran Agama Islam dengan aliran Sattriyah, atau lebih dikenal tarekat Sattariyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di daerah tersebut juga terdapat makam tokoh penyebar agama Islam dengan Terekat Sattariyah, Syekh Burhanuddin. Tiap tahun ribuan orang penganut ajaran ini membanjiri makam tersebut untuk berziarah dan memohon berkah dari tokoh tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang datang ke makam Syekh Buhanuddin tersebut percaya kalau berziarah dan berdoa akan terkabulkan permintaan mereka. Warga yang berkunjung ke makam tersebut dinamakan bersyafar atau bersapa ke makan Syekh Burhanuddin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut juru kunci makam Syekh Burhanuddin, Ali Imran TR Radhi pada okezone beberapa waktu lalu mengatakan warga yang datang ke Makam tersebut biasanya pada bulan Syafar sesuai dengan tahun hijriah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jamaah yang datang itu biasanya berasal dari luar Ulakan bahkan dari luar Sumatera Barat juga datang ke sini untuk berziarah," ungkap Ali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya para penziarah datang ke kuburan Syekh Burhanuddin ini membawah bunga tujuh rupa, jeruk nipis serta air dalam botol mineral. Air tersebut diambil di kawasan makam itu kemudian mereka letakkan dekat kuburan Syekh Burhanuddin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan itu juru kunci dan panitia Syafar akan memimpin doa para penziarah. "Dalam ziarah tersebut mereka membacakan Alfatihah, tahlil serta membaca zikir dan akhirnya mereka membaca nazar mereka untuk mendapatkan berkat," kata Ali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika acara ziarah telah usai itu mereka juga mengambil tanah kuburan serta air yang mereka letakkan di kuburan tersebut untuk di bawah pulang. Namun mereka tidak serta merta pulang. sebelumnya, para penziarah membasuh wajah serta tangan dan kaki mereka. Dengan mengusapkan air yang ada di makam tersebut maka dipercaya niat para penziarah akan terkabulkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air dan tanah yang mereka bawah pulang dipercayai akan memberikan berkah, itu biasanya mereka kasih untuk tanah perkebunan, rumah karena jamaah ini menganggap bahwa dengan membawah tanah dari kuburan seorang syekh akan mendapatkan rezeki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam makam tersebut ada dua petak kuburan, petak pertama tersebut berisi sekitar 30 kuburan yang sudah dipagari luasnya sekitar seperdelapan hektare. Masih dalam kawasan makam tersebut tersebut ada tiga kuburan yang memang sudah dipagari itu terkesan agak istimewa karena makam tersebut diberi pintu besi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam makam itu ada tiga makam, di posisi di tengah itulah makam Syehk Burhanunddin, sampai kiri dan kana ada makam Syekh Abul Rahman dan Idris Khatib Rajo Lelo. Mereka ini adalah teman akrab Syekh Burhanuddin yang sama menjadi penyiar agama Islam di Ulakan. Sementara kuburan yang berada di luar tersebut merupakam makam para khalifah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syekh Burhanuddin sendiri meninggal pada 10 Syafar tahun 1111 Hijriah dan itu dijadikan sebagai hari peziarah. Jumlah orang datang ke lokasi tersebut mencapai ribuan orang tiap hari mereka terus datang namun puncaknya 10 Syafar. (fit)&lt;/p&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-7000960903381374622?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/7000960903381374622/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=7000960903381374622' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/7000960903381374622'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/7000960903381374622'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2010/09/berziarah-ke-makam-tokoh-sattariyah.html' title='Berziarah ke Makam Tokoh Sattariyah'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-7068503274674401645</id><published>2010-09-20T16:56:00.000+07:00</published><updated>2010-09-20T16:57:52.858+07:00</updated><title type='text'>Kata Intelektual Barat Tentang Alquran</title><content type='html'>&lt;img src="http://ramadan.okezone.com/images-data/content/2009/08/27/333/251897/pF0WfRcnJC.jpg" alt="berita" class="br3" /&gt;         &lt;div class="fr p20b p10d m10c"&gt;&lt;div class="b3 bg2 p10"&gt;&lt;div class="p5a lh"&gt;(Foto: muslimbychoice.wordpress.com)&lt;/div&gt;        &lt;/div&gt;       &lt;/div&gt;    &lt;div class="content"&gt;       &lt;p&gt;&lt;em&gt;"Kitab (Alquran) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertaqwa" &lt;/em&gt;(QS Al-Baqarah (2):2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alquran adalah sumber pengetahuan dan pelajaran bagi umat Islam. Kitab suci ini merupakan mukjizat yang diturunkan Allah SWT kepada Muhammad SAW untuk membimbing umat manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, bagaimana pandangan para intelektual Barat mengenai kitab suci yang diturunkan di bulan Ramadan ini? Berikut beberapa penuturan mereka yang dikutip dari buku &lt;em&gt;Sejarah Alquran&lt;/em&gt; karangan Prof Dr Abubakar Aceh dan sumber lainnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Maurice Bucaille (19 Juli 1920-1998), ahli bedah Prancis, penulis &lt;em&gt;Bible, Quran, and Modern Science:&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Saya menyelidiki keserasian teks Alquran dengan sains modern secara objektif dan tanpa prasangka. Mula-mula, saya mengerti, dengan membaca terjemahan, bahwa Alquran menyebutkan bermacam-macam fenomena alamiah, tetapi dengan membaca terjemahan itu saya hanya memperoleh pengetahuan yang  samar (ringkas). Dengan membaca teks Arab secara teliti sekali saya dapat mengadakan inventarisasi yang membuktikan bakwa Alquran tidak mengandung sesuatu pernyataan yang dapat dikritik dari segi pandangan ilmiah di zaman modern ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Edward Gibbon (1737-1794), ahli sejarah Inggris:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alquran adalah sebuah kitab agama, kitab kemajuan, kenegaraan, persaudaraan, kemahkamahan, dan undang-undang tentara dalam agama Islam. Alquran mengandung isi yang lengkap, mulai dari urusan ibadah, ketauhidan, sampai kepada hal yang mengenai jasmani, mulai dari pembicaraan hak-hak dan kewajiban segolongan umat sampai kepada akhlak dan perangai, sampai kepada hukum siksa dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Alwuran dijelaskan segala pembalasan amal. Alquranlah yang menjadi sumber peraturan negara (bagi umat Islam), sumber undang-undang dasar, memutuskan sesuatu perkara yang berhubungan dengan kehartaan, maupun dengan kejiwaan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Geogre Bernard Shaw (lahir 26 Juli 2856), pengarang Inggris:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama Islam cukup untuk mengobati penyakit kemanusiaan dan orang-orang yang berkemajuan sekarang sudah mulai insaf akan hakekatnya. Berat sangkaku untuk mengatakan, bahwa dua abad lagi kemudian, orang akan Islam semuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;JW Goethe (1749-1832), pengarang dan ahli filsafat Jerman:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana jua pun saya membaca Alquran itu, tidak habis-habisnya saya bertemu dengan ajaran-ajaran yang menggerakkan saya kepada mendalamkan pengetahuan agama. Susunan kalimatnya sangat molek dan indah, isi dan tujuannya bolehlah menjadi pedoman untuk jalan bahagia, kemuliaan yang tinggi, dan beberapa pelajaran yang menakutkan untuk pekerjaan jahat. Demikian pada pikiran saya kitab Alquran ini akan berjalan terus melalui tiap zaman dan sangat berpengaruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;IOM Deutsch (1829-1873), ahli ketimuran Jerman:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya melihat keajaiban dalam Alquran, satu kitab yang sudah menolong umat Arab dalam membuka dunia, jauh lebih besar dari apa yang telah diperbuat Alexander de Groote, juga lebih besar daripada apa yang telah dicapai oleh Bangsa Rumania. Pengaruh Alquranlah yang menarik bangsa Arab dalam sedikit waktu masuk ke Eropa dan menjadi raja dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsa Arab pernah ke Eropa sebagai tuan dan ahli dagang yang terkenal, yang demikian digerakkan oleh Alquran yang dibawanya ke sana sebagai suluh dalam gelap-gulita. Mereka membawa peradaban, kecerdasan, pengetahuan dan kebijaksanaan, memberi pelajaran tentang ilmu falsafah, ilmu bintang, kedokteran, ilmu syair, yang kemajuannya pernah berkilau-kilau di Eropa sebagai juga di tanah Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan Alquran itulah bangsa Arab berdiri dan tegak menyiarkan ilmu pengetahuian, dan dengan mengenangkan jasa mereka yang amat mulia itu, kita membuat air mata, tatkala mereka pergi dari Andalusia, ketika Granada terlepas dari tangan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;M de Montaigne (1533-1592), pujanga Prancis:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita memandang Islam dengan kacamata pengetahuan yang adil (pandangan umum), meskipun hanya sebagian kecil, maka mengertilah kita bahwa Islam itu agama yang memberi contoh tentang kemajuan, kemerdekaan, keadilan di dalam hidup masyarakat dengan politik yang teratur. Islam itu adalah pokok kemajuan yang amat hebat, yang telah mengibarkan benderanya diua atas mercu Barat dan Timur. Sesudah itu dunia Islam lalu jatuh dan kini telah (mulai) bangun lagi, hendak mengambil panji kemuliaan dan kedudukannya yang telah hilang itu, dan yang demikian itu sudah menjadi tabiat lantaran kitab sucinya Alquran.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;GM Rodwell:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu yang berhubung dengan ketuhanan di dalam Alquran itu sangat dalamnya. Keterangan-keterangan yang ringkas dan jelas penuh berisi dengan hikmah dan pelajaran, yang dapat menunjukkan jalan ke arah yang betul. (jri)&lt;/p&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-7068503274674401645?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/7068503274674401645/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=7068503274674401645' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/7068503274674401645'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/7068503274674401645'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2010/09/kata-intelektual-barat-tentang-alquran.html' title='Kata Intelektual Barat Tentang Alquran'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-6307688054872956930</id><published>2010-09-20T16:55:00.000+07:00</published><updated>2010-09-20T16:56:30.022+07:00</updated><title type='text'>Kisah Salman al-Farisi Mencari Kebenaran</title><content type='html'>&lt;div class="fr p20b p10d m10c"&gt;        &lt;div class="b3 bg2 p10"&gt; &lt;img src="http://ramadan.okezone.com/images-data/content/2009/09/01/333/253318/v6rgQhvoVQ.jpg" alt="berita" class="br3" /&gt;         &lt;div class="p5a lh"&gt;(Ilustrasi: weathersavvy.com)&lt;/div&gt;        &lt;/div&gt;       &lt;/div&gt;    &lt;div class="content"&gt;       &lt;p&gt;Salman al-Farisi pada awal hidupnya adalah seorang bangsawan dari Persia yang menganut agama Majusi. Namun dia tidak merasa nyaman dengan agamanya. Pergolakan batin itulah yang mendorongnya untuk mencari agama yang dapat menentramkan hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah Salman diceritakan langsung kepada seorang sahabat dan keluarga dekat Nabi Muhammad bernama Abdullah bin Abbas:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salman dilahirkan dengan nama Persia, Rouzbeh, di kota Kazerun, Fars, Iran. Ayahnya adalah seorang Dihqan (kepala) desa. Dia adalah orang terkaya di sana dan memiliki rumah terbesar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayahnya menyayangi dia, melebihi siapa pun. Seiring waktu berlalu, cintanya kepada Salman semakin kuat dan membuatnya semakin takut kehilangan Salman. Ayahnya pun menjaga dia di rumah, seperti penjara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah Salman memiliki sebuah kebun yang luas, yang menghasilkan pasokan hasil panen berlimpah. Suatu ketika ayahnya meminta dia mengerjakan sejumlah tugas di tanahnya. Tugas dari ayahnya itulah yang menjadi awal pencarian kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ayahku memiliki areal tanah subur yang luas. Suatu hari, ketika dia sibuk dengan pekerjaannya, dia menyuruhku untuk pergi ke tanah itu dan memenuhi beberapa tugas yang dia inginkan. Dalam perjalanan ke tanah tersebut, saya melewati gereja Nasrani. Saya mendengarkan suara orang-orang shalat di dalamnya. Saya tidak mengetahui bagaimana orang-orang di luar hidup, karena ayahku membatasiku di dalam rumahnya! Maka ketika saya melewati orang-orang itu (di gereja) dan mendengarkan suara mereka, saya masuk ke dalam untuk melihat apa yang mereka lakukan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ketika saya melihat mereka, saya menyukai salat mereka dan menjadi tertarik terhadapnya (yakni agama). Saya berkata (kepada diriku), 'Sungguh, agama ini lebih baik daripada agama kami'".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salman memiliki pemikiran yang terbuka, bebas dari taklid buta. "Saya tidak meninggalkan mereka sampai matahari terbenam. Saya tidak pergi ke tanah ayahku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketika pulang, ayahnya bertanya. Salman pun menceritakan bertemu dengan orang-orang Nasrani dan mengaku tertarik. Ayahnya terkejut dan berkata: "Anakku, tidak ada kebaikan dalam agama itu. Agamamu dan agama nenek moyangmu lebih baik."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak, agama itu lebih baik dari milik kita," tegas Salman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah Salman pun bersedih dan takut Salman akan meninggalkan agamanya. Jadi dia mengunci Salman di rumah dan merantai kakinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salman tak kehabisan akan dan mengirimkan sebuah pesan kepada penganut Nasrani, meminta mereka mengabarkan jika ada kafilah pedagang yang pergi ke Suriah. Setelah informasi didapat, Salman pun membuka rantai dan kabur untuk bergabung dengan rombongan kafilah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika tiba di Suriah, dia meminta dikenalkan dengan seorang pendeta di gereja. Dia berkata: "Saya ingin menjadi seorang Nasrani dan memberikan diri saya untuk melayani, belajar dari anda, dan salat dengan anda."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang pendeta menyetujui dan Salman pun masuk ke dalam gereja. Namun tak lama kemudian, Salman menemukan kenyataan bahwa sang pendeta adalah seorang yang korup. Dia memerintahkan para jemaah untuk bersedekah, namun ternyata hasil sedekah itu ditimbunnya untuk memperkaya diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pendeta itu meninggal dunia dan umat Nasrani berkumpul untuk menguburkannya, Salman mengatakan bahwa pendeta itu korup dan menunjukkan bukti-bukti timbunan emas dan perak pada tujuh guci yang dikumpulkan dari sedekah para jemaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah pendeta itu wafat, Salman pun pergi untuk mencari orang saleh lainnya, di Mosul, Nisibis, dan tempat lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendeta yang terakhir berkata kepadanya bahwa telah datang seorang nabi di tanah Arab, yang memiliki kejujuran, yang tidak memakan sedekah untuk dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salman pun pergi ke Arab mengikuti para pedagang dari Bani Kalb, dengan memberikan uang yang dimilikinya. Para pedagang itu setuju untuk membawa Salman. Namun ketika mereka tiba di Wadi al-Qura (tempat antara Suriah dan Madinah), para pedagang itu mengingkari janji dan menjadikan Salman seorang seorang budak, lalu menjual dia kepada seorang Yahudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita, akhirnya Salman dapat sampai ke Yatsrib (Madinah) dan bertemu dengan rombongan yang baru hijrah dari Makkah. Salman dibebaskan dengan uang tebusan yang dikumpulkan oleh Rasulullah SAW dan selanjutnya mendapat bimbingan langsung dari beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa gembira hatinya, kenyataan yang diterimanya jauh melebihi apa yang dicita-citakannya, dari sekadar ingin bertemu dan berguru menjadi anugerah pengakuan sebagai muslimin di tengah-tengah kaum Muhajirin dan kaum Anshar yang disatukan sebagai saudara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah kepahlawanan Salman yang terkenal adalah karena idenya membuat parit dalam upaya melindungi kota Madinah dalam Perang Khandaq. Ketika itu Madinah akan diserang pasukan Quraisy yang mendapat dukungan dari suku-suku Arab lainnya yang berjumlah 10.000 personel. Pemimpin pasukan itu adalah Abu Sufyan. Ancaman juga datang dari dalam Madinah, di mana penganut Yahudi dari Bani Quradhzah akan mengacau dari dalam kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW pun meminta masukan dari sahabat-sahabatnya bagaimana strategi menghadapi mereka. Setelah bermusyawarah akhirnya saran Salman Al Farisi atau yang biasa dipanggil Abu Abdillah diterima. Strategi Salman memang belum pernah dikenal oleh bangsa Arab pada waktu itu. Namun atas ketajaman pertimbangan Rasulullah SAW, saran tersebut diterima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas saran Salman itulah perang dengan jumlah pasukan yang tak seimbang dimenangkan kaum Muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah meninggalnya Nabi Muhammad, Salman dikirim untuk menjadi gubernur di daerah kelahirannya, hingga dia wafat.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;Diolah dari: Wikipedia, The Search for The Truth -by a Man Known as Salman the Persian karangan Dr Saleh as-Saleh, dan sumber-sumber lainnya.&lt;/em&gt; (jri)&lt;/p&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-6307688054872956930?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/6307688054872956930/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=6307688054872956930' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/6307688054872956930'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/6307688054872956930'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2010/09/kisah-salman-al-farisi-mencari.html' title='Kisah Salman al-Farisi Mencari Kebenaran'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-3214621958221421777</id><published>2010-09-20T16:54:00.000+07:00</published><updated>2010-09-20T16:55:50.942+07:00</updated><title type='text'>Percakapan Khadijah dan Waraqah bin Naufal</title><content type='html'>&lt;div class="fr p20b p10d m10c"&gt;        &lt;div class="b3 bg2 p10"&gt; &lt;img src="http://ramadan.okezone.com/images-data/content/2009/09/03/333/254191/ngaIZMwVx9.jpg" alt="berita" class="br3" /&gt;         &lt;div class="p5a lh"&gt;(Ilustrasi: ecotality.com)&lt;/div&gt;        &lt;/div&gt;       &lt;/div&gt;    &lt;div class="content"&gt;       &lt;p&gt;MUHAMMAD sedang tidur. Khadijah menatapnya dengan hati penuh kasih dan harapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dilihatnya ia tidur nyenyak, nyenyak dan tenang sekali, ditinggalkannya orang itu perlahan-lahan. Ia keluar, dengan pikiran masih pada orang itu, orang yang pernah menggoncangkan hatinya. Pikirannya pada hari esok, pada hari yang akan memberikan harapan baik kepadanya. Harapannya, suami itu akan menjadi nabi atas umat yang kini tengah hanyut dalam kesesatan. Ia akan membimbing mereka dengan ajaran agama yang benar serta akan membawa mereka ke jalan yang lurus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, sungguh pun begitu, menghadapi masa yang akan datang, ia merasa kuatir sekali, khawatir akan nasib suami yang setia dan penuh kasih-sayang itu. Dibayangkannya dalam hatinya apa yang telah diceritakan kepadanya itu. Dibayangkannya itu malaikat yang begitu indah, yang memperlihatkan diri di angkasa, setelah menyampaikan wahyu Tuhan kepadanya dan yang kemudian memenuhi seluruh ruangan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selalu dia melihat malaikat itu ke mana saja dia mengalihkan muka. Khadijah masih mengulangi kata-kata yang dibacakan dan sudah terpateri dalam dada Muhammad itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua itu dibentangkan kembali oleh Khadijah di depan mata hatinya. Kadang terkembang senyum di bibir, karena suatu harapan; kadang kecut juga rasanya, karena takut akan nasib yang mungkin akan menimpa diri Al-Amin kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak tahan dia tinggal seorang diri lama-lama. Pikirannya berpindah-pindah dari harapan yang manis sedap kepada kesangsian dan harap-harap cemas. Terpikir olehnya akan mencurahkan segala isi hatinya itu kepada orang yang sudah dikenalnya bijaksana dan akan dapat memberikan nasihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, kemudian dia pergi menjumpai saudara sepupunya (anak paman), Waraqah bin Naufal. Seperti sudah disebutkan, Waraqah adalah seorang penganut agama Nasrani yang sudah mengenal Bibel dan sudah pula menerjemahkannya sebagian ke dalam bahasa Arab. Ia menceritakan apa yang pernah dilihat dan didengar Muhammad dan menceritakan pula apa yang dikatakan Muhammad kepadanya, dengan menyebutkan juga rasa kasih dan harapan yang ada dalam dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waraqah menekur sebentar, kemudian berkata: "Maha Kudus Ia, Maha Kudus. Demi Dia yang memegang hidup Waraqah. Khadijah, percayalah, dia telah menerima Namus Besar seperti yang pernah diterima Musa. Dan sungguh dia adalah Nabi umat ini. Katakan kepadanya supaya tetap tabah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada umumnya kata 'namus besar' (an-namus'l-akbar) oleh beberapa penulis yang datang kemudian diberi anotasi, bahwa kata namus berarti 'Jibril.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khadijah pulang. Dilihatnya Muhammad masih tidur. Dipandangnya suaminya itu dengan rasa kasih dan penuh ikhlas, bercampur harap dan cemas. Dalam tidur yang demikian itu, tiba-tiba ia menggigil, napasnya terasa sesak dengan keringat yang sudah membasahi wajahnya. Ia terbangun, manakala didengarnya malaikat datang membawakan wahyu kepadanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai orang yang berselimut! Bangunlah dan sampaikan peringatan. Dan agungkan Tuhanmu. Pakaianmu pun bersihkan. Dan hindarkan perbuatan dosa. Jangan kau memberi, karena ingin menerima lebih banyak. Dan demi Tuhanmu, tabahkan hatimu." (QS 74:1-7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dipandangnya ia oleh Khadijah, dengan rasa kasih yang lebih besar. Didekatinya ia perlahan-lahan seraya dimintanya, supaya kembali ia tidur dan beristirahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Waktu tidur dan istirahat sudah tak ada lagi, Khadijah," jawabnya. "Jibril membawa perintah supaya aku memberi peringatan kepada umat manusia, mengajak mereka, dan supaya mereka beribadat hanya kepada Allah. Tapi siapa yang akan kuajak? Dan siapa pula yang akan mendengarkan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khadijah berusaha menenteramkan hatinya. Cepat-cepat ia menceritakan apa yang didengarnya dari Waraqah tadi. Dengan penuh gairah dan bersemangat sekali kemudian ia menyatakan dirinya beriman atas kenabiannya itu. Sudah sewajarnya apabila Khadijah cepat-cepat percaya kepadanya. Ia sudah mengenalnya benar. Selama hidupnya laki-laki itu selalu jujur, orang berjiwa besar ia dan selalu berbuat kebaikan dengan penuh rasa kasih-sayang. Selama dalam tahannuth, dilihatnya betapa besar kecenderungannya kepada kebenaran, dan hanya kebenaran semata-mata. Ia mencari kebenaran itu dengan persiapan jiwa, kalbu, dan pikiran yang sudah begitu tinggi, membubung melampaui jangkauan yang akan dapat dibayangkan manusia, manusia yang menyembah patung dan membawakan kurban-kurban ke sana; mereka yang menganggap bahwa itu adalah tuhan yang dapat mendatangkan bencana dan keuntungan. Mereka membayangkan, bahwa itu patut disembah dan diagungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita itu sudah melihatnya betapa benar ia pada tahun-tahun masa tahannuth itu. Juga ia melihatnya betapa benar keadaannya tatkala pertama kali ia kembali dari Hua Hira', sesudah kerasulannya. Ia bingung sekali. Dimintanya oleh Khadijah, apabila malaikat itu nanti datang supaya diberitahukan kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bilamana kemudian Muhammad melihat malaikat itu datang, didudukannya ia oleh Khadijah di paha kirinya, kemudian di paha kanan dan di pangkuannya. Malaikat itupun masih juga dilihatnya. Khadijah menghalau dan mencampakkan tutup mukanya. Waktu itu tiba-tiba Muhammad tidak lagi melihatnya. Khadijah tidak ragu lagi bahwa itu adalah malaikat, bukan setan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah peristiwa itu, pada suatu hari Muhammad pergi akan mengelilingi Kakbah. Di tempat itu Waraqah bin Naufal menjumpainya. Sesudah Muhammad menceritakan keadaannya, Waraqah berkata: "Demi Dia Yang memegang hidup Waraqah. Engkau adalah Nabi atas umat ini. Engkau telah menerima Namus Besar seperti yang pemah disampaikan kepada Musa. Pastilah kau akan didustakan orang, akan disiksa, akan diusir dan akan diperangi. Kalau sampai pada waktu itu aku masih hidup, pasti aku akan membela yang di pihak Allah dengan pembelaan yang sudah diketahuiNya pula."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Waraqa mendekatkan kepalanya dan mencium ubun-ubun Muhammad. Muhammad pun segera merasakan adanya kejujuran dalam kata-kata Waraqah itu, dan merasakan pula betapa beratnya beban yang harus menjadi tanggungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ia jadi memikirkan, bagaimana akan mengajak kaum Quraisy supaya turut beriman; padahal ia tahu benar mereka sangat kuat mempertahankan kebatilan itu. Mereka bersedia berperang dan mati untuk itu. Ditambah lagi mereka masih sekeluarga dan sanak famili yang dekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh pun begitu, tetapi mereka dalam kesesatan. Sedang apa yang dianjurkannya kepada mereka, itulah yang benar. Ia mengajak mereka, agar jiwa dan hati nurani mereka dapat lebih tinggi sehingga dapat berhubungan dengan Allah Yang telah menciptakan mereka dan menciptakan nenek-moyang mereka; agar mereka beribadat hanya kepadaNya, dengan penuh ikhlas, dengan jiwa yang bersih, untuk agama. Ia mengajak mereka supaya mereka mendekatkan diri kepada Allah dengan perbuatan yang baik, dengan memberikan kepada orang berdekatan, hak-hak mereka, begitu juga kepada orang yang dalam perjalanan; agar mereka menjauhkan diri dari menyembah batu-batu yang mereka buat jadi berhala yang menurut dugaan mereka akan mengampuni segala dosa mereka dari perbuatan angkara-murka yang mereka lakukan, dari menjalankan riba dan memakan harta anak piatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyembahan mereka demikian itu membuat jiwa dan hati mereka lebih keras dan lebih membatu dari patung-patung itu. Ia memperingatkan mereka agar mereka mau melihat ciptaan Tuhan yang ada di langit dan di bumi; supaya semua itu menjadi tamsil dalam jiwa mereka serta kemudian menyadari betapa dahsyat dan agungnya semua itu. Dengan kesadaran demikian mereka akan memahami kebesaran undang-undang Ilahi yang berlaku di langit dan di bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, dengan ibadatnya itu akan memahami pula kebesaran Al Khalik Pencipta alam semesta ini, Yang Tunggal, tiada bersekutu. Dengan demikian mereka akan lebih tinggi, akan lebih luhur Mereka akan diisi oleh rasa kasih-sayang terhadap mereka yang belum mendapat petunjuk Tuhan, dan akan berusaha ke arah itu. Mereka akan berlaku baik terhadap semua anak piatu, terhadap semua orang yang malang dan lemah. Ya! Ke arah itulah Tuhan memerintahkannya, supaya ia mengajak mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, itu jantung yang sudah begitu keras, jiwa yang sudah begitu kaku, sudah jadi kering dalam menyembah berhala seperti yang dilakukan oleh nenek-moyang mereka dahulu. Di tempat itu mereka berdagang, dan membuat Mekah menjadi pusat kunjungan penyembah berhala! Akan mereka tinggalkankah agama nenek-moyang mereka dan mereka lepaskan kedudukan kota mereka yang berarti suatu bahaya bilamana sudah tak ada lagi orang yang akan menyembah berhala? Lalu bagaimana pula akan membersihkan jiwa serupa itu dan melepaskan diri dari noda hawa-nafsu, hawa-nafsu yang akan menjerumuskan mereka, sampai kepada nafsu kebinatangannya, padahal dia sudah memperingatkan manusia supaya mengatasi nafsunya, menempatkan diri di atas berhala-berhala itu? Kalau mereka sudah tidak mau percaya kepadanya, apalagi yang harus ia lakukan? Inilah yang menjadi masalah besar itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Diambil dari buku Sejarah Hidup Muhammad yang ditulis Muhammad Husain Haekal&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt; (jri)&lt;/p&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-3214621958221421777?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/3214621958221421777/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=3214621958221421777' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/3214621958221421777'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/3214621958221421777'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2010/09/percakapan-khadijah-dan-waraqah-bin.html' title='Percakapan Khadijah dan Waraqah bin Naufal'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-7220614772188354201</id><published>2010-09-20T16:52:00.000+07:00</published><updated>2010-09-20T16:53:15.760+07:00</updated><title type='text'>Awal Kegelapan Eropa</title><content type='html'>-               &lt;br /&gt;                 &lt;div class="fr p20b p10d m10c"&gt;        &lt;div class="b3 bg2 p10"&gt; &lt;img src="http://ramadan.okezone.com/images-data/content/2010/08/16/333/363382/Fkj0pyVUtw.jpg" alt="berita" class="br3" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                &lt;/div&gt;       &lt;/div&gt;           Polemik Alquran terhadap orang Yahudi sebetulnya bukan menyangkut ketuhanan tetapi manusia, bahwa mereka sombong sekali dan mengklaim diri sebagai the choosen people, umat pilihan Tuhan. Klaim seperti ini kemudian mengakibatkan universalisme ajaran Tuhan dikebiri untuk hanya menjadi suatu ajaran nasional, bahkan tribal (kesukuan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama Kristen, mungkin sudah sejak Nabi isa, dengan sedikit ekses melalui Paulus membuat penyimpangan yang sangat serius, yakni hendak penguniversalkan ajaran Tuhan. Akibatnya, agama yang semula diperuntukkan intern Yahudi, oleh Paulus diuniversalkan sehingga bisa menjadi agamanya kaum Gentiles (orang Yunani, Romawi, dan sebagainya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polemik Alquran terhadap Kristen yang utama adalah mengenai teologinya, sedangkan kemanusiaannya banyak mendapat pujian. Misalnya, ...dan Kami tanamkan ke dalam hati mereka yang menjadi pengikutnya rasa cinta (santun-NM) dan kasih sayang (Q.,57:27). Dalam skema Alquran, Nabi Isa tampil untuk menetralisasi kekakuan orientasi hukum pada agama Yahudi yang sudah pada tingkat menjadi eksesif sehingga mengancam orientasi kemanusiaan. Maka maksud kedatangan Nabi Isa dilambangkan dalam firman-Nya, Dan untuk menghalalkan bagi kamu apa yang sebagian diharamkan kepada kamu (Q.,3:50), dan kemudian dikompensasi dengan ajaran kasih. Dengan adanya unsur kasih, maka konsep kemanusiaan dalam Kristen lebih universal dibanding dengan Yahudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada perkembangan lebih lanjut, Paulus memperkenallkan doktrin kejatuhan Adam dan konsep tentang Isa sebagai juru selamat. Untuk mendukung ini, kemudian ditekankan konsep manusia sebagai makhluk yang pada dasarnya jahat, sebuah pesimisme kepada kemanusiaan. Menurut Russell, pesimisme itulah yang menyebabkan Eropa mengalami zaman kegelapan luar biasa. Hanya dengan datangnya Islam, Eropa muncul kembali melalui zaman pencerahan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Ensiklopedi Nurcholish Madjid&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-7220614772188354201?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/7220614772188354201/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=7220614772188354201' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/7220614772188354201'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/7220614772188354201'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2010/09/awal-kegelapan-eropa.html' title='Awal Kegelapan Eropa'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-7275930365613670447</id><published>2010-09-20T16:51:00.001+07:00</published><updated>2010-09-20T16:51:50.333+07:00</updated><title type='text'>Arsitektur dan Gambaran Surga</title><content type='html'>&lt;div class="b2 w641 fl p10"&gt;&lt;div class="w643 fl p10a"&gt;-               &lt;br /&gt;      &lt;/div&gt;      &lt;/div&gt;                Dalam Islam tidak ada lukisan. Walaupun sekarang orang Islam mulai menyukai lukisan, tetapi sebetulnya ekspedisi seni Islam adalah di bidang arsitektur. Karena itu, umat Islam sangat unggul di bidang ini. Maka seindah-indahnya Borobudur atau Prambanan, warnanya tetaplah warna batu, yaitu warna abu-abu. Tidak ada permainan warna di sana. Berbeda dengan bangunan-bangunan orang Islam yang memakai warna sebagai bagian dari rasa estetika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang akan mengatakan bahwa seindah-indah bangunan di muka bumi ini, sampai sekarang, adalah Taj Mahal. Selain bentuk dan kecanggihan di dalam pelukisan kaligrafi dan arabesknya, permainan warna juga digunakan. Warna  putih yang dipadukan dengan lingkungan di tepi sungai menebarkan keindahan yang luar biasa, dan pada saat bulan purnama menjadi pemandangan yang sangat menakjubkan. Sayangnya sekarang ada polusi dari cerobong-cerobong pabrik sehingga warnanya mulai kabur. Selain di Taj Mahal, permainan warna – selain keindahan bentuk – juga sangat terlihat pada bangunan-bangunan masjid di Iran, istana Al-Hamra di Granada, atau masjid Cordova.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep-konsep Alquran tentang keindahan, misalnya tentang surga sangatlah inspiratif. Penggambaran Alquran bahwa surga itu mengalir air di bawahnya, digunakan sebagai sumber inspirasi untuk keindahan. Maka di depan bangunan Taj Mahal, misalnya, ada kolam panjang yang sebetulnya diinspirasi oleh Alquran. Karena di kolam ini ada air mancur dan sebagainya, yang mungkin terlalu mahal untuk diperlihatkan sepanjang masa, sehingga sekarang hanya dalam waktu-waktu tertentu saja air mancurnya diaktifkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu adalah unsur rasa keindahan sebagai deskripsi mengenai surga ( di dalamnya mengalir sungai [Q.,2:25, 266, dan sebagainya]). Menjadikan sungai yang tinggi, pasti mempertimbangkan faktor konteks lingkungan kultural. Karena orang Arab ketika menerima Al-Quran hidup di padang pasir yang, tentu saja, tidak ada sungainya, maka dambaan kepada air, sungai, kebun, taman, dan sejenisnya sangatlah tinggi sekali. Tidak heran ketika orang-orang Arab mulai mempunyai kemampuan untuk menyatakan rasa keindahannya, mereka merujuk kepada hal-hal yang kira-kira seperti surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Al-Hamra (Spanyol), misalnya, kebun atau taman itu luar biasa indahnya, di mana komponen air digunakan sebagai elemen arsitektur yang diadaptasi dari deskripsi tentang surga dalam Alquran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sumber: Ensiklopedi Nurcholis Madjid&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-7275930365613670447?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/7275930365613670447/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=7275930365613670447' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/7275930365613670447'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/7275930365613670447'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2010/09/arsitektur-dan-gambaran-surga.html' title='Arsitektur dan Gambaran Surga'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-8591349201946404360</id><published>2010-09-20T16:49:00.001+07:00</published><updated>2010-09-20T16:49:52.579+07:00</updated><title type='text'>Antara Yerusalem dan Makkah</title><content type='html'>-               &lt;br /&gt;                 &lt;div class="fr p20b p10d m10c"&gt;        &lt;div class="b3 bg2 p10"&gt; &lt;img src="http://ramadan.okezone.com/images-data/content/2010/08/11/333/361967/pDFSbHBqUD.jpg" alt="berita" class="br3" /&gt;                 &lt;/div&gt;       &lt;/div&gt;           Mengapa Nabi lebih suka salat menghadap ke Makkah daripada ke Yerusalem? Secara historis Makkah sebetulnya lebih tua daripada Yerusalem. Yerusalem baru didirikan atau baru dijadikan kota suci agama Tuhan setelah jatuh ke Nabi Daud. Itu terjadi kurang lebih 3.000 tahun yang lalu. Tetapi Makkah dengan Ka'bahnya, paling tidak dalam Alquran disebutkan bahwa Ka'bah itu sebagai rumah suci pertama yang didirikan untuk umat manusia:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya rumah suci yang pertama yang didirikan untuk umat manusia adalah yang dilembah Bakkah itu sebagai rumah yang diberkahi Allah dan sebagai petunjuk bagi seluruh Alam (Q.,3:96).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Legenda menyatakan bahwa yang mendirikan Ka'bah itu adalah Nabi Adam a.s. Jadi waktu Nabi Adam diusir dari surga dengan segala kesedihannya, ada satu yang paling disedihkan oleh Adam, yaitu dia tidak lagi secara spiritual bisa mengikuti ibadahnya para Malaikat, berkeliling mengnitari Singgasana Allah (`Arasy). Kemudian, konon, menurut legenda yang ditulis dalam beberapa kitab, Adam dihibur oleh Allah dengan dibolehkannya Adam membuat Ka'bah sebagai tiruan dari 'Arasy Allah. Dan Adam diperintahkan mengelilingi Ka`bah itu (thawaf). Jadi, thawaf (tawaf) adalah semacam cara ibadah menirukan Malaikat mengelilingi `Arasy Tuhan. Dan ternyata, seluruh jagat raya ini melakukan tawaf. Misalnya, bulan tawaf mengelilingi matahari. Dan matahari dan seluruh familinya yang terdiri dari planet-planet juga tawaf mengelilingi pusat dari galaksi, yang oleh para astronom internasional disebut Milky-way, atau dalam bahasa Indonesia disebut Galaksi Bimasakti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Galaksi Bimasakti adalah salah satu anggota dari banyak galaksi yang ada miliaran galaksi. Dan besarnya- saking besarnya- tidak bisa lagi diukur dengan kilometer, melainkan dengan satuan perjalanan cahaya. Galaksi kita saja, yaitu gugusan bintang Bimasakti- yang kalau malam terang sekali, kelihatan seperti kabut membujur utara-selatan, karena kita melihatnya seperti cakram- meskipun bukan yang terbesar, namun sangat besar menurut ukuran kita. Besarnya itu hanya bisa dihitung dengan perjalanan tahun cahaya. Garis tengah galaksi Bimasakti- yang dianggap oleh para astronom tidak terlalu besar- adalah 400 tahun (perjalanan) cahaya. Jadi, cahaya itu memerlukan waktu 400 tahun untuk dapat menempuh jarak dari tepi ke tepi. Nah, coba kita bayangkan, cahaya matahari itu untuk sampai ke bumi hanya memerlukan waktu 8 menit. Galaksi yang menurut ukuran kita sangat besar itu, sebagaimana benda angkasa yang lain, adalah juga melakukan tawaf, mengelilingi pusat galaksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin banyak dari kita yang sudah hafal ayat kursi. Ternyata ayat kursi itu merupakan ayat yang sangat dalam untuk memahami kemahabesaran Allah Swt. Mengapa? Karena dalam ayat kursi itu digambarkan bahwa kursi Allah, atau singgasana Allah itu meliputi seluruh langit dan bumi. Jadi, ayat kursi itu merupakan suatu ilustrasi tentang kemahabesaran Allah yang sangat luar biasa. Kemahabesaran itu semakin terbukti dengan meningkatnya pengetahuan manusia tentang antariksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, thawaf sebetulnya warisan dari Nabi Adam a.s., yang menirukan gerakan seluruh alam ini. Tawaf yang dilakukan seluruh alam ini merupakan pertanda bahwa semua makhluk itu harus tunduk kepada Sang Khalik. Karenanya, bila melakukan tawaf, seakan-akan kita menyatakan diri bahwa kita bagian dari seluruh jagat raya yang muslim, yang islam, yang tunduk dan patuh kepada Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita kembali ke Ka`bah. Jadi pada mulanya Ka`bah itu dibangun oleh Nabi Adam a.s. Tapi karena Ka`bah didirikan dengan bahan-bahan yang sangat sederhana, maka keberadaannya tidak bisa bertahan lama, kemudian hilang tertumbun pasir. Sebagaimana bisa kita lihat sendiri, dalam perjalanan dari Jeddah ke Madinah, sering terlihat badai pasir yang menimbuni jalan raya. Padahal, jalan raya sekarang ini sudah menggunakan teknologi yang sangat canggih, dan dibuat agak lebih tinggi. Bisa kita bayangkan betapa mudahnya bangunan dulu (yang masih menggunakan bahan dan teknologi sederhana) hilang tertimbun pasir. Dan ini terbukti, pernah terjadi dulu, Arabia mengenal minyak, dan dibuat pertama kali jalan raya, maka jalan raya itu banyak yang hilang tertimbun oleh pasir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, singkat cerita, yang membangun kembali Ka`bah adalah Nabi Ibrahim dan putranya, Isma`il. Alquran menyebutkan: Ingatlah ketika Ibrahim mengangkat kembali fondasi dan rumah suci itu bersama putranya, Isma`il (Q., 2:127).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Ka`bah dihitung dari dibangunnya kembali oleh Nabi Ibrahim saja, maka peristiwa itu terjadi 4.000 tahun yang lalu. Itu berarti 1.000 tahun lebih tua dari Yerusalem. Karena itu, Alquran juga menyebut Ka`bah sebagai Rumah Suci yang sangat tua (Al-Bayt Al-Atiq). Kata “atiq” ini mungkin bisa diasosiasikan dengan bahasa Inggris, antique.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah Suci (Ka`bah) itulah yang akan kita kunjungi (dalam `umrah). Dan mengapa Nabi memohon kepada Allah untuk pindah kiblat ke Ka`bah, adalah karena pertimbangan-pertimbangan tersebut di atas. Tentu saja orang Yahudi dan orang Kristen tidak mengakui adanya asosiasi antara Ibrahim dengan Ka`bah. Bagi mereka, itu hanya reka-reka dari orang Arab saja. Begitu juga mereka (orang-orang Yahudi dan Kristen) mengakui bahwa yang dikorbankan itu adalah Ishaq. Tapi keyakinan itu sama sekali tidak didukung oleh fakta dan kebiasaan sejarah yang berlaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam catatan orang-orang Yunani Kuno, kota Makkah itu dikenal sebagai Macoraba, yang artinya tempat mengorbankan atau tempat menjalankan korban. Dan Isma`il serta ibundanya, Hajar, tinggal di Makkah. Jadi, sebenarnya ada asosiasi antara tempat mengorbankan (Makkah) dengan Isma`il. Artinya kepercayaan bahwa Isma`il itu dikorbankan oleh Ibrahim dan tempatnya di Makkah, sudah merupakan bagian dari cerita turun-temurun di kalangan orang Arab yang mangaku dan merasa sebagai keturunan Isma`il. Dan cerita turun-temurun itu dipertahankan, antara lain, dengan ibadah korban hari raya Idul Adha. Sementara di Yerusalem, sama sekali tidak ada bekas dan jejak dari pengorbanan itu. Tidak ada dongeng dan praktik sedikit pun yang berkaitan dengan upacara, pengorbanan. Dengan demikian, jauh lebih kuat dukungan kepada pendapat bahwa Isma`il yang dikorbankan oleh Ibrahim, bukan Ishaq. Dan tempatnya tidak di Yerusalem, tapi di Makkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, di Makkah kita bisa menyaksikan maqam Nabi Ibrahim. Orang Indonesia banyak yang salah paham tentang arti maqam. Mereka mengira maqam itu sama artinya  dengan makam dalam bahasa Indonesia, yang artinya kuburan. Maqam di sini artinya tempat berdiri, atau tempat menetap. Ada juga yang mengatakan bahwa maqam Ibrahim itulah bedengnya (tempat berteduh) Nabi Ibrahim ketika membangun Ka`bah. Kemudian di Makkah itu ada Hijrnya Isma`il.  Katanya, hijr (batu) itulah tempat Isma`il dulu membantu ayahnya mendirikan Ka`bah.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-8591349201946404360?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/8591349201946404360/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=8591349201946404360' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/8591349201946404360'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/8591349201946404360'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2010/09/antara-yerusalem-dan-makkah.html' title='Antara Yerusalem dan Makkah'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-6564397090321598278</id><published>2010-09-20T16:47:00.000+07:00</published><updated>2010-09-20T16:48:46.974+07:00</updated><title type='text'>Al-Kindi Filosof Islam Mula-Mula</title><content type='html'>&lt;div class="b2 w641 fl p10"&gt;&lt;div class="w643 fl p10a"&gt;-               &lt;br /&gt;      &lt;/div&gt;      &lt;/div&gt;     &lt;div class="fr p20b p10d m10c"&gt;        &lt;div class="b3 bg2 p10"&gt; &lt;img src="http://ramadan.okezone.com/images-data/content/2010/08/10/333/361498/ajXGmAuBNd.jpg" alt="berita" class="br3" /&gt;         &lt;div class="p5a lh"&gt;Al Kindi (Ist)&lt;/div&gt;        &lt;/div&gt;       &lt;/div&gt;           Sebagian besar umat, khususnya mereka yang berada di bawah naungan ideologi Jamaah dan Sunnah, semula cukup enggan, kalau tidak memusuhi, terhadap Hellenisme itu. Tapi secara umum terdapat banyak kaum Muslim yang mempelajari pikiran-pikiran asing itu dengan tekun, disertai kematapan beragama dan kepercayaan kepada diri sendiri secukupnya. Mereka ini, dengan kebebasan berpikir yang masih lebih besar lagi daripada kaum Mu'tazilah, mengembangkan falsafah itu dan memberi watak keislaman kepadanya. Maka lahirlah suatu disiplin ilmu dalam khazanah intelektual Islam yang secara teknis disebut falsafah. Dari kalangan mereka ini tumbuh kelompok baru kaum terpelajar Muslim, yaitu al-falasifah (kaum failasuf), suatu penamaan khusus kepada kaum inteletual Muslim yang sangat terpengaruh oleh falsafah Yunani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara para failasuf itu yang mula pertama secara sistematis mempopulerkan falsafah Yunani di kalangan umat ialah Abu Ya`qub ibn Ishaq Al-Kindi (w, sekitar 257 H/870 M). Al-Kindi secara khusus dikenal sebagai failasuf bangsa Arab (faylasuf al-Arab), tidak saja dalam pengertian etnis (ia berasal dari daerah selatan Jazirah Arab, suku Kindah, maka disebut Al-Kindi), tapi juga dalam pengertian kultural. Ia menghidangkan falsafah Yunani kepada kaum Muslim setelah pikiran-pikiran asing dari arah Barat itu “diislamkan”, jika tidak boleh disebut “diarabkan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Kindi diketahui sebagai seorang penulis yang ensiklopedis dalam falsafah dan ilmu pengetahuan. Banyak dari karyanya yang hilang, tapi dari yang tersisa sebagiannya telah diterbitkan. Sampai dimana Al-Kindi berhasil menjinakkan pikiran pagan dari Yunani itu, dapat sepintas lalu kita ketahui dari dua risalah pendeknya. Risalah pertama jelas dibuat untuk menopang ajaran pokok Islam tentang Tauhid, tapi dengan sepenuh-penuhnya menggunakan sistem argumentasi falsafah. Namun dari situ juga kita ketahui bahwa Al-Kindi, sejalan dengan pikiran Islam yang ada, khususnya yang dalam bentuk sistematisnya terwakili dalam ilmu kalam. Mu`tazilah, dengan tegas menolak paham Aristoteles tentang keabadian alam. Sedangkan risalahnya yang kedua merupakan tulisan paling dini oleh pemikir Muslim mengenai akal atau intelek. Dalam risalah ini Al-Kindi mengatakan sebagai hanya menuturkan pendapat “orang-orang Yunani kuno yang terpuji”, khususnya Aristoteles, mengenai akal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sumber: Ensiklopedi Nurcholis Madjid&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-6564397090321598278?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/6564397090321598278/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=6564397090321598278' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/6564397090321598278'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/6564397090321598278'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2010/09/al-kindi-filosof-islam-mula-mula.html' title='Al-Kindi Filosof Islam Mula-Mula'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-7635362156239413047</id><published>2010-09-20T16:46:00.001+07:00</published><updated>2010-09-20T16:46:59.519+07:00</updated><title type='text'>Utsman ibn Mazh'un: Al-Hanifiyyat Al-Samhah</title><content type='html'>-               &lt;br /&gt;                 &lt;div class="fr p20b p10d m10c"&gt;        &lt;div class="b3 bg2 p10"&gt; &lt;img src="http://ramadan.okezone.com/images-data/content/2010/08/06/333/360387/QLgPwW8lJA.jpg" alt="berita" class="br3" /&gt;                 &lt;/div&gt;       &lt;/div&gt;           Ada seorang Sahabat bernama Utsman ibn Mazh`un, yang kisahnya terkait dengan ajaran Islam tentang al-hanifiyyat al-samhah, yaitu sikap merindukan, mencari, dan memihak kepada yang benar dan baik secara lapang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri Utsman ibn Mazh`un bertandang ke rumah para istri Nabi Saw., dan mereka ini melihatnya dalam keadaan yang buruk. Maka mereka bertanya kepadanya: “Apa yang terjadi dengan engkau? Tidak ada di kalangan kaum Quraisy orang yang lebih kaya daripada suamimu!” Ia menjawab: “Kami tidak mendapat apa-apa dari dia. Sebab malam harinya ia beribadah dan siang harinya ia berpuasa!” Merekapun masuk kepada Nabi dan menceritakan  hal tersebut. Maka Nabi pun menemui dia (Utsman ibn Mazh`un), dan bersabda:”Hai Utsman! Tidakkah padaku ada teladan bagimu?!” Dia menjawab: “Demi ayah-ibuku, engkau memang demikian. “Lalu Nabi bersabda: “Apakah benar engkau berpuasa setiap hari dan tidak tidur (beribadah) setiap malam?” Dia menjawab: “Aku memang melakukannya.” Nabi bersabda: “Jangan kau lakukan! Sesungguhnya matamu punya hak atas engkau, dan keluargamu punya hak atas engkau! Maka salatlah dan tidurlah, puasalah, dan makanlah!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam cerita lain dikisahkan bahwa Utsman ibn Mazh`un membeli sebuah rumah, lalu ia tinggal di dalamnya (sepanjang waktu) untuk beribadah. Ketika berita itu datang kepada Nabi Saw, maka beliau pun datang kepadanya, lalu dibawanya keluar, dan beliau bersabda: “Wahai Utsman, sesungguhnya Allah tidaklah mengutusku dengan ajaran kerahiban” (Nabi bersabda demikian dua-tiga kali, lalu bersabda lebih lanjut), “Dan sesungguhnya sebaik-baik agama di sisi Allah ialah al-hanifiyyat al-samhah (semangat pencarian kebenaran yang lapang)”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai hal yang sama juga ada sebuah berita sampai kepada Nabi Saw, bahwa segolongan sahabat beliau menjauhi wanita dan menghindari makan daging. Mereka berkumpul, dan bercerita tentang sikap manjauhi wanita dan makan daging itu. Maka Nabi pun memberi peringatan keras, dan bersabda: “Sesungguhnya aku tidak diutus dengan membawa ajaran kerahiban! Sesungguhnya sebaik-baik agama ialah al-hanifiyyat al-samhah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sumber: Ensiklopedi Nurcholish Madjid&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-7635362156239413047?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/7635362156239413047/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=7635362156239413047' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/7635362156239413047'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/7635362156239413047'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2010/09/utsman-ibn-mazhun-al-hanifiyyat-al.html' title='Utsman ibn Mazh&apos;un: Al-Hanifiyyat Al-Samhah'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-2650669061207751564</id><published>2010-09-20T16:45:00.001+07:00</published><updated>2010-09-20T16:45:52.818+07:00</updated><title type='text'>Al-Ghazali: Hujjat Al-Islam</title><content type='html'>-               &lt;br /&gt;                 &lt;div class="fr p20b p10d m10c"&gt;        &lt;div class="b3 bg2 p10"&gt; &lt;img src="http://ramadan.okezone.com/images-data/content/2010/08/05/333/359975/pXc22mmOIf.jpg" alt="berita" class="br3" /&gt;                 &lt;/div&gt;       &lt;/div&gt;           Kira-kira pada awal abad keenam Hijriah, tampil Al-Ghazali (Abu Hamid Ibn Muhammad Al-Ghazali, w.505 H/1111 M), seorang pemikir yang dengan dahsyat dan tandas mengkritik falsafah, khususnya Neo Platonisme Al-Farabi dan Ibn Sina. Diakui sebagai salah seorang pemikir paling hebat dan paling orisinal tidak saja dalam Islam tapi juga dalam sejarah intelektual manusia, Al-Ghazali, di mata banyak sarjana modern Muslim maupun bukan Muslim, adalah orang terpenting sesudah Nabi Muhammad Saw, ditinjau dari segi pengaruh dan peranannya menata dan mengukuhkan ajaran-ajaran keagamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekalipun Al-Ghazali menolak falsafah, namun ia mempelajari dan menguasai seni itu sedalam-dalamnya. Ini membuat kritik-kritiknya dilakukan dengan kompetensi yang tak bisa dipersoalkan lagi. Justru ia berhasil karena ia menggunakan metode falsafah itu sendiri yang ia pinjam terutama dari Ibn Sina. Tujuan Al-Ghazali dengan tour de force-nya itu ialah membela dan menggiatkan kembali kajian keagamaan, sehingga karya utamanya pun berhudul Ihya`-u `Ulum-i `l-Din (Menghidupkan kembali Ilmu-Ilmu Agama”). Dan begitu pula, bahwa ia menulis karya polemisnya yang besar dan abadi. Tahafut Al-Falasifah (“Kekacauan Para Failasuf”), adalah katanya sendiri, karena terdorong oleh gejala berkecamuknya pikiran bebas waktu itu yang banyak membuat orang meninggalkan ibadah. Meskipun ia sendiri seorang pemikir sistematis dan rasional besar yang pada intinya menggabungkan falsafah dengan ilmu Kalam, namun ia dengan jelas melihat keterbatasan ilmu Kalam itu, dan meyakini bahwa agama haruslah terutama berupa pendekatan diri pribadi kepada Tuhan dalam suatu kehidupan zuhud seorang sufi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam banyak hal Al-Ghazali adalah penerus langsung peranan Al-Asy`ari, hanya dengan kapasitas intelektual yang jauh lebih besar. Sebagaimana Al-Asy`ari dengan meminjam metode Mu`tazilah berhasil merumuskan dan mengonsolidasi paham Sunni, Al-Ghazali, juga dengan meminjam metode lawan-lawannya, yaitu Neo-Platonisme dan Aristotelianisme, berhasil membangun lebih kukuh lagi Sunnisme dan membuatnya, sebegitu jauh, tak terpatahkan. Al-Ghazali telah membendung bahaya gelombang Hellenisme yang kedua, sebagaimana daya serang gelombang pertamanya. Maka tidaklah terlalu berlebihan ia digelari “Hujjat Al-Islam” (Argumentasi Islam), dan menjadi simbol kaum Sunni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekalipun begitu, pengalaman Al-Asy`ari yang mula-mula ditolak dan dicurigai umat juga berulang pada Al-Ghazali. Meskipun ia dengan sepenuhnya membela agama, tapi pembelaan itu dilakukan dengan memperkenalkan berbagai cara berpikir dan metode yang saat itu dirasakan sebagai heterodoks dan bid`ah, karena menyalahi tradisi pemikiran keagamaan yang dikenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya berkat pikiran-pikiran Al-Ghazali itulah Asy`arisme mendapatkan kemenangannya yang terakhir, yang kemudian menjadi ciri utama paham Sunni. Juga karena karya-karya Al-Ghazali, maka kesenjangan antara lainnya, khususnya akidah dan syariah menjadi semakin menciut. Bahkan Al-Ghazali telah berhasil membmeri tempat yang mapan kepada esoterisme Islam dalam keseluruhan paham keagamaan yang dianggap sah atau ortodoks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyelesaian yang ditawarkan Al-Ghazali begitu hebatnya, sehingga memukau dunia intelektual Islam dan membuatnya seolah-olah terbius tak sadarkan diri. Menurut lukisan seorang sarjana, Al-Ghazali sedemikian komplitnya memberi penyelesaian masalah-masalah keagamaan Islam, sehingga yang terjadi sesungguhnya ialah bahwa dia bagaikan telah menciptakan sebuah kamar untuk umat yang walaupun sangat nyaman, tapi kemudian mempunyai efek pemenjaraan kreativitas intelektual Islam, konon sampai sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa sejak itu umat Islam terkungkung dalam kamar sel nyaman Ghazalisme, memang banyak yang mengatakan begitu. Gejala-gejala pada umat pun banyak yang bisa ditunjuk sebagai mendukung penilaian demikian. Dan menurut pandangan itu, umat Islam tidak akan mendapatkan kembali dinamika intelektualnya jika tidak berhasil memecahkan kamar sel Ghazalisme itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, betapapun, Al-Ghazali amat berjasa dalam menstabilkan pemahaman umat kepada agamanya. Berkat Al-Ghazali, berbagai kekacauan dalam pemahaman itu teratasi. Hanya saja, justru stabilitas inilah yang mengesankan keterpenjaraan dan kemandekan. Walaupun demikian, masih merupakan tanda tanya besar, benarkah umat secara keseluruhan, dan sama sekali dikuasai oleh sistem pemahaman yang dibangun oleh orang dari Kota Thus di Persia itu? Tampaknya tidaklah demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sumber: Ensiklopedi Nurcholish Madjid&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-2650669061207751564?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/2650669061207751564/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=2650669061207751564' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/2650669061207751564'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/2650669061207751564'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2010/09/al-ghazali-hujjat-al-islam.html' title='Al-Ghazali: Hujjat Al-Islam'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-6367138593909972891</id><published>2010-09-20T16:44:00.001+07:00</published><updated>2010-09-20T16:44:34.077+07:00</updated><title type='text'>Saladin</title><content type='html'>&lt;img src="http://ramadan.okezone.com/images-data/content/2009/09/14/333/257348/8UQqVnIlr0.jpg" alt="berita" class="br3" /&gt;         &lt;div class="fr p20b p10d m10c"&gt;&lt;div class="b3 bg2 p10"&gt;&lt;div class="p5a lh"&gt;Patung untuk mengenang Saladin di Damaskus, Suriah (Foto: Wikipedia)&lt;/div&gt;        &lt;/div&gt;       &lt;/div&gt;    &lt;div class="content"&gt;       &lt;p&gt;Nama Salahuddin Ayyubi identik dengan Perang Salib. Panglima perang dengan kepemimpinan yang bijak itu adalah pahlawan besar Islam, yang juga dihormati di dunia Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saladin, begitu dia dikenal di Barat, adalah pejuang Kurdi dari Tikrit (utara Irak saat ini) yang hidup pada 1138-1193. Dia menyatukan kembali Mesir, Suriah, dan Mesopotamia (Irak), serta terkenal dengan kesuksesannya mengusir Pasukan Salib Eropa keluar dari Yerusalem. Pasukan Salib adalah manifestasi pertama imperialisme Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saladin dilahirkan dari keluarga Kurdi yang terkemuka. Pada malam kelahiran Saladin, ayahnya, Najm ad-Din Ayyub, mengumpulkan keluarganya dan pindah ke Aleppo. Di sana, ayahnya mengabdi kepada Imaduddin Zangi bin Aq Sonqur, gubernur Turki yang berkuasa di Suriah utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tumbuh di Balbek dan Damaskus, Saladin awalnya tak berbeda dengan anak muda kebanyakan, lebih banyak mempelajari agama daripada memperoleh latihan militer. Namun, panglima perang bernama asli Salahuddin Yusuf ini mempersatukan dan memimpin dunia Muslim pada 1187, merebut kembali Yerusalem untuk Muslim setelah mengalahkan Raja Yerusalem dalam Perang Hattin di dekat Danau Galilee.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pasukannya memasuki kota Yerusalem, mereka tidak diizinkan untuk membunuh orang sipil, merampok, atau menghancurkan kota. Menjelang penyerbuan ke Yerusalem itu, Saladin memberi kesempatan kepada penguasa Kristen untuk mempersiapkan diri agar bisa melawan pasukannya dengan terhormat. Saladin pun tak menjadikan warga Nasrani sebagai budak, melainkan malah membebaskan sebagian besar mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebaikan hati Saladin ini bertolak belakang ketika Pasukan Salib dari Eropa merebut Yerusalem pada 1099. Saat itu 70 ribu orang Muslim di Yerusalem dibantai, sementara sisa-sisa warga Yahudi digiring ke sinagog dan dibakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang Kristen dari barat Eropa terheran-heran dengan kesuksesan Saladin merebut Yerusalem. Paus Gregory VIII kemudian memerintahkan pasukan salib yang lain untuk mendapatkan kembali Yerusalem untuk Kristiani. Ini adalah awal Perang Salib Ketiga. Perang ini dipimpin oleh Richard I (Richard the Lionheart), Kaisar Frederick Barbarossa dari Jerman, dan Raja King Philip II dari Prancis. Mereka adalah tiga tokoh penting di barat Eropa. Perang ini berlangsung antara 1189-1192.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saladin dan Richard the Lionheart adalah dua nama yang mendominasi kisah-kisah Perang Salib. Salah satu kisah yang membuktikan kelembutan hati Saladin adalah ketika Richard jatuh sakit di tengah-tengah masa pertempuran. Bukannya memanfaatkan kesempatan ini untuk menyerang, Saladin justru mengirimkan dokter untuk Richard, juga buah pir yang dikemas dalam salju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah Saladin. Selain dikagumi di kalangan Muslim, dia memiliki reputasi besar di kalangan Kristen Eropa. Kisah perang dan kepemimpinannya banyak ditulis dalam puisi dan sastra Eropa, salah satunya adalah The Talisman (1825) karya Walter Scott.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang berjuang, Saladin selalu membawa sebuah peti yang tertutup rapat. Banyak yang menyangka isi peti itu adalah batu permata atau barang-barang berharga lainnya. Namun, ketika Saladin wafat pada 4 Maret 1193 dan peti itu dibuka, ditemukan sehelai surat wasiat dan kain kafan, serta segumpal tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam suratnya Saladin berpesan, "Kafankanlah aku dengan kain kafan yang pernah dibasaih air zam-zam ini, yang pernah mengunjungi Kakbah yang mulia dan makam Rasulullah. Tanah ini adalah sisa-sisa perang. Buatlah kepalan untuk alas kepalaku di dalam kubur." (jri)&lt;/p&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-6367138593909972891?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/6367138593909972891/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=6367138593909972891' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/6367138593909972891'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/6367138593909972891'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2010/09/saladin.html' title='Saladin'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-8329587657350832909</id><published>2010-09-20T16:41:00.000+07:00</published><updated>2010-09-20T16:43:22.275+07:00</updated><title type='text'>Thariq bin Ziyad, Sang Penakluk Spanyol</title><content type='html'>&lt;div class="fr p20b p10d m10c"&gt;        &lt;div class="b3 bg2 p10"&gt; &lt;img src="http://ramadan.okezone.com/images-data/content/2009/09/07/333/255214/T6lKm1rXY3.jpg" alt="berita" class="br3" /&gt;         &lt;div class="p5a lh"&gt;(wordpress)&lt;/div&gt;        &lt;/div&gt;       &lt;/div&gt;    &lt;div class="content"&gt;       &lt;p&gt;Setelah wafatnya Rasulullah SAW, ajaran Islam menyebar dengan cepatnya ke seluruh penjuru dunia. Di Eropa, ajaran Islam berangkat dari Afrika Utara dan masuk melalui Spanyol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah masuknya Islam ke Spanyol tak bisa dilepaskan dari sosok heroik Thariq bin Ziyad, yang ditugaskan Gubernur Afrika Utara Musa bin Nushair. Menurut catatan, Thariq dilahirkan pada 15 November 689, dan merupakan budak yang dimerdekakan oleh Musa bin Nushair.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkisah, penugasan untuk Thariq didasarkan atas kondisi Spanyol yang tengah dilanda konflik antara sesama penganut Kristen. Raja Roderick yang berkuasa saat itu memaksakan ajaran Trinitas yang dianutnya kepada umat Nasrani Aria. Sementara Nasrani Aria meyakini Nabi Isa adalah semata-mata utusan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roderick pun dikenal dengan kekejamannya. Dia menerapkan pajak tinggi bagi rakyat, serta menyuburkan pelecehan terhadap kaum perempuan. Kondisi itulah yang membuat banyak penduduk Spanyol eksodus ke Afrika, yang ketika itu dipimpin pemerintahan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu dari warga yang eksodus adalah Gubernur Ceuta, Julian, yang putrinya, Florinda, dinodai oleh Roderick. Kepada Musa bin Nushair, Julian meminta agar Spanyol dibebaskan dari penindasan Roderick.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Ramadan 92 Hijriyah, bertepatan dengan 711 Masehi, Thariq bin Ziyad tiba di Spanyol untuk misi dakwah. Namun ajakan dakwah tersebut mendapatkan respons yang tidak baik dari Roderick.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak banyak pasukan yang dibawa Thariq ketika itu. Menurut catatan, hanya ada 12.000 orang, sementara tugas penaklukan yang dibebankan tidaklah mudah. Terlebih, jumlah pasukan Visigothic ketika itu mencapai 100.000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan jumlah kekuatan itu tak membuat Thariq mundur. Dia malah memerintahkan kapal-kapal yang membawa pasukannya dibakar. Keputusan Thariq itu jelas menimbulkan tanda tanya. Namun dalam pidatonya, Thariq kembali membakar semangat prajurit Islam untuk terus maju berjuang:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Di belakang kita ada lautan luas, di hadapan kita pasukan musuh. Jadi, kita datang ke sini tidak untuk kembali. Kita hanya punya dua pilihan, menaklukkan negeri ini dan menetap di sini serta mengembangkan Islam, atau kita semua binasa (syahid)?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kemenangan berpihak kepada pasukan Islam, yang mengalahkan pasukan Roderick di Bakkah. Selanjutnya giliran kota-kota seperti Cordova, Granada, dan Toledo ditaklukkan. Toledo ketika itu merupakan ibu kota Kerajaan Visigothic,.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menandakan kesuksesan Thariq, bukit di pantai tempat pendaratannya lalu diberi nama Jabal Thariq, yang kini dikenal dengan nama Gibraltar. Bahkan Thariq dianggap sebagai salah satu komandan militer terpenting dalam sejarah Iberia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah penaklukan oleh Thariq, Islam menyebar dengan cepat. Bahkan kota-kota semacam Andalusia dan Cordova ketika itu menjadi pusat peradaban dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Spanyol Islam memasuki Austria. Selanjutnya pada akhir abad 1800, ajaran Islam semakin meluas di tanah Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(&lt;em&gt;Diolah dari berbagai sumb&lt;/em&gt;er) (jri)&lt;/p&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-8329587657350832909?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/8329587657350832909/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=8329587657350832909' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/8329587657350832909'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/8329587657350832909'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2010/09/thariq-bin-ziyad-sang-penakluk-spanyol.html' title='Thariq bin Ziyad, Sang Penakluk Spanyol'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-3723251234205038498</id><published>2010-09-20T16:40:00.000+07:00</published><updated>2010-09-20T16:41:31.209+07:00</updated><title type='text'>Dari Bukit Sinai ke Bukit Zaitun</title><content type='html'>&lt;div class="b2 w641 fl p10"&gt;&lt;div class="w643 fl p10a"&gt;-               &lt;br /&gt;      &lt;/div&gt;      &lt;/div&gt;     &lt;div class="fr p20b p10d m10c"&gt;        &lt;div class="b3 bg2 p10"&gt; &lt;img src="http://ramadan.okezone.com/images-data/content/2010/09/07/333/370824/20ITleQc14.jpg" alt="berita" class="br3" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                &lt;/div&gt;       &lt;/div&gt;           Hal mendasar yang tidak disadari oleh umat beragama sendiri di zaman akhir ini adalah masing-masing menjadi tawanan (the captives) dari kepentingan-kepentingan jangka pendek atau expediency, dan terlupa dari prinsip-prinsip. Kecenderungan apologetik mengatakan bahwa yang salah bukanlah agamanya, melainkan para pemeluknya. Dengan perkataan lain, para pemeluk agama telah mengalami alienasi dari agamanya sendiri atau agama menjadi terasa asing karena tidak cocok dengan harapan penuh nafsunya (nafsu memusuhi, membenci, menyerang, dan lain-lain akibat salah pengertian, kurangnya saling berkomunikasi, atau karena warisan-warisan masa lalu yang tidak terlalu jauh seperti zaman kolonial, dan seterusnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Islam sendiri, menurut sebuah sabda Nabi (hadis) juga ada peringatan bahwa agama itu datang sebagai “hal yang aneh” dan nanti akan kembali menjadi “hal yang aneh” lagi seperti semula. Maka para pemikir Islam seperti Muhammad Abduh mengatakan bahwa “Islam tertutup oleh kaum Muslim sendiri”, atau seperti dikatakan oleh Karen Armstrong, berkenaan dengan kedudukan kaum wanita dalam Islam sekarang, Islam, sama dengan agama Kristen, telah “dibajak” oleh para pemeluknya sendiri, yakni dengan memberi tafsiran dan penalaran yang sesungguhnya tidak dimaksudkan oleh Kitab Suci Alquran. Kalau itu semua betul, maka bagaimana dengan ide “memperkenalkan kembali” ajaran agama kepada para pemeluknya sendiri? Suatu kegiatan yang salah akan tampil sangat pretensius, namun tentu tidak ada jeleknya jika dicoba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ibn Taimiyah dan Ayatullah Khomeini- yang masing-masing mewakili secara berturut-turut dunia pemikiran Islam Sunni Hanbali dari zaman klasik dan dunia pemikiran Islam Syi`i-Ja`fari dari zaman modern-beriman kepada para nabi berarti menerima dan mengikuti ajaran mereka (“yang masih absah”, yakni, tidak terkena pembatalan atau abrogasi, naskh). Maka yang langsung terkait dengan persoalan etika sumber daya manusia ialah inti ajaran agama-agama, yang secara simbolik-representatif dicerminkan kepada kontinum inti ajaran tiga agama Semitik (atau Abrahamik), yaitu: Yahudi, Kristen, dan Islam, dan secara prinsipil analog dengan inti ajaran agama-agama yang lain dikalangan umat manusia. Inti ajaran agama Semitik itu, setidaknya demikian menurut banyak ahli tafsir Alquran, menjadi dasar bagi adanya sumpah Ilahi dengan pohon tin (Inggris: fig), pohon zaitun, Bukit Sinai dan negeri yang sangat aman, Makkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon tin adalah pohon yang umum tumbuh di sekitar daerah Laut Tengah bagian timur, khususnya Palestina. Tuhan menyebutkan pohon itu sebagai isyarat kepada negeri ini, khususnya Kanaan, sebagai negeri tempat Ibrahim memantapkan dirinya dalam mengemban tugas membawa paham Ketuhanan Yang Maha Esa kepada umat manusia (yang oleh Ibrahim, dengan meminjam istilah masyarakat setempat saat itu, Tuhan Yang Maha Esa itu disebut El-yakni Tuhan tau Sesembahan- atau El Elyon- yakni, Tuhan Yang Mahatinggi, Allah Ta`ala). Di negeri itu pula Ibrahim, dalam usianya yang lanjut, dianugrahi dua orang putra dari dua orang istri, yaitu Isma`il (Isma-El, “Tuhan telah mendengar”) dan Ishaq melalui Ya`qub (Israil, Isra-El, “hamba Tuhan”) tampil para nabi (Al-asbath). Dan masih di Palestina pula- tempat banyak tumbuh pohon Zaitun- Isa Al Masih a.s tampil, dengan sari ajaran yang disampaikannya dalam khutbah dari atas Bukit Zaitun. Inilah relevansi sumpah Allah dengan pohon atau Bukit Zaitun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukit Sinai (Arab: Thur Sina) adalah bukit atau gunung tempat Nabi Musa a.s menerima Sepuluh Perintah (The Ten Commandments, Al-Kalimat Al-`asyr) dari Tuhan yang merupakan perjanjian antara Tuhan dengan kaum Israil (anak keturunan Israil atau Yaqub), dan menjadi inti Kitab Taurat. Inilah inti dari apa yang oleh orang Barat sering dinamakan pandangan hidup Juddeo-Christian (Yahudi-Kristen), yang dinilai sebagai dasar pandangan etis dan moral peradaban Barat pada umumnya. Sedangkan, “negeri yang sangat aman”, yaitu Makkah, disebutkan sebagai acuan kepada kerasulan Nabi Muhammad Saw. Agama yang diajarkannya, sepanjang pandangan Alquran sendiri, adalah kelanjutan agama-agama sebelumnya, dan berhubungan dengan semua agama Tuhan bagi seluruh umat manusia. Sebanding dengan “Sepuluh Perintah” Tuhan lewat Nabi Musa a.s. tersebut, Alquran memuat “Sepuluh Wasiat” (Al-Wasaya Al-Asyr) dari Tuhan kepada umat manusia.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Ensiklopedi Nurcholish Madjid&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-3723251234205038498?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/3723251234205038498/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=3723251234205038498' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/3723251234205038498'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/3723251234205038498'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2010/09/dari-bukit-sinai-ke-bukit-zaitun.html' title='Dari Bukit Sinai ke Bukit Zaitun'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-7934110262625673316</id><published>2010-09-20T16:39:00.000+07:00</published><updated>2010-09-20T16:40:18.120+07:00</updated><title type='text'>Cerita Nabi Musa dan Khidir</title><content type='html'>-               &lt;br /&gt;                 &lt;div class="fr p20b p10d m10c"&gt;        &lt;div class="b3 bg2 p10"&gt; &lt;img src="http://ramadan.okezone.com/images-data/content/2010/09/02/333/369289/yCbntKktkB.jpg" alt="berita" class="br3" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                &lt;/div&gt;       &lt;/div&gt;           Alquran banyak menggunakan air sebagai simbol kehidupan.” Ma`an ghadaqan “ (air yang melimpah) berarti kehidupan bahagia, lahir dan batin. Dalam sistem agama lain, air juga dijadikan sebagai simbol kehidupan, seperti digambarkan dalam cerita tentang Nabi Musa yang mau bertemu dengan Nabi Khidir. Ketika Nabi Musa ditanya oleh para pengikutnya tentang siapa yang lebih darinya, ia menjawab tidak ada. Mendengar kesombongan Nabi Musa, Tuhan marah dan berkata, “Ada yang lebih hebat dari kamu!” “Di mana dia?” “Cari saja di tepi laut!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Nabi Musa mencari dan beristirahat di sebuah batu, bekal ikan yang sudah digoreng ternyata hidup kembali dan masuk ke laut. Ini seperti diceritakan dalam surat Al-Kahfi tentang pertemuan antara dua air yang kemudian menjadi landasan kaum tarekat sebagai tempat ideal untuk berzikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tempat ini, Nabi Musa mendapatkan orang yang tidak begitu mengesankan. Ketika ditanya apakah dia yang dikatakan lebih hebat darinya, Nabi Khidir menjawab tidak tahu. Karena merasa penasaran dan hendak mengetahui siapa dia, Nabi Musa meminta untuk ikut dengannya. Dengan tegas Nabi Khidir menolak karena yakin Nabi Musa tidak akan tahan melihat tingkah lakunya nanti. Tapi dengan janji tidak akan macam-macam, hanya ikut tunduk saja tanpa protes, akhirnya Nabi Musa diizinkan ikut juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka kemudian menyeberangi selat dan naik perahu. Di tengah perjalanan ketika melihat perahu, perahu itu rusak. Nabi Musa tidak tahan melihat kejadian itu dan protes. Dengan enak orang itu menjawab,” kan sudah saya bilang kalau kamu tidak tahan mengikuti aku.” Ketika sampai di pantai dan bertemu dengan anak-anak yang sedang bermain riang, diambil salah satu dari mereka dan ditempeleng sampai mati. Nabi Musa marah sekali dan berkata,” Aqaltata nafsan zakiyatan bi ghayi nafsin” (Apakah engkau membunuh seorang jiwa yang suci bersih tanpa kesalahan seperti ini? [Q., 18: 74). Lagi-lagi, orang itu dengan tenang berkata “Kan saya sudah bilang kalau kamu tidak akan tahan ikut aku. “Kemudian Nabi Musa minta maaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di sebuah desa dan keduanya sudah lapar dahaga, tetapi tidak seorang pun menjamu mereka walau sudah diminta. Meskipun demikian, ketika melilhat rumah yang mau roboh, Nabi Khidir mengajak Nabi Musa untuk memperbaikinya. Dengan dalih perlakukan desa yang tidak bersahabat tadi, Nabi Musa keberatan untuk memperbaiki rumah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Protes yang ketiga. Dan inilah saatnya kita harus berpisah karena kamu tidak tahan mengikuti aku. Tetapi sebelum berpisah, saya akan menerangkan dahulu mengapa saya melakukan itu semua. Tentang perahu, saya merusaknya karena di seberang sana sedang menunggu perampok-perampok yang akan merampasnya. Jadi, saya rusak supaya tidak dirampas oleh perampok-perampok itu. Tentang anak kecil yang sedang bermain itu, saya membunuhnya karena saya mendapat wahyu dari Tuhan bahwa ketika besar nanti, ia akan durhaka kepada kedua orangtuanya, padahal kedua orangtuanya itu saleh. Jadi, saya bunuh dengan harapan nanti Allah akan menggantinya dengan anak yang saleh. Sedangkan rumah yang mau roboh tadi, di dalamnya ada harta yang tersimpan untuk anak-anak yatim yang sekarang berada di kota. Jadi, rumah itu kita bangun agar harta itu tetap utuh sampai saatnya anak yatim itu dewasa dan bisa memanfaatkannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita di atas sering dipandang sebagai cerita konflik atau ketegangan antara lahir yang tidak sanggup menerobos orientasi batin. Maka pencernaan yang dimaksud adalah dalam arti penembusan batas, `ibrah, `i`tibar, tingkah laku atau tindakan menyeberang. Maksudnya, orang tidak berhenti pada aspek lahir, tetapi mencoba memahami apa yang ada di sebelahnya. Hal demikian penting mengingat agama sebenarnya merupakan sistem simbol; orang baru akan mengerti dengan benar jika sanggup menyeberangi simbol-simbol itu. “Fa`tabiu ya `uli `l-abshar” , karena itu menyeberanglah wahai orang-orang yang mempunyai pikiran mendalam (Q., 59: 2). “Wa ma ya`qilu ha illa `l-`alimun, artinya tidak ada yang bisa memahami secara rasional kecuali mereka yang berpengalaman (Q., 29: 43).&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Ensiklopedi Nurcholish Madjid&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-7934110262625673316?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/7934110262625673316/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=7934110262625673316' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/7934110262625673316'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/7934110262625673316'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2010/09/cerita-nabi-musa-dan-khidir.html' title='Cerita Nabi Musa dan Khidir'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-4982341773405407282</id><published>2010-09-20T16:38:00.000+07:00</published><updated>2010-09-20T16:39:02.676+07:00</updated><title type='text'>Dari Warisan Islam ke Revolusi Industri</title><content type='html'>-               &lt;br /&gt;                 &lt;div class="fr p20b p10d m10c"&gt;        &lt;div class="b3 bg2 p10"&gt; &lt;img src="http://ramadan.okezone.com/images-data/content/2010/09/15/333/372304/Fep8rneX2r.jpg" alt="berita" class="br3" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                &lt;/div&gt;       &lt;/div&gt;           Kaum empirisis kebanyakan lahir di Inggris, sehingga menjadikan Inggris sebagai pelopor Revolusi Industri. Gejala ini sebenarnya merupakan kelanjutan dari ilmu pengetahuan yang dikembangkan terutama oleh Oxford dan Cambridge. Sampai sekarang kita masih melihat persaingan antara dua lembaga itu, di mana  salah satu gejalanya ialah perbedaan antara kamus Oxford dan Cambridge. Ini persis seperti persaingan antara Arab yang diajarkan di pesantren-pesantren, selalu saja dikatakan, “menurut orang Kufah begini dan menurut orang Bashrah begini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya kemudian, mengapa kaum emperisis lahir di Inggris, dan bukan di Spanyol, padahal yang terakhir ini mewarisi banyak sekali ilmu pengetahuan Islam? Ketika Spanyol berhasil melakukan penaklukan kembali – atau sebetulnya lebih tepat pengusiran – orang Islam dari daratan Spanyol, mereka lalu melakukan pelayaran – dengan menggunakan sisa-sisa teknologi Islam dalam pelayaran – sampai berhasil menemukan sebuah dunia baru, yaitu Amerika. Dari dunia itu mereka membawa banyak sekali kekayaan Amerika ke Spanyol, terutama emas, yang dirampas dari orang-orang Inka. Dengan emas itu mereka menjadi sangat kaya. Tetapi, mungkin karena orang Spanyol masih punya kenangan kepada orang Islam sebagai musuh, maka mereka membuat suatu kesalahan yang fatal, yaitu tidak meneruskan ilmu pengetahuan warisan Islam. Bahkan, mereka kemudian membiarkannya pindah ke mana-mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emas yang dirampas Spanyol dari Amerika kemudian dijual kepada Inggris. Uang yang diperolehnya digunakan untuk mendirikan gereja dan katedral-katedral yang megah. Sebaliknya Inggris dengan modal emas yang diperoleh dari Spanyol itu mendirikan Universitas Oxford dan Cambridge, dan kemudian mengembangkan ilmu pengetahuan. (Kita tahu bahwa negeri kita sendiri juga pernah menjadi korban percekcokan yang sengit antara Spanyol dan Inggris). Sampai sekarang Spanyol boleh berbangga dengan gereja-gerejanya yang megah, tetapi secara ekonomi mereka sebenarnya masih merupakan negara miskin. Bahkan ada kelakar bahwa Spanyol adalah “negeri copet”, karena para pencoleng dan rampok jalanan banyak berkeliaran di sana, suatu gejala yang merebak karena kemiskinan. Sementara itu, Inggris dengan ilmu pengetahuannya mengembangkan etos riset dan inovasi, termasuk mengembangkan empirisisme, dan akhirnya mereka melangkah ke zaman industri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sumber: Ensiklopedi Nurcholis Madjid&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-4982341773405407282?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/4982341773405407282/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=4982341773405407282' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/4982341773405407282'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/4982341773405407282'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2010/09/dari-warisan-islam-ke-revolusi-industri.html' title='Dari Warisan Islam ke Revolusi Industri'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-576624969325898858</id><published>2010-09-20T16:37:00.001+07:00</published><updated>2010-09-20T16:37:49.449+07:00</updated><title type='text'>Awal Perang Saudara</title><content type='html'>&lt;div class="fr p20b p10d m10c"&gt;        &lt;div class="b3 bg2 p10"&gt; &lt;img src="http://ramadan.okezone.com/images-data/content/2010/08/20/333/364892/66xlAnwzd6.jpg" alt="berita" class="br3" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                &lt;/div&gt;       &lt;/div&gt;           Salah satu kebijakan `Umar yang dilanjutkan atau diwarisi oleh `Utsman ialah yang berkenaan dengan sistem keuangan negara. `Umar disebut sebagai “yang pertama menciptakan lembaga-lembaga” (Arab; Awwalu man dawwana al-dawawin), khususnya lembaga atau sistem penggajian tentara dengan besar dan kecilnya gaji (sesungguhnya lebih tepat disebut lump sum [jumlah bulat]) itu menurut tingkat kepeloporan seseorang dan jasanya dalam agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka untuk menunjang sistemnya inilah antara lain `Umar tidak mengizinkan tentara memiliki tanah-tanah produktif (pertanian) di daerah-daerah yang telah mereka bebaskan, khususnya di kawasan Bulan Sabit Subur. Kebijakan `Umar di bidang ini dan di bidang finansial pada umumnya sangat dihargai oleh para ahli sejarah Islam (khususnya, tentu saja, kalangan Sunni) dan diakui oleh para ahli non-Muslim sebagai suatu tindakan seorang genius dan bijak. (Juga Umar lah yang memprakarsai pendirian lembaga keuangan yang dikenal dengan bait al-mal, harfiah berarti “rumah harta”).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi ketika `Utsman mewarisinya, ternyata sedikit demi sedikit sistem `Umar itu mulai menunjukkan segi-segi kelemahannya. Ditambah lagi, `Utsman tidak memiliki wibawa dan kecakapan seperti pendahulunya. Tentara di berbagai kota garnisun mulai merasakan tidak adilnya penghasilan daerah mereka dikontrol dan dibawa ke Madinah sebagai fay` (milik negara). Mereka menginginkan untuk secara langsung mengontrol dan menguasai penghasilan daerahnya masing-masing itu. Ketidakpuasan ini masih harus ditambah dengan gejala-gejala nepotisme Umawi yang semakin terasa pada masa `Utsman, khususnya dalam bidang-bidang keuangan ini. Maka, mengulangi, perdebatan di masa Umar sekitar masalah tanah-tanah pertanian daerah taklukan itu, para tentara menghendaki agar tanah-tanah produktif itu langsung dibagikan kepada tentara penakluk bersangkutan, dan dilepaskan dari pengawasan Madinah, sama dengan harta rampasan perang mana pun juga. Jadi berbeda dengan pandangan `Umar yang tidak melihatnya demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akumulasi dari semua ketidakpuasan terhadap `Utsman itu yang jelas sebagian bukan karena kesalahan `Utsman sendiri yang berakhir dengan pembunuhan Khalifah. Dengan begitu dimulailah perang saudara selama lima tahun, hanya selang sekira seperempat abad sejak wafat Nabi.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Ensiklopedi Nurcholish Madjid&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-576624969325898858?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/576624969325898858/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=576624969325898858' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/576624969325898858'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/576624969325898858'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2010/09/awal-perang-saudara.html' title='Awal Perang Saudara'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-6678282978330713113</id><published>2010-09-20T16:35:00.000+07:00</published><updated>2010-09-20T16:36:33.498+07:00</updated><title type='text'>Awal Mula Maulid</title><content type='html'>&lt;div class="b2 w641 fl p10"&gt;&lt;div class="w643 fl p10a"&gt;&lt;div class="b2 w641 fl p10"&gt;&lt;div class="w643 fl p10a"&gt;-               &lt;br /&gt;      &lt;/div&gt;      &lt;/div&gt;     &lt;div class="fr p20b p10d m10c"&gt;        &lt;div class="b3 bg2 p10"&gt; &lt;img src="http://ramadan.okezone.com/images-data/content/2010/08/18/333/364008/LANNEKB0n2.jpg" alt="berita" class="br3" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        &lt;div class="p5a lh"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;        &lt;/div&gt;       &lt;/div&gt;           Sebetulnya maulid adalah ide Salahuddin Al-Ayyubi, seorang sultan dari Mesir yang terlibat dalam Perang Salib ketika orang Islam menderita kekalahan; pada saat itu Yerusalem dan Palestina dikuasai orang-orang Kristen dan tentara Salib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salahuddin Al-Ayyubi berpikir bagaimana membangkitkan semangat tentara Islam. Lalu dia mendapat inspirasi dari Natal di mana orang-orang Kristen memperingati hari kelahiran Isa Al-Masih. Natal dari bahasa Latin, artinya kelahiran, dalam bahasa Arab disebut Milad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Natal itu kemudian ditiru oleh Salahuddin Al-Ayyubi untuk membangkitkan semangat tentara Islam. Sejak itu, orang-orang Islam banyak memperingati hari kelahiran Nabi, yang dinamakan milad dan kemudian menjadi maulid. Orang Kristen lebih dulu menggunakan perkataan milad daripada orang Islam menggunakan kini disebut penanggalan nasional dalam bahasa Arab disebut tahun miladi, artinya tahun yang dihitung sejak kelahiran Isa Al-Masih, yakni tahun Masehi (tahun Kristen).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Salahuddin mempunyai ide memperingati kelahiran Nabi, maka yang dibaca ialah riwayat-riwayat kepahlawanan Nabi yang dalam bahasa Arab disebut Maghazi (peristiwa-peristiwa perang Nabi). Semua itu memuat kisah bagaimana Nabi memimpin Perang Badar, Perang Uhud, Perang Khandak, dan sebagainya, yang di dalamnya memang terkesan kuat sekali tindakan-tindakan heroik Nabi dan para sahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata apa yang diharapkan Salahuddin  Al-Ayyubi itu terwujud. Semangat umat Islam bangkit dan kemudian mereka berhasil mengusir tentara Salib. Tegasnya, tentara Salib itu kalah oleh tentara Islam karena maulid.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Ensiklopedi Nurcholish Madji&lt;/strong&gt;        &lt;h5&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h5&gt;        &lt;h6&gt; -       &lt;/h6&gt;        &lt;br /&gt;      &lt;/div&gt;      &lt;/div&gt;     &lt;div class="fr p20b p10d m10c"&gt;        &lt;div class="b3 bg2 p10"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-6678282978330713113?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/6678282978330713113/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=6678282978330713113' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/6678282978330713113'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/6678282978330713113'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2010/09/awal-mula-maulid.html' title='Awal Mula Maulid'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-6500879635585312910</id><published>2010-09-20T16:34:00.001+07:00</published><updated>2010-09-20T16:34:51.420+07:00</updated><title type='text'>Belajar dari Kaum Mu'tazilah</title><content type='html'>&lt;div class="b2 w641 fl p10"&gt;&lt;div class="w643 fl p10a"&gt;-               &lt;br /&gt;      &lt;/div&gt;      &lt;/div&gt;     &lt;div class="fr p20b p10d m10c"&gt;        &lt;div class="b3 bg2 p10"&gt; &lt;img src="http://ramadan.okezone.com/images-data/content/2010/08/23/333/365666/Ltk6rKkk1J.jpg" alt="berita" class="br3" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                &lt;/div&gt;       &lt;/div&gt;           Telah umum diketahui bahwa dalam sejarah pemikiran Islam, kaum Mu`tazilah adalah pelopor pembahasan masalah akal dan wahyu. Dalam pandangan mereka, kedua hal itu tidak mungkin bertentangan. Sebab wahyu adalah kebenaran, dan akal adalah anugerah Tuhan untuk mampu menangkap kebenaran itu. Pandangan ini seluruhnya sejalan dengan berbagai dorongan dalam Alquran agar kita menggunakan akal, berpikir, merenung (ya`qilu, yatafakkaru, dan yatadabbaru, dengan tashrif derivatif masing-masing). Ayat-ayat Alquran banyak sekali diakhiri dengan perkataan-perkataan ini, baik yang bernada pujian kepada yang melakukannya ataupun yang bernada gugatan kepada yang tidak melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara populer diketahui bahwa pelopor gerakan Mu`tazilah ialah Washil ibn `Atha (w. 131 H/749 M.) dari Bashrah, (bekas) murid Hasan Bashri (Al-Hasan Al-Bashri w. 110 H./728M.). Meskipun riwayat menyebutkan bahwa pikiran i`tizAl-nya tumbuh karena kekecewaan kepada gurunya dalam menjawab tentang status seseorang yang mengaku beriman namun berdosa besar, Washil dapat dipahami lebih baik hanya jika diperhitungkan pengaruh gurunya itu. Sebab Hasan Bashri adalah seorang tokoh ulama yang sangat cenderung kepada paham Qadariyah, yang menyebabkan ia banyak berhadapan dengan rezim Umayah di Damaskus (yang terkenal sangat kuat berpegang kepada paham Jabariyah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paham Qadariyah sendiri merupakan salah satu tema pokok pandangan keagamaan kaum Khawarij. Lagi-lagi, sekalipun kaum “pemberontak “ ini “memberontak” kepada Ali ibn Abi Thalib, namun banyak wawasan kaum Khawarij yang rasional dan demokratis berakar dalam wawasan khalifah keempat itu. Bahkan meskipun paham kaum Khawarij akhirnya berkembang menjadi ekstrem sehingga kelak mereka dinyatakan oleh kaum Sunni sebagai pembuat bid`ah (ahlu `l-bid`ah atau al-mubtadi`ah) dan golongan penurut keinginan sendiri (ahl-u `l-ahwa`). Namun secara keagamaan, pribadi mereka itu, seperti dikatakan Ibn Taimiyah, adalah orang-orang yang saleh dan sangat dapat dipercaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam penilaian kalangan ahli sejarah politik dan pemikiran Islam, kaum Mu`tazilah adalah “titisan” kaum Khawarij, kecuali bahwa mereka itu tidak terlalu berat terobsesi kepada kekuasaan politik. Tapi, ketika paham Mu`tazilah itu diambil oleh Khalifah Al-Ma`mun dan diputuskannya sebagai paham “resmi” negara (dengan ekses negatif yang ironis berupa mihnah atau pemeriksaan paham pribadi), kelompok Muslim “rasionalis” itu mampu menggerakkan wawasan keilmuan dan etos intelektual dalam peradaban Islam yang hasil-hasilnya masih menjadi topik kebanggaan kaum Muslim sampai sekarang. Ekses paham i`tizal memang ada, tapi merupakan hal sekunder.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum Muslim zaman modern mungkin tidak perlu mengulang kembali secara keseluruhan paham Mu`tazilah. Tetapi jelas sekali bahwa mereka perlu membangkitkan kembali wawasan keilmuan dan etos intelektual pada “zaman keemasan” Islam itu.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Ensiklopedi Nurcholish Madjid&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-6500879635585312910?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/6500879635585312910/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=6500879635585312910' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/6500879635585312910'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/6500879635585312910'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2010/09/belajar-dari-kaum-mutazilah.html' title='Belajar dari Kaum Mu&apos;tazilah'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-3554929819534457601</id><published>2010-09-20T16:32:00.000+07:00</published><updated>2010-09-20T16:33:32.511+07:00</updated><title type='text'>Buya Hamka Pemikir Islam Modernis</title><content type='html'>-               &lt;br /&gt;                 &lt;div class="fr p20b p10d m10c"&gt;        &lt;div class="b3 bg2 p10"&gt; &lt;img src="http://ramadan.okezone.com/images-data/content/2010/08/27/333/367332/gige49CBth.jpg" alt="berita" class="br3" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        &lt;div class="p5a lh"&gt;Buya Hamka&lt;/div&gt;        &lt;/div&gt;       &lt;/div&gt;           Tidaklah berlebihan kiranya jika disebutkan bahwa Buya Hamka adalah seorang pemikir Islam modernis yang paling subur di Indonesia. Beliau bukanlah seorang sarjana dengan pendidikan formal yang memadai, melainkan seorang autodidak. Namun, beliau adalah seorang pribadi yang memiliki kemampuan kognitif yang sedemikian tingginya sehingga hanya dengan beberapa bekal pendidikan masa kecilnya saja beliau sanggup menghimpun dan kemudian memproduksi sedemikian luas ilmu pengetahuan agama melebihi kebanyakan mereka yang berpendidikan formal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan lain Buya Hamka ialah kesanggupannya menyatakan pikiran dalam ungkapan modern dan kontemporer. Oleh karena itu, Buya Hamka berhasil menjalin komunikasi intelektual dengan kalangan terpelajar tanpa hambatan. Pikiran-pikirannya diterima di kalangan luas, khususnya kalangan umat Islam Indonesia yang sering diindentifikasi sebagai “kaum modernis” atau “kaum pembantu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai tokoh kelahiran Tanah Minang, dan lebih-lebih lagi sebagai putra seorang pendekar pembaruan yang tersohor (Dr Abdul Karim Amarullah atau Haji Rasul), Buya Hamka memang tidak dapat dilepaskan dari jiwa dan semangat pembaruan dan modernisme Islam. Tanah Minang adalah bagian dari negeri kita yang paling banyak mendapat pengaruh dari pikiran-pikiran reformasi Islam. Pengaruh itu mula-mula datang dari pemikiran “reformasi klasik” – seperti yang dibawa oleh Haji Miskin (dan kawan-kawannya) dari Hijaz (yang kemudian menyulut api Perang Padri) – yaitu pemikiran reformasi Salafiyah menurut gerakan Muhammad ibn Abd Al-Wahab dan para pendukungnya (“Kaum Wahabi”).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama kemudian disusul pengaruh pemikiran reformasi jenis “modernis”, seperti yang dibawakan oleh mereka yang datang dari Mesir. Mereka ini mewakili gerakan triad Jamaluddin Al-Afghani, Syaikh Muhammad Abduh, dan Sayyid Rasyid Ridla. Dalam suasana yang penuh pengaruh reformasi itulah Buya Hamka hidup. Suasana reformasi itu sangat memengaruhi perkembangan pemikiran beliau sehingga mengantarkannya menjadi salah seorang tokoh pembaruan yang sangat unik dan penuh pesona.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Ensiklopedi Nurcholish Madjid&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-3554929819534457601?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/3554929819534457601/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=3554929819534457601' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/3554929819534457601'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/3554929819534457601'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2010/09/buya-hamka-pemikir-islam-modernis.html' title='Buya Hamka Pemikir Islam Modernis'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-5831875529519677993</id><published>2010-09-20T16:30:00.000+07:00</published><updated>2010-09-20T16:32:14.855+07:00</updated><title type='text'>Dampak Politik Mu'awiyah</title><content type='html'>-               &lt;br /&gt;                 &lt;div class="fr p20b p10d m10c"&gt;        &lt;div class="b3 bg2 p10"&gt; &lt;img src="http://ramadan.okezone.com/images-data/content/2010/09/06/333/370531/HPgnugTala.jpg" alt="berita" class="br3" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                &lt;/div&gt;       &lt;/div&gt;           Dari sejarah Islam, kita mengetahui para tokoh sahabat Nabi Saw, yang terlihat dalam pertikaian politik dan perpecahan sesama mereka. Yang paling seru, dan bekasnya masih amat berpengaruh sampai sekarang, ialah antara `Ali dan Mu`awiyah. Sebenarnya, orang cukup mudah membuat penilaian untuk kemudian  memihak kepada `Ali atau membenarkannya – dan itulah pendapat yang dominan di seluruh dunia Islam hingga kini  - namun kenyataannya, dari segi perpolitikan Islam, Mu`awiyah adalah orang yang dituduh, secara benar, mengubah sistem perpolitikan kaum Muslim dari yang semula bersifat terbuka, egaliter, dan partisipatif, menjadi bersifat tertutup, hierarkis, dan otoriter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelasnya, dari sistem kerajaan. Hendaknya kita ketahui bahwa masa kekhalifahan yang sejati itu hanya berlangsung selama 30 tahun (dari Abu Bakar sampai `Ali), dan sejak itu sampai sekarang, selama lebih kurang 14 abad, yang ada ialah sistem kerajaan, meskipun raja-raja itu mengklaim dan menamakan diri mereka sebagai khalifah, termasuk yang terakhir dan ditumbangkan oleh Kemal Attaturk di Turki Utsmani.&lt;br /&gt;Hanya di zaman modern tentang negara dan politik, banyak negeri Muslim yang berbentuk bukan lagi kerajaan, tapi republik, seperti Aljazair, Tunis, Lybia, Mesir, Sudan, Somalia, Jibouti, Yaman, Suriah, Irak, Iran, Afganistan, Pakistan, Bangladesh, Maladewa, dan Indonesia. Sedangkan selebihnya, yaitu Maroko, Yordania, Kuwait, Saudi Arabia, Bahrain, Oman, dan Malaysia dapat disebut sebagai kelanjutan konsisten tradisi perpolitikan Islam sesudah masa kekhalifahan, yakni sejak masa Mu`awiyah. (Uni Emirat Arab adalah unik, karena merupakan uni dari sistem politik pimpinan seorang syaikh – di sebut dalam  Inggris sheikhdom- namun uni itu sendiri dipimpin oleh seorang Presiden).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah pengaruh Mu`awiyah dan sistem poitiknya. Dari segi keagamaan, khususnya berkat rintisan Khalifah `Umar ibn Abdul Aziz, Dinasti Umayah yang didirikan oleh Mu`awiyah mewariskan paham Sunni yangn lebih terkonsolidasi. Bahkan kaum Abbasi pun, yang dalam revolusi mereka menumbangkan Dinasti Umayyah melakukan kekejaman luar biasa yang jelas sekali merupakan genocide atau ethnic cleansing terhadap dinasti yang ditumbangkannya, akhirnya justru memeluk ideologi keagamaan Sunnisme warisan Umayah, dengan menindas dan berusaha membasmi kaum Syi`ah dan Khawarij.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permulaan dari perubahan yang dilakukan oleh Mu`awiyah yang membawa dampak permusuhan lebih parah dalam Islam itu tercermin dalam wasiatnya kepada Yazid, anaknya sendiri yang ia tetapkan untuk menggantikan dirinya: Wasiat Mu`awiyah kepada anaknya, Yazid: “....Aku tidak mengkhawatirkan kepada engkau akan ada yang menentangmu kecuali dari empat tokoh kalangan Quraisy, Al-Husain ibn `Ali, `Umar, `Abdullah ibn Al-Zubair, dan `Abdurrahman ibn Abi Bakar. Tentang (`Abdullah) ibn `Umar, dia adalah tokoh yang sibuk beribadah, dan jika tidak ada seorang pun selain dia, dia akan membaiat engkau; tentang Al-Husain, penduduk Irak tidak akan mendukungnya kecuali dengan mendorongnya untuk memberontak kepadamu dan engkau menang, tunjukkan sikap yang lembut kepadanya, sebab dia itu memiliki rasa cinta yang memikat dan hak yang agung; tentang ('Abdurrahman) ibn Abi Bakar, dia adalah seorang lelaki yang jika melihat para sahabatnya berbuat sesuatu dia akan juga memperbuatnya seperti mereka, namun ia tidak mempunyai perhatian kecuali kepada wanita dan kesenangan; tetapi yang bakal menerkam engkau bagaikan harimau dan mencakar engkau bagaikan serigala, dan yang jika ada kesempatan pasti akan meloncat, itulah (Abdullah) ibn Al-Zubair. Jika ia lakukan itu dan engkau dapat mengalahkannya, maka cincanglah ia sehabis-habisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah Mu`awiyah yang mampu menulis wasiat seperti itu yang juga telah bertindak sendiri, kemudian mewariskan berbagai praktik-praktik yang tidak terpuji dalam sejarah awal perpolitikan Islam. Dari sekian banyak peristiwa kekejaman Mu`awiyah, beberapa di antaranya menyangkut keluarga `A`isyah, bekas istri Nabi yang digelari Umm Al-Mu`minin (Ibu Kaum Beriman), seperti bagaimana Mu`awiyah membunuh dengan kejam saudara `A`isyah, Muhammad ibn Abu Bakar yang menjadi Gubernur Mesir dari pihak `Ali. Juga peristiwa-peristiwa kekejaman Mu`awiyah yang mendorong `A`isyah untuk melakukan oposisi kepadanya, seperti pembunuhan kejam terhadap Hujr ibn `Abdi dan kawan-kawan atas dasar kesalahan menginterupsi khutbah Jumat Ziyad ibn Abih, Gubernur Kufah dari pihak Mu`awiyah, yang berkhutbah terlalu panjang dan waktu salat Jumat hampir habis. `A`isyah melindungi Abdurrahman ibn Abu Bakar, saudaranya, ketika yang terakhir ini menentang keputusan Mu`awiyah menunjuk anaknya sendiri Yazid, dan menuduh Mu`awiyah menganut “Hirqaliyah” (“Herakliusisme”, yakni sistem penunjukan anak atau keluarga sendiri sebagai calon pengganti raja, atau sistem kerajaan yang diketahui orang Arab dipraktikkan oleh Romawi Timur atau Byzantium yang saat itu kaisarnya ialah Heraklius).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sumber: Ensiklopedi Nurcholish Madjid&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-5831875529519677993?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/5831875529519677993/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=5831875529519677993' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/5831875529519677993'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/5831875529519677993'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2010/09/dampak-politik-muawiyah.html' title='Dampak Politik Mu&apos;awiyah'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-8279477806752440544</id><published>2010-09-20T16:28:00.000+07:00</published><updated>2010-09-20T16:30:28.141+07:00</updated><title type='text'>Dimensi Modern Sosial-Politik Islam Klasik</title><content type='html'>&lt;div class="b2 w641 fl p10"&gt;&lt;div class="w643 fl p10a"&gt;-               &lt;br /&gt;      &lt;/div&gt;      &lt;/div&gt;     &lt;div class="fr p20b p10d m10c"&gt;        &lt;div class="b3 bg2 p10"&gt; &lt;img src="http://ramadan.okezone.com/images-data/content/2010/09/17/333/373031/4fBDybzUtU.jpg" alt="berita" class="br3" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                &lt;/div&gt;       &lt;/div&gt;           Pembicaraan tentang Islam dan politik selalu menarik perhatian, karena kenyataan adanya hubungan yang sangat erat antara keduanya dalam sejarah. Semenjak Nabi Saw hijrah dari Makkah ke Yatsrib dan kemudian memberi nama baru kepada kota itu sebagai Al-Madinah, maka agenda-agenda politik kerasulan telah diletakkan, dan beliau bertindak sebagai utusan Allah, kepala negara, komandan tentera, dan pemimpin kemasyarakatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua yang dilakukan oleh Nabi Saw di Kota hijrah itu adalah refleksi dari ide yang terkandung dalam perkataan Arab “madinah”, yang secara etimologis berarti “tempat peradaban”, yaitu padanan perkataan Yunani “polis” (seperti dalam nama kota “Constantinopolis”). Dan “madinah” dalam arti itu, adalah sama dengan “hadlarah” dan “tsaqafah”, yang masing-masing sering diterjemahkan berturut-turut, “peradaban” dan “kebudayaan” yang berarti “ pola kehidupan mengembara, "nomad”. Karena itu perkataan “madinah”, dalam peristilahan modern, menunjuk kepada semangat dan pengertian “civil society”, suatu istilah Inggris yang berarti “masyarakat sopan, beradab dan teratur” dalam bentuk negara yang baik. Dalam arti inilah maka harus dipahami kata-kata hikmah dalam bahasa Arab, “al-insanu madaniyun bi al-adabi” (“manusia menurut nature-nya adalah bermasyarakat budaya” – merupakan padanan adagiun terkenal Yunani bahwa manusia adalah “zoon politicon”).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para khalifah, selaku para penguasa Islam, kemudian bertindak mengikuti konsekuensi logis prinsip-prinsip yang telah dirintis dan diletakkan Nabi. Di tangan para khalifah itu, khususnya `Umar ibn Al-Khaththab, khalifah kedua, Islam tampil dengan keberhasilan politik yang luar biasa, lebih daripada agama lain mana pun. Berkaitan dengan hal inilah sering dikemukakan keunikan Islam di antara agama-agama. Dalam telaah perbandingan yang lebih luas dengan agama-agama lain, sesungguhnya keunikan Islam di sini bukanlah keterkaitan erat antara agama dan politik itu sendiri. Agama-agama lain juga mengenal keterkaitan yang sangat erat dengan politik, jika tidak boleh dikatakan menyatu atau tidak mengenal pemisahan dengan masalah politik. Negeri kita sendiri pernah menyaksikan tampilnya dengan megah negara-negara agama, seperti Sriwijaya yang Buddha dan Majapahit yang Hindu. Sebelum abad kedelapan belas, agama Kristen di Eropa juga menyatu padu dengan kekuasaan politik. Dan sebelum itu, sebelum munculnya agama Kristen, agama Yahudi juga mewujud-nyata dalam politik atau kenegaraan, sehingga para pemimpin mereka adalah sekaligus pemimpin agama dan politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, sekali lagi, keunikan Islam bukanlah hubungannya yang sangat erat dengan politik. Keunikan Islam dibanding dengan agama-agama lain berada dalam pandangan-pandangannya tentang politik yang sangat maju, bahkan Robert N Bellah, seorang sarjana sosiologi agama terkemuka, menyebutnya  “sangat modern”, khususnya pandangan dan praktik politik yang berlaku di zaman para khalifah bijaksana (al-khulafa al-rasyidun). Letak kemodernan pandangan sosial-politik Islam klasik itu ialah: 1. Kedudukan pemimpin kenegaraan yangn terbuka terhadap penilaian berdasarkan kemampuan; 2. Karena itu, pemimpin ditetapkan melalui proses pemilihan terbuka, dengan cara apa pun pemilihan itu dilakukan dalam sejarah sesuai dengan keadaan; 3. Semua warga masyarakat dan negara, yang disebut ummat, mempunyai hak dan kewajiban yang sama berdasarkan pandangan persamaan manusia (egalitarianisne) di depan Allah dan hukum-Nya; 4. Hak-hak tertentu yang luas dan adil juga diakui ada pada golongan agama-agama lain (konsep tentang Ahl Al-Kitab), yang dalam Piagam Madinah disebut menjadi bagian dari umat.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Ensiklopedi Nurcholis Madjid&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-8279477806752440544?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/8279477806752440544/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=8279477806752440544' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/8279477806752440544'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/8279477806752440544'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2010/09/dimensi-modern-sosial-politik-islam.html' title='Dimensi Modern Sosial-Politik Islam Klasik'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-5834904657339800920</id><published>2010-09-13T14:09:00.001+07:00</published><updated>2010-09-13T14:09:48.278+07:00</updated><title type='text'>MATAHATI RAMADHAN Hati Yang Berakal</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;color:#666666;"&gt;&lt;b&gt;oleh: Dr Abdul Mu'ti&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#009900;"&gt;Senin, 06 September 2010 , 10:19:00 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;table align="left" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="110"&gt;             &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                &lt;td align="center" width="100"&gt;&lt;img src="http://www.rakyatmerdeka.co.id/images/berita/normal/667730_10240806092010_muthi.bmp" style="border: 1px solid rgb(102, 102, 102); padding: 2px;" border="0" hspace="4" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td width="10"&gt;    &lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;          &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;table align="right" cellpadding="10" cellspacing="10"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;a href="javascript:void(0)" onclick="window.open('http://www.rakyatmerdeka.co.id/iklan.php?id=20','','width=450,  height=680, scrollbars=no');"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;    &lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;RMOL.&lt;/span&gt; DI dalam sebuah Hadits yang  masyhur, Nabi Muhammad bersabda: ”Dalam jasad manusia ada segumpal  darah. Jika dia sehat maka baiklah manusia. Jika dia sakit, maka  rusaklah manusia. Segumpal darah itu tiada lain adalah hati.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara fisiologis, hati (lever) adalah organ tubuh yang sangat penting.  Fungsi hati mempengaruhi keseluruhan proses metabolisme. Secara  psikologis hati adalah locus yang menggerakkan perilaku manusia. Menurut  para psikolog, hati adalah pusat perasaan, atau emosi. Jika hati  bahagia, muka akan berseri-seri, cerah ceria, awet muda. Jika hati duka,  wajah cemberut, kulit lebih cepat berkerut, penuaan datang lebih dini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati adalah kejujuran. Mulut bisa berbohong. Lidah bisa bersilat. Tetapi  hati tidaklah demikian. Karena itu manusia tidak bisa membohongi  hatinya. Mendustai hati berarti membohongi diri sendiri. Menurut  Alquran, pembohong adalah manusia yang berhati busuk, mengidap penyakit  hati kronis. Merekalah orang-orang yang hidupnya penuh tipu muslihat dan  laku jahat. Mereka tidak hanya berusaha terus menerus  memperdayai kaum  beriman bahkan menipu Allah dengan kebohongan mulutnya (Qs. 2,  al-Baqarah: 9-10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati adalah cermin bening yang memancarkan segala keindahan. Dosa, kata  Al-Ghazali, adalah noda hitam yang menempel di hati. Apabila manusia  terus menerus berbuat dosa, maka hatinya akan tertutup noda. Tidak ada  lagi cahaya yang bisa menembus. Hati yang bening adalah sumber kearifan.  Manusia dapat menjelaskan berbagai hal dalam kehidupan dengan nalar  pikirnya (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;tafakkur).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Lebih dari itu, manusia memiliki kemampuan menangkap makna dan  kedalaman suatu fenomena dengan hatinya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(tadzakkur). &lt;/span&gt;Tafakkur dan tadzakkur adalah dua fungsi  akal yang hanya dimiliki oleh manusia yang jernih fikirannya, bening  hatinya.  “Apakah mereka tidak menjelajah dunia, yang dengannya mereka  memiliki hati yang berakal, dan pendengaran yang sensitif? Sesungguhnya  penglihatan mereka tidak buta, yang buta adalah hati di dada.” (Qs. 22,  al-Hajj: 46).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan adalah bulan berdzikir untuk mengasah mata batin dan ketajaman  akal. Memahami dengan hati adalah sumber pengetahuan irfani. Darinya,  lahirlah kearifan dan pribadi yang bijaksana. Jika hati bening, wajah  cerah ceria, semua hal  terang benderang, dan masa depan gemilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Penulis adalah Sekretaris PP  Muhammadiyah&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-5834904657339800920?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/5834904657339800920/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=5834904657339800920' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/5834904657339800920'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/5834904657339800920'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2010/09/matahati-ramadhan-hati-yang-berakal.html' title='MATAHATI RAMADHAN Hati Yang Berakal'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-7731372846113615045</id><published>2010-09-13T14:06:00.000+07:00</published><updated>2010-09-13T14:07:34.891+07:00</updated><title type='text'>MATAHATI RAMADHAN Maaf Itu (Tidak Selalu) Indah</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;color:#666666;"&gt;&lt;b&gt;Oleh: Dr Abdul Mu'ti&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#009900;"&gt;Kamis, 09 September 2010 , 14:24:00 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;table align="left" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="110"&gt;             &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                &lt;td align="center" width="100"&gt;&lt;img src="http://www.rakyatmerdeka.co.id/images/berita/normal/164667_02350309092010_abdul_muti_baru.bmp" style="border: 1px solid rgb(102, 102, 102); padding: 2px;" border="0" hspace="4" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td width="10"&gt;    &lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;          &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;table align="right" cellpadding="10" cellspacing="10"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;a href="javascript:void(0)" onclick="window.open('http://www.rakyatmerdeka.co.id/iklan.php?id=20','','width=450,  height=680, scrollbars=no');"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;    &lt;p&gt;“MAAF itu  indah.” Ungkapan ini sangat sering kita baca, terutama menjelang Idul  Fitri. Betul sekali. Memaafkan adalah akhlak al-karimah, perbuatan yang  terpuji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia bertaqwa adalah mereka yang memaafkan kesalahan sesamanya. ”  (Manusia bertaqwa) adalah mereka yang menafkahkan rizkinya di waktu  lapang dan sempit, menahan amarah, dan memaafkan kesalahan sesama  manusia...” (Qs. 3, Ali Imran: 134).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah maaf dalam bahasa Indonesia berasal dari lafadz ”&lt;span style="font-style: italic;"&gt;al-afwu”. &lt;/span&gt;Secara bahasa, maaf berarti  sesuatu yang berlebih, atau menghapus suatu kesalahan. Karena itu, maaf  seyogyanya sudah diberikan sebelum orang lain meminta. Sebaiknya  kesalahan dihapus. Selain tidak indah, membiarkan kesalahan juga bisa  menimbulkan masalah. Pemahaman ini mengisyaratkan bahwa pemaaf adalah  sifat yang dimiliki oleh mereka yang berjiwa besar dan cinta keindahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, maaf tidak selalu indah apabila pemberian maaf itu  dipersyaratkan. Apabila pemberian maaf bersifat kondisional. Misalnya:  ”Saya maafkan kesalahan saudara. Tetapi, di masa depan saya tidak mau  lagi menjalin hubungan dengan saudara.” Maaf juga tidak indah, jika  kesalahan masa lalu selalu diungkit-ungkit, pengalaman kelam di masa  silam disebut berulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaf itu tidak indah jika permintaan maaf harus disampaikan secara  terbuka. Misalnya, pihak yang bersalah harus meminta maaf di tujuh media  cetak, tujuh televisi, tujuh radio, tujuh bahasa, di tujuh negara. Maaf  tidak terlalu indah jika dilakukan secara ekslusif menurut kasta, kelas  ekonomi, marga, jabatan atau strata duniawi lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaf itu indah, jika diberikan dengan lapang dada, ikhlas, tanpa syarat  disertai komitmen bersama untuk memulai lembaran baru yang lebih baik.  Terdapat empat ayat Alquran dimana perintah memaafkan diikuti langsung  dengan lapang dada. ”Hendaklah kaum bangsawan dan hartawan di antara  kamu tidak memutuskan bantuan kepada karib kerabat, orang miskin, dan  orang yang berhijrah di jalan Allah. Seharusnya mereka memaafkan dan  berlapang dada. Tidakkah mereka bahagia jika Allah mengampuni segala  dosanya? Sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Penyayang.” (Qs.  24, an-Nur: 22).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah saling memaafkan dengan tulus, cinta dan kasih. Marilah berjabat  tangan dalam persaudaraan sejati dan kemanusiaan hakiki. Inilah maaf  yang indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Penulis adalah Sekretaris PP  Muhammadiyah&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-7731372846113615045?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/7731372846113615045/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=7731372846113615045' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/7731372846113615045'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/7731372846113615045'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2010/09/matahati-ramadhan-maaf-itu-tidak-selalu.html' title='MATAHATI RAMADHAN Maaf Itu (Tidak Selalu) Indah'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-7102509957202342162</id><published>2010-09-13T14:04:00.000+07:00</published><updated>2010-09-13T14:05:16.566+07:00</updated><title type='text'>MATAHATI RAMADHAN Selamat Idul Fitri</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;color:#666666;"&gt;&lt;b&gt;Oleh: Dr Abdul Mu'ti&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#009900;"&gt;Jum'at, 10 September 2010 , 17:06:00 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;table align="left" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="110"&gt;             &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                &lt;td align="center" width="100"&gt;&lt;img src="http://www.rakyatmerdeka.co.id/images/berita/normal/542092_05130410092010_muti.bmp" style="border: 1px solid rgb(102, 102, 102); padding: 2px;" border="0" hspace="4" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td width="10"&gt;    &lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;          &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;table align="right" cellpadding="10" cellspacing="10"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;a href="javascript:void(0)" onclick="window.open('http://www.rakyatmerdeka.co.id/iklan.php?id=20','','width=450,  height=680, scrollbars=no');"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;    &lt;p&gt;SETELAH  selama satu bulan menunaikan ibadah Ramadhan, tibalah saatnya kaum  muslim merayakan Idul Fitri. Idul Fitri adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;moment of celebration, &lt;/span&gt;hari kemenangan. Siapapun tentu  merasa bersuka cita menyambut kemenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegembiraan dirayakan oleh mereka yang berpuasa dengan sempurna selama  sebulan penuh, yang harus meng-qadha beberapa hari karena sakit atau  bepergian atau membayar fidyah karena fisik yang lemah. Bahkan, mereka  yang berpuasa “gendang” (hanya awal dan akhir Ramdhan) atau yang tidak  berpuasa karena bukan pemeluk Islam juga turut berbahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Idul Fitri memiliki beberapa arti. Pertama, Idul Fitri berarti kembali  berbuka. Pada 1 Syawal, kaum Muslim diharamkan berpuasa, disunnahkan  menunaikan shalat Idul Fitri setelah sebelumnya menikmati santapan pagi.  Makan, minum, coitus dan hal-hal lain yang sebelumnya terlarang  (haram), sekarang menjadi bebas (halal).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, Idul Fitri berarti kembali bersih. Pada awalnya, fithrah adalah  bersih secara fisik. Di dalam beberapa Hadits disebutkan beberapa  perbuatan untuk menjaga kebersihan seperti merapihkan kumis, mencabut  bulu ketiak, memotong kuku, khitan, dan lain-lain. Dalam  perkembangannya, fithrah tidak hanya terbatas untuk kebersihan fisik  tetapi juga kebersihan rohani. Sampai sebelum shalat Idul Fitri kaum  Muslim wajib membayar zakat fithri, untuk menjaga kebersihan rohani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, Idul Fitri berarti kembali kepada fithrah manusia yang aseli  (al-thabiah al salimah). Sesuai fithrahnya, manusia adalah makhluk yang  sempurna, mulia, merdeka, berbahagia dan suci dari segala dosa. Dalam  perkembangannya, manusia mengalami pasang-surut iman, berbuat dosa,  menderita, terjajah dan keadaan buruk lainnya. Manusia memiliki dosa  kepada Tuhan dan kesalahan kepada sesama manusia. Agar dapat kembali  kepada fithrahnya, manusia harus mengisi hidupnya dengan beribadah,  memohon ampun atas segala dosa dan memaafkan kesalahan sesama manusia.  Inilah jalan kehidupan dan kebahagiaan yang rasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, memasuki 1 Syawal, marilah kita merayakan kemenangan,  bersuka cita dengan makan dan minum, takbiran, shalat Idul Fitri,  membersihkan diri dengan wewangian, berpakaian yang indah dan saling  memaafkan. Selamat Idul Fitri. Minal ’aidin wal faizin. Mohon maaf lahir  dan batin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Penulis adalah Sekretaris PP  Muhammadiyah&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-7102509957202342162?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/7102509957202342162/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=7102509957202342162' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/7102509957202342162'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/7102509957202342162'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2010/09/matahati-ramadhan-selamat-idul-fitri.html' title='MATAHATI RAMADHAN Selamat Idul Fitri'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-8501059036449058195</id><published>2010-09-10T15:56:00.001+07:00</published><updated>2010-09-10T15:56:55.789+07:00</updated><title type='text'>Mengapa Kemaksiatan Masih Terjadi Saat Ramadhan?</title><content type='html'>&lt;div class="judul-brita"&gt;&lt;span class="date"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="arial13"&gt;&lt;div class="img-detail-berita"&gt;&lt;img src="http://static.republika.co.id/images/ilustrasi_100907172444.jpg" alt="Mengapa Kemaksiatan Masih Terjadi Saat Ramadhan?" title="ilustrasi" height="260" width="360" /&gt;&lt;br /&gt;      &lt;div class="img-title"&gt;ilustrasi&lt;/div&gt;            &lt;/div&gt;         &lt;div id="newstext"&gt;&lt;p&gt;Oleh Prof Dr KH Achmad Satori Ismail&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan adalah bulan istimewa, karena banyak kemuliaan yang terdapat di dalamnya. Apakah karena berbagai keutamaan itu sehingga kita rajin beribadah di bulan Ramadhan? Tentu, bukan hanya itu. Amal ibadah yang dilaksanakan, insya Allah, semuanya dilandasi dengan niat tulus karena Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam salah satu riwayat, Rasul SAW mengatakan; bila Ramadhan tiba, maka pintu-pintu surga dibuka lebar, pintu-pintu neraka ditutup rapat dan setan-setan dibelenggu, sehingga kita ringan bersedekah dan mudah menunaikan ibadah. Apakah karena setan yang dibelenggu, sehingga kita lebih cenderung untuk menaati perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau setan diborgol, mengapa masih ada saja orang yang melakukan maksiat di bulan suci ini? Menurut sebagian ulama, makna 'setan-setan dibelenggu' itu adalah kiasan untuk menunjukkan bahwa orang yang berpuasa dengan benar, maka mereka tidak akan tergoda oleh berbagai rayuan setan dalam bentuk apa pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena semua pintu yang menjadi pintu masuk setan, telah ditutup rapat dalam diri orang yang berpuasa (shaim). Mulut mereka terjaga dari ghibah (mengumpat), namimah (adu domba), perkataan kotor, haram, menghina, maupun dosa mulut lainnya. Sebab, hal itu akan mengurangi pahala puasa. Perut juga dikunci rapat, karena ia menyadari bahwa dirinya bisa disiplin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga dengan nafsu syahwat 'hewani'. Semuanya mampu terjaga dengan baik selama Ramadhan. Orang yang berpuasa, tentu tidak akan melakukan perbuatan dosa besar itu, seperti pelecehan seksual, perzinaan, dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan janji Allah untuk melipatgandakan pahala ibadah umat Islam dan dibukakan baginya pintu ampunan, maka hal ini akan membuat setan dan kawannya menjadi kecewa, kurus kering, dan tak berdaya melihat balasan yang didapatkan umat Islam dari Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, mengapa masih ada kemaksiatan? Ada pendapat yang lebih kuat menjelaskan, bahwa setan yang dibelenggu di bulan Ramadhan itu adalah maradatus syayathin (gembong setan). Sedangkan setan yang kroco, lemah, dan kecil, dibiarkan berkeliaran dan berlomba untuk menggoda manusia yang lemah imannya, tanpa bosan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks ini, orang yang melakukan dosa di bulan Ramadhan adalah orang lemah imannya yang gampang digelincirkan oleh setan rendahan  sehingga terseret ke lembah kemaksiatan. Nah bagaimana kalau bos-bos setan dilepas seusai Ramadhan?  Boleh jadi kemasiatan akan semakin merebak, dan upaya larangan atau pembatasan jam operasional bagi tempat hiburan berbasis masksiat pun akan dicabut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila di bulan suci ini kita bisa rajin beribadah, getol sedekah, dan enggan bermaksiat, karena setan telah dibelenggu. Maka, bisakah setelah Ramadhan ibadah itu terus berlanjut pada bulan berikutnya, saat setan tak terbelenggu lagi? Semoga saja. Namun, bila itu terus mengumbar nafsu, berarti setannya masih ada dalam diri kita. Sebagai mukmin kita yakin bahwa kita bukanlah setan promotor kemaksiatan. Wallahu a'lam.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-8501059036449058195?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/8501059036449058195/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=8501059036449058195' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/8501059036449058195'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/8501059036449058195'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2010/09/mengapa-kemaksiatan-masih-terjadi-saat.html' title='Mengapa Kemaksiatan Masih Terjadi Saat Ramadhan?'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-4858235417923979979</id><published>2010-09-10T15:55:00.001+07:00</published><updated>2010-09-10T15:55:43.507+07:00</updated><title type='text'>Dahsyatnya Kekuatan Saling Memaafkan</title><content type='html'>&lt;div class="judul-brita"&gt;&lt;span class="date"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/div&gt;    &lt;div&gt;     &lt;div class="changefont" align="right"&gt;      &lt;a href="http://www.republika.co.id/berita/ensiklopedia-islam/hikmah/10/09/09/134272-dahsyatnya-kekuatan-saling-memaafkan#" rel="small"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;         &lt;/div&gt;    &lt;/div&gt;    &lt;div class="arial13"&gt;                   &lt;div class="img-detail-berita"&gt;              &lt;img src="http://static.republika.co.id/images/ilustrasi_100909211146.jpg" alt="Dahsyatnya Kekuatan Saling Memaafkan" title="ilustrasi" height="260" width="360" /&gt;&lt;br /&gt;      &lt;div class="img-title"&gt;ilustrasi&lt;/div&gt;            &lt;/div&gt;         &lt;div id="newstext"&gt;&lt;p&gt;Oleh Dr A Ilyas Ismail&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari, Abu Bakar As-Shiddiq bersumpah untuk tidak lagi membantu Misthah bin Atsatsah, salah seorang kerabatnya. Sebab, ia telah ikut menyebarkan berita bohong mengenai putrinya, Siti Aisyah. Namun, Allah SWT melarang sikap Abu Bakar itu dengan turunnya ayat ke-22 dari surah An-Nur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka tidak akan mem beri (bantuan) kepada kaum kerabat (nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah. Hendaklah mereka memaafkan dan berla pang dada. Apakah ka mu tidak ingin agar Allah meng ampunimu? Sesungguhnya, Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS An-Nur [24]: 22).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat ini mengajarkan kepada kaum Muslim agar melakukan (paling tidak) dua hal kepada orang yang pernah berbuat dosa. Pertama, al-afwu, yaitu mem beri maaf. Dalam bahasa Alquran, kata al-afwu, berarti ‘menghapus’ atau ‘menghilang kan luka-luka lama yang ada da lam hati’. Untuk itu, tidak disebut memberi maaf manakala ma sih tersisa ganjalan, apalagi dendam yang membara dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, as-shafhu, yaitu berlapang dada. Kata as-shafhu berarti ‘irdhu as-syai’, yaitu permukaan atau dataran sesuatu yang menggambarkan kelapangan. Dari kata ini terbentuk kata mushafahah yang berarti bersalam-salaman, dan kata shafahat yang berarti lembaran-lembaran. Jadi, dengan as-shafhu, kita disuruh bersikap lapang dada untuk menutup lembaran-lembaran lama dan membuka serta mengisi lembaran yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pakar tafsir Al-Ashfahani, as-shafhu lebih tinggi nilainya dibanding al-afwu. Itu karena, pada al-afwu, boleh jadi ada sesuatu yang sulit dihapus dan dibersihkan, atau karena lembaran yang terkena noda. Meskipun sudah dibersihkan, ia tidak akan sebagus lembaran yang baru sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping dua hal, al-afwu dan as-shafhu, kepada orang yang bersalah itu, kita diminta pula berbuat baik dan terbaik ( ihsan). Ihsan itu bukan kebaikan biasa, akan tetapi keutamaan ( al-fadhl) yang sangat tinggi. Ia di atas kewajiban atau sesuatu yang seharusnya. Dicontohkan dalam perihal membayar hutang. Itu merupakan kewajiban, tetapi membebaskan piutang adalah keutamaan ( ihsan). Meminta maaf adalah kewajiban, tetapi memberikan maaf sebelum diminta adalah keutamaan ( ihsan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari yang suci dan fitri ini, sudah selayaknya kita memulai hidup baru dengan memperkuat tali silaturahim, saling memaafkan, dan saling berbagi dalam kebaikan dan kebahagiaan. Itulah sesungguhnya jalan takwa yang harus kita budayakan dan berdayakan sepanjang hidup kita. Allah berfirman, “Sesungguhnya Allah beserta orangorang yang bertakwa dan orangorang yang berbuat kebaikan.” (QS Al-Nahl [16]: 128). Wallahu a’lam. Mohon maaf lahir dan batin.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-4858235417923979979?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/4858235417923979979/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=4858235417923979979' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/4858235417923979979'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/4858235417923979979'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2010/09/dahsyatnya-kekuatan-saling-memaafkan.html' title='Dahsyatnya Kekuatan Saling Memaafkan'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-8618046343699548953</id><published>2010-09-10T15:53:00.000+07:00</published><updated>2010-09-10T15:54:20.444+07:00</updated><title type='text'>Amaliah Setelah Ramadhan Berlalu</title><content type='html'>&lt;div class="arial13"&gt;&lt;div class="img-detail-berita"&gt;&lt;img src="http://static.republika.co.id/images/perbanyak_ibadah_di_bulan_puasa_ilustrasi_100811135301.jpg" alt="Amaliah Setelah Ramadhan Berlalu" title="Perbanyak ibadah di bulan puasa, ilustrasi" height="260" width="360" /&gt;&lt;br /&gt;      &lt;div class="img-title"&gt;Perbanyak ibadah di bulan puasa, ilustrasi&lt;/div&gt;            &lt;/div&gt;         &lt;div id="newstext"&gt;&lt;p&gt;Oleh Rahmaji Asmuri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan, bulan yang pernuh berkah, akan segera berakhir. Ia akan berganti dengan bulan Syawal, bulan peningkatan ibadah, sebagaimana makna Syawal, yaitu meningkat. Itu karena, telah melalui proses pembekalan dan pelatihan selama bulan Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan religius selama Ramadhan hendaknya terus meningkat dan menjadi spirit dalam melaksanakan ajaran agama pada sebelas bulan berikutnya. Karena itu, setidaknya ada beberapa amaliah yang harus dipertahankan pasca-Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, puasa sunah. Puasa Syawal merupakan penyempurna puasa Ramadhan. "Barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan, kemudian mengikutinya dengan puasa enam hari di bulan Syawal, ia seperti berpuasa satu tahun penuh." (HR Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, shalat berjamaah. Bila di bulan Ramadhan kita senantiasa melaksanakan shalat berjamaah di masjid atau mushala, setidaknya itu bisa berlanjut pada bulan-bulan berikutnya. Minimal shalat Isya dan Subuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya, shalat yang paling berat bagi orang munafik adalah shalat Isya dan shalat Subuh. Sekiranya mereka mengetahui apa yang terkandung di dalamnya, niscaya mereka akan mendatanginya walaupun dengan merangkak." (HR Bukhari Muslim). Lihat juga keterangan DR Raghib As-Sirjani dalam kitab Kaifa Nuhafidzu 'Ala Shalatil Fajri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, qiyamullail. Shalat Tarawih pada bulan Ramadhan merupakan bagian dari shalat malam yang harus dilanjutkan pada bulan lainnya. "Rahmat Allah akan diturunkan ke bumi pada setiap malam ketika malam pada bulan Ramadhan tinggal sepertiga terakhir. Dia berkata, kemana hamba-Ku yang berdoa, akan Aku kabulkan doanya. Kemanakah hamba-Ku yang meminta, Aku akan penuhi permintaannya. Kemana pula hamba-Ku yang beristigfar, Aku akan ampuni dosanya." (HR Bukhari Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, membaca Alquran. Kebiasaan tadarus Alquran hendaknya senantiasa bertambah sesudah Ramadhan. "Orang yang membaca Alquran dan ia mahir (membaca dengan tartil) akan bersama para malaikat yang mulia dan taat (di akhirat). Sedangkan, seseorang membaca Alquran dan ia merasa susah dalam membacanya, tetapi ia selalu berusaha, ia akan mendapat dua pahala." (HR Bukhari Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, tidak berbohong. Orang yang berkata jujur pasti akan mendapatkan kebaikan. "Sesungguhnya, berkata jujur membawa kepada kebaikaan dan sesungguhnya kebaikan itu membawa ke surga. Seseorang akan selalu berlaku jujur sehingga ia dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Sesungguhnya, berbohong itu membawa kepada kejahatan dan sesungguhnya kejahatan itu membawa ke neraka. Seseorang akan selalu berdusta sehingga ia dicatat di sisi Allah sebagai pendusta." (HR Bukhari Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam, gemar berinfak. "Perumpamaan orang yang menginfakan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai yang pada tiap-tiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki. Allah Mahaluas lagi Maha Mengetahui." (QS Al-Baqarah [2]: 261). Wallahu a'lam.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-8618046343699548953?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/8618046343699548953/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=8618046343699548953' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/8618046343699548953'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/8618046343699548953'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2010/09/amaliah-setelah-ramadhan-berlalu_10.html' title='Amaliah Setelah Ramadhan Berlalu'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-5210383643634663117</id><published>2010-09-07T06:11:00.000+07:00</published><updated>2010-09-07T06:12:36.393+07:00</updated><title type='text'>Amaliah Setelah Ramadhan Berlalu</title><content type='html'>&lt;div class="arial13"&gt;&lt;div class="img-detail-berita"&gt;       &lt;img src="http://static.republika.co.id/images/perbanyak_ibadah_di_bulan_puasa_ilustrasi_100811135301.jpg" alt="Amaliah Setelah Ramadhan Berlalu" title="Perbanyak ibadah di bulan  puasa, ilustrasi" height="260" width="360" /&gt;&lt;br /&gt;      &lt;div class="img-title"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;            &lt;/div&gt;         &lt;div id="newstext"&gt;&lt;p&gt;Oleh Rahmaji Asmuri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan, bulan  yang pernuh berkah, akan segera berakhir. Ia akan berganti dengan bulan  Syawal, bulan peningkatan ibadah, sebagaimana makna Syawal, yaitu  meningkat. Itu karena, telah melalui proses pembekalan dan pelatihan  selama bulan Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan religius selama Ramadhan  hendaknya terus meningkat dan menjadi spirit dalam melaksanakan ajaran  agama pada sebelas bulan berikutnya. Karena itu, setidaknya ada beberapa  amaliah yang harus dipertahankan pasca-Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, puasa  sunah. Puasa Syawal merupakan penyempurna puasa Ramadhan. "Barang siapa  yang berpuasa di bulan Ramadhan, kemudian mengikutinya dengan puasa enam  hari di bulan Syawal, ia seperti berpuasa satu tahun penuh." (HR  Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, shalat berjamaah. Bila di bulan Ramadhan kita  senantiasa melaksanakan shalat berjamaah di masjid atau mushala,  setidaknya itu bisa berlanjut pada bulan-bulan berikutnya. Minimal  shalat Isya dan Subuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya, shalat yang paling berat  bagi orang munafik adalah shalat Isya dan shalat Subuh. Sekiranya mereka  mengetahui apa yang terkandung di dalamnya, niscaya mereka akan  mendatanginya walaupun dengan merangkak." (HR Bukhari Muslim). Lihat  juga keterangan DR Raghib As-Sirjani dalam kitab Kaifa Nuhafidzu 'Ala  Shalatil Fajri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, qiyamullail. Shalat Tarawih pada bulan  Ramadhan merupakan bagian dari shalat malam yang harus dilanjutkan pada  bulan lainnya. "Rahmat Allah akan diturunkan ke bumi pada setiap malam  ketika malam pada bulan Ramadhan tinggal sepertiga terakhir. Dia  berkata, kemana hamba-Ku yang berdoa, akan Aku kabulkan doanya.  Kemanakah hamba-Ku yang meminta, Aku akan penuhi permintaannya. Kemana  pula hamba-Ku yang beristigfar, Aku akan ampuni dosanya." (HR Bukhari  Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, membaca Alquran. Kebiasaan tadarus Alquran  hendaknya senantiasa bertambah sesudah Ramadhan. "Orang yang membaca  Alquran dan ia mahir (membaca dengan tartil) akan bersama para malaikat  yang mulia dan taat (di akhirat). Sedangkan, seseorang membaca Alquran  dan ia merasa susah dalam membacanya, tetapi ia selalu berusaha, ia akan  mendapat dua pahala." (HR Bukhari Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, tidak  berbohong. Orang yang berkata jujur pasti akan mendapatkan kebaikan.  "Sesungguhnya, berkata jujur membawa kepada kebaikaan dan sesungguhnya  kebaikan itu membawa ke surga. Seseorang akan selalu berlaku jujur  sehingga ia dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur.  Sesungguhnya, berbohong itu membawa kepada kejahatan dan sesungguhnya  kejahatan itu membawa ke neraka. Seseorang akan selalu berdusta sehingga  ia dicatat di sisi Allah sebagai pendusta." (HR Bukhari Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam,  gemar berinfak. "Perumpamaan orang yang menginfakan hartanya di jalan  Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai yang pada  tiap-tiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa  yang Dia kehendaki. Allah Mahaluas lagi Maha Mengetahui." (QS Al-Baqarah  [2]: 261). Wallahu a'lam.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-5210383643634663117?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/5210383643634663117/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=5210383643634663117' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/5210383643634663117'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/5210383643634663117'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2010/09/amaliah-setelah-ramadhan-berlalu.html' title='Amaliah Setelah Ramadhan Berlalu'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-1389733858286958673</id><published>2010-09-06T12:30:00.000+07:00</published><updated>2010-09-06T12:31:16.742+07:00</updated><title type='text'>Istilah-istilah yang Salah Kaprah</title><content type='html'>&lt;div&gt; &lt;div&gt; &lt;p&gt;Di awal bulan suci Ramadhan, menjelang Iedul Fitri hingga sesudahnya,  ummat muslim dan masyarakat luas di Indonesia saling berbagi ucapan dan  ungkapan melalui SMS, email, telepon atau disampaikan pada saat bertemu  langsung. Akan tetapi ternyata banyak yang kurang memahami apa makna  berbagai macam ucapan dan ungkapan tersebut serta dari mana asal  usulnya. Jadi kebanyakan cuma ikut-ikutan saja atau demi sopan santun.  Sehingga kadangkala menjadi kurang tepat penggunaannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Misalnya, ketika memasuki bulan suci Ramadhan biasanya orang  mengucapkan “marhaban ya ramadhan” yang merupakan ungkapan yang berasal  dari bahasa arab artinya “selamat datang bulan suci Ramadhan”. Kalau di  luar negeri, biasanya ditambahkan “ramadhan mubarak” yang artinya “bulan  yang penuh berkah”. Jadi kalimat ini diucapkan dengan tujuan untuk  saling berbagi suka cita menyambut kedatangan bulan suci yang penuh  berkah dan biasanya diikuti ungkapan ajakan untuk berlomba dalam  kebaikan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagian orang, yang mungkin lebih mengerti, memilih mengucapkan  kalimat yang lebih panjang di awal dan akhir bulan Ramadhan, yaitu  “allahumma taqobbal minna shiyamana, wa qiyamana, wa sujudana, wa  tilawatana, wa shodaqona. Taqobbalallahu minna wa minkum kullu aamin wa  antum bi khoir” yang artinya “semoga Allah SWT membalas amal ibadah  kita-saya dan anda (puasa, sholat malam, sujud, tilawah AL Qur’an,  shodaqoh, dll.) dengan balasan yang baik”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Atau mengucapkan versi singkatnya “taqobbalallahu minna wa minkum”  yang artinya “semoga Allah SWT menerima (amal ibadah) aku dan kalian”.  Kalimat ini sering diucapkan Rasulullah SAW kepada para sahabatnya.  Beberapa sahabat menambahkan ucapan ini dengan kalimat “shiyamana wa  shiyamakum” yang artinya “puasaku dan puasa kalian”. Artinya ini adalah  doa agar amal ibadah, terutama puasanya diterima Allah SWT.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Ungkapan Khas Indonesia&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun ada beberapa ungkapan hanya khas dikenal di Indonesia saja  (tidak dimengerti ummat muslim di negara lain). Yang paling populer  adalah kalimat “minal ‘aidin wal faizin” walau berasal dari kata-kata  dalam bahasa arab, namun di arab sendiri kalimat ini tidak dipahami.  “Minal ‘aidin” artinya secara bebas adalah “golongan yang kembali” dan  kalimat “wal faizin” artinya “golongan yang menang”. Sehingga makna  ungkapan tersebut adalah doa “semoga kita semua termasuk golongan yang  kembali (fitrah, suci seperti bayi) dan termasuk orang yang meraih  kemenangan (melawan hawa nafsu selama bulan suci Ramadhan)”. “Minal  ‘aidin wal faizin” biasanya diawali dengan kata “ja’alanallah” sehingga  menjadi “ja’alanallahu minal ‘aidin wal faizin”. Artinya kurang lebih,  semoga Allah menjadikan kita termasuk (golongan) orang-orang yang  kembali (fitrah) dan menjadi pemenang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jadi, ungkapan ini merupakan budaya lokal Indonesia yang diyakini  sudah cukup lama berkembang di masyarakat. Akan tetapi ternyata masih  cukup banyak salah kaprah yang mengartikan “minal ‘aidin wal faizin”  sebagai ucapan “mohon maaf lahir dan batin” dalam bahasa arab. Itupun  penulisan transliterasinya juga sering salah ejaan misalnya kata  “‘aidin” ditulis “aidzin” (dengan huruf arab “dzal” bukan “dal”) serta  kata “faizin” ditulis “faidzin” dimana perbedaan satu huruf saja akan  mengakibatkan perbedaan makna. Bisa dimaklumi, mungkin mereka yang tidak  mengetahui ini merasa malu bertanya apa arti sebenarnya dan bagaimana  cara penulisannya yang benar, karena ungkapan ini sudah sangat umum,  memasyarakat dan sering digunakan dimana-mana. Kalau bertanya kok  kesannya memalukan sekali, masa tidak tahu? Demikian kira-kira penyebab  salah kaprah yang terus berlanjut ini&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penggunaan kalimat “minal aidin wal faizin” yang lebih sesuai makna  seharusnya adalah sebagai kalimat penutup ucapan yang lebih lengkap di  akhir bulan puasa: “taqabbalallahu minna wa minkum wa ja’alanallahu  minal ‘aidin wal faizin” yang artinya “Semoga Allah menerima  amalan-amalan yang telah saya dan anda kerjakan dan semoga Allah  menjadikan kita termasuk orang-orang yang kembali kepada fitrah dan  orang-orang yang mendapatkan kemenangan”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Halal bi Halal&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ungkapan lain yang juga hanya bisa dipahami oleh orang Indonesia  adalah istilah “halal bi halal”. Meskipun ungkapan ini menggunakan  bahasa arab, namun justru tidak dapat dimengerti oleh orang arab. Karena  dari segi tata bahasa arab tidak dikenal susunan kata yang semacam ini,  mirip seperti kasus ungkapan “minal ‘aidin wal faizin” yang oleh  sebagian ulama dikatakan: mungkin asalnya adalah ungkapan dalam bahasa  lokal yang dibahasa-arab-kan. Arti “halal bi halal” kurang lebih adalah  “halal bertemu halal”. Asal usul frasa ini pun ada banyak versi dan  setiap daerah di Indonesia nampaknya punya sejarah masing-masing yang  berbeda.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kalangan pesantren dan kaum santri misalnya mengatakan bahwa bersama  dengan ucapan ini, kedua belah pihak sepakat untuk saling menghalalkan  segala sesuatu yang semula haram diantara mereka. Atau dalam bahasa yang  sederhana “saling memaafkan satu sama lain”. Ungkapan ini dianggap  sangat tepat untuk mewakili budaya saling memaafkan sepanjang bulan  Syawwal (setelah bulan Ramadhan). Karena agama Islam mengajarkan bahwa  pada bulan suci Ramadhan semua dosa diampuni Allah SWT kecuali dosa  kepada sesama ummat manusia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sehingga di bulan Syawwal banyak dilakukan ritual budaya “halal bi  halal” yaitu berkumpulnya handai taulan untuk saling memaafkan yang  umumnya diselenggarakan melalui acara yang dirayakan secara  besar-besaran mengundang sebanyak-banyaknya kerabat atau  kelompok-kelompok pergaulan masyarakat. Bahkan bagi kalangan  pejabat/pemimpin/tokoh masyarakat dikenal istilah “open house” dimana  setelah sholat Iedul Fitri para pemuka masyarakat dan seluruh anggota  keluarganya bersiap diri di rumah untuk menerima kunjungan anak buah,  relasi dan masyarakat umum. Tujuannya sekedar bersalam-salaman,  bermaaf-maafan dan kadang-kadang juga sambil memberikan sedekah sehingga  bisa menimbulkan kemacetan luar biasa&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di arab sendiri dan masyarakat Islam lain di berbagai belahan dunia,  budaya dan ritual yang mirip dengan “halal bi halal” seperti di  Indonesia hanya dilakukan di lingkungan keluarga besar saja serta tidak  diacarakan secara khusus yang melibatkan banyak orang bahkan massa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebenarnya menurut hukum syariat, pemaknaan “halal” dan “haram” di  dalam hubungan kemasyarakatan ini kurang tepat. Karena sesuatu yang  diberikan maafnya itu belum tentu adalah hal yang haram. Misalnya  perbuatan khilaf belum tentu adalah haram sehingga perlu dihalalkan.  Penggunaan istilah “halal bi halal” ini nampaknya lebih cenderung karena  alasan budaya daripada syariat (hukum). Kemungkinan asalnya diilhami  ritual “bersalaman” dalam prosesi “akad nikah” yang kemudian diikuti  dengan kata “halal”. Sehingga sekarang ini kegiatan “halal bi halal”  selain menjadi momentum untuk saling memaafkan, juga identik dengan  aktivitas saling bersalam-salaman.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kelompok masyarakat yang lebih awam umumnya mengartikan “halal bi  halal” ini sebagai “saat menikmati segala yang semula diharamkan di  siang hari (selama bulan suci Ramadhan) dan merayakan bersama handai  taulan sambil kita saling memaafkan” yaitu makan, minum, ber-jima’  antara suami isteri. Jadi ungkapan pendek itu ternyata artinya bisa jadi  panjang juga&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari segi budaya, “halal bi halal” dimaknai sebagai kesempatan untuk  silaturahim, saling memaafkan dan mempererat pertalian kekeluargaan  serta kekerabatan yang ini diyakini akan mampu menciptakan keharmonisan  dan meningkatkan kerukunan diantara sesama di dalam masyarakat. Upaya  ini mudah dipahami karena suku bangsa Indonesia memang amat erat  persaudaraannya. Sehingga momentum “halal bi halal” dipandang sebagai  suatu tuntunan ajaran agama, bagian dari ritual sekaligus sarana  melestarikan budaya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Salah Kaprah&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Istilah “silaturahim” sendiri paling sering digunakan pada momentum  Iedul Fitri ini. Akan tetapi masih banyak orang justru salah kaprah  dalam menyebutkannya menjadi “silaturahmi” yang ternyata makna  kalimatnya menjadi berbeda jauh. Istilah “silaturahim” berasal dari kata  dalam bahasa arab “silah” yang artinya “menyambungkan” dan “rahim” yang  artinya “kasih sayang dan pengertian”. Sehingga kalimat “silaturahim”  maknanya adalah “menyambungkan kasih sayang dan pengertian”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ini sangat berbeda dengan makna kata “silah” yaitu “menyambungkan”  dan “rahmi” yang ternyata artinya “rasa nyeri pada saat seorang ibu  hendak melahirkan”. Lha, kan ternyata tidak nyambung dengan maksud  penggunaan kalimat ungkapan ini untuk menggambarkan aktivitas saling  berkunjung untuk mempererat tali persaudaraan dan kekerabatan. Padahal  justru istilah salah kaprah “silaturahmi” ini terlanjur lebih populer di  tengah masyarakat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mirip dengan salah kaprah penyebutan istilah “muhrim” untuk lawan  jenis yang haram dinikahi. Padahal arti kata “muhrim” dalam bahasa arab  adalah “orang yang mengharamkan (sesuatu yang sebenarnya halal, misalnya  ber-jima dengan suami atau isteri)” dimana ini biasanya terjadi pada  orang yang sedang mengenakan pakaian “ihram” alias yang sedang  melaksanakan ibadah umrah atau haji. Istilah yang benar adalah “mahram”  yang artinya “orang yang diharamkan (untuk dinikahi – menurut syariat)”.  Salah satu hadist terkenal yang menggunakan istilah ini adalah  “dilarang berduaan bagi pria dan wanita yang bukan mahram”. Konon di  dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, salah kaprah ini tidak (belum)  diperbaiki sehingga kata “muhrim” dan “mahram” tetap diartikan sama  yaitu “orang yang haram dinikahi”, padahal sebenarnya arti kedua kata  tersebut berbeda.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Konon salah kaprah ini terjadi karena masalah perbedaan dialek.  Rumpun bahasa melayu termasuk bahasa daerah Sunda dan Jawa yang cukup  kuat pengaruhnya di tengah masyarakat, sulit di dalam mengucapkan  kata-kata arab. Sehingga kata “silaturahim” dan “mahram”, karena dialek,  berubahlah menjadi “silaturahmi” dan “muhrim” yang tanpa sengaja  ternyata di dalam bahasa arab ada artinya juga dan berbeda makna.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tetapi ternyata salah kaprah bukan hanya terjadi akibat penggunaan  istilah serapan bahasa asing ataupun lokal, melainkan juga terjadi pada  Bahasa Indonesia yang baku. Misalnya orang sering menyampaikan ucapan  “Selamat hari raya Iedul Fitri”. Sebenarnya ini salah, karena yang  seharusnya diberi selamat adalah “perayaannya” bukan “hari-nya”.  Sehingga pengucapan yang benar adalah “Selamat (merayakan) Iedul Fitri”  atau kalau di hari besar agama lain, misalnya Natal (Nasrani), adalah  “Selamat (merayakan) Natal”. Kalau di hari ulang tahun adalah “Selamat  ulang tahun”. Konon salah kaprah ini pernah dikoreksi oleh Pak Anton  Mulyono pakar Bahasa Indonesia di TVRI sekitar 20 tahun yang lalu&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ada salah kaprah yang lainnya berkaitan dengan anjuran menyegerakan  berbuka puasa, sebagaimana dijelaskan oleh Pak Hidayat Nur Wahid. Yang  pada intinya, Rasulullah SAW memang manganjurkan agar segera berbuka  puasa (biasanya dengan beberapa biji kurma dan air yang kadang diberi  madu) sedang ketika sahur justru sebaiknya lebih lambat, yaitu menjelang  waktu subuh. Akan tetapi, ucapan segera berbuka puasa itu bukan dengan  ungkapan “batalkan dulu puasanya”. Karena ternyata niat “batal puasa”  dengan “berbuka puasa” itu berbeda makna dan juga implikasi hukumnya.  Sekalipun sudah masuk waktu berbuka puasa, tetapi kalau niatnya  membatalkan puasa, maka bisa jadi batal sungguhan puasanya! Wah, padahal  maksudnya adalah ingin menyegerakan berbuka puasa. Kan rugi? Jadi,  istilah yang tepat untuk menganjurkan segera berbuka puasa adalah  ungkapan “ayo segera berbuka puasa” bukan “batalkan dulu puasanya”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mengingat ternyata ada banyak salah kaprah, maka harus lebih  hati-hati agar ibadah kita sempurna.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Dalil Rujukan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kegiatan “halal bi halal” ini kemudian oleh para ulama diberikan  rujukan dalil di dalam Al Quran sebagai landasan ritual budaya yang  sudah mendarah daging di tengah masyarakat Indonesia tersebut. Bahkan  bukan hanya menjadi monopoli ummat muslim, karena ummat agama lain juga  akhirnya memanfaatkannya untuk meningkatkan dan menjaga kerukunan serta  keharmonisan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut Prof. Dr. Quraish Shihab salah satu ayat yang sering  dijadikan landasan “halal bi halal” adalah “Dan bagi tiap-tiap umat ada  kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah  kamu (dalam) berbuat kebaikan”. (Q.S. 2:148). Titik tekan ayat di atas  adalah pada berbuat kebaikan dan perilaku berorientasi nilai. Perilaku  semacam ini akan mentransformasi dunia menjadi sebuah surga. Firman  Allah (SWT), “Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu  suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman  kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi  dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak  yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan  orang yang meminta-minta ; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan  salat, dan menunaikan zakat ; dan orang-orang yang menepati janjinya  apabila dia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, benar  (imannya) ; dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa”. (Q.S. 2:177).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berangkat dari makna “halal bi halal” tersebut, pesan universal Islam  untuk selalu berbuat baik, memaafkan orang lain dan saling berbagi  kasih sayang hendaknya tetap menjadi warna masyarakat Muslim Indonesia.  Akhirnya, Islam di wilayah ini adalah Islam yang “rahmatan lil alamiin  (rahmat bagi seluruh alam semesta)”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selanjutnya Prof. Dr. Quraish Shihab menerangkan dalam bukunya  Lentera Hati:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Makna bentukan kata yang berasal dari “halal” antara lain berarti  “menyelesaikan masalah, meluruskan benang kusut, melepaskan ikatan dan  mencairkan yang beku”. Maka “halal bi halal” diterjemahkan sebagai  kegiatan untuk “meluruskan benang kusut, menghangatkan hubungan yang  beku sehingga cair kembali, melepaskan ikatan yang membelenggu, serta  menyelesaikan masalah yang menghalangi terjalinnya keharmonisan  hubungan”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Demikianlah hubungan antar manusia, masalah bisa timbul karena kita  lama tidak berkunjung atau bertegur sapa kepada seseorang, atau ada  sikap adil yang kita ambil namun menyakitkan orang lain atau timbul  keretakan hubungan dari salah paham akibat ucapan dan lirikan mata yang  tidak disengaja. Kesemuanya ini, tidak haram menurut pandangan hukum,  namun perlu diselesaikan secara baik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Itulah makna serta substansi “halal bi halal” atau jika istilah  tersebut enggan kita gunakan, katakanlah bahwa itu merupakan hakikat  Iedul Fitri, sehingga semakin banyak dan seringnya kita mengulurkan  tangan dan melapangkan dada dan semakin parah luka hati yang kita obati  dengan memaafkan, maka semakin dalam pula penghayatan dan pengamalan  kita terhadap hakikat “halal bi halal”. Bentuknya memang khas Indonesia,  namun hakikatnya sesuai ajaran Islam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Landasan lainnya yang sering digunakan adalah Al Quran surat Ali  ‘Imron ayat 134-135 yang intinya diperintahkan, bagi seorang Muslim yang  bertaqwa bila melakukan kesalahan, paling tidak harus menyadari  perbuatannya lalu memohon ampun atas kesalahannya dan berjanji untuk  tidak mengulanginya lagi, mampu menahan amarah dan memaafkan dan berbuat  kebajikan terhadap orang lain. Jadi tidak cukup hanya meminta maaf,  tetapi harus juga diikuti perbuatan baik yang menyenangkan orang lain  secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari dan ini berlaku kepada  semua ummat manusia bukan hanya sesama muslim sehingga “halal bi halal”  adalah tradisi yang merefleksikan Islam sebagai agama toleran yang  mengedepankan pendekatan kerukunan dengan semua agama. Perbedaan agama  bukanlah tanda untuk saling memusuhi dan mencurigai, tetapi hanyalah  sebagai sarana untuk saling berlomba-lomba dalam kebajikan (fastabiqul  khoirot).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Ungkapan Lokal&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nah, kalau semua istilah yang telah dijelaskan tersebut berasal dari  bahasa arab dan atau di-arab-arab-kan, bagaimana dengan istilah atau  ungkapan yang berasal dari bahasa setempat di berbagai daerah di  Indonesia? Ternyata urusannya jauh lebih pelik lagi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Salah satu istilah yang paling populer adalah “lebaran”. Berdasarkan  linguistik (ilmu bahasa) ternyata tidak ada keterangan dan rujukan yang  baku. Sehingga istilah “lebaran” diterima sebagai ungkapan khusus yang  ada begitu saja serta hidup di dalam keseharian masyarakat luas. Kamus  Besar Bahasa Indonesia pun mengartikan kata “lebaran” sebagai “hari raya  ummat Islam yang jatuh pada tanggal 1 Syawwal setelah menjalankan  ibadah puasa di bulan sebelumnya (Ramadhan). Hari raya ini disebut  dengan Iedul Fitri”, sedangkan “lebaran besar” adalah istilah untuk  menandai hari raya Iedul Adha atau disebut juga “lebaran haji”. Tidak  ada penjelasan dari mana asal usul kata ini dan apa saja rujukannya dan  masyarakat juga tidak terlalu mempedulikannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagian kelompok misalnya orang Jawa beranggapan istilah “lebaran”  berasal dari ungkapan bahasa Jawa “wis bar (sudah selesai)”, maksudnya  sudah selesai menjalankan ibadah puasa. Kata “bar” sendiri adalah bentuk  pendek dari kata “lebar” yang artinya “selesai”. Bahasa Jawa memang  suka memberikan akhiran “an” untuk suatu kata kerja. Misalnya asal kata  “bubar” yang diberi akhiran “an” menjadi “bubaran” yang umumnya menjadi  berkonotasi jamak. Kata “bubar” sendiri adalah bentuk populer/rendah  dari kata “lebar”. Seperti diketahui Bahasa Jawa mengenal tingkatan  bahasa yang berbeda dan berlaku untuk kelompok masyarakat tertentu. Kata  “bubar” dan “lebar” maknanya sama, tetapi kata “bubar” digunakan oleh  masyarakat awam, sedangkan kata “lebar” digunakan oleh para priyayi  (bangsawan), sebagai istilah yang lebih halus/sopan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jadi ungkapan “wis bar” bentuk singkat ungkapan “wes bubar” yang  berlaku untuk masyarakat awam. Sedang ungkapan “sampun lebar” digunakan  oleh golongan masyarakat yang lebih tinggi tingkatan sosialnya.  Selanjutnya kata “lebar” diserap ke dalam Bahasa Indonesia dengan  akhiran “an”, sehingga menjadi istilah umum yang kita kenal sekarang  yaitu “lebaran”. Artinya kurang lebih “perayaan secara bersama dengan  handai taulan setelah selesai menjalankan ibadah puasa”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun justru sangat jarang orang Jawa memakai istilah “lebaran” ini.  Umumnya digunakan istilah “sugeng riyadin” yang artinya “selamat hari  raya” sebagai suatu ungkapan sopan/halus dan “riyoyo” yang merupakan  bentuk kasar/rendah-nya. Kalau kata kerja jamaknya bisa diduga  menggunakan akhiran “an” yaitu “riyoyoan” alias merayakan hari raya.  Selain itu ada ungkapan lain untuk menyebut “hari raya” yang maknanya  sedikit berbeda yaitu “bada” yang berasal dari serapan bahasa Arab  “ba’da” artinya “setelah”. Sehingga “riyoyoan” juga berarti “bada-an”  yang bermakna “perayaan setelah berpuasa di bulan suci Ramadhan”. Ucapan  “sugeng riyadin” biasanya kemudian diikuti dengan ungkapan permohonaan  maaf “nyuwun pangaksami” (halus) atau “nyuwun pangapunten” (kasar)  “sedoyo kalepatan” (segala kesalahan). Sedang kalau anak muda biasa to  the point “sepurane yo” (maafkan ya).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Artinya ucapan selamat itu tidak berdiri sendiri melainkan segera  diikuti ungkapan permohonan maaf yang menunjukkan kuatnya asimiliasi  ajaran agama Islam ke dalam budaya perayaan Jawa tersebut. Meskipun  ritual bermaaf-maafan, bersalaman, berkumpulnya kerabat dalam jumlah  besar di dalam suatu acara khusus semacam “halal bi halal” ini tidak  dikenal di arab dan di tempat masyarakat muslim lainnya. Di Indonesia,  “halal bi halal” bahkan sudah dimulai sejak masih di lapangan atau  masjid setelah sholat Ied. Bahkan sering dengan cara berbaris memutar  diantara seluruh jamaah dan disertai mendendangkan syair shalawat  “allahumma sholli ala muhammad, ya robbi sholli alaihi wassalim” secara  bersama-sama.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Yang banyak menggunakan istilah “lebaran” justru masyarakat Betawi.  Menurut mereka, istilah “lebaran” berasal dari kata “lebar” yang  maknanya “luas” yaitu sebagai gambaran keluasan hati atau kelegaan  setelah keberhasilan menuntaskan ibadah selama bulan suci Ramadhan dan  kegembiraan dalam menyambut perayaan hari kemenangan dan karena  bersilaturahim dengan sanak saudara dan handai taulan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Orang Malaysia, ternyata juga menggunakan istilah “lebaran”, tetapi  mereka juga tidak tahu dari mana asal usul istilah ini. Apakah karena  meniru kebiasaan di Indonesia, ataukah memang ada keterkaitan dengan  bahasa dan budaya Melayu? Sampai saat ini tidak ada rujukan, catatan  atau bukti memadai yang bisa menjelaskannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Yang lucu adalah cerita asal usul kata “lebaran” ini menurut seorang  anggota dan peserta diskusi di Detik Forum.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ceritanya ada 2 orang berlogat Medan sedang ngobrol:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;si A : Cam mana ni, makan ta boleh, minum ta boleh, bersetubuh dengan  istri sendiri di siang hari tak boleh. Sempit kale kau&lt;/p&gt; &lt;p&gt;si B : tapi selepas bulan ini lebaran lah kau.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jadi, mungkin arti lebaran menurut orang Medan adalah lebih lebar,  lebih bebas, lebih luas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Saling Memaafkan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Inti ekspresi budaya berupa berbagai ungkapan di atas adalah untuk  melaksanakan ajaran agama yaitu agar sesama manusia saling memaafkan.  Ternyata yang paling utama menurut tuntunan Rasulullah SAW, saling  memaafkan justru dilakukan sesaat sebelum memasuki bulan Ramadhan.  Sehingga ketika melaksanakan ibadah puasa dan amalan lainnya di bulan  Ramadhan itu hati telah bersih. Itu sebabnya mengapa pentahapan di dalam  ritual Ramadhan itu diawali dengan 10 hari pertama yang penuh dengan  Rahmat (kasih sayang) dari Allah, karena ummatnya telah saling memaafkan  dan menjalin kembali silaturahim serta melaksanakan ibadah itu  bersama-sama (serentak) di seluruh dunia. Hal ini menunjukkan kebesaran  Allah dan ajaran agama yang mulia ini. Kemudian dilanjutkan dengan 10  hari yang kedua penuh dengan ampunan dan ditutup 10 hari terakhir menuju  pembebasan dari siksa api neraka (terutama karena berkah malam  “lailatul al qodar” – kebaikan setara 1000 bulan = 83,3 tahun, yang  konon kata Rasulullah terjadi pada malam-malam ganjil 10 hari terakhir  terutama malam 27 dan 29 Ramadhan).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada prinsipnya, ibadah puasa di bulan Ramadhan itu akan dipandang  sempurna apabila mampu membangkitkan kepekaan sosial, rasa empati dan  kasih sayang terhadap sesama. Dimana semua itu baru bisa terlaksana  apabila telah melepaskan diri dari segala penyakit hati berupa  kesombongan, benci, dendam, curiga, iri, dengki, hasad, fitnah dan  suudzon terhadap sesamanya. Rasulullah SAW menekankan agar di awal  Ramadhan segala urusan yang bisa menjadi penyebab penyakit hati seperti  hutang piutang agar dapat diselesaikan dengan saling memaafkan sehingga  di akhir Ramadhan mampu menutup bulan yang indah ini dengan berbagi  bersama fukara masakin, kaum dhuafa dengan mengeluarkan zakat dan  merayakan Iedul Fitri bersama-sama seluruh ummat. Sungguh suatu ajaran  rangkaian sikap mental dan perilaku yang sempurna.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Qiyamul Lail &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;10 hari terakhir bulan Ramadhan menyimpan keutamaan dan keistimewaan  dibanding 20 hari sebelumnya yang tak tertandingi hikmah dan pahalanya.  Rasulullah SAW mengajak ummatnya untuk memperbanyak amalan ibadah dan  bahkan meninggalkan duniawi, rumah, isteri, anak, pekerjaan sejenak  dilupakan dan digantikan ritual sepenuhnya taqorrub (mendekatkan diri)  pada Allah SWT dengan ber’iktikaf (tinggal dan berdiam diri) di masjid  sambil memaksimalkan pekerjaan amalan seperti dzikir dan tadarus  (mengaji) termasuk sholat sunnah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di sejumlah tempat di Indonesia para ulama berinisiatif  menyelenggarakan ritual tambahan yang khas dilakukan khusus pada 10  malam terakhir di bulan Ramadhan. Tradisi ritual ini disebut dengan  “likuran” yang artinya “dua puluhan” dalam bahasa Jawa atau “maleman”  yang artinya ibadah di malam hari. Disebut dengan “maleman” karena inti  ibadah tersebut adalah sholat malam (“qiyamul lail”), terutama sholat  witir. Ritual ibadah ini dilaksanakan biasanya dimulai pada tengah malam  hingga saat menjelang sahur pada malam-malam tanggal ganjil yaitu malam  tanggal 21, 23, 25, 27 dan 29 bulan Ramadhan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Biasanya masjid-masjid yang menyelenggarakan sholat tarawih akan  mengumumkan pada setiap malam ganjil tersebut bahwa setelah sholat  tarawih tidak dilaksanakan sholat witir seperti biasanya, karena sholat  witir akan diselenggarakan tersendiri di tengah malam. Sholat witir ini  biasanya akan diawali dengan dzikir bersama, “taklim muawanatul hasanah”  (ceramah agama) dan diantara salam antara sholat witir dibacakan doa  witir dan dzikir bersama-sama dengan jamaah. Pada umumnya sholat witir  ini dilaksanakan sebanyak 11 rakaat, tiap 2 rakaat ditutup salam dan 3  rakaat dengan satu salam di akhir rangkaian dengan membaca surat-surat  pendek (Juz Amma). Mirip seperti sholat tarawih. Walaupun ada juga yang  melaksanakan dengan jumlah rakaat lebih banyak dan membaca surat panjang  hingga meng-khatam-kan Al Quran.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Disarankan bagi jamaah yang sudah terbiasa melaksanakan “qiyamul  lail” seperti sholat taubat, tasbih, hajat dan tahajud agar  melaksanakannya terlebih dahulu sebelum sholat witir ini. Dan yang lebih  seru sebenarnya, setelah sholat witir berjamaah di tengah malam ini  kemudian dilanjutkan dengan sahur bersama berlanjut hingga masuk waktu  subuh. Terutama kegiatan ini diminati oleh kaum muda. Sehingga 10 malam  terakhir ini akan terasa lebih semarak.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Fenomena Mudik&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Aktivitas “halal bi halal” dan “lebaran” yang khas budaya Indonesia  ternyata juga berkaitan erat dengan histeria massal yang nyaris sama  besarnya dengan Iedul Fitri itu sendiri, yaitu MUDIK atau PULANG  KAMPUNG. Sebuah kegiatan yang tak ada duanya di dunia ini. Dimana  puluhan juta manusia kaum urban, tidak peduli muslim atau abangan atau  bahkan non muslim, derajat kedudukan jabatan status sosialnya, kaya  maupun miskin, mulai bayi sampai kakek nenek, pada satu periode waktu  yang nyaris bersamaan, dengan berbagai cara berduyun-duyun berkunjung ke  kampung halaman untuk satu alasan yang sama, berkumpul bersama  keluarga, sanak saudara dan handai taulan serta kerabat dan tetangga.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, “mudik” artinya “berlayar atau  pergi ke udik (hulu sungai)”. Makna keduanya adalah “pulang ke kampung  halaman”. Kata “udik” mengandung makna positif, yaitu “bagian atas  sungai atau bagian kepala sungai yang dekat sumber mata air, sehingga  jernih dan belum terkena polusi”. Sehingga, entah bagaimana istilah  “mudik” ini bersesuaian makna dengan filosofi Iedul Fitri yaitu kembali  ke “fitri” alias “jiwa yang bersih seperti bayi yang baru lahir”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kata “udik” juga kerap dikonotasikan dengan “bebal, bodoh, bego,  kampungan” dan beberapa kata negatif sejenisnya. Namun dalam konteks  Iedul Fitri pengertiannya yang lebih tepat yang mengandung makna  “kejernihan, kebersihan dan kesucian”. Sehingga peristiwa mudik  diartikan oleh masyarakat urban sebagai upaya spiritual untuk  menyempurnakan kesucian ibadah bulan suci Ramadhan dengan menuntaskan  silaturahim dan berkunjung kepada orang tua yang umumnya memang masih  tinggal di kampung dan melaksanakan tradisi “sungkeman” yaitu memohon  maaf kepada orang tua sambil mencium kaki atau menunduk di pangkuan  Bapak dan Ibu sebagai simbolisme seorang bayi yang kembali ke dalam  buaian orang tua.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut budayawan Jacob Soemardjo, secara historis, mudik adalah  warisan tradisi primordial di Jawa yang sudah ada sejak sebelum berdiri  Kerajaan Majapahit untuk membersihkan pekuburan dan doa bersama kepada  dewa-dewa di kahyangan untuk memohon keselamatan kampung halamannya yang  rutin dilakukan sekali dalam setahun. Ritual ini disebut dengan  “nyekar” atau “nyadran” yang artinya kurang lebih adalah “menaburkan  bunga sambil berdoa (di atas kuburan orang tua, leluhur atau pemimpin  yang dihormati – biasanya ulama atau wali)”. Sejak pengaruh Islam,  tradisi ini berangsur terkikis, karena dianggap syirik (kecuali di  kalangan sebagian kelompok Islam kultural, tradisi nyekar tetap bertahan  dan dilaksanakan di awal bulan Ramadhan dan atau sesaat setelah sholat  Ied). Namun semangat pulang kembali ke desa setahun sekali itu tetap  lestari dan kembali termanifestasi pada saat momentum mudik Iedul Fitri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mudik adalah fenomena realitas sosial budaya dan ekonomi yang  walaupun tidak ada dasar di dalam ajaran agama namun seolah telah  menjadi ritual wajib. Ajang silaturahim terbesar di dunia yang hanya ada  di Indonesia. Bukti nyata bahwa di negara ini azas kekeluargaan tetap  hidup lestari walaupun justru sering dinafikan para pemimpin, pejabat  dan wakil rakyat demi kepentingan sesaat yang sesat sehingga setiap  tahun kita melihat bagaimana negara ini gagal melakukan penataan  manajemen untuk melayani para pemudik secara layak, aman, nyaman dan  bermartabat. Yang kita lihat selalu hanya keruwetan dan berbagai tragedi  kemanusiaan yang seharusnya dapat diantisipasi sehingga tidak perlu  terjadi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Tradisi Munggahan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain “nyekar” atau “nyadran” ada suatu tradisi menyambut datangnya  bulan suci Ramadhan yang hidup di sebagian masyarakat Jawa Tengah dan  terutama Sunda. Ritual ini disebut dengan “munggahan” sebuah ungkapan  yang berasal dari kata “unggah” yang artinya “mancat atau naik ke  posisi/kedudukan yang lebih tinggi”. Secara etimologis kurang lebih  maksudnya adalah perlambang upaya “lelaku” manusia (terutama di bulan  suci Ramadhan) untuk mencapai derajat kemuliaan yang lebih tinggi di  mata Tuhan .&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di dalam Kamus Umum Basa Sunda (1992), “munggah” berarti hari pertama  puasa pada tanggal satu bulan Ramadan “unggah kana bulan anu punjul  martabatna” yang kalau ditafsir secara kontekstual bisa berarti bulan  yang luhur bermartabat dan harus dipenuhi laku lampah yang bermartabat  pula. Sehingga diharapkan, setelah seseorang sukses melalui ibadah di  bulan suci Ramadhan, nantinya akan menjadi sifat-sifat baik yang  berlanjut di bulan-bulan berikutnya. Menjadi manusia yang bermartabat  dan lebih tinggi derajat kemuliaannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tradisi “munggahan” dalam manifestasinya di masa kini dilaksanakan  dengan cara menyelenggarakan majelis talim mendengarkan ceramah agama  dan tanya jawab sambil berkumpul, makan bersama, silaturahim sambil  bermaaf-maafan. Intinya menyiapkan mental untuk menjalani berbagai macam  ibadah di bulan suci. Karena itu, biasanya ceramah akan banyak mengupas  dan mengulang kembali (sebagai pengingat) sisi syarat dan rukun  peribadatan, filosofi dan fadlilah-nya. Mulai dari puasa itu sendiri,  sholat tarawih, witir, sholat malam lainnya, zakat dan termasuk ritual  budaya yang menyertainya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Perayaan Kupatan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tradisi lain yang tak kalah serunya adalah “kupatan”, sebuah istilah  yang berasal dari kata “kupat” atau setelah di-Indonesiakan menjadi  “ketupat”. Yaitu sebutan untuk makanan dari beras yang dimasukkan ke  dalam kotak anyaman pelepah daun kelapa muda (janur). Makanan ini sangat  mirip dengan “lontong” dimana cara membuatnya juga sama, yaitu beras  dimasukkan ke dalam bungkus daun kemudian ditanak selama beberapa jam.  Yang berbeda hanya bungkusnya dan juga tentu saja aromanya. Biasanya  “lontong” dibungkus dengan pelepah daun pisang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Asal-usul makanan ini konon pada jaman Wali Songo, sebagai pengganti  lontong. Dibuat dari pelepah daun kelapa dan disajikan bersama masakan  yang ber-santan karena diyakini pohon kelapa adalah tanaman yang sangat  berguna, mulai dari batang, akar, daun, buahnya, airnya, serabutnya,  batok-nya dlsb. bisa dimanfaatkan untuk kehidupan manusia. Sehingga,  hendaknya manusia meniru dan memanfaatkan umurnya untuk berbuat manfaat  kepada sesamanya. Selain itu bentuk ketupat yang persegi empat diyakini  melambangkan rukun Islam yang ke empat yaitu berpuasa di bulan Ramadhan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ya, Iedul Fitri memang identik “ketupat”. Sebagai makanan yang  disajikan sebagai menu utama yang disantap bersama keluarga setelah  sholat Ied. Lauknya di setiap daerah berbeda-beda, namun umumnya terdiri  atas opor ayam, sayur lodeh kacang, sambal goreng ati sapi dan krecek  (kulit sapi) serta kadang-kadang ada semur daging atau lidah sapi serta  telor ayam rebus dengan bumbu petis. Kemudian sebagai penyedap diatasnya  ditaburi bawang goreng dan bubuk kacang kedelai. Lezat!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Konon kata “kupat” berasal dari ungkapan dalam bahasa Jawa yaitu  “ngaku lepat” yang artinya “mengaku salah” atau “kulo lepat” yang  artinya “saya (mengaku) salah”. Sehingga ada tradisi dimana orang saling  berkirim hantaran ketupat dan kelengkapannya kepada tetangga sebagai  simbol ungkapan pengakuan atas segala kesalahan dan permintaan maaf.  Tradisi hantaran ini berbeda-beda di tiap daerah pelaksanaannya, ada  yang di awal Ramadhan, sehari sebelum lebaran dan bertepatan pada hari  raya setelah sholat Ied.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun tradisi yang paling kuat justru perayaan “kupatan” baru  dilaksanakan pada hari ke-7 (tujuh) bulan Syawwal. Tradisi ini dikaitkan  dengan ritual “syawwalan” yaitu merayakan penutupan puasa bulan  Syawwal. Puasa di bulan Syawwal? Ya. Memang ritual ini jarang  dilaksanakan dan kurang dikenal oleh ummat muslim pada umumnya.  Sebenarnya sehari setelah Iedul Fitri, yaitu tanggal 2 – 7 Syawwal ummat  muslim dianjurkan untuk melanjutkan berpuasa selama 6 (enam) hari  berturut-turut yang disebut dengan puasa Syawwal. Konon, bagi yang  melaksanakan puasa ini akan diganjar pahala dihapuskan dosa-dosanya  selama 1 (satu) tahun ke depan. Barangkali hitungan totalnya seperti  ini: puasa bulan Ramadhan selama 30 (tiga puluh) hari ditambah 6 (enam)  hari = 36 (tiga puluh enam hari) dikalikan 10 (sepuluh) ganjaran pahala =  360 (tiga ratus enam puluh) hari atau tepat satu tahun menurut jumlah  hari penanggalan masehi. Tapi, biasanya hitungan secara syariat Islam  kan mengikuti penanggalan Qomariah bukan Masehi? Nah, jadi sebaiknya  soal mitos hitungan pahala itu lupakan saja, laksanakan ibadah dengan  niat tulus hanya karena Allah SWT semata dan bukan karena mengharapkan  ganjaran yang dihitung dengan rumus macam-macam&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jadi “kupatan” atau “syawwalan” agaknya semula dimaksudkan untuk  merayakan telah berakhirnya puasa sunnah pada bulan Syawwal. Barangkali  itu filosofinya makanan kupat dan santan yang sama-sama berwarna putih,  melambangkan semakin putihnya hati setelah menuntaskan puasa (prihatin)  dan bermaaf-maafan kepada sesama.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagaimana tradisi lainnya, di setiap daerah ada istilahnya  masing-masing. Di Madura misalnya “kupatan” disebut dengan “tellasan  topa’” yang dimeriahkan dengan tontonan pertunjukan kesenian dan ini  juga terjadi di daerah lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kesimpulannya, Indonesia ini memang sungguh negeri kaya budaya yang  sangat majemuk dan saya merasa bangga sebagai seorang muslim dan  sekaligus warga negara Indonesia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wallahualam bishowwab.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;sumber: &lt;a title="http://www.pataka.net/2008/09/29/istilah-seputar-lebaran/" href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=417678257810&amp;amp;h=bdf2b2a7f48cfd5c92d28fddbc0d10f7&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fwww.pataka.net%2F2008%2F09%2F29%2Fistilah-seputar-lebaran%2F" target="_blank"&gt;http://www.pataka.net/2008/09/29/istilah-seputar-lebaran/&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-1389733858286958673?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/1389733858286958673/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=1389733858286958673' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/1389733858286958673'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/1389733858286958673'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2010/09/istilah-istilah-yang-salah-kaprah.html' title='Istilah-istilah yang Salah Kaprah'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-4071488417073428502</id><published>2010-09-04T11:32:00.000+07:00</published><updated>2010-09-04T11:33:50.343+07:00</updated><title type='text'>Berbagai Pertanyaan di Pengujung Ramadhan</title><content type='html'>&lt;div class="judul-brita"&gt;          &lt;span class="date"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="arial13"&gt;&lt;div class="img-detail-berita"&gt;&lt;div class="img-source"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;       &lt;img src="http://static.republika.co.id/images/perbanyak_ibadah_di_bulan_puasa_ilustrasi_100811135301.jpg" alt="Berbagai Pertanyaan di Pengujung Ramadhan" title="Perbanyak ibadah  di bulan puasa, ilustrasi" height="260" width="360" /&gt;&lt;br /&gt;      &lt;div class="img-title"&gt;Perbanyak ibadah di bulan puasa, ilustrasi&lt;/div&gt;            &lt;/div&gt;         &lt;div id="newstext"&gt;&lt;p&gt;Oleh Ustaz Muhammad Arifin Ilham&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kualitas  amaliah kita kepada Allah SWT tidak diukur melalui jumlah, kuantitas,  berat, dan ringannya ibadah. Akan tetapi, diukur oleh jiwa yang ikhlas.  Keikhlasan itu hanya muncul dari jiwa yang zuhud, hati yang tidak  dipenuhi oleh hasrat, kecuali hanya kepada Allah. Karena itu, walaupun  kecil, sedikit, dan barangkali sepele, jika amaliah itu muncul dari jiwa  yang zuhud, nilainya justru besar dan banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, jika  amaliah itu dihitung dengan kuantitas, bahkan dilakukan oleh ribuan  orang, tapi keikhlasan dan kezuhudan tidak tertanam dalam hatinya,  sebanyak apa pun amaliah itu tetap dinilai kecil. Bagi seorang zahid,  amaliah adalah sesuatu yang muncul dari jiwa yang kosong dan dari  kepentingan nafsu duniawi. Karena itu, "Dua rakaat dari seorang alim  yang zahid itu lebih dicintai oleh Allah daripada ibadah orang yang  beribadah, tapi penuh ambisi duniawi," terang Nabi Muhammad SAW  sebagaimana diriwayatkan melalui Ibnu Mas'ud RA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian,  ukuran kualitas amal kita terletak dari keikhlasan dan kezuhudan meraih  ridha Allah SWT dan surga-Nya. Nah, Ramadhan sebenarnya datang untuk  meletakkan pemahaman kita dalam 'halte' ini. Kita berpuasa lalu berbuka.  Kita tegakkan yang wajib, bahkan ditambah dengan yang sunah, tangan  kita terbuka dan membentang sedekah, yang semua itu harus dikendarai  dengan penuh keikhlasan dan kezuhudan sehingga akan mudah sampai pada  terminal ridha dan surga-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, secara perlahan, Ramadhan  yang agung akan meninggalkan kita. Tinggal menghitung hari, kita akan  menyelesaikan ibadah puasa dan setelah itu berlebaran. Lantas muncul  pertanyaan, apa yang telah kita dapat selama bulan penuh rahmat dan  ampunan ini? Apakah ada sesuatu yang baru dapat kita petik dari hikmah  puasa yang bakal kita terapkan dalam kehidupan kita setelah Ramadhan?  Apakah puasa kita kali ini tidak jauh beda dengan puasa-puasa  sebelumnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai pertanyaan itu patut kita sampaikan dalam  rangka merenungkan kembali apa yang telah kita lakukan selama  menjalankan ibadah Ramadhan. Banyak yang mengatakan, kecenderungan kita  lebih banyak melaksanakan ibadah puasa sebagai ritual rutin karena bulan  Ramadhan akan selalu ditemui setiap tahun. Banyak orang berpuasa karena  memang waktunya berpuasa. Kita berpuasa malah karena kebanyakan orang  berpuasa. Artinya, puasa tidak lebih karena mengikuti tradisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu  saja kita semua tidak mau dituduh berpuasa karena mengikuti tradisi.  Bagaimanapun, ada juga dalih bahwa kita berpuasa karena benar-benar mau  mengikuti ajaran agama. Ada yang ingin kita kejar yaitu kesucian diri  dan kemenangan. Ada yang ingin kita incar, yaitu menjadi manusia ikhlas,  zuhud, dan istikamah dalam merangkai ketakwaan. Dalam takwa, ada  keseriusan dan ketaatan. Berarti Ramadhan menempa kita untuk menjadi  manusia yang serius dalam ketaatan kepada-Nya. Dengan demikian, kesucian  diri itu akan kita dapatkan dan kemenangan pun bisa kita raih, yaitu  kembali kepada kesucian dan meraih kemenangan di hari yang fitri.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-4071488417073428502?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/4071488417073428502/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=4071488417073428502' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/4071488417073428502'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/4071488417073428502'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2010/09/berbagai-pertanyaan-di-pengujung.html' title='Berbagai Pertanyaan di Pengujung Ramadhan'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-6774547485942669399</id><published>2010-08-30T22:14:00.000+07:00</published><updated>2010-08-30T22:16:16.260+07:00</updated><title type='text'>Tiga Faktor Pengurang Nilai Puasa</title><content type='html'>&lt;div class="judul-brita"&gt;          &lt;span class="date"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div class="img-detail-berita"&gt; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;    &lt;/div&gt;                                Oleh KH Didin Hafidhuddin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadis sahih, Rasulullah SAW menyatakan, banyak orang yang berpuasa, tetapi tidak menghasilkan apa pun dari puasanya, selain lapar dan haus. (HR Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, dan Al-Hakim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis ini mengisyaratkan secara tegas bahwa hakikat shaum (puasa) itu, sesungguhnya, bukanlah hanya menahan lapar dan dahaga. Akan tetapi, puasa adalah menahan diri dari ucapan dan perbuatan kotor yang merusak dan tidak bermanfaat. Termasuk juga kemampuan untuk mengendalikan diri terhadap cercaan dan makian orang lain. Itulah sebagian dari pesan Rasulullah SAW terhadap kaum Muslimin yang ingin puasanya diterima Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada umumnya, orang yang berpuasa mampu menahan diri dari makan dan minum, dari terbit fajar sampai terbenam matahari, sehingga puasanya sah secara hukum syariah. Akan tetapi, banyak yang tidak mampu (mungkin juga kita) mengendalikan diri dari hal-hal yang mereduksi, bahkan merusak pahala puasa yang kita lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, ghibah, menyebarkan keburukan orang lain, tanpa bermaksud untuk memperbaikinya. Hanya agar orang lain tahu bahwa seseorang itu memiliki aib dan keburukan yang disebarkan di televisi dan ditulis dalam surat kabar dan majalah, lalu semua orang mengetahuinya. Penyebar keburukan orang lain pahalanya akan mereduksi sekalipun ia melaksanakan puasa, bahkan mungkin hilang akibat perbuatan ghibah yang dilakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, memiliki pikiran-pikiran buruk dan jahat, dan berusaha melakukannya, seperti ingin memanfaatkan jabatan dan kedudukan untuk memperkaya diri, terus-menerus melakukan korupsi, mengurangi takaran dan timbangan, mempersulit orang lain, dan melakukan suap-menyuap. Jika hal itu semua dilakukan, perbuatan tersebut pun dapat mereduksi pahala puasa, bahkan juga dapat menghilangkan pahala serta nilai-nilai puasa itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, sama sekali tidak memilik empati dan simpati terhadap penderitaan orang lain yang sedang mengalami kelaparan atau penderitaan, miskin, dan tidak memiliki apa-apa. Orang yang berpuasa, akan tetapi tetap berlaku kikir dan bakhil, nilai puasanya akan direduksi atau dihilangkan oleh Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, marilah kita berpuasa dengan benar, baik secara lahiriah (tidak makan dan minum) maupun memuasakan hati dan pikiran kita dari hal-hal yang buruk. Latihlah pikiran dan hati kita untuk selalu lurus dan jernih, disertai dengan kepekaan sosial yang semakin tinggi. Berusahalah membantu orang-orang yang sedang mengalami kesulitan hidup. Wallahu a'lam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-6774547485942669399?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/6774547485942669399/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=6774547485942669399' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/6774547485942669399'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/6774547485942669399'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2010/08/tiga-faktor-pengurang-nilai-puasa.html' title='Tiga Faktor Pengurang Nilai Puasa'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-2883094082609306311</id><published>2010-08-30T22:12:00.000+07:00</published><updated>2010-08-30T22:13:40.483+07:00</updated><title type='text'>Keutamaan Memohon Ampunan</title><content type='html'>&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;div class="arial13"&gt;                   &lt;div class="img-detail-berita"&gt;              &lt;img src="http://static.republika.co.id/images/shalat_100619091103.jpg" alt="Keutamaan Memohon Ampunan" title="Shalat" height="260" width="360" /&gt;&lt;br /&gt;      &lt;div class="img-title"&gt;Shalat&lt;/div&gt;            &lt;/div&gt;         &lt;div id="newstext"&gt;&lt;p&gt;Oleh Syahruddin El-Fikri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW memerintahkan umat Islam agar senantiasa memperbanyak amal ibadah di bulan Ramadhan. Sebab, terdapat banyak keutamaan yang akan diperolehnya. Ibadah sunah menjadi bernilai fardhu, makan sahur merupakan berkah, bersedekah akan dilipatgandakan, membaca Alquran akan menjadi syafaat, dan beribadah pada malam Lailatul Qadar nilainya lebih baik daripada seribu bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai manusia! Sungguh telah datang kepada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan ampunan Allah. Bulan yang mulia di sisi Allah. Hari-harinya adalah yang paling utama. Malam-malamnya adalah yang paling utama. Waktu demi waktunya adalah yang paling utama.” (HR Ibnu Khuzaimah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu amalan yang disunahkan adalah memperbanyak ampunan dan tobat kepada Allah. “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertobat.” (Al-Baqarah [2]: 222). “Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini.” (HR Ibnu Khuzaimah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW membagi bulan Ramadhan itu menjadi tiga. Pertama, bulan rahmat pada 10 hari pertama (awwaluhu rahmah), bulan ampunan pada 10 hari kedua (wa awsathuhu maghfirah), dan bulan pelepasan dari siksa neraka pada 10 hari terakhir (wa akhiruhu itqun min an-nar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, kita semua telah berada pada 10 hari kedua Ramadhan. Inilah kesempatan bagi kita untuk terus memperbanyak amal ibadah, memohon ampunan kepada Allah, dan bertobat atas segala kesalahan dan kekhilafan. “Hai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan sebenar-benarnya.” (QS at-Tahrim [66]: 8).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tobat yang sebenarnya (taubatan nasuha) adalah berhenti melakukan dosa, menyesali perbuatan tersebut, dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW adalah seorang hamba Allah yang paling mulia dan telah diampuni segala dosa-dosanya, baik yang telah lalu maupun yang akan datang. Namun, beliau tetap memohon ampunan kepada Allah, sebagai wujud kecintaan dan syukurnya. “Wahai manusia, bertobatlah kalian kepada Allah dan mohon ampunlah kepada-Nya karena sesungguhnya aku saja setiap hari bertobat sebanyak 100 kali.” (HR Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa)-mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu. (HR Ibnu Khuzaimah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak keutamaan bagi orang yang senantiasa memohon ampunan dan bertobat kepada Allah. Pertama, segala dosanya akan diampuni dan berubah menjadi kebaikan (QS Al-Furqan [25]: 70). Kedua, didoakan para malaikat (QS Al-Mu'min [40]: 7-8). Ketiga, menjadi penduduk surga. (QS Ali Imran [3]: 135-136). Keempat, diberikan nikmat yang baik, seperti panjang umur dan harta berlimpah. (QS Hud [11]: 3). Dan Allah berjanji akan mengampuni segala dosa hamba-hamba-Nya yang senantiasa memohon ampunan kepada-Nya. (QS Al-Baqarah [2]: 186).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bulan yang agung dan mulia ini, hendaknya kita senantiasa memperbanyak amal ibadah, sekaligus memohon ampunan atas segala kesalahan dan kekhilafan. Amien.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-2883094082609306311?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/2883094082609306311/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=2883094082609306311' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/2883094082609306311'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/2883094082609306311'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2010/08/keutamaan-memohon-ampunan.html' title='Keutamaan Memohon Ampunan'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-8512136097721718678</id><published>2010-08-27T09:43:00.001+07:00</published><updated>2010-08-27T09:43:58.066+07:00</updated><title type='text'>Definisi Amanah</title><content type='html'>&lt;center&gt; &lt;!-- Begin: KlikSaya.com --&gt; &lt;script src="http://scr.kliksaya.com/js-ad.php?zid=37771" type="text/javascript"&gt; &lt;/script&gt; &lt;!-- End: KlikSaya.com --&gt;&lt;/center&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://www.its-berry.com/"&gt;Amanah &lt;/a&gt;adalah kata yang sering  dikaitkan dengan kekuasaan dan materi. Namun sesungguhnya kata amanah  tidak hanya terkait dengan urusan-urusan seperti itu. Secara syar’i,  amanah bermakna: menunaikan apa-apa yang dititipkan atau dipercayakan.  Itulah makna yang terkandung dalam firman Allah swt.: “&lt;em&gt;Sesungguhnya  Allah memerintahkan kalian untuk menunaikan amanah-amanah kepada  pemiliknya; dan apabila kalian menetapkan hukum di antara manusia  hendaklah kalian menetapkan hukum dengan adil&lt;/em&gt;.” (An-Nisa: 58)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://www.its-berry.com/"&gt;Amanah &lt;/a&gt;adalah tuntutan &lt;a href="http://www.its-berry.com/"&gt;iman&lt;/a&gt;. Dan khianat adalah salah satu  ciri kekafiran. Sabda Rasulullah saw. sebagaimana disebutkan di atas  menegaskan hal itu, “&lt;em&gt;Tiada iman pada orang yang tidak menunaikan  amanah; dan tiada agama pada orang yang tidak menunaikan janji&lt;/em&gt;.”  (Ahmad dan Ibnu Hibban)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Barang siapa yang hatinya kehilangan sifat amanah, maka ia akan  menjadi orang yang mudah berdusta dan khianat. Dan siapa yang mempunyai  sifat dusta dan khianat, dia berada dalam barisan orang-orang munafik.  Disia-siakannya amanah disebutkan oleh Rasulullah saw. sebagai salah  satu ciri datangnya kiamat. Sebagaimana disampaikan Abu Hurairah –semoga  Allah meridhainya–, Rasulullah saw. bersabda, “&lt;em&gt;Jika amanah  diabaikan maka tunggulah kiamat.” Sahabat bertanya, “Bagaimanakah amanah  itu disia-siakan, wahai Rasulullah?” Rasulullah saw. menjawab, “Jika  suatu urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah  kehancuran&lt;/em&gt;.” (Al-Bukhari)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://www.its-berry.com/"&gt;&lt;strong&gt;Macam-macam Amanah&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Pertama&lt;/em&gt;, amanah fitrah. Dalam fitrah ada amanah. Allah  menjadikan fitrah manusia senantiasa cenderung kepada tauhid, kebenaran,  dan kebaikan. Karenanya, fitrah selaras betul dengan aturan Allah yang  berlaku di alam semesta. Allah swt. berfirman: &lt;em&gt;“Dan ingatlah ketika  Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan  Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman):  “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab, “Betul, (Engkau Tuhan kami)  kami menjadi saksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari  kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah  orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan).” &lt;/em&gt;(Al-A’raf:  172)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Akan tetapi adanya &lt;a href="http://www.its-berry.com/"&gt;fitrah &lt;/a&gt;bukanlah  jaminan bahwa setiap orang akan selalu berada dalam kebenaran dan  kebaikan. Sebab fitrah bisa saja terselimuti kepekatan hawa nafsu dan  penyakit-penyakit jiwa (hati). Untuk itulah manusia harus memperjuangkan  amanah fitrah tersebut agar fitrah tersebut tetap menjadi kekuatan  dalam menegakkan kebenaran.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Kedua&lt;/em&gt;, amanah taklif syar’i (amanah yang diembankan oleh  syari’at). Allah swt. telah menjadikan ketaatan terhadap syariatnya  sebagai batu ujian kehambaan seseorang kepada-Nya. Rasulullah saw.  bersabda: &lt;em&gt;“Sesungguhnya Allah telah menetapkan fara-idh  (kewajiban-kewajiban), maka janganlah kalian mengabaikannya; menentukan  batasan-batasan (hukum), maka janganlah kalian melanggarnya; dan  mendiamkan beberapa hal karena kasih sayang kepada kalian dan bukan  karena lupa.”&lt;/em&gt; (hadits shahih)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://www.its-berry.com/"&gt;&lt;em&gt;Ketiga&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.its-berry.com/"&gt;amanah menjadi bukti keindahan Islam&lt;/a&gt;.  Setiap muslim mendapat amanah untuk menampilkan kebaikan dan kebenaran  Islam dalam dirinya. Rasulullah saw. bersabda: &lt;em&gt;“Barangsiapa yang  menggariskan sunnah yang baik maka dia mendapatkan pahalanya dan pahala  orang-orang rang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahalanya sedikit  pun.” &lt;/em&gt;(Hadits shahih)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Keempat&lt;/em&gt;, amanah &lt;a href="http://www.its-berry.com/"&gt;dakwah&lt;/a&gt;.  Selain melaksanakan ajaran Islam, seorang muslim memikul amanah untuk  mendakwahkan (menyeru) manusia kepada Islam itu. Seorang muslim bukanlah  orang yang merasa puas dengan keshalihan dirinya sendiri. Ia akan terus  berusaha untuk menyebarkan hidayah Allah kepada segenap manusia. Amanah  ini tertuang dalam ayat-Nya: &lt;em&gt;“Serulah ke jalan Rabbmu dengan hikmah  dan nasihat yang baik.”&lt;/em&gt; (An-Nahl: 125)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rasulullah saw. juga bersabda, &lt;em&gt;“Jika Allah memberi petunjuk  kepada seseorang dengan usaha Anda, maka hal itu pahalanya bagi Anda  lebih dibandingkan dengan dunia dan segala isinya.” &lt;/em&gt;(al-hadits)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Kelima&lt;/em&gt;, amanah untuk mengukuhkan kalimatullah di muka bumi.  Tujuannya agar manusia tunduk hanya kepada Allah swt. dalam segala aspek  kehidupannya. Tentang amanah yang satu ini, Allah swt. menegaskan: &lt;em&gt;“Allah  telah mensyariatkan bagi kamu tentang agama apa yang telah  diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan  apa yang telah Kami wahyukan kepada Ibrahim, Musa, dan Isa, yaitu:  Tegakkanlah agama dan janganlah kalian berpecah-belah tentangnya.”&lt;/em&gt;  (Asy-Syura: 13)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Keenam, amanah &lt;em&gt;tafaqquh fiddin &lt;/em&gt;(mendalami agama). Untuk  dapat menunaikan kewajiban, seorang muslim haruslah memahami Islam. &lt;em&gt;“Tidaklah  sepatutnya bagi orang-orang yang beriman itu pergi semuanya (ke medan  perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka  beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama.”&lt;/em&gt;  (At-Taubah: 122)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di  antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang shalih bahwa dia  sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi,  sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa,  dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah  diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan)  mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentosa. mereka  tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan  Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka  itulah orang-orang yang fasik.” &lt;/em&gt;(An-Nur: 55)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-8512136097721718678?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/8512136097721718678/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=8512136097721718678' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/8512136097721718678'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/8512136097721718678'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2010/08/definisi-amanah.html' title='Definisi Amanah'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-7834098492194717156</id><published>2010-08-25T20:54:00.000+07:00</published><updated>2010-08-25T20:56:43.689+07:00</updated><title type='text'>Menggapai Derajat Mental Malaikat</title><content type='html'>&lt;div class="arial13"&gt;&lt;div class="img-detail-berita"&gt;       &lt;img src="http://static.republika.co.id/images/ilustrasi_100824112151.jpg" alt="Menggapai Derajat Mental Malaikat" title="ilustrasi" height="260" width="360" /&gt;&lt;br /&gt;      &lt;div class="img-title"&gt;ilustrasi&lt;/div&gt;            &lt;/div&gt;         &lt;div id="newstext"&gt;&lt;p&gt;Oleh Dr A Ilyas Ismail MA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibadah puasa merupakan sarana latihan untuk pengembangan diri. Ulama besar dunia, Yusuf al-Qaradhawi, dalam bukunya Fiqh al-Shiyam, memandang puasa Ramadhan sebagai lembaga pendidikan par-excellent (madrasah mutamayyizah) yang dibuka oleh Allah SWT setiap tahun. Siapa yang mendaftar dan mengikuti “perkuliahan” dengan baik sesuai petunjuk Islam, ia akan lulus ujian dengan predikat “sukses besar”. Karena, tak ada keuntungan yang lebih besar ketimbang meraih ampunan Tuhan dan bebas dari siksa neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara hikmah paling penting ibadah puasa, bagi al-Qaradhawi, adalah pencucian atau peningkatan kualitas diri (tazkiyyat al-nafs). Puasa diharapkan dapat meninggikan kualitas jiwa dan mentalitas manusia sehingga ia menjadi manusia yang benar-benar tunduk dan menghambakan diri hanya kepada Allah SWT. Inilah potret manusia bertakwa yang ingin dicapai melalui ibadah puasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pemikiran Islam, jiwa atau mental (al-nafs) memiliki empat tingkatan mulai dari yang paling rendah hingga paling tinggi. Pertama, mental tumbuh-tumbuhan (nafs al-nabat). Wilayah kerja (domain) mental tumbuh-tumbuhan adalah makan dan minum. Manusia dengan mental ini tentu tidak dapat menjalankan ibadah puasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, jiwa binatang (nafs al-hayawan). Domain jiwa binatang adalah gerak, harakah (motion), memangsa, dan seksualitas. Jiwa binatang tidak mengenal rambu-rambu hukum. Yang kuat memangsa dan menerkam yang lemah. Inilah yang dinamakan hukum rimba. Manusia dengan mental ini juga tak dapat melaksanakan ibadah puasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, jiwa manusia (nafs al-insan). Domain jiwa manusia adalah berpikir dan berprestasi. Jiwa ini jauh lebih tinggi dari dua jiwa terdahulu. Tapi, bukan tanpa kelemahan. Dalam berpikir dan mencapai prestasi, jiwa manusia sering diliputi penyakit sombong (kibr), serakah (al-thama`), serta dengki (al-hasad), dan iri hati (al-hiqd wa al-hasad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, jiwa atau mental malaikat (nafs al-malakut). Domain mental ini adalah kebenaran dan kepatuhan yang tinggi kepada Allah SWT tanpa reserve. “Penjaganya ialah malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS Al-Tahrim [66]: 6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mental malakut, seperti dipaparkan di atas, merupakan mental yang paling tinggi. Ibadah puasa sesungguhnya dimaksudkan agar manusia memiliki semangat dan jiwa malakut ini. Ini tidak bermakna bahwa manusia harus bertransformasi (merubah bentuknya) menjadi malaikat. Tidak. Tapi, transformasi dalam arti peningkatan kualitas diri dengan semangat kebenaran (tahaqquq) dan pengabdian (ta`abbud) yang tinggi kepada Allah SWT. Wallahu a`lam.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-7834098492194717156?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/7834098492194717156/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=7834098492194717156' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/7834098492194717156'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/7834098492194717156'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2010/08/menggapai-derajat-mental-malaikat.html' title='Menggapai Derajat Mental Malaikat'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-6222206234829682128</id><published>2010-08-25T20:53:00.000+07:00</published><updated>2010-08-25T20:54:23.958+07:00</updated><title type='text'>Belajar dari Puasanya Kupu-kupu</title><content type='html'>&lt;div class="judul-brita"&gt;          &lt;span class="date"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="arial13"&gt;&lt;div class="img-detail-berita"&gt;&lt;img src="http://static.republika.co.id/images/kupukupu_100825104658.jpg" alt="Belajar dari Puasanya Kupu-kupu" title="Kupu-kupu" height="260" width="360" /&gt;&lt;br /&gt;      &lt;div class="img-title"&gt;Kupu-kupu&lt;/div&gt;            &lt;/div&gt;         &lt;div id="newstext"&gt;&lt;p&gt;Oleh H Jatiman Karim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kupu-kupu adalah hewan yang sangat indah dan menarik. Sayapnya yang berwarna-warni dengan motif yang sangat rapi serta kelincahannya terbang dari satu bunga ke bunga yang lain, menjadi daya tarik bagi setiap orang untuk mengagumi makhluk ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kupu-kupu tak hadir begitu saja ke muka bumi, tapi melalui proses metaformosis dari binatang yang bernama ulat. Menyebut namanya, mungkin ada sebagian orang yang jijik, geli, takut, penyebab kulit gatal, perusak tanaman, dan sebagainya. Ia begitu identik dengan sifat yang tidak baik. Hampir tak ada orang yang mau menyentuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ketika seekor ulat berubah menjadi kupu-kupu yang cantik dan indah, semua orang pun berusaha memilikinya dan bahkan mengaguminya. Mereka tak merasa takut dengan seekor kupu-kupu yang sesungguhnya berasal dari ulat. Itulah kupu-kupu. Hewan yang indah dan menarik. Makanannya pun bahan pilihan, dan selalu membantu proses penyerbukan tanaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjadi kupu-kupu, ulat terlebih dahulu menjadi kepompong. Itulah sebuah metamorfosis, yang dalam bahasa manusianya sedang menjalani puasa, menjauhkan dari dari makan dan minum, menutup dirinya dari hiruk pikuk kehidupan dunia. Ia begitu mirip dengan cara kita beriktikaf, yaitu merenung diri dan melakukan pertobatan, sehingga keluar menjadi kupu-kupu yang indah, disayang semua orang dan mempunyai nilai ekonomi yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah barangkali gambaran puasa Ramadhan yang diharapkan oleh Allah SWT terhadap orang-orang yang beriman. Kita, umat manusia yang banyak berbuat salah dandosa, hendaknya biasa belajar dari ulat dan mengubah diri menjadi manusia yang bertakwa dan disayang Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipe manusia yang disayang Allah itu adalah; pertama, orang-orang yang berjalan di muka bumi dengan rendah hati (tidak sombong) dan apabila orang jahil menyapa, mereka mengucapkan kata-kata yang baik. (QS Al-Furqan [25]: 63).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah gambaran orang mukmin yang berpuasa, senantiasa menyebarkan kelembutan dan keindahan, serta tidak suka berbuat keonaran dan kerusakan, di manapun dia berada. Sebagaimana sifat kupu-kupu yang hinggap di sebuah dahan yang tak akan pernah ada yang patah sekecil apa pun dahan yang dihinggapinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, mereka yang senantiasa mendirikan shalat lima waktu dan shalat tahajjud di malam hari sebagai wujud syukur kepada Allah (Al-Furqan [25]: 64, 73). Seperti kupu-kupu, di manapun seorang mukmin berada, dia akan selalu melaksanakan perintah Allah, menebarkan kasih sayang, dan menolong orang lain. Sebab, ia menyadari bahwa sesungguhnya dirinya hanyalah seorang hamba yang juga tidak memiliki kemampuan apa-apa tanpa anugerah dari Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, orang yang berhasil dalam pusanya, ia akan memilih  makanannya dari yang halal dan yang baik-baik saja, layaknya kupu-kupu yang hanya memilih sari madu bunga sebagai makanannya. Orang yang berpuasa dan mukmin sejati, akan senantiasa menjauhkan diri dari yang haram, seperti korupsi, mencuri, menipu, dan lainnya. (QS Al-Baqarah [2]: 168).&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-6222206234829682128?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/6222206234829682128/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=6222206234829682128' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/6222206234829682128'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/6222206234829682128'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2010/08/belajar-dari-puasanya-kupu-kupu.html' title='Belajar dari Puasanya Kupu-kupu'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-7982528320569820505</id><published>2010-08-21T14:13:00.001+07:00</published><updated>2010-08-21T14:13:45.026+07:00</updated><title type='text'>Melestarikan Iktikaf</title><content type='html'>&lt;p&gt;Oleh&lt;strong&gt; Ustaz Muhammad Arifin Ilham&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu amalan yang menjadi tradisi dan kekhasan Ramadhan adalah iktikaf. Yaitu, berdiam diri di masjid dalam waktu tertentu untuk mencari ridha Allah. "... Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, iktikaf, rukuk, dan sujud." (QS Albaqarah [2]: 125, 187).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bulan Ramadhan, iktikaf sangat dianjurkan. Di dalam sebuah hadis dinyatakan, "Rasulullah SAW selalu beriktikaf pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan hingga beliau dipanggil oleh Allah. Setelah beliau wafat, istri-istri beliau meneruskan kebiasaan iktikaf ini." (HR Bukhari Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa 10 akhir Ramadhan? Karena diyakini oleh kebanyakan umat Islam bahwa pada malam-malam tersebut ada Lailatul Qadar. Kadar ibadah yang dilakukan pada saat itu bernilai lebih baik dari seribu bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amalan yang biasa tampak dari orang-orang yang iktikaf adalah membaca dan menadaburi Alquran, berzikir, memperbanyak shalat sunah, membaca buku-buku keagamaan, mengikuti pengajian, mendengarkan tausiyah, dan lain sebagainya. Iktikaf menjadi program unggulan sejumlah masjid, termasuk di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iktikaf dapat dilaksanakan kapan saja, baik selama bulan Ramadhan maupun di luar Ramadhan. Saat yang terbaik adalah 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Jumhur ulama sepakat, iktikaf hukumnya sunah, kecuali iktikaf nazar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazhab Hanafi membaginya kepada yang wajib, yakni iktikaf nazar--sunnah mu'akkadah pada 10 hari terakhir Ramadhan dan sunnah mustahab pada waktu selain 10 hari terakhir Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama dari Mazhab Syafi'i mensyaratkan iktikaf harus tinggal dalam waktu tertentu yang lamanya sama dengan waktu tuma'ninah (berhenti sebentar) dalam rukuk atau sujud. Adapun menurut ulama Mazhab Hambali, iktikaf sekurang-kurangnya berlangsung selama satu jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iktikaf dimaksudkan untuk menyucikan roh dan mengembalikannya kepada fitrah iman (Al-A'raf [7]: 172) dan fitrah Islam (Ar-Rum [30]: 30) dengan berupaya mematikan kecenderungan fujur (kefasikan) dan menghidupkan kecenderungan takwa (Asy-Syams [91]: 7-8). Membebaskan diri sementara dari kesibukan dunia agar terbebas dari penyakit al wahn, yakni hubbu al-dunia wa qarahiyah al-maut (cinta kepada dunia dan takut akan kematian).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara hikmah lainnya adalah kita akan mudah mengusir nafsu dari dalam diri melalui upaya taqarrub (mendekatkan) kepada Allah SWT serta memperkaya diri dengan ibadah-ibadah yang disunahkan. Senantiasa merasa belum cukup dengan yang diharamkan, lalu menjauhi yang dimakruhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ibnu Atho'illah as-Sakandary, yang terbaik bagi kita untuk selamat dari kejaran setan dan para anteknya adalah berlari dan berlindung di rumah Allah. Niscaya rumah Allah akan sangat kuat dan kokoh. Pada akhirnya, kita akan selalu terjaga dari perbuatan dosa dan maksiat. Karena dalam melestarikan iktikaf, ruang hati selalu tertambat dengan rumah Allah. Wallahu a'lam.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-7982528320569820505?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/7982528320569820505/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=7982528320569820505' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/7982528320569820505'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/7982528320569820505'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2010/08/melestarikan-iktikaf.html' title='Melestarikan Iktikaf'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-2722744511145305171</id><published>2010-08-21T14:10:00.001+07:00</published><updated>2010-08-21T14:10:51.579+07:00</updated><title type='text'>Waktu Paling Utama untuk Iktikaf</title><content type='html'>&lt;div class="judul-brita"&gt;     &lt;h2&gt;&lt;a href="http://www.republika.co.id/berita/ensiklopedia-islam/hikmah/10/08/20/131040-waktu-paling-utama-untuk-iktikaf"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;     &lt;span class="date"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="arial13"&gt;&lt;div class="img-detail-berita"&gt;&lt;img src="http://static.republika.co.id/images/ilustrasi_100820125928.jpg" alt="Waktu Paling Utama untuk Iktikaf" title="ilustrasi" height="260" width="360" /&gt;&lt;br /&gt;      &lt;div class="img-title"&gt;ilustrasi&lt;/div&gt;            &lt;/div&gt;         &lt;div id="newstext"&gt;&lt;p&gt;Oleh Ustaz Muhammad Arifin Ilham&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu amalan yang menjadi tradisi dan kekhasan Ramadhan adalah iktikaf. Yaitu, berdiam diri di masjid dalam waktu tertentu untuk mencari ridha Allah. "... Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, iktikaf, rukuk, dan sujud." (QS Albaqarah [2]: 125, 187).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bulan Ramadhan, iktikaf sangat dianjurkan. Di dalam sebuah hadis dinyatakan, "Rasulullah SAW selalu beriktikaf pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan hingga beliau dipanggil oleh Allah. Setelah beliau wafat, istri-istri beliau meneruskan kebiasaan iktikaf ini." (HR Bukhari Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa 10 akhir Ramadhan? Karena diyakini oleh kebanyakan umat Islam bahwa pada malam-malam tersebut ada Lailatul Qadar. Kadar ibadah yang dilakukan pada saat itu bernilai lebih baik dari seribu bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amalan yang biasa tampak dari orang-orang yang iktikaf adalah membaca dan menadaburi Alquran, berzikir, memperbanyak shalat sunah, membaca buku-buku keagamaan, mengikuti pengajian, mendengarkan tausiyah, dan lain sebagainya. Iktikaf menjadi program unggulan sejumlah masjid, termasuk di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iktikaf dapat dilaksanakan kapan saja, baik selama bulan Ramadhan maupun di luar Ramadhan. Saat yang terbaik adalah 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Jumhur ulama sepakat, iktikaf hukumnya sunah, kecuali iktikaf nazar. Mazhab Hanafi membaginya kepada yang wajib, yakni iktikaf nazar --sunnah mu'akkadah-- pada 10 hari terakhir Ramadhan dan sunnah mustahab pada waktu selain 10 hari terakhir Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama dari Mazhab Syafi'i mensyaratkan iktikaf harus tinggal dalam waktu tertentu yang lamanya sama dengan waktu tuma'ninah (berhenti sebentar) dalam rukuk atau sujud. Adapun menurut ulama Mazhab Hambali, iktikaf sekurang-kurangnya berlangsung selama satu jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iktikaf dimaksudkan untuk menyucikan roh dan mengembalikannya kepada fitrah iman (Al-A'raf [7]: 172) dan fitrah Islam (Ar-Rum [30]: 30) dengan berupaya mematikan kecenderungan fujur (kefasikan) dan menghidupkan kecenderungan takwa (Asy-Syams [91]: 7-8). Membebaskan diri sementara dari kesibukan dunia agar terbebas dari penyakit al wahn, yakni hubbu al-dunia wa qarahiyah al-maut (cinta kepada dunia dan takut akan kematian).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara hikmah lainnya adalah kita akan mudah mengusir nafsu dari dalam diri melalui upaya taqarrub (mendekatkan) kepada Allah SWT serta memperkaya diri dengan ibadah-ibadah yang disunahkan. Senantiasa merasa belum cukup dengan yang diharamkan, lalu menjauhi yang dimakruhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ibnu Atho'illah as-Sakandary, yang terbaik bagi kita untuk selamat dari kejaran setan dan para anteknya adalah berlari dan berlindung di rumah Allah. Niscaya rumah Allah akan sangat kuat dan kokoh. Pada akhirnya, kita akan selalu terjaga dari perbuatan dosa dan maksiat. Karena dalam melestarikan iktikaf, ruang hati selalu tertambat dengan rumah Allah. Wallahu a'lam.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-2722744511145305171?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/2722744511145305171/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=2722744511145305171' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/2722744511145305171'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/2722744511145305171'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2010/08/waktu-paling-utama-untuk-iktikaf.html' title='Waktu Paling Utama untuk Iktikaf'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-4326887590925129233</id><published>2010-08-21T14:06:00.001+07:00</published><updated>2010-08-21T14:07:47.745+07:00</updated><title type='text'>Ketika Bilal tak Sanggup Menyebut Nama Rasulullah dalam Adzannya</title><content type='html'>&lt;div class="arial13"&gt;                   &lt;div class="img-detail-berita"&gt;              &lt;img src="http://static.republika.co.id/images/menara_masjid_nabi_di_madinah_100719183456.jpg" alt="Ketika Bilal tak Sanggup Menyebut Nama Rasulullah dalam Adzannya" title="Menara Masjid Nabi di Madinah" height="260" width="360" /&gt;&lt;br /&gt;      &lt;div class="img-title"&gt;Menara Masjid Nabi di Madinah&lt;/div&gt;            &lt;/div&gt;         &lt;div id="newstext"&gt;&lt;p&gt;Lama lengkapnya Bilal bin Rabah Al-Habasyi. Ia biasa dipanggil Abu Abdillah dan digelari Muadzdzin Ar-Rasul. Bilal lahir di daerah as-Sarah sekitar 43 tahun sebelum hijrah. Ia berpostur tubuh tinggi, kurus, warna kulitnya hitam, pelipisnya tipis, dan rambutnya lebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibunya adalah hamba sahaya (budak) milik Umayyah bin Khalaf dari Bani Jumuh. Bilal menjadi budak mereka, hingga akhirnya ia mendengar tentang Islam. Dihadapan Rasulullah SAW, dia mengikrarkan diri masuk Islam. Hingga akhirnya, Abu Bakar memerdekakan  dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat Rasulullah melakukan hijrah ke Madinah, Bilal turut serta. Ketika Masjid Nabawi selesai dibangun, Rasulullah mensyariatkan adzan. Rasulullah kemudian menunjuk Bilal untuk mengumandangkan adzan, karena ia memiliki suara yang merdu. Lalu Bilal mengumandangkan adzan, dan menjadi muadzin pertama dalam sejarah Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya, setelah mengumandangkan adzan, Bilal berdiri di depan pintu rumah Rasulullah seraya berseru, ''Hayya ‘alashsholaati hayya ‘alashsholaati…(Mari melaksanakan shalat, mari meraih keuntungan)''. Lalu, ketika Rasulullah SAW keluar dari rumah dan Bilal melihat beliau, Bilal segera melantunkan iqamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Rasulullah menaklukan kota Makkah, beliau berjalan di depan pasukan muslim bersama Bilal. Bilal pulalah yang ditunjuk Nabi untuk mengumandangkan adzan di atap Ka'bah sebelum menunaikan shalat Zuhur. Adzan itu pun menjadi adzan yang pertama dikumandangkan di Makkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bilal menjadi muadzin tetap selama Rasulullah hidup. Begitu pun ketika Rasulullah wafat. Saat jasad Rasulullah masih terbungkus kain kafan dan belum dikebumikan, dia pula yang mengumandangkannya. Namun kali ini suasanya berbeda. Saat Bilal sampai pada kalimat, ''Asyhadu anna muhammadan rosuulullaahi (Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah)'', tiba-tiba suaranya terhenti. Ia tidak sanggup mengangkat suaranya lagi. Kaum muslimin yang hadir di sana pun tak kuasa menahan tangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Shuwar min Hayaatis Shahabah karya DR Abdurrahman Ra’fat Basya dipaparkan bahwa sejak kepergian Rasulullah, Bilal hanya sanggup mengumandangkan azan selama tiga hari. Setiap sampai kepada kalimat, ''Asyhadu anna muhammadan rosuulullaahi'', ia langsung menangis tersedu-sedu. Begitu pula kaum muslimin yang mendengarnya, larut dalam tangisan pilu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Bilal memohon kepada Abu Bakar, yang menggantikan posisi Rasulullah sebagai pemimpin umat Islam, agar diperkenankan tidak mengumandangkan adzan lagi, karena tidak sanggup melakukannya. Permohonan tersebut dikabulkan oleh Abu Bakar. Karenanya, sejak saat itu Bilal menolak untuk menjadi muadzin bagi seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain sebagai muadzin, semasa hidupnya Bilal pernah menjabat sebagai bendahara Rasulullah di Bait Al-Mal. Ia tidak pernah absen mengikuti semua peperangan bersama Rasulullah. Bilal juga merupakan salah satu sahabat yang telah diisyaratkan Nabi bakal menjadi salah seorang penghuni surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari di waktu subuh, Rasulullah bertanya kepada Bilal,''Hai Bilal, ceritakanlah kepadaku mengenai amalan yang menurutmu paling besar pahalanya yang pernah kamu kerjakan dalam Islam. Sesungguhnya aku pernah mendengar suara jalanmu di hadapanku di surga.'' Bilal menjawab,''Aku tidak pernah mengerjakan amalan yang menurutku besar pahalanya, tapi aku tidak wudhu di waktu malam dan siang, melainkan aku menunaikan shalat yang diwajibkan bagiku untuk mengerjakannya.''&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-4326887590925129233?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/4326887590925129233/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=4326887590925129233' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/4326887590925129233'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/4326887590925129233'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2010/08/ketika-bilal-tak-sanggup-menyebut-nama.html' title='Ketika Bilal tak Sanggup Menyebut Nama Rasulullah dalam Adzannya'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-8373677411658691046</id><published>2010-08-21T14:03:00.000+07:00</published><updated>2010-08-21T14:05:26.761+07:00</updated><title type='text'>Rasulullah Mendengar Suara Langkah Bilal di Surga</title><content type='html'>&lt;div class="img-detail-berita"&gt;              &lt;img src="http://static.republika.co.id/images/ilustrasi_100820214740.jpg" alt="Rasulullah Mendengar Suara Langkah Bilal di Surga" title="Ilustrasi" height="260" width="360" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;-Rasulullah mempunyai banyak sahabat yang turut serta dalam perjuangan menegakkan syariah Islam. Mereka bersama-sama dalam suka maupun duka. Para sahabat itu tak hanya berasal dari kalangan suku-suku Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka juga datang dari kalangan non-Arab, seperti halnya Bilal bin Rabah. Sebagai mana keturunan Afrika, Bilal memiliki postur tinggi, kurus, dan warna kulit hitam. Dia memiliki nama lengkap Bilal bin Rabah Al-Habasyi. Ia biasa dipanggil Abu Abdillah dan digelari Muadzdzin Ar-Rasul. Habasyah merupakan Ethiopia saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibunya adalah sahaya milik Umayyah bin Khalaf dari Bani Jumuh. Bilal menjadi budak mereka, hingga akhirnya ia mendengar tentang Islam. Tanpa ada keraguan, ia menemui Nabi dan mengikrarkan diri masuk Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umayyah bin Khalaf pernah menyiksanya dan membiarkannya di tengah gurun pasir selama beberapa hari. Di perutnya diikat sebuah batu besar dan lehernya diikat dengan tali. Lalu, orang-orang kafir menyuruh anak-anak mereka untuk menyeretnya di antara perbukitan Makkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski disiksa, keimanan Bilal tak pernah luntur. Saat dijemur di panas terik padang pasir, Bilal selalu mengucapkan ''Ahad-Ahad'' dan menolak mengucapkan kata kufur. Abu Bakar lalu memerdekakannya. Saat itu Umar bin Khattab berujar,''Abu Bakar adalah seorang pemimpin (sayyid) kami, dan dia telah memerdekakan seorang pemimpin (sayyid) kami.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah hijrah, adzan disyariatkan. Lalu Bilal mengumandangkan adzan. Ia adalah muadzin pertama dalam Islam, karena ia memiliki suara yang bagus. Pada saat pembebasan kota Makkah, Rasulullah menyuruh Bilal untuk mengumandangkan adzan di belakang Ka'bah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adzan itu adalah adzan yang pertama dikumandangkan di Makkah. Pasca wafatnya Rasulullah, ia menolak untuk menjadi muadzdzin lagi karena tak sanggup menyebut nama Rasulullah dalam adzannya. Usai wafatnya Nabi, bahkan dia hanya sanggup melantunkan adzan selama tiga hari. Itu pun disertai tangisannya tatkala mengucapkan nama Rasulullah dalam adzan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia juga pernah menjabat sebagai bendahara Rasulullah di Bait Al-Mal. Ia tidak pernah absen mengikuti semua peperangan bersama Rasulullah. Tentang Bilal, Rasulullah SAW mengatakan,''Bilal adalah seorang penunggang kuda yang hebat dari kalangan Habasyah.'' (Hadits Riwayat Ibnu Abi Syaibah dan Ibn Asakir)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika, selesai sholat Subuh, Rasulullah pernah bertanya kepada Bilal, ''Wahai Bilal, ceritakan kepadaku tentang amalan yang paling bermanfaat yang telah kamu lakukan setelah memeluk Islam. Karena semalam aku mendengar suara langkahmu di depanku di surga.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bilal menjawab, ''Aku tidak pernah melakukan suatu amalan yang paling bermanfaat setelah memeluk Islam selain aku selalu berwudhu dengan sempurna pada setiap malam dan siang, kemudian melakukan sholat sunat dengan wudhu itu sebanyak yang Allah kehendaki.'' (Hadist riwayat Abu Hurairah ra)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-8373677411658691046?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/8373677411658691046/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=8373677411658691046' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/8373677411658691046'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/8373677411658691046'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2010/08/rasulullah-mendengar-suara-langkah.html' title='Rasulullah Mendengar Suara Langkah Bilal di Surga'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-5717283453245575992</id><published>2010-08-19T22:05:00.001+07:00</published><updated>2010-08-19T22:05:44.290+07:00</updated><title type='text'>Puasa dan Kemerdekaan</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Fajar Kurnianto&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;penulis buku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan menurut bahasa artinya panas membakar. Ia disebut demikian karena bulan ini dosa-dosa dan kesalahan orang yang berpuasa di masa sebelum Ramadhan dibakar habis. Rasulullah mengatakan, 'Siapa yang berpuasa Ramadhan semata-mata karena keimanan serta mengharap rahmat dan pahala dari Allah, maka dosa-dosa yang dilakukan sebelumnya akan diampuni oleh Allah.'&lt;br /&gt;(HR Bukhari dari Abu Hurairah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, lebih daripada sekadar membakar dosa, Ramadhan juga bisa dimaknai sebagai membakar spirit dan semangat juang dalam ketaatan kepada Allah. Bahkan, Ramadhan adalah api semangat itu sendiri. Dalam 'sirah' (biografi) Rasulullah, perang Badar, pada tahun kedua hijrah, terjadi pada bulan Ramadhan. Inilah perjuangan pertama mengangkat senjata yang dilakukan oleh kaum Muslimin melawan kaum Quraisy Makkah yang menindas mereka sehingga harus hengkang berhijrah ke Madinah, meninggalkan tanah airnya. Dan, pada perang ini, kaum Muslimin memperoleh kemenangan meyakinkan meskipun jumlah personelnya hanya tiga ratusan orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang Badar yang terjadi di bulan Ramadhan ini memberikan pesan perjuangan yang luar biasa. Baik itu perjuangan fisik maupun mental. Perjuangan fisiknya bahkan lebih berat, karena selain berperang juga harus berpuasa. Dan, kaum Muslimin ketika itu mampu melewatinya, bahkan meraih kemenangan gemilang. Maka itu, Ramadhan sesungguhnya adalah bulan perjuangan di jalan Allah. Berjuang menahan lapar dan haus karena menaati Allah dan Rasulullah, serta berjuang menahan keinginan hawa nafsu yang ingin bebas terumbar. Ramadhan sesungguhnya bukan bulan santai-santai, istirahat, dan tanpa aktivitas bermanfaat. Atau, bulan glamor dan hura-hura yang menghabis-habiskan dana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum Muslimin Indonesia masuk dalam bulan Ramadhan tidak dalam suasana perang seperti halnya Rasulullah dan kaum Muslimin. Maka itu, spirit perjuangannya lebih pada perjuangan mengekang hawa nafsu, selain menahan diri untuk tidak makan dan minum hingga sore hari. Perjuangan melawan hawa nafsu tidak kalah hebatnya dengan perjuangan secara fisik. Manusia mungkin bisa menahan lapar dan haus, tetapi tidak banyak yang berhasil menahan hawa nafsu. Itulah yang Rasulullah sitir dalam salah satu hadisnya, "Betapa banyak orang yang berpuasa, tapi yang ia dapat hanya lapar dan haus." (HR Ahmad dari Abu Hurairah)&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Menuju kemerdekaan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Perjuangan melalui puasa di bulan Ramadhan memiliki tujuan atau target yang ingin dicapai. Allah menyebutkan bahwa tujuan itu adalah menjadikan orang-orang yang berpuasa itu menjadi orang-orang yang bertakwa, "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS Albaqarah: 183).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takwa berasal dari kata 'wiqayah' yang secara bahasa salah satu maknanya adalah menjaga atau memelihara diri. Dalam Alquran, misalnya, disebutkan, "Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu (quu anfusakum) dan keluargamu dari api neraka." (QS At-Tahrim: 6). Ini selaras dengan puasa yang disebut oleh Rasulullah sebagai tameng yang menjaga atau memelihara pelakunya agar tidak melakukan hal-hal buruk, "Puasa adalah tameng. Karena itu, janganlah berkata-kata kotor dan bertindak bodoh. Jika ada orang yang mengajaknya untuk bertarung atau bertengkar, katakanlah, 'Aku sedang berpuasa'." (HR Bukhari dari Abu Hurairah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, puasa mengerem hawa nafsu yang mengarah pada hal-hal negatif, dan pada saat yang sama melepas sebanyak-banyaknya dorongan diri untuk melakukan kebaikan-kebaikan atau hal-hal yang bermanfaat. Ketika ada orang yang memprovokasi untuk melakukan tindak kekerasan atau memprovokasi untuk bertengkar, mengumpat, dan mencaci maki, Rasulullah mengimbau orang yang berpuasa untuk menahan diri dan mengatakan bahwa dirinya sedang berpuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa melindungi orang yang berpuasa sehingga tidak termakan hasutan. Justru, dengan jawaban bahwa ia sedang berpuasa secara implisit menunjukkan sikap bijaksana dan tidak reaktif secara berlebihan dalam menghadapi provokasi itu. Ketika segala keinginan hawa nafsu terkekang, saat itulah ia menjadi orang yang merdeka, lepas dari belenggu hawa nafsu. Menjadi manusia yang selalu meniti jalan Allah, jalan kebenaran, yang membuat dirinya hidup dalam kebahagiaan dan kegembiraan, setelah melalui perjuangan panjang melawan hawa nafsu. Rasulullah menyebut hal ini sebagai sebagai kegembiraan, "Orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kegembiraan; gembira saat ia menjadi fitri, dan gembira saat ia bertemu dengan Tuhannya." (HR Muslim dari Abu Hurairah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Idul Fitri menjadi puncak seleberasi kemerdekaan ini. Bukan merdeka karena sudah tidak lagi berpuasa, tapi merdeka karena lepas dari penjajahan dan kendali hawa nafsu. Kemerdekaan ini juga tidak berarti bahwa perjuangan telah usai. Justru, selepas Ramadhan, perjuangan itu terus berlanjut. Yakni, perjuangan menjaga dan mempertahankan kemerdekaan secara konsisten. Bangsa Indonesia merdeka dari penjajahan kaum kolonial bertepatan dengan bulan Ramadhan. Tetapi, setelah itu perjuangan baru dimulai, yakni konsisten mempertahankan dan membangun bangsa ke arah yang lebih baik. Maka secara individual, Ramadhan menjadi ajang perjuangan manusia untuk menjadi manusia yang berkarakter merdeka dari segala penjajahan hawa nafsunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks bangsa Indonesia saat ini, puasa menjadi ajang perjuangan mengerem ambisi kotor atau kepentingan sesaat yang mengorbankan kepentingan umum, yakni kepentingan bangsa dan negara. Rasulullah pasca pembebasan Makkah (Fathu Makkah) mengatakan, "Setelah pembebasan ini, tidak ada lagi hijrah kecuali jihad dan niat." (HR Bukhari dari Ibnu Abbas). Hijrah adalah perjuangan berat meninggalkan kampung halaman demi kebenaran dan lepas dari penindasan dan penjajahan. Setelah Makkah dibebaskan, hijrah seperti itu tidak ada. Yang ada adalah jihad dan niat. Jihad menurut bahasa adalah sikap sungguh-sungguh, konsisten, dan penuh komitmen dalam berusaha. Sedangkan niat adalah keinginan, harapan, dan cita-cita ke depan (visi) perubahan ke arah yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, bangsa terjajah oleh kemiskinan, kebodohan, komunalisme, eksklusivisme minus toleransi, serta pragmatisme dan ketidakpedulian sebagian elite penguasa dan elite politik, membuat bangsa ini berjalan pelan ala keong. Ramadhan kali ini yang bertepatan dengan bulan kemerdekaan bangsa Indonesia, menjadi momen reflektif memaknai lagi arti perjuangan menuju kemerdekaan sejati. Wallahu a'lam.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-5717283453245575992?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/5717283453245575992/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=5717283453245575992' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/5717283453245575992'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/5717283453245575992'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2010/08/puasa-dan-kemerdekaan.html' title='Puasa dan Kemerdekaan'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-6425271064235897615</id><published>2010-08-19T22:03:00.001+07:00</published><updated>2010-08-19T22:03:42.765+07:00</updated><title type='text'>Menemukan Kebahagiaan Abadi</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Oleh &lt;/strong&gt;A Riawan Amin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kalimat bijak menyebutkan, “Semua perjalanan adalah perjalanan kejiwaan.” Kita adalah jiwa yang sedang hidup di alam raga. Menurut Teilhard de Chardin, “We are not human beings having a spiritual experience, we are spiritual beings having a human experience.” (Kita bukanlah manusia yang mengalami pengalaman-pengalaman spiritual, kita adalah makhluk spiritual yang mengalami pengalaman-pengalaman manusiawi. Manusia bukanlah “makhluk bumi” melainkan “makhluk langit”).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyandar spiritualitas kejiwaan sebagai sentral kehidupan manusia, Islam menekankan perlunya terus membina dan menjaga konstelasi dan integritas spiritualitas tersebut. Sayangnya, sebagai makhluk spiritual kita kerap “terjebak” pada fisik, emosi, dan pikir, manusia kurang memperhatikan jati dirinya yang sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kondisi inilah Ramadhan dihadirkan oleh Allah SWT. Bulan yang dijadikan sarana untuk kembali menemui dan mengasah jati diri sejati, spiritual. Proses pengendalian diri sebagai inti dari puasa telah menempatkan manusia kembali pada posisinya yang tepat. Melepaskan semua belenggu-belenggu fisik, emosi, dan pikiran yang kerap mengontaminasi spiritualitasnya. Karena, sesungguhnya saat manusia mampu melepaskan diri dari ketertawanan fisik, emosi, dan pikir, maka ia seolah terlahir kembali dari rahim ibunya. Bersih tanpa noda sedikit pun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang melaksanakan puasa dengan penuh keimanan dan penuh harap kepada Allah, niscaya diampuni dosa-dosanya di masa lalu.” (HR Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;Begitupun, bila puasa yang dilakukan hanya sebatas fisik semata, tidak mampu menelisik hingga ke relung-relung jiwa, maka ia tak akan memperoleh apa pun dari puasanya kecuali lapar dan dahaga semata. (HR An-Nasai).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks manajemen hidup, Ramadhan memberikan banyak pelajaran. Di sini, kita mampu menemukan kesejatian diri. Menyambut kehadiran Ramadhan dengan suka cita, sebagaimana mengisinya dengan gembira dan penuh antuasias, sesungguhnya menjadi awal pembuka kebahagiaan abadi sebagai puncak kesuksesan diri yang dicari manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mampu memanfaatkan Ramadhan sebagai bagian ibadah terindah, berbagi yang terbaik, dan berjuang dengan sepenuh hati, merupakan mekanisme perjalanan jiwa menuju kesejatiannya. Menemukan diri yang sebenarnya. Itulah diri spiritual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Setiap amal anak Adam untuknya, kecuali puasa. Sesungguhnya itu untuk-Ku dan Aku yang akan mengganjarnya. Puasa itu adalah perisai. Jika datang hari puasa seseorang di antara kalian, maka janganlah ia berkata rafats dan jangan memaki. Jika ada orang memakinya atau memancing berkelahi, hendaklah ia berkata: 'Aku sedang berpuasa'. Demi Zat yang jiwa Muhammad di tangannya, sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa di sisi Allah lebih wangi daripada wangi misik. Orang yang berpuasa memiliki dua kebahagiaan: jika ia berbuka, ia berbahagia; dan jika ia bertemu Tuhannya, ia berbahagia karena puasanya.” (HR Bukhari, Muslim, an-Nasai, Ibn Majah, dan Ahmad).&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-6425271064235897615?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/6425271064235897615/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=6425271064235897615' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/6425271064235897615'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/6425271064235897615'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2010/08/menemukan-kebahagiaan-abadi.html' title='Menemukan Kebahagiaan Abadi'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-6755680791143275869</id><published>2010-08-19T22:02:00.001+07:00</published><updated>2010-08-19T22:02:42.482+07:00</updated><title type='text'>Berlatih Memimpin Diri Sendiri</title><content type='html'>&lt;p&gt;Oleh &lt;strong&gt;Prof Dr H Imam Suprayogo&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memimpin orang lain, biasanya lebih sulit dilakukan. Karena itu, tidak semua orang berhasil melakukannya. Akan tetapi, memimpin diri sendiri ternyata jauh lebih sulit dibandingkan memimpin orang lain. Seseorang bisa saja memimpin orang lain dan bahkan masyarakat luas dengan menjadi lurah, camat, bupati, wali kota, gubernur, dan bahkan juga menjadi menteri. Namun, belum tentu ia berhasil memimpin dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang bisa saja melarang orang lain berbicara tidak baik karena dapat menyebabkan orang lain tersinggung dan marah. Namun, dia belum tentu berhasil menahan nafsunya sendiri. Sehingga tatkala menghadapi persoalan, terkadang terlontar ucapan yang menyinggung perasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang suami juga demikian. Ia bisa saja memimpin istri dan anak-anaknya agar selalu berbuat baik, dermawan, sabar, ikhlas, dan istikamah. Akan tetapi, belum tentu nilai-nilai luhur itu bisa diterapkan dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pemimpin bisa saja mempengaruhi orang lain, tetapi belum tentu  berhasil mengendalikan dirinya sendiri. Ia bisa mengingatkan anak buahnya agar bertindak jujur, terbuka, dan disiplin dalam mengurus uang negara atau uang perusahaan. Namun, mampukah ia menjalankan nilai-nilai yang diajarkannya itu kepada anak buahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para koruptor yang mengambil uang berjuta-juta atau bahkan miliaran rupiah, bukan  tidak mengerti bahwa korupsi itu jelek dan dilarang oleh negara. Mereka tahu bahwa akibat perilaku korupnya itu, jika tertangkap maka akan mendapatkan hukuman berat. Mereka juga tahu bahwa risikonya demikian berat. Jika masuk penjara, semua anak, istri, saudara-saudaranya, dan bahkan kenalannya akan  malu dan sedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang berbuat korup itu lantaran tidak bisa memimpin dirinya sendiri. Ia berhasil melarang atau mengatakan "jangan" terhadap orang lain, tetapi gagal mengatakan hal serupa kepada dirinya sendiri. Artinya, ternyata melarang berbuat buruk pada diri sendiri, lebih berat dan sulit daripada melarang pada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah yang disindir oleh Allah. "Hai orang-orang, mengapa kamu hanya pandai mengatakan, tapi tidak bisa melakukannya. Dosa besarlah di sisi Allah, orang yang pandai mengatakan, tetapi tidak pandai mengerjakannya." (QS As-Shaff [61]: 2-3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa mengandung makna berlatih. Ibadah puasa ini hanya diketahui oleh dirinya sendiri  dan  Tuhan. Apakah seseorang itu puasa atau tidak, atau sekadar pura-pura, maka tidak ada orang lain yang tahu.  Karena itu, orang yang berpuasa,  sesungguhnya ia sedang  belajar memimpin dirinya sendiri. Jika lulus maka akan mendapatkan kemenangan, yaitu berhasil memimpin dirinya sendiri. Wallahu a'lam.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-6755680791143275869?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/6755680791143275869/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=6755680791143275869' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/6755680791143275869'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/6755680791143275869'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2010/08/berlatih-memimpin-diri-sendiri.html' title='Berlatih Memimpin Diri Sendiri'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-3395470555019909925</id><published>2010-08-19T22:01:00.001+07:00</published><updated>2010-08-19T22:01:46.615+07:00</updated><title type='text'>Tetap Sehat di Bulan Penuh Rahmat</title><content type='html'>&lt;h1&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h1&gt;Oleh &lt;strong&gt;Dr Briliantono M Soenarwo SpOT PhD&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanan yang masuk ke dalam perut kita, tidaklah masuk begitu saja, meskipun sudah dikunyah terlebih dahulu di mulut. Ia mengalami proses yang panjang, rumit, dan memerlukan waktu yang tidak sebentar. Lambung kita memerlukan waktu sedikitnya enam jam untuk mencerna makanan sampai halus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, makanan ini dikirim ke usus halus sedikit demi sedikit, sampai akhirnya lambung benar-benar kosong. Di dalam usus halus, makanan mengalami proses pencernaan lagi selama kurang lebih 4 jam sehingga makanan ini benar-benar bisa diserap oleh darah. Itu artinya, sejak masuk ke dalam mulut, sampai makanan itu diserap oleh darah, memerlukan waktu lebih kurang 10 jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah, itulah sebabnya mengapa Rasulullah SAW selalu mengunyah sampai halus makanan yang masuk ke dalam mulutnya. Hal itu bertujuan untuk meringankan kerja lambung dan organ-organ pencernaan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kerja organ-organ pencernaan yang demikian, kita patut bersyukur, Allah SWT mewajibkan kita berpuasa sepanjang bulan Ramadhan. Dengan kewajiban itu, seakan-akan Allah "mewajibkan" kita tetap sehat. Sebab, selama kurang lebih 15 jam kita puasa, organ-organ pencernaan akan mendapat istirahat total, kurang lebih lima jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa yang dilaksanakan secara benar, tidak hanya akan menyehatkan organ-organ pencernaan, tetapi juga sistem syaraf pusat, menormalisasi metabolisme tubuh, membuang racun dan zat-zat kimia yang bisa membahayakan tubuh, serta menghilangkan lemak yang tidak dibutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya yang perlu diperhatikan adalah setiap mukmin hendaknya tetap menjaga dan mengendalikan nafsu makan saat berbuka dan sahur. Sebab, setelah 15 jam lambung tidak kemasukan makanan, lalu secara tiba-tiba dibebani tugas berat, akibatnya bisa bahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika waktu berbuka tiba, segeralah berbuka, terutama dengan yang manis-manis. Tapi, jangan berlebihan, yang penting sudah cukup menghilangkan haus agar saat shalat maghrib tidak kepayahan. Bila ingin makan berat, sebaiknya setelah tarawih. Itu pun tetap jangan berlebihan. Karena, setelah itu kita tidur dan beberapa jam kemudian makan sahur. Sebagai catatan, sahur, meskipun hanya dengan seteguk air, harus tetap dilaksanakan karena di dalamnya ada keberkahan. (HR Khuzaimah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang tidak mempunyai kebiasaan olahraga rutin dan teratur, sebaiknya jangan memaksakan diri berolahraga saat sedang berpuasa, kecuali sekadarnya. Olahraga yang baik adalah berjalan kaki, untuk membakar kalori. Tak perlu lama, cukup sampai berkeringat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, sesungguhnya, shalat tarawih yang kita laksanakan bisa menjadi sarana relaksasi bagi tubuh dan tulang asalkan tidak tergesa-gesa dilaksanakan. Santai saja. Dengan demikian, tubuh bisa merasakan gerak yang ritmis dan tulang mengalami tekanan, kemampatan, dan peregangan yang bisa memperlancar sirkulasi darah. Wallahu a'lam.&lt;/p&gt; (-)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-3395470555019909925?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/3395470555019909925/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=3395470555019909925' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/3395470555019909925'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/3395470555019909925'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2010/08/tetap-sehat-di-bulan-penuh-rahmat.html' title='Tetap Sehat di Bulan Penuh Rahmat'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-6316937613741881663</id><published>2010-08-19T21:59:00.000+07:00</published><updated>2010-08-19T22:00:29.788+07:00</updated><title type='text'>Menahan Diri</title><content type='html'>&lt;p&gt;Oleh &lt;strong&gt;Prof Dr Asep S Muhtadi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan datang setiap tahun untuk mengingatkan kita agar memperbanyak perenungan dan pembelajaran. Tujuannya, untuk mempertajam sikap solidaritas dan meningkatkan kesadaran akan eksistensi sebagai manusia yang wajar, agar tidak terjebak pada sikap mempertuhan diri dan memperbudak yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan memiliki pesan sosial untuk kita renungkan, terutama ketika masyarakat dan bangsa ini tengah menghadapi berbagai tantangan dan ketidakseimbangan dalam hidupnya. Ketidakseimbangan hidup itu berakibat pada munculnya berbagai pelanggaran sosial, ketidakadilan, permusuhan, eksploitasi hak-hak asasi, kompetisi yang tidak sehat, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tantangan modernitas dewasa ini tidak hanya menantang untuk berpikir kritis dan bersikap dewasa, tapi juga dapat menggiring pada pola-pola kehidupan manusia yang tidak manusiawi: manusia yang berakal cerdas tapi berhati kering, manusia yang berbadan sehat tapi bermental sakit, manusia yang berwawasan luas tapi berperasaan sempit, manusia yang memahami alam tapi diperbudak alam, manusia-manusia yang merasa kesepian di tengah keramaian, manusia-manusia yang miskin di tengah tumpukan harta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa gejala lainnya yang mencerminkan kehidupan tanpa akhlak pada beberapa waktu terakhir ini adalah munculnya sikap mementingkan diri sendiri dengan mengeksploitasi hak-hak orang lain. Atas nama demokrasi orang berani berbuat anarkis, atas nama keadilan orang tega memperkosa kebebasan orang lain, dan atas nama hukum tidak sedikit orang memandang lumrah sikap dan perilaku menindas dengan menyatakan sesuatu bukan yang sesungguhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perspektif pesan universal puasa Ramadhan, di antara faktor penyebab merebaknya berbagai krisis di negeri ini, adalah karena ketidakmampuan menahan diri. Menahan diri untuk sanggup merasakan lapar dan dahaga; lapang dalam menghadapi berbagai godaan; tidak korupsi, dan optimistis dalam menempuh masa depan, tanpa harus melarutkan diri dalam kubangan kemungkaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa merupakan proses transendensi untuk menetralisasi berbagai sifat buruk manusia. "Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh-kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan, ia berkeluh kesah. Dan apabila ia mendapat kebaikan, dia amat kikir." (QS 70: 19-21).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah, para pelaku yang menjadi sumber terjadinya sejumlah krisis di negeri ini. Mereka yang diduga atau bahkan telah terbukti melakukan tindak korupsi, perusak lingkungan, provokator tindak kekerasan, penipu, perampok, dan lain sebagainya, semuanya ada di depan mata kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin mereka juga sama-sama melaksanakan puasa selama bulan Ramadhan. Bahkan, mereka paling awal mengeluarkan zakat, paling besar berinfak untuk pembangunan masjid, dan tampak paling peduli menyapa fakir miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, mereka telah mengingkari pesan utama puasa, yaitu kesanggupan menahan diri. Kesanggupan menahan diri menjadi pintu masuk ruang kemanusiaan yang hakiki. Sementara kegagalan menahan diri berarti telah membuka lebar pintu hilangnya martabat kemanusiaan.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-6316937613741881663?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/6316937613741881663/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=6316937613741881663' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/6316937613741881663'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/6316937613741881663'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2010/08/menahan-diri.html' title='Menahan Diri'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-1011514601963382848</id><published>2010-08-15T13:08:00.000+07:00</published><updated>2010-08-15T13:09:46.593+07:00</updated><title type='text'>Enam Keutamaan Bulan Ramadhan</title><content type='html'>&lt;div class="arial13"&gt;                   &lt;div class="img-detail-berita"&gt;              &lt;img src="http://static.republika.co.id/images/ilustrasi_100815053230.jpg" alt="Enam Keutamaan Bulan Ramadhan" title="ilustrasi" height="260" width="360" /&gt;&lt;br /&gt;      &lt;div class="img-title"&gt;ilustrasi&lt;/div&gt;            &lt;/div&gt;         &lt;div id="newstext"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Oleh Hj Yuyu Yuhanah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan adalah bulan berkah, bulan sejuta hikmah, dan bulan kemuliaan yang lebih baik dari seribu bulan. Pendek kata, beruntunglah orang-orang yang bertemu dengan Ramadhan dan bisa berbuat kebajikan di dalamnya. Kemuliaan dan keberkahan Ramadhan telah disampaikan oleh Allah dan Rasul-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai segenap manusia, telah datang kepada kalian bulan yang agung penuh berkah, bulan yang di dalamnya terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Allah menjadikan puasa di siang harinya sebagai kewajiban, dan qiyam di malam harinya sebagai sunah. Barangsiapa menunaikan ibadah yang difardukan, maka pekerjaan itu setara dengan orang mengerjakan 70 kewajiban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan merupakan bulan kesabaran dan balasan kesabaran adalah surga. Ramadhan merupakan bulan santunan, bulan yang di mana Allah melapangkan rezeki setiap hamba-Nya. Barangsiapa yang memberikan hidangan berbuka puasa bagi orang yang berpuasa, maka akan diampuni dosanya, dan dibebaskan dari belenggu neraka, serta mendapatkan pahala setimpal dengan orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang berpuasa tersebut.” (HR Khuzaimah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hadis di atas, ada beberapa keutamaan Ramadhan. &lt;em&gt;Pertama&lt;/em&gt;, syahrul azhim (bulan yang agung). Azhim adalah nama dan sifat Allah. Namun, juga digunakan untuk menunjukkan kekaguman terhadap kebesaran dan kemuliaan sesuatu. Ramadhan mulia dan agung, karena Allah sendiri telah mengagungkan dan memuliakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kedua&lt;/em&gt;, syahrul mubarak. Bulan ini penuh berkah, berdayaguna dan bermanfaat. Detik demi detik, waktu yang berjalan pada bulan suci ini, ia bagaikan rangkaian berlian yang sangat berharga bagi orang beriman. Karena semuanya diberkahi dan amal ibadahnya dilipatgandakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ketiga&lt;/em&gt;, syahru shiyam. Pada bulan Ramadhan dari awal hingga akhir kita menegakkan satu dari lima rukun (tiang) Islam yang sangat penting, yaitu shaum (puasa).&lt;em&gt; Keempat&lt;/em&gt;, syahru nuzulil qur'an. “Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Alquran sebagai petunjuk bagi manusia, penjelasan bagi petunjuk, dan furqan (pembeda).” (Al-Baqarah [2]: 185).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kelima&lt;/em&gt;, syahrul musawwah (bulan santunan). Di bulan Ramadhan sangat dianjurkan bagi setiap Muslim untuk saling bederma, berkasih sayang dengan sesamanya yang keadaannya jauh memprihatinkan daripada kita.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;Keenam&lt;/em&gt;, syahrus shabr (bulan sabar). Bulan Ramadhan melatih jiwa Muslim untuk senantiasa sabar tidak mengeluh dan tahan uji. Sabar adalah kekuatan jiwa dari segala bentuk kelemahan mental, spiritual, dan operasional. Orang bersabar akan bersama Allah sedangkan balasan orang-orang yang sabar adalah surga. Semoga semua bisa memanfaatkan momentum Ramadhan ini untuk memperbanyak ibadah kepada Allah. Amin.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-1011514601963382848?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/1011514601963382848/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=1011514601963382848' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/1011514601963382848'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/1011514601963382848'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2010/08/enam-keutamaan-bulan-ramadhan.html' title='Enam Keutamaan Bulan Ramadhan'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-6593451132281229657</id><published>2010-08-14T13:16:00.000+07:00</published><updated>2010-08-14T13:17:40.083+07:00</updated><title type='text'>Kedalaman Makna Surat Al Ikhlash</title><content type='html'>&lt;div class="arial13"&gt;                   &lt;div class="img-detail-berita"&gt;              &lt;img src="http://static.republika.co.id/images/ilustrasi_100713095715.jpg" alt="Kedalaman Makna Surat Al Ikhlash" title="ilustrasi" height="260" width="360" /&gt;&lt;br /&gt;      &lt;div class="img-title"&gt;ilustrasi&lt;/div&gt;            &lt;/div&gt;         &lt;div id="newstext"&gt;&lt;p&gt;Oleh Mahmud Yunus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman: "Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus." (QS Al- Bayyinah [98]: 5). Dalam ayat lainnya: "Luruskanlah mukamu (dirimu) pada setiap shalat dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ketaatanmu kepada-Nya." (QS Al-'Araf [7]: 29).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahli tafsir menjelaskan, yang dimaksud dengan lurus adalah menghindari perbuatan syirik (menyekutukan Allah SWT dalam segala bentuknya dan terhindar dari penyimpangan sekecil apa pun). Kewajiban menjaga keikhlasan dalam beribadah kepada Allah SWT ditegaskan berulang-ulang di dalam Alquran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, surah ke-112 dinamai dengan Al-Ikhlash (memurnikan keesaan Allah). Secara fisik surah Al-Ikhlash itu terdiri atas empat ayat pendek, namun kandungannya sangat panjang dan luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda, "Membaca 'Qul huwa Allahu ahad' pahalanya setara dengan membaca sepertiga Alquran." (HR Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, An-Nasa'I, Ibn Majah, Malik, Ahmad, Thabrani, Al-Bazzar, dan Abu 'Ubaid).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, Saja' Al-Ghanawi RA mengatakan, "Barang siapa membaca 'Qul huwa Allahu ahad' tiga kali, maka ia seakan-akan membaca Alquran seluruhnya." Atau, sebagaimana diriwayatkan oleh Ahmad, bahwa Muadz ibn Anas RA berkata, "Barangsiapa membaca 'qul huwa Allahu ahad' sebelas kali, maka Allah (akan) membangunkan sebuah rumah untuknya di Surga."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau, seperti yang diriwayatkan Thabrani, bahwa Fairuz RA berkata, "Barangsiapa membaca 'Qul huwa Allahu ahad' seratus kali, di dalam shalat atau lainnya, maka ia dicatat oleh Allah sebagai orang yang terbebas dari siksa Neraka." Dan, masih ada beberapa riwayat yang lainnya. Namun, perlukah kita menghitung-hitung "kebaikan" atau "ketaatan" kita sendiri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ibn Sina sebagaimana dikutip Muhammad Quraish Shihab dalam salah satu karyanya, niat atau motivasi beribadah itu bertingkat-tingkat. Pertama, tipe pedagang (mengharap keuntungan). Kedua, tipe budak atau pelayan (takut terhadap majikannya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, tipe 'arif (bersyukur atas segala yang diberikan Allah SWT kepadanya). Dan tipe lainnya dinamakan sebagai tipe robot (otomatis, tanpa pemikiran, tanpa pemahaman, dan tanpa penghayatan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu bijaksana, jika kita terbiasa melaksanakan ibadah menurut tipe 'arif. Sebab, sebagaimana dijelaskan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya bahwa tidak sedikit amal (ibadat) yang dibatalkan atau dihapuskan pahalanya akibat niatnya tidak murni karena Allah SWT. Wallahu 'alam.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-6593451132281229657?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/6593451132281229657/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=6593451132281229657' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/6593451132281229657'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/6593451132281229657'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2010/08/kedalaman-makna-surat-al-ikhlash.html' title='Kedalaman Makna Surat Al Ikhlash'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-4282636157808220355</id><published>2010-08-14T13:14:00.000+07:00</published><updated>2010-08-14T13:15:16.358+07:00</updated><title type='text'>Salman Al-Farisi: Penjaga Kuil Api yang Menjadi Sahabat Rasulullah</title><content type='html'>&lt;div class="judul-brita"&gt;&lt;span class="date"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/div&gt;    &lt;div&gt;     &lt;div class="changefont" align="right"&gt;      &lt;a href="http://www.republika.co.id/berita/ensiklopedia-islam/hikmah/10/08/13/129962-salman-alfarisi-penjaga-kuil-api-yang-menjadi-sahabat-rasulullah#" rel="small"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;         &lt;/div&gt;    &lt;/div&gt;    &lt;div class="arial13"&gt;                   &lt;div class="img-detail-berita"&gt;              &lt;img src="http://static.republika.co.id/images/ilustrasi_100813111940.jpg" alt="Salman Al-Farisi: Penjaga Kuil Api yang Menjadi Sahabat Rasulullah" title="Ilustrasi" height="260" width="360" /&gt;&lt;br /&gt;      &lt;div class="img-title"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;            &lt;/div&gt;         &lt;div id="newstext"&gt;&lt;p&gt;REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Nama lengkapnya Mabah bin Budzkhasyan bin Mousilan bin Bahbudzan bin Fairuz bin Sahrk Al-Isfahani. Namun, ia lebih dikenal dengan nama Salman Al-Farisi. Nama panggilannya adalah Abu Abdillah dan digelari dengan Salman Al-Khair.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia berasal dari desa Ji di Isfahan, Persia. Ia adalah sosok sahabat yang terkenal memiliki ide-ide brilian, memiliki tubuh yang kuat, dan pandai dalam ilmu-ilmu syariat. Ia pernah menjadi penjaga api di kuil tempat pemujaan orang-orang Persia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum Islam datang, Salman memeluk agama Nasrani, karena ia terpikat dengan model sembahyang mereka. Suatu ketika, atas saran seorang pendeta yang ditemuinya di Mosul, Salman pergi menemui Rasul yang saat itu sudah hijrah ke Madinah. Sang pendeta mengabarkan bahwa seorang Nabi akan diutus pada zaman itu. Ia berpesan agar Salman mengikuti Nabi tersebut dan Nabi itu akan hijrah ke sebuah daerah yang banyak ditumbuhi pohon kurma dan daerahnya diapit dua bidang tanah yang berbatu hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setibanya di Madinah, pada malam harinya, ia pergi menemui Rasulullah sambil membawa makanan sembari berkata, ''Makanan ini adalah sedekah.'' Nabi tidak memakan makanan tersebut dan mempersilahkan para sahabatnya untuk menyantapnya. Kemudian Salman datang lagi dan membawa makanan sambil mengatakan, ''Makanan ini adalah hadiah.'' Kali ini Nabi memakan sebagiannya dan sebagiannya Beliau berikan kepada para sahabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, Salman melihat cap kenabian di pundak Nabi. Takala ia melihat tanda-tanda kenabian pada diri Nabi, di mana Beliau tidak makan sedekah, menerima hadiah, dan di pundaknya ada cap kenabian, Salman pun langsung mengikrarkan diri masuk Islam dan menceritakan liku-liku perjalanannya kepada Beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah menasehati Salman untuk menulis surat kepada tuannya, seorang warga Yahudi dari Bani Quraizhah, dan Beliau meminta bantuan para sahabatnya untuk memerdekakan Salman. Rasulullah kemudian mempersaudarakannya dengan Abu Darda'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia ikut serta dalam perang Khandaq (parit). Salmanlah orang yang mengusulkan untuk menggali parit dalam perang ini berdasarkan pengalamannya dalam peperangan di Persia. Orang-orang Arab takjub dengan usulan Salman untuk menggali parit tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang Salman, Nabi pernah mengatakan, ''Surga merindukan tiga orang, yakni Ali bin Abi Thalib, Ammar bin Yasir, dan Salman Al-Farisi.'' Sementara Ali bin Abi Thalib pernah berkata, ''Siapa orang yang kalian miliki yang seperti Lukman Al-Hakim? Ia diberi pengetahuan tentang syariat terdahulu dan syariat yang turun belakangan; ia membaca dan mempelajari kitab suci yang terdahulu dan kitab suci yang turun paling akhir. Ilmunya bak lautan yang tidak pernah kering.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat menjabat sebagai gubernur Al-Madain, Salman bertemu dengan seorang saudagar yang baru pulang berniaga dari Syam membawa kurma dan buah tin. Saudagar itu menyuruh Salman untuk mengangkut barang dagangannya karena ia mengira Salman seorang kuli angkut barang. Salman pun membawa barang dagangan saudagar tersebut. Ketika si saudagar mengetahui bahwa Salman adalah gubernur Al-Madain, ia meminta maaf atas kelancangannya. Akan tetapi Salman tetap membawa barang dagangan tersebut sampai ke tempat tujuan.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-4282636157808220355?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/4282636157808220355/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=4282636157808220355' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/4282636157808220355'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/4282636157808220355'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2010/08/salman-al-farisi-penjaga-kuil-api-yang.html' title='Salman Al-Farisi: Penjaga Kuil Api yang Menjadi Sahabat Rasulullah'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-1299209177813430364</id><published>2010-08-14T13:11:00.000+07:00</published><updated>2010-08-14T13:13:10.595+07:00</updated><title type='text'>Inilah Tujuh Golongan yang akan Bernaung di Bawah Arsy</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;div class="changefont" align="right"&gt;       &lt;/div&gt;    &lt;/div&gt;    &lt;div class="arial13"&gt;                   &lt;div class="img-detail-berita"&gt;              &lt;img src="http://static.republika.co.id/images/ilustrasi_100814115636.jpg" alt="Inilah Tujuh Golongan yang akan Bernaung di Bawah Arsy" title="Ilustrasi" height="260" width="360" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="newstext"&gt;&lt;p&gt;REPUBLIKA.CO.ID, Bagi oang yang beriman dan beramal shaleh, tiada ganjaran bagi mereka selain surga. Dalam al-Quran pun demikian. Iman selalu disandingkan dengan amal shaleh. Jika hanya beriman tanpa diisi dengan amal shaleh, maka keimanan itu akan kurang sempurna. Begitu pun sebaliknya. ’’Demi masa. Sesungguhnya manusia sangat merugi. Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, yang saling mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran.’’ (QS. Al-’Ashr: 1-3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak amal shaleh yang dapat dilakukan dalam bulan suci Ramadhan ini. Beberapa di antaranya bersedekah, tadarus al-Quran, i’tikaf di masjid, shalat malam dan lain sebagainya. Sungguh beruntung orang-orang yang dapat melaksanakan ibadah-ibadah tersebut serta menyeimbangkan urusan duniawi dengan ukhrawi agar siap melewati cobaan di hari akhir nanti. Dalam hadits Rasulullah disebutkan, ada tujuh golongan yang akan dilindungi Allah berupa naungan ’Arsy-Nya di hari kiamat. Sebab tidak ada satu pun yang dapat menolong kita dari sulitnya hari kiamat, selain pertolongan dari-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah ra berkata, Rasulullah Saw bersabda: ’’Tujuh golongan yang akan berteduh di bawah ’Arsy Allah, pada hari yang tiada bisa berteduh kecuali keteduhan ’Arsy pada hari kiamat yaitu:&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Pertama&lt;/strong&gt;, imam yang adil. Imam di sini, menurut Hajar Al-Atsqolany, ialah khalifah ata dapat pula disebut dengan pemimpin yang adil terhadap rakyatnya. Pemimpin yang mencontoh kesahajaan para Khulafaur Rasyidiin yang senantiasa memikirkan nasib rakyat. Pemimpin yang dapat memecahkan masalah yang menimpa rakyatnya, sehingga membuat rakyat tersebut menaruh kepercayaan dan keridhaan yang besar atas amanat yang ia emban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dua, &lt;/strong&gt;pemuda-pemudi yang giat beribadah. Alangkah beruntungnya jika masa muda kita isi dengan ibadah. Penguatan mental dan rohani tidak serta merta kita dapat begitu saja. Perlu waktu yang cukup lama untuk menjadi pemuda yang cerdas. Tak hanya cerdas secara intelektual, namun juga cerdas spiritual. Dalam kitab &lt;em&gt;Ta’lim Muta’lim, &lt;/em&gt;ada beberapa  tahapan yang harus dilalui seorang hamba untuk mendapatkan ilmu, salah  satunya &lt;em&gt;thuula al-waqt &lt;/em&gt;(waktu yang lama). Oleh karena itu, sudah seyogyanya pemuda-pemudi Indonesia yang sudah terjamah oleh dahsyatnya perkembangan teknologi, lebih meningkatkan kualitas ibadah mereka.  Dengan pondasi iman yang kokoh, Insya Allah takkan tergoyahkan oleh badai yang menghantam sedahsyat apa pun itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tiga, &lt;/strong&gt;orang yang suka berdizikir pada waktu dan tempat yang sunyi, kemudian air matanya mengalir karena Allah. Dzikir, adalah salah satu bukti kecintaan kita pada Allah. Dzikir lisan, jika dibarengi dengan dzikirnya hati, pasti akan mendapatkan ketentraman batin yang tak terhingga. Manusia tak luput dari khilaf dan dosa, karena itu Allah menganjurkan manusia untuk banyak berdzikir, banyak mengingat dosa dan mengingat-Nya. ’’ (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.’’ (QS. Ar-Ra’d: 28).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat. Orang yang hatinya selalu teringat kepada masjid ketika keluar hingga kembali lagi ke masjid. Seseorang yang senantiasa terpaut ke masjid untuk melakukan ibadah, tidak ada pahala terbaik dari Allah selain ampunan, cinta dan surga-Nya. Tempat bernaung terbaik di dunia adalah masjid. Masjidlah tempat seluruh Muslim bersujud dan sebaik-baiknya tempat untuk memohon ampunan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Lima&lt;/strong&gt;. Orang yang suka bersedekah, kemudian dia merahasiakannya sehingga tangan kirinya tidak mengetahaui apa yang dilakukan oleh tangan kanananya. Sedekah secara &lt;em&gt;sirri&lt;/em&gt; (sembunyi-sembunyi) itu jauh lebih utama ketimbang sedekah yang hanya diniatkan agar orang lain mengetahui sedekah kita. Dalam Qs Al-Baqarah disebutkan,’’Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.’’ (Al-Baqoroh: 262).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat tersebut mengisyaratkan bahwa ikhlas, lahir dari hati dan tidak menyebut-nyebut berapa banyaknya pemberian kita. Menurut Ibnu Hajar Al-Atsqolany dalam kitabnya yang berjudul &lt;em&gt;Nashoihul  ’Ibad &lt;/em&gt;(Kumpulan nasihat-nasihat), sedekah &lt;em&gt;tatthawu’ &lt;/em&gt;(sedekah sunnah) dianjurkan jika dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Sedangkan sedekah wajib, seperti zakat fitrah, sunnah dilakukan secara terang-terangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Enam,&lt;/strong&gt; dua orang yang saling mencintai karena Allah. Mereka berkumpul karena Allah, mereka berpisah pun karena Allah. Mencintai karena Allah, berarti ikhlas dan ridha mengikuti semua perintah Allah dan Rosul-Nya. Dalam QS Ali Imroon Allah berfirman, ’’Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Ali Imraan: 31).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tujuh. &lt;/strong&gt;Laki-laki yang diajak mesum oleh perempuan, tetapi dia menolaknya seraya berkata, ’’Aku takut pada Allah,’’. Masih ingat kisah Nabi Yusuf as? Beliau pernah diuji oleh Allah dengan cukup berat; cobaan hawa nafsu. Zulaikha, istri sang majikan pernah mengajaknya untuk berzina saat suaminya tidak di rumah. Namun, Yusuf bersikeras menolak, karena ia takut akan azab Allah jika ia menuruti hawa nafsu syaithan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah ini terangkum dalam QS Yusuf,’’ Dan wanita (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu, seraya berkata: "Marilah ke sini." Yusuf berkata: "Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik." Sesungguhnya orang-orang yang zalim tiada akan beruntung.(QS: Yusuf: 23).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati Yusuf sudah bersikeras, godaan itu semakin besar menghantam keimanannya. Namun, Allah menguatkan hatinya. ’’Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusuf pun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah, agar Kami memalingkan dari padanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih. (QS. Yusuf: 24).&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1247529066148660725-1299209177813430364?l=psq2009.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psq2009.blogspot.com/feeds/1299209177813430364/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1247529066148660725&amp;postID=1299209177813430364' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/1299209177813430364'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1247529066148660725/posts/default/1299209177813430364'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psq2009.blogspot.com/2010/08/inilah-tujuh-golongan-yang-akan.html' title='Inilah Tujuh Golongan yang akan Bernaung di Bawah Arsy'/><author><name>f1@faridakhwan.net</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://www.freewebs.com/arsipkliping/flasasww.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1247529066148660725.post-3954601675805762744</id><published>2010-08-12T21:44:00.000+07:00</published><updated>2010-08-12T21:45:04.337+07:00</updated><title type='text'>Khutbah Jum'at: Ramadhan dan Kemerdekaan Hakiki</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://muchlisin.blogspot.com/2010/08/khutbah-jumat-ramadhan-dan-kemerdekaan.html"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;   &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_lLTNuSLRkEU/TGPIfHAaVGI/AAAAAAAABiQ/sPf4HQfMo
